Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Hujan yang masih mengguyur Kabupaten Kudus membuat banjir meluas ke 31 desa di 7 kecamatan.

Ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hari ini terus meluas.

Intensitas hujan yang tinggi sepekan terakhir membuat banjir makin menggenangi permukiman warga.

Di Desa Tanjung Karang, banjir sudah merendam sejak dua hari lalu.

Genangan sempat surut, namun semalam naik lagi, bahkan sudah mencapai 50 sentimeter.

Di Pandeglang, Banten, hujan deras membuat rumah warga terendam banjir.

Hujan yang terus turun membuat Sungai Ciliman meluap.

Sebagian warga sempat dievakuasi ke tempat pengungsian.

Hujan deras membuat akses jalan di desa Tutup, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, putus akibat tergerus aliran Sungai Lusi.

Selain merusak jalan, longsor juga menimbun rumah warga hingga 4 keluarga mengungsi.

Tak hanya menimbun rumah warga, longsor juga memutus jalan desa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Jalan ambles sepanjang 50 meter hingga tidak bisa dilewati.

Baca Juga 2 Bulan Pasca Bencana Aceh, Orangtua Masih Berusaha Cari Jasad Anaknya | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/643747/2-bulan-pasca-bencana-aceh-orangtua-masih-berusaha-cari-jasad-anaknya-kompas-siang

#banjir #banten #kudus #musimhujan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/643756/intesitas-hujan-tinggi-banjir-di-kudus-meluas-sungai-ciliman-pandeglang-meluap-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara hujan yang masih mengguyur Kebupaten Kudus membuat banjir meluas ke 31 desa di 7 kecamatan.
00:08Ketinggian air mencapai 30 hingga 50 cm.
00:13Banjir di Kebupaten Kudus Jawa Tengah hari ini terus meluas saudara.
00:17Intansitas hujan yang tinggi sepekan terakhir membuat banjir makin menggenangi permukiman warga.
00:22Di desa Tanjung Karang, banjir sudah merendam sejak 2 hari lalu.
00:26Kedangan sempat surut namun semalam naik lagi bahkan mencapai 50 cm.
00:32Sebagian warga sudah mulai mengungsi.
00:37Tambah ini airnya.
00:39Ketinggian air berapa ini Bu?
00:4030 sampai 50 cm.
00:44Ini warga sudah mulai mengungsi belum Bu?
00:46Iya ada yang sudah mengungsi, ada yang belum.
00:50Sedangkan ini belum mengungsi ya?
00:51Belum.
00:52Kenapa Bu?
00:52Itu ini masih bisa aktivitas.
00:57Pesaharapannya gimana Bu dengan banjir ini?
01:00Ya mungkin pengen cepat surut gitu.
01:06Hujan teras disertai angin kencang juga membuat sebuah pohon tumbang dan menimpa pengendara motor di Bekasi.
01:11Saudara di Pandai Gelang, Banten, hujan teras membuat pemukiman warga terendam banjir hingga 1 meter.
01:17Ada orang nggak?
01:22Sebuah pohon besar di tepi jalan irigasi Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, tumbang usah diterpa angin kencang selasa sore.
01:30Seorang pengendara motor berhasil menyelamatkan diri, namun motornya tertimpa dahanin tumbang.
01:36Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.
01:38Yang anak sekolah dua, dua orang. Tapi nggak, nggak sampai korban, motor doang ngetinggin.
01:46Oh orangnya sempat lari ya?
01:47Sempat lari.
01:49Di Pandai Gelang, Banten, hujan teras membuat rumah warga terendam banjir.
01:53Hujan yang terus turun membuat sungai Ciliman meluap.
01:56Sebagian warga sempat dievakuasi ke tempat pengungsian.
01:59Hujan teras membuat akses jalan desa ditutup.
02:21Kabupaten Belora, Jawa Tengah putus akibat tergerus aliran sungai Lusi.
02:25Selain merusak jalan, Longsor juga menimpun rumah warga hingga empat keluarga mengungsi.
02:32Jalan utama sebenarnya.
02:33Jalan utama untuk akses warga di Dukohotrop itu ada dua jalur.
02:41Yang ada jalur dari timur dan jalur dari barat.
02:43Sementara kita tutup, nanti lewatnya di jalur di sebelah barat.
02:48Muter gitu ada.
02:49Muter jalur berapa Pak itu Pak, kalau muter warga Pak?
02:53Sekitar dua setengah kilo.
02:55Tak hanya menimbun rumah warga, Longsor juga memutus jalan desa di Kabupaten Belora, Jawa Tengah.
03:02Jalan ambles panjang 50 meter hingga tidak bisa dilewati.
03:07Tim Liputan Kompas TV
03:08Untuk mengetahui informasi banjir di Lebak, Bantan dan jalur Pantura Kudus, Jawa Tengah, kita sudah terhubung dengan dua jurnalis Kompas TV.
03:18Ada Yuda Dwi Taruna dan Ivar Miftahudin.
03:21Kita akan ke Lebak terlebih dahulu.
03:24Selamat siang Yuda.
03:25Bagaimana kondisi banjir di sana saat ini?
03:27Baik, selamat siang Bela dan Saudara.
03:33Saat ini saya sedang berada di salah satu titik lokasi banjir di Kecamatan Pegelaran, Kabupaten Pandegelang, Banten.
03:42Akibat intensitas hujan sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan sejumlah sungai di Kabupaten Pandegelang meluap.
03:50Mengakibatkan sungai di Pandegelang meluap, sehingga hal ini membuat ribuan rumah di Kabupaten Pandegelang terdapat banjir.
04:17Yuda, lalu bagaimana penanganan banjir saat ini?
04:20Ya, saat ini penanganan banjir di Kabupaten Pandegelang sendiri telah dilakukan oleh petugas BPBD Kabupaten Pandegelang
04:33dengan melakukan evakuasi ke sejumlah titik-titik yang terdampak banjir.
04:40Dari Lebak, Banten kita akan bergeser ke jalur Pantorakudus, sudah ada Ihwan di sana.
04:46Ihwan, kalau di sana kondisi banjir seperti apa?
04:50Apakah warga juga sudah mulai mengungsi?
04:53Ya, selamat siang, Bela dan Saudara.
04:55Tepakan banjir yang mengguyur Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ini memang membuat
05:01hampir dalam hal ini update-nya ada 31 desa di tujuh ketamatan, ini sudah mulai tergenang banjir.
05:10Ketinggian banjir ini mencapai 30 hingga 50 cm.
05:16Banjir ini tidak hanya menggenangi pemukiman warga, tapi juga beberapa hari kemarin juga sempat menggenangi jalur Pantorakudus.
05:24Namun kondisinya untuk Pantorakudus saat ini sudah berangsur-surut.
05:28Dan sekarang banjir meluas ke beberapa desa.
05:31Seperti tadi pagi saya sempat mengunjungi di desa Tanjung Karang, yang tadinya desa ini belum tergenang banjir.
05:38Namun dua hari terakhir ini sudah mulai genangannya meninggi.
05:43Dan puncaknya adalah tadi malam ketika hujan jelas kembali turun.
05:46Ini kegenangan sudah mencapai 50 cm.
05:49Untuk penanganan banjir ini, bela, dari pemerintah Kabupaten Kudus sudah mengeluarkan SK Tagap Darurat per Tagal 12 Januari kemarin.
05:59Dan dalam hal ini sudah membuat beberapa posko pengungsian dan juga dapur umum.
06:05Yang nantinya digunakan untuk menyukai kebutuhan logistik para korban banjir.
06:10Dan perlu diketahui juga bahwa para korban banjir ini tidak semuanya mau mengungsi.
06:15Namun sebagian yang kondisinya genangannya sudah tinggi ini sudah mau mengungsi di tempat pengungsian.
06:21Dan di tempat pengungsian ini para pengungsi juga sudah disediakan selimut, kemudian obat-obatan yang nantinya untuk menghindari para warga ini bisa terserang penyakit.
06:32Seperti itu, Vila.
06:33Iwan, lalu untuk kondisi jalur di lalu lintas Pantura sendiri seperti apa?
06:38Jika misalnya nanti ada tanda-tanda akan banjir itu kemudian masuk juga ke Pantura?
06:44Ya, untuk genangan di Pantura, Vila.
06:48Ini memang sangat luptuatis tergantung nanti apakah di bagian hulu yaitu di pegulungan mulia terjadi hujan lebat lagi atau tidak.
06:56Kalau memang nanti terjadi hujan lebat lagi biasanya ini sungai-sungai yang berhulu di pegulungan mulia ini akan meluap.
07:02Karena tidak maupun menampung jebit air yang tinggi sehingga meluap jalur Pantura.
07:10Seperti kemarin sore ini sempat terjadi kematian panjang karena ada tiga titik di jalur Pantura kudus yang tergenang banjir dengan ketinggian antara 10 hingga 30 cm.
07:21Namun genangan itu ketika sudah meredah ini akan dengan cepat surut sehingga arus di jalur Pantura ini bisa kembali normal.
07:29Seperti itu Vila.
07:31Iwan, lalu terkait dengan kondisi cuaca sendiri di sana seperti apa?
07:34Apakah memang dari instansi terkait sudah menginformasikan perakhiran cuaca selama seminggu ke depan ini?
07:41Ya memang tadi saya sampaikan sudah sepekan ini hujan dengan intensitas tinggi ini terjadi di Kabupaten Kudus ya.
07:50Dan biasanya terjadi pada malam hari.
07:53Dan beberapa waktu lalu dari PMKG sudah menginformasikan bahwa intensitas dan tinggi ini akan terjadi hingga tanggal 16 Januari.
08:02Untuk itu warga diminta tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
08:07Jika memang tidak ada hal yang penting, warga disarankan tetap bertahan di rumah.
08:12Mengingat cuaca diperkirakan masih akan terjadi hujan lebat di beberapa hari ke depan.
08:19Vila.
08:19Ihwan, tadi Anda mengatakan biasanya hujan itu terjadi di malam hari.
08:24Biasanya malam hari kan warga beristirahat seperti itu ya.
08:26Nah, jika memang terjadi hujan dan kemudian banjir, apakah BPPD setempat juga sudah menyiap-niagakan anggotanya di sana ketika malam hari harus membawa,
08:37warga untuk mengungsi?
08:40Ya, sejak Bupati mengeluarkan SK Tangga Bencana, ini memang desa-desa yang ada di Kapolitan Kudus sudah menyiapkan diri.
08:48Terutama di desa yang sudah terbentuk di sana, yaitu desa setiap tangga bencana.
08:53Ini sudah stand-by 24 jam untuk mengantisipasi bencana-bencana yang akan terjadi.
08:59Jadi, Cistana ini juga tidak hanya tiaga, namun juga melakukan patroli untuk memastikan bahwa kondisi di lingkungannya itu baik-baik sadar.
09:09Dan perlu diketahui di Kudus ini tidak hanya ada bencana banjir,
09:12seberapa patroli juga ada beberapa puluh titik longtor yang ada di wilayah Pegunungan Muria
09:18dan sempat merenggut satu nyawa warga yang tertimpa reruntuhan karena tidak sempat menyelamatkan diri.
09:27Seperti itu, Bila.
09:28Iwan, lalu bagaimana juga dengan kondisi para pengungsi saat ini?
09:32Tadi sempat Anda mengatakan memang sudah disiapkan selimut seperti itu di pengungsi.
09:36Tapi juga ada yang sudah mulai pulang ke rumah.
09:39Nah, ini seperti apa penanganan para pengungsi ini, Iwan?
09:42Ya, untuk di pengungsian, ini memang didominasi oleh kaum lansia, ibu-ibu, dan anak-anak, Bila.
09:49Jadi, mereka karena sudah beberapa hari lingkungannya tergenang banjir,
09:54akhirnya terpaksa untuk pindah ke tempat pengungsian.
09:58Tidaknya dari data BPD sudah ada lima titik pengungsian dan dapur umum yang sudah disiapkan
10:03yang nantinya akan menjamin kebutuhan para pengungsi dan juga warga yang terdampak banjir.
10:10Jadi, untuk dapur umum, ini tidak hanya untuk pengungsi,
10:14namun juga di situ difungsikan sebagai penyuplai logistik bagi warga yang masih bertahan di rumah, Bila.
10:20Jadi, warga yang bertahan di rumah ini juga nanti akan dikirim kebutuhan logistik
10:24agar mereka bisa tetap tercukupi kebutuhannya.
10:27Karena mereka kebanyakan tidak bisa masak di rumah karena kondisinya sedang tergenang banjir.
10:33Seperti itu, Bila.
10:34Baik, sudah ada lima titik pengungsi yang disiapkan di sana dan juga disediakan dapur umum
10:38tidak hanya untuk para pengungsi, tapi juga untuk warga yang terkena banjir.
10:43Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Iwan Miktahuddin dari Kudus, Jawa Tengah.
10:48Sebelumnya ada Yuda Dwi Taruna dari Lebak, Banten.
10:51Selamat bertugas kembali rekan-rekan dan harap berhati-hati.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan