Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 23 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara usai penggeledahan kantor Direktorat Jenderal Pajak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini disampaikan Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/1/2025).

Untuk mencegah pegawai yang diduga melakukan korupsi atau penyalahgunaan jabatan, Purbaya mengatakan pihaknya akan merotasi para pegawai pajak sebagai bentuk sanksi.

"Nanti kita akan evaluasi seperti apa. Yang jelas, mungkin pegawai pajak akan dikocok ulang, diputar-puter. Yang kelihatan terlibat akan kita taruh di tempat terpencil atau bahkan dirumahkan. Nanti kita lihat seperti apa," ujar Purbaya.

Purbaya menegaskan rotasi tidak dilakukan untuk semua pelanggaran.

"Rotasi itu kan ada yang bisa. Kalau pelanggarannya masih ringan, ya rotasi. Tapi kalau sudah berat, dirotasi juga tidak ada gunanya. Itu sedang kita nilai," lanjut Purbaya.

Video Editor: Vila Randita

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/643770/menkeu-purbaya-respons-kpk-geledah-kantor-pajak-beri-ancaman-bagi-pegawai-bandel
Transkrip
00:00Yang kelihatan terlibat, jangan kita taruh tempat terpencil, jangan kembangkan aja.
00:06Nanti kita lihat seperti yang lain.
00:09Kemarin Pak, kantor pajak digeledah, Pak.
00:12Kemarin kantor pusat pajak digeledah, Pak.
00:15Di KPK kemarin.
00:17Kenapa?
00:19Terkait.
00:19Ini aja ada belakang dari, lihat aja prosesnya seperti apa.
00:22Oke, makasih.
00:23Tapi yang jelas kan ini, geledah-geledah, periksa-periksa.
00:26Kemudian kalau saya ditanya, kenapa kamu bilang kamu akan menemani.
00:32Menemani itu kan persis, mendampingi, menemani secara hukum.
00:36Itu kan pasti pakai keuangan sebelum dia dibutuhkan bersahawal di Puan Adilang.
00:43Dia masih pegawai keuangan.
00:45Jadi kan kita dampingi selalu, tapi nggak ada intervensi dalam pengertian.
00:48Saya datang ke mereka, stop ini, stop ini.
00:51Sudah ada, silahkan cara mencegahnya gimana, Pak.
00:53Biar kejadian seperti ini tidak berulang lagi, mencilahnya setelah tinggal.
00:58Nanti kita akan evaluasi seperti apa.
01:01Yang jelas nanti mungkin boleh pajak, nanti pajak pulang, diputur-putur lah.
01:06Yang kelihatan terlibat, jangan kita taruh tempat terpencil,
01:12atau nyerupakan aja.
01:13Nanti kita lihat seperti apa.
01:14Oke, makasih.
01:14Di seter itu berarti dinotasi, Pak.
01:15Di notasi, Pak.
01:16Di daerah.
01:17Di notasi habis, tapi kalau nggak bisa.
01:19Kan ada yang bisa kalau baik sedikit, terlibat sedikit, ya retasi.
01:22Tapi kalau udah jahat, retasi kan nggak digunanya.
01:26Jadi kita akan sedang nilai itu.
01:29Terima kasih, Pak.
01:30Terima kasih, Pak.
01:30Terima kasih, Pak.
01:41Baca, baca, baca.
01:42Saya, Rizka Klarissa.
02:05Saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital,
02:09pay TV, dan media streaming lainnya.
02:12Kompas TV, independen, terpercaya.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan