- 2 hari yang lalu
- #fefey27
#fefey27
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Ini surat talak dari Tuan Sena.
00:02Ambillah, lalu pergi dari sini.
00:04Aku memang mau pergi dari kediaman dari batu.
00:07Tapi aku tidak mau pergi karena itu talak.
00:20Aku mau ketemu Tuan Sena.
00:22Aku bisa saja pergi.
00:23Tapi setelah kami resmi bercerai,
00:25minggir!
00:30Tuan Sena, aku tidak melanggar tujuh alasan talak.
00:36Apa alasan membunuh aku?
00:37Ayahmu sudah suap pangeran.
00:39Itu pelanggaran besar.
00:41Putri yang kamu banggakan sekarang malah singgung putri.
00:43Apakah kamu mau menyeretku juga?
00:45Jadi kamu cuma takut kena imbasnya.
00:47Begitu ada masalah langsung selamat putri.
00:48Sepertinya Tuan Sena belum tahu.
00:50Pangeran sudah setuju.
00:51Bebaskan ayahku besok.
00:53Kalau seolah nanti, dia sudah menolong pangeran dan putri.
00:56Putri juga hormati dia layak tamu aku.
00:57Mana mungkin buat mereka marah.
00:59Omong kosong, apa kamu tidak tahu siapa pangeran?
01:02Aku saja tidak dianggap di depan dia.
01:04Seorang pendangang wanita saja.
01:06Kamu tidak layak.
01:07Memang begitu kenyataannya.
01:08Baiklah, kalau kamu bilang begitu.
01:10Lalu mana putri kesayanganmu bukankan dia menolong putri?
01:13Di mana dia?
01:13Rati lagi makan malam di kediaman pangeran.
01:15Kamu memang gila.
01:17Beraninya kamu cari masalah sama pangeran.
01:19Waktu aku menikahimu dulu,
01:22kakak Iparku sudah bilang,
01:23pendagang wanita sepertimu itu rendahan dan bodoh.
01:26Pasti akan buat masalah.
01:28Dan tak benar.
01:30Pengawal!
01:32Usir wanita yang sudah ditalak ini.
01:34Aku lihat siapa yang berani.
01:35Tuan Sena,
01:38remehkan aku karena pendagang ya?
01:40Aku nikahi kamu.
01:41Memang sudah rendahkan diriku.
01:43Baiklah.
01:44Memang aku yang berharap jadi istrimu.
01:46Kalau begitu,
01:47Tuan Sena,
01:48silakan lepaskan semua pakaian Anda.
01:51Apa?
01:54Tuan Sena,
01:56silakan lepaskan semua pakaian Anda.
01:58Apa?
01:59Apa katamu?
02:00Kamu bahkan berani suruh aku lepas pakaian.
02:02Semua Tuan Sena makan dan pakai,
02:03semua dari uangku.
02:05Dari atas sampai bawah,
02:06semua bajumu.
02:08Juga dari toko kainku.
02:09Aku ini suamimu.
02:11Urus semua keperluanku.
02:12Memang tugasmu.
02:13Tuan Sena tidak suka padaku.
02:14Tapi incar barang-barangku.
02:16Suami macam kamu,
02:17beneran standar ganda.
02:18Liana,
02:19kurang ajar kamu.
02:20Kenapa?
02:21Tidak mau kembalikan.
02:23Mangkota giok di kepalamu itu,
02:24diambil dari toko giokku.
02:27Harganya 96 ribu poin perak.
02:29Semua pejabat di istana
02:29tidak ada yang lebih boros darimu.
02:31Leonti Nirvani juga.
02:33Dari toko ku,
02:34ada 18 pengrajin yang lembur
02:36semalaman buat itu.
02:37Kalau memang mau cerai,
02:38kembalikan barang itu.
02:41Omong kosong.
02:46Dasar kerasa.
02:47Pala,
02:48dengar baik-baik.
02:48Pokoknya hari ini,
02:49aku akan menalak kemu.
02:51Kamu tidak punya pilihan.
02:52Nyonya Liana.
02:54Nyonya Liana,
02:55pangeran dan putri sudah datang.
02:57Mereka juga bawa rati pulang sama-sama.
03:01Nyonya Liana,
03:02pangeran dan putri sudah datang.
03:03Mereka juga bawa rati pulang sama-sama.
03:06Rati sudah pulang.
03:07Mereka datang karena ada masalah ya.
03:14Bocenakal itu kan,
03:15anak-akaknya Liana.
03:16Untung aku sudah menalak dia.
03:18Nanti biar aku jelaskan semuanya.
03:20Semoga aku tidak kena masalah.
03:21Ayo ikut aku sambut pangeran.
03:28Bye.
03:38Selamat datang,
03:38pangeran.
03:39Putri,
03:41silakan berdiri.
03:41Terima kasih,
03:42pangeran.
03:46Ibu,
03:46kok tanganmu luka?
03:48Ah,
03:48permisi,
03:49pangeran.
03:49Ah,
03:50yang menurut aku kilaf
03:50dan buat marah pangeran.
03:52Aku mohon maaf
03:53buat ayah mertuamu.
03:54Kamu telat.
03:55Ayah mertuamu sudah aman.
03:56Oh?
03:58Bukankah pangeran
03:59paling benci soal
03:59suap menyuap?
04:01Pangeran memang baik hati.
04:03Aku sampaikan terima kasih
04:04untuk ayah mertuamu.
04:04Dasar blasek,
04:05kakekku sekarang sudah aman.
04:07Pasti buat kamu kesel, kan?
04:08Dasar bucah bandel.
04:09Kenapa dia masih linceh saja?
04:11Bukannya dia sudah
04:12singgung putri.
04:13Pangeran,
04:13dia ini anak kakak istriku.
04:15Dia memang bandel.
04:16Kalau dia buat pangeran
04:17atau putri marah,
04:18itu karena istriku yang salah didik.
04:19Ratih memang manis.
04:21Nyonya Liana mendidiknya dengan baik.
04:22Aku dan pangeran
04:23juga menyukainya.
04:33Pangeran,
04:34ini semua hadiah
04:35buat rati.
04:36Kenapa bisa begini?
04:37Sebenarnya apa yang terjadi?
04:39Anakku beneran beruntung.
04:40Bisa disayang
04:41pangeran dan putri.
04:42Itu memang rezekinya.
04:42Aku tidak mau punya ayah
04:44seperti mu.
04:45Uruslah, anakmu.
04:47Kamu bicara denganku
04:48sebagai siapa, Tuan Sena?
04:49Bukannya tadi kamu mau
04:50talak dan usir aku.
04:53Bukannya tadi kamu mau
04:54talak dan usir aku.
04:56Apa?
04:56Talak.
04:57Tuan Sena,
04:58apa itu benar?
04:59Tidak, tidak, tidak.
05:00Pangeran,
05:01ini cuma salah paham.
05:03Nyonya Liana,
05:03maaf aku singgung kamu tadi.
05:05Tidak seharusnya aku
05:05gegabah dan tidak mempercayainmu.
05:07Aku minta maaf ya.
05:07Aku cuma putri
05:08dari keluarga pedagang.
05:09Mana berani?
05:10Kalau Tuan Sena serius
05:11meminta maaf,
05:11lebih baik kasih aku surat cerai.
05:13Ayo kita bercerai
05:14secara baik-baik.
05:15Aku sudah ngalah.
05:17Kenapa dia masih
05:17tidak mau berhenti?
05:18Bidupan baik orang,
05:19dia mau aku lakukan apa-apa?
05:21Kasian ibu.
05:23Rati,
05:24jangan nangis, Rati.
05:26Pangeran,
05:27tolong bela Rati.
05:28Ini sudah keterlaluan,
05:30Sena Wijaya.
05:31Kamu benar-benar
05:32tidak tahu malu.
05:33Keluarga istrimu
05:33lagi ada masalah,
05:34bukan ada cari dan selesaikan.
05:36Malah mau menalang istrimu,
05:37lepas tangan begitu saja.
05:38Aku belum pernah lihat
05:39orang setega dan sekejam kamu.
05:40Aku
05:41Liana,
05:47aku salah.
05:48Aku minta maaf.
05:49Aku bersumpah.
05:50Mulai sekarang,
05:51aku tidak akan bahas
05:52solat telak lagi.
05:53Aku salah.
05:55Aku salah.
05:56Aku salah.
05:57Aku salah.
05:58Aku salah.
05:59Aku salah.
06:00Aku salah.
06:01Aku salah.
06:02Aku salah.
06:03Aku salah.
06:04Aku salah.
06:06Aku salah.
06:07Aku salah.
06:08Aku salah.
06:09Aku salah.
06:10Nyonya Liana, jangan khawatir
06:13Ucawan pangeran selalu dipercaya
06:15Mungkin kakek segera dipulangkan
06:17Lihat, bukannya sudah pulang
06:20Ayah
06:20Ya, setelah masuk penjara
06:24Dan berada di dalam amat kematian
06:25Baru sadar kalau tidak ada yang lebih berharga dari keluarga
06:28Kalau bukan karena kamu sibuk datang ke sana kemarin
06:31Aku tidak akan bebas lagi
06:32Liana, yang terjadi selama ini
06:35Semua salah ayah
06:36Ayah memang terlalu kelas kepala
06:38Ayah
06:39Oh iya, aku lupa kenalkan dia ke ayah
06:43Ini Ratih, dia anak angkatku yang baru
06:44Dia juga yang bantu ayah keluar dari penjara
06:46Halo kakek
06:47Iya, kamu manis sekali
06:51Kamu benar-benar mirip
06:53Sepasang anak kemas di lukisan didi gitu
06:55Kakek, aku lapar
06:58Ayo, ayo kita pulang
07:00Kakek masak buat kamu ya
07:02Kakek, aku lapar
07:07Ayo, ayo kita pulang
07:08Kakek masak buat kamu ya
07:10Iya
07:11Ratih, makan pelan-pelan
07:25Masih ada kok
07:25Kakek tahu
07:26Kamu suka makanan enak
07:27Kakek belikan dari sal terbaik di bukota buat kamu
07:30Nanti kalau semua beres
07:31Langsung kakek kasih kamu
07:32Aku sudah tahu dari awal
07:33Kakek yang mau ibu tolong
07:34Pasti baik
07:35Kakek hebat
07:36Dasar nakal
07:41Rakus dan tidak sopan
07:43Kenapa semua orang suka padanya
07:44Paman Barah sudah bebas
07:50Paman Barah
07:53Syukurlah Paman akhirnya pulang
07:54Aku sampai tidak bisa makan dan tidur
07:56Aku khawatir Paman Barah kenapa-napa di penjara
07:58Eh, punya Liana dan Rati
08:00Minta bantu Pangeran
08:01Baru setelah itu aku dipulangkan
08:02Jika bukti dikemukan dalam 7 hari
08:04Pangeran akan membantu balikan kamu
08:06Eh, Kaliana
08:07Kamu sudah punya koreksi sama Pangeran
08:08Kenapa tidak langsung
08:09Bantu Paman Barah bebas
08:11Kok malah repot-repot cari bukti
08:12Kamu sebenarnya niat nolong atau tidak
08:14Kamu kan hebat
08:16Kenapa tidak tolong ayahku
08:18Aku tidak kenal Pangeran
08:19Tapi kamu kenal
08:20Hal kecil seperti begini aja tidak bisa
08:23Kamu benar-benar sudah berusaha belum
08:24Eh, bau sekali
08:26Bau apa?
08:28Kata Rati, Bibi laras
08:30Mulutnya seperti ember
08:31Suka ngomong sembarangan
08:33Kamu, kakak ngerti aku sekali
08:34Hei, cukup
08:36Kalian semua begini demi kebaikan ku
08:38Tenang saja
08:39Pangeran bilang
08:40Uang swap buat dia
08:41Semua diambil dari Biro Uang
08:42Aku sudah suruh orang
08:44Ambil semua bukti transaksinya
08:46Di sana ada nama pengambil uang
08:48Juga sidik jari asli
08:49Asal cocok sama yang di kantor pemerintah
08:52Aku bisa buktikan diri tidak bersalah
08:53Bisa juga ketahuan siapa dalang
08:55Di balik penyuapan Pangeran
08:56Asal cocok sama yang di kantor pemerintah
09:03Aku bisa buktikan diri
09:04Tidak bersalah
09:05Bisa juga ketahuan siapa dalang
09:06Di balik penyuapan Pangeran
09:08Tidak ada
09:20Barang penting pangan
09:22Selalu disimpan di ruang kerja
09:23Kok bisa tidak ada?
09:24Aku harus temukan bukti itu
09:26Kalau dikirim ke kantor pengadilan
09:27Habislah aku
09:28Kalian
09:39Laras
09:40Lagi cari ini ya?
09:42Palsu
09:45Jelas palsu
09:47Biro uang bocor tujuh hari lalu
09:49Semua bukti penadikan kena hujan
09:51Sama sekali tidak ada sesuatu
09:54Buat buktikan aku tidak bersalah
09:55Terus tadi siang kamu bilang
09:56Maksudnya apa?
10:07Paling benar dengarkan aku
10:08Pantas saja Ratif suruh aku ngomong begitu
10:15Tidak disangka
10:16Benar-benar tidak aku sangka
10:18Laras
10:20Kamu keponakanku
10:22Yang suap Pangeran dan jebak aku
10:25Ternyata kamu
10:27Dasar anak liar
10:28Kamu tipu aku
10:30Benar itu aku
10:33Tapi itu tidak sepenuhnya buat diriku juga
10:37Aku mau dekat sama Pangeran
10:38Kalau sudah sukses
10:40Paman Bara dan aku juga sama-sama senang kan?
10:42Tapi kalau gagal
10:43Paman yang akan kena
10:45Toh kamu juga sudah tua
10:48Umurmu juga tidak lama lagi
10:49Kalau kamu mati tidak rugi juga
10:51Aku kurang ajar
10:53Aku kurang ajar
10:55Aku beneran salah nilai
10:58Ayah
10:59Liliana
11:01Ini ayah
11:03Ayah beneran salah nilai
11:05Malah terlantarkan putri yang baik hati
11:08Aku dan ibu
11:10Sudah besarkan
11:12Gadis suhaka yang tidak tahu balas budi
11:15Dia yang suap Pangeran
11:16Malah jadikan aku tameng
11:18Itu belum semuanya
11:20Dia tidak cuma lakukan satu kejahatan
11:22Dia yang bunuh nenek
11:24Dia yang bunuh nenek
11:28Rati
11:30Kamu bilang apa?
11:32Nenekmu itu
11:33Nenekmu meninggal karena dia
11:34Kamu
11:38Laras
11:39Laras
11:39Ibuku itu bibi kandungmu sendiri
11:42Dia selalu menunjukkan kamu
11:44Layaknya anak sendiri
11:45Tapi kamu malah perlakukan dia begini
11:47Aku cuma ambil sedikit uang di rumah
11:50Tapi malah ketawa nenek Toh itu
11:52Dia berani mati aku
11:54Jangan salahkan aku racuni tehnya
11:55Dia memang pantas mati
11:59Dasar jalan
12:02Waktu itu
12:04Orang tuamu mati muda
12:06Karena kasihan sama kamu
12:08Makanya aku ajak kamu ke keluarga perannya
12:10Supaya kamu bisa makan layak
12:11Tak usahkan
12:13Aku malah bawa serigala ke rumah
12:16Aku beneran menyesal
12:18Ayah
12:20Akulah yang sebabkan istriku mati
12:24Laras
12:26Moga kamu tidak mati
12:27Tenang
12:28Santai saja
12:28Aku tidak akan mati
12:31Ucapan kalian hari ini
12:32Tidak ada buktinya
12:34Tidak ada yang bisa buktikan
12:36Aku suap pangeran biar dia tutup dulu
12:37Bibi sudah meninggal lama
12:39Tidak ada yang bisa buktikan
12:41Aku pelakunya
12:42Aku akan tetap hidup
12:44Dan kamu
12:47Paman yang baik
12:48Gantikan aku saja mendekam di penjara
12:50Kamu
12:52Siapa bilang tidak ada yang bisa buktikan
12:56Aku saksinya
12:57Paman pangeran
13:01Ratih
13:03Anak baik
13:04Paman dengung kamu
13:05Kita harus benar-benar kasih pelajaran ke wanita kejam ini
13:09Kaisar
13:11Utamakan bakti dalam pemerintahan
13:13Sungguh tidak bermoral
13:15Wanita kecil yang dilahakkan pada keluarga
13:18Hari ini
13:19Aku akan kasih pelajaran
13:21Biar semua orang lihat
13:22Pengawal
13:23Ya
13:23Jebelaskan dia ke dalam penjara
13:25Baik
13:25Biar aku laporkan ke Kaisar dulu
13:27Tiga hari lagi
13:27Dia akan dihukum mati
13:28Tidak
13:29Aku tidak mau mati
13:30Pangeran
13:31Pangeran ampuni aku
13:32Bama
13:33Bama tolong aku
13:34Aku tidak akan berani lagi
13:35Pangeran tolong aku
13:36Aku tidak mau mati
13:38Pangeran
13:38Pangeran
13:39Ibu
13:48Aku cantik sekali kan
13:49Cantik sekali anak ibu
13:51Yang paling manis
13:52Tuan Bara
13:57Ada kabar dari penjara
13:58Karena takut dihukum
13:59Lara semburuh diri di penjara
14:00Orang jahat
14:02Pasti dapat balasannya
14:03Sudahlah
14:04Kalau sudah mati semuanya selesai
14:06Mulai sekarang yang penting kita tetap bersama
14:08Sekeluarkan
14:08Ayo rati
14:10Ibu ajak kamu ke kediaman pangeran
14:13Lari
14:13Pergilah
14:15Aduh lapar sekali
14:23Padahal semalam
14:24Aku makan 100 mangkuk sirup ceri
14:26Kok masih lapar sih?
14:36Dari sapi
14:49Aku bisa nyalakan api
14:51Cuma pakai jari
14:51Buat sapi panggang
14:53Siapa yang ambil bagi sapiku?
15:11Lihat kekuatanmu
15:12Bisa lihat yang sebenarnya
15:16Benarnya
15:16Kok aku bisa punya ikatan keluarga sama dia?
15:24Kamu turun ke dunia
15:25Tujuan utamamu adalah mencari
15:28Orang tua kan?
15:30Begitu bertemu
15:31Baru bisa pulang
15:32Keluarlah
15:33Aku sudah bisa melihatmu
15:35Kamu bocah
15:42Yang sudah selamatkan ayahku
15:43Dia pangeran dari kediaman pangeran
15:45Lian Jerry
15:46Benar
15:47Kakak
15:47Kamu sebentar lagi akan mati
15:50Aku
15:50Aku cuma ngambil daging sapimu
15:51Kamu malah kutuk aku cepat mati
15:53Itu hasil ramalanku
15:54Ya sudah
15:55Aku sudah jelaskan ke kamu
15:57Biar kamu lihat sendiri kehebatanku
15:59Apa ini?
16:08Kamu
16:08Kamu beneran bisa ilmu gaib?
16:10Ini garis keluarga
16:11Antara kakak dan aku
16:12Garis keluarga
16:14Jangan-jangan
16:15Kamu adik kandungku
16:17Tapi sehingga aku
16:22Waktu kecil
16:23Aku bilang mau punya kakak perempuan
16:25Aku juga bisa jadi kakak perempuanmu kok
16:27Aku ini sudah ada sejak dunia terbentuk
16:31Jangankan jadi kakak perempuan
16:32Jadi nenek gue
16:33Kok aku bisa?
16:34Sudahlah
16:35Jangan bercanda lagi
16:36Keluarga Jendera
16:37Dari jaman kaisar penilai negeri
16:39Selalu lahirkan anak laki-laki
16:40Tidak punya anak perempuan
16:41Kalau ayah dan ibu
16:42Beneran punya anak sepertimu
16:43Pasti takut kamu leleh
16:44Meski cuma di mulut
16:45Eh di mulut?
16:49Kok kedengerannya curok ya?
16:50Nah makanlah
16:58Bocah
16:59Kalau aku punya di rumah semandek sini
17:04Seperti tidak buruk
17:05Enak kan?
17:06Bangun
17:26Bocah ini
17:29Panggiti orang bisa buat mati loh
17:31Salam hormat ayah, ibu
17:33Anak ini bilang punya garis keluarga denganku
17:36Katanya dia keturunan keluarga kita
17:37Coba lihat lagi
17:38Ada hubungan keluarga tidak sama ayahku
17:41Eh, ada kok
17:46Parah sekali kamu
17:48Beraninya diam-diam punya putri di luar nikah
17:51Wina
17:51Aku sangat setia sama kamu
17:53Kamu ngerti itu?
17:54Semua pelan wanita yang dikirim sudah kusir semua
17:56Aku
17:57Guru tidak pernah bohong
17:58Sekarang kaisar masih kecil
18:00Belum punya permaisuri
18:01Di keluarga jendra
18:02Selain kamu
18:03Siapa lagi yang bisa lahirkan putri sebesar itu?
18:06Aduh
18:06Aku benar-benar gak bisa ambil lagi ini
18:08Kalian lupa ya sama
18:12Paman pemangku?
18:14Si Bungsu?
18:14Pemangku raja
18:15Pemangku raja itu ayahku
18:17Tidak mungkin
18:25Hubungan si Bungsu sama istrinya
18:28Seburuk musuh pembunuh ayah
18:29Adik Ibar
18:31Mana mungkin punya anak sama adikku
18:33Masa aku ini lahir dari batu?
18:38Rati
18:39Jangan sedih dulu
18:40Aku akan langsung tulis surat
18:43Dan kirim keberbatasan pertanyakan
18:44Bagaimana asal-usul kamu, Rati
18:46Pengawal
18:48Setelah susah payah
18:57Akhirnya ketemu keluarga yang punya gadis keluarga denganku
18:59Ternyata keluarga mereka tidak pernah lahirkan anak perempuan
19:02Jangan-jangan
19:03Aku ini dengan raki
19:04Jangan buru-buru
19:08Paman ku raja
19:09Lagi bertugas di perbatasan
19:10Setelah dia pulang ke Ibu Kota
19:12Kalian lakukan tes darah
19:12Bacik
19:13Meres kan?
19:13Benar juga
19:15Tes darah
19:16Dengan begitu aku bisa tahu dia sebenarnya ayahku atau bukan
19:19Bibi
19:25Di sini ada banyak sekali ikan hias
19:28Untung kita pulang tepat waktu
19:29Mereka ini
19:34Itu Bibi sama Jarna
19:37Taman sudah lama meninggal
19:38Setahun terakhir ini
19:39Bibi tinggal di kediaman ini
19:40Jarna ini putri sahabat lama ayah yang ditipkan sebelum beliau wafat
19:44Ibu, perlokannya seperti anak kandung sendiri
19:46Bibi
19:46Kak Angga
19:48Aku dan Jarna main ke taman di Sadra
19:50Selama setengah bulan
19:51Kok di kediaman ini tiba-tiba ada gadis kecil yang manis sekali
19:54Ini siapa?
19:58Putri angkat Ibu
19:58Namanya Rati
20:00Kakak, halo
20:03Putri
20:05Bukannya Ibu sudah punya aku sebagai putri
20:08Kok masih harus adopsi seorang gadis kecil dari desa?
20:11Siapa yang mau jadi kakamu?
20:12Pergi sana
20:13Rati, ayo bangun
20:16Jarna
20:17Rati, kamu tidak apa-apa
20:21Bangunlah
20:22Jarna
20:23Sebagai kakak
20:25Kok kamu tega dorong Rati?
20:26Siapa juga yang jadi kakaknya?
20:28Kak Angga
20:28Kamu marahi aku cuma karena gadis desa ini
20:32Cepat keluar dari kediaman Adipati
20:34Menyebalkan
20:35Diam
20:36Bibi
20:37Anak kecil ini berani lawan Jarna
20:39Aku pasti akan minta nyelianan mengusirmu dari kediaman Adipati
20:42Jarna, ayo
20:44Hmm
20:44Hah
20:45Kakak
20:48Kamu suruh aku hukum Rati
20:51Dan mengusirnya dari kediaman Adipati
20:53Benar
20:54Aku cuma setengah bulan pergi
20:55Adik
20:57Kamu malah bawa anak yang tidak jelas asal-usulnya masuk kediaman Adipati
21:01Itu benar-benar keterlaluan
21:02Kakak
21:03Rati sudah beberapa kali tolong aku
21:05Aku langsung merasa dekat dengannya
21:07Dia cuma anak kecil
21:08Menolong kamu apa?
21:09Kamu harusnya paham
21:10Jarna itu putrimu
21:11Mana mungkin kamu bisa berlaku adil
21:13Dengan adanya anak kecil ini
21:15Kasih sayang buat Jarna akan terbagi
21:17Tidak akan kak
21:19Rati ya anakku
21:20Jarna juga anakku
21:22Cukup
21:23Aku cuma mau tanya satu hal-hal ini
21:25Kamu mau usir bocah ini atau tidak?
21:27Iya bu
21:28Dia sangat kasar padaku
21:29Usir dia sekarang juga
21:30Tidak kak
21:32Rati itu anak baik
21:33Mustahil dia dorong Jarna tanpa sebab
21:35Angga
21:36Sebenarnya apa yang terjadi?
21:37Bu
21:38Yang dorong Rati itu Jarna
21:41Sampai Rati jatuh
21:42Rati
21:43Kamu tidak apa-apa
21:45Ibu
21:46Aku tidak apa-apa
21:47Kakak
21:48Sepertinya Jarna yang salah duluan
21:50Bibi
21:51Kenapa ibu selalu beletia sih?
21:54Malah aku yang disalahkan
21:55Hebat kamu jarang
21:57Di depan mataku
21:58Kamu berani buat Jarna merasa terluka
21:59Pelayan
22:00Iya
22:01Gerbang megah kediamannya di pati ini
22:03Kenapa sampai bisa dimasuki sembarang orang?
22:05Kalau kamu tidak usir dia
22:06Jangan salahkan aku kalau aku turun tangan
22:08Seret bocah ini keluar dari sini
22:10Aku mau lihat siapa yang berani
22:12Liana
22:16Berani kamu lawan aku?
22:20Kekuasaan buat atur kediamannya di pati ada di tanganku
22:22Kakak
22:23Meski kamu pegang kekuasaan
22:25Bukan berarti bisa putar balikan kebenaran
22:27Selama aku disini
22:28Tidak ada yang boleh sentuh Rati sedikitpun
22:30Rati itu adikku
22:31Kalau dia diusir
22:32Aku juga ikut pergi
22:33Ibu
22:34Kakak
22:35Kalian malah belet anak nyar ini
22:37Baiklah
22:41Kalian benar-benar keterlaluan
22:43Jarna
22:43Ayo kita pergi
22:44Hah
22:45Jarna
22:46Bibi
22:49Dulu Bibi pernah bilang
22:50Ibu tidak benar-benar sayang sama aku
22:52Ternyata benar dia cuma pura-pura baik
22:54Jarna jangan nangis
22:55Bibi pasti lindungi kamu
22:56Liana si wanita hina itu
22:59Berani sekali dia bela anak liar itu
23:01Kabarnya baru dua minggu dia di kediamannya di pati
23:04Nyonya Liana sudah kenalkan dia ke keluarga Pratnya sampai ketemu kakeknya
23:07Tuan Barah bahkan kasih dia satu restoran
23:09Apa?
23:10Ibu tidak pernah ajak aku ke kediaman Pratnya
23:12Aku bahkan belum pernah ketemu kakekku
23:13Rati itu
23:14Kenapa dia bisa sih?
23:16Beberapa hari lalu
23:16Nyonya Liana sempat temui pangeran Ranu
23:18Dan sengaja ajak anak itu
23:19Entah cara apa yang mereka pakai
23:21Sampai bisa ambil hati pangeran Ranu dan Putri
23:23Mereka bahkan antar dia pulang sendiri
23:25Ini seharusnya jadi kehormatanku
23:27Si Rati itu
23:28Tidak akan kubiarkan begitu saja
23:31Dewi kecil
23:32Cepat makan aku
23:33Tidak mau
23:34Dewi kecil makan aku dulu
23:35Pelan-pelan saja
23:36Aku makan satu-satu ya
23:37Kalian mau dikukus atau digoreng?
23:39Yeay
23:40Dewi kecil mau memakanku
23:41Aku mau jadi ikan mas kukus
23:43Nati
23:55Jarna
23:59Kamu tiga sekali dorong Rati ke kolam
24:02Kamu suhu kejam
24:03Kalau Rati kenapa-kenapa?
24:05Aku tidak akan biarkan kamu gitu saja
24:07Apa maksudmu tidak akan biarkan aku gitu saja?
24:09Aku ini Putri Kediaman Adipati
24:10Cuma dorong anak liar
24:12Apa nyawanya pantas dibanding nyawaku?
24:14Putri Kediaman Adipati
24:15Kamu itu cuma anak angkat
24:17Cuma Putri palsu
24:18Omong kosong
24:19Pantas saja semua orang bilang
24:21Dulu katanya jenius
24:22Sekarang malah jadi bodoh
24:23Kamu penyendiri
24:24Pemarah
24:25Tidak tahu sopan santun
24:26Malah minum ramuan lima unsur
24:27Kamu pahit sekali
24:28Buat malu kediaman Adipati
24:29Kamu berani hina kakangga
24:31Kamu yang dorong aku
24:36Siapa seluruh kamu tukar garis takdir kakangga
24:39Kamu tukar garis takdirku
24:40Ternyata
24:41Selama ini aku sering sakit-sakitan
24:43Semua sempat susah
24:44Hujan negara juga gagal
24:45Bahkan bibi pengakit coba celah kayak aku
24:47Masa depanku berakhir di ramai tragis
24:49Semua itu karena garis takdirku ditukar
24:50Bisa dia tahu
24:52Ayah bilang tidak akan ketahuan
24:54Aku
24:54Aku tidak paham maksud kalian
24:56Mau kabur
24:58Kamu sudah ambil takdir orang
25:00Kamu tidak mau kembalikan
25:01Kamu
25:03Sihir
25:04Kamu bisa sihir
25:05Aku akan bilang ke ayah
25:06Biar mereka tangkap kamu
25:07Takdir ditukar
25:08Jarna jangan takut
25:14Ada di sini
25:15Kok Jarna bisa pingsan
25:17Rati
25:18Kamu punya cara buat nolong dia tidak
25:20Ya
25:21Jarna
25:22Jarna
25:23Jarnaku yang malang
25:26Kok bisa begini
25:27Sudah ku tektabim
25:28Tapi juga tidak tahu penyebabnya
25:29Katakan
25:30Kenapa Jarna bisa muntah dan pingsan
25:32Kamu ya yang celakai dia
25:34Kakak
25:34Kalau tidak punya bukti
25:36Jangan selalu ngomong
25:37Rati sama Jarna tidak punya masalah
25:38Mana mungkin dia sakit di Jarna
25:40Kok bisa tidak ada masalah
25:42Waktu itu Jarna sempat dorong si anak liar itu
25:44Siapa tahu dia jadi dendam
25:45Dan balas ke Jarna
25:46Tidak mungkin
25:47Rati itu baik sekali
25:49Dia tidak akan begitu
25:50Nanti saja aku kasih tahu ibu
25:52Soal takdir ke salju yang ditukar
25:54Cukup
25:55Liana
25:56Kalau kau benar-benar peduli sama Jarna
25:58Sebaiknya cepat pulang ke kediaman pelatnya
26:00Dan bawa semua ginseng seribu tahun punya ayahmu
26:02Buat Jarna
26:03Saya selalu bilang
26:04Jarna itu anak sahabat-sahabatnya
26:06Sekalipun anggap putra kandungnya
26:07Kalau terjadi sesuatu pada amatnya
26:09Tidak pernah sekalanya
26:09Dan lagi kakak
26:10Kok perhatian sekali sama Jarna
26:12Nyonya
26:14Nona Jarna sudah minum
26:16Ginseng dari Tuan Barah
26:17Kata Tabib
26:18Denyut nadinya sudah membaik
26:20Dia pasti akan segera sadar
26:21Iya
26:22Aku cuma
26:24Merasa ada yang aneh
26:25Aneh
26:26Nyonya besar masih jaga Jarna ya
26:29Nyonya besar semalam langsung naik kereta keluar dari rumah
26:32Katanya mau ke kuil
26:33Buat minta jimbat keselamatan
26:35Tuan Jarna juga ikut ke sana
26:36Mereka ke kuil bersama
26:37Ibu
26:39Biarkan aku membawamu melihatnya
26:52Aku juga tidak tahu kapan Jarna akan bangun putriku yang malang
26:56Sejak lahir
26:57Aku sudah terpisah dari anakku
26:58Tiap hari ketemu
26:59Tapi tidak saling mengenal
27:00Sekarang malah
27:01Tenang saja
27:02Ginseng yang dibawa Liana
27:03Kualitasnya bagus-bagus
27:05Andai Jarna masih belum sadar
27:06Aku akan paksa dia bawa lebih banyak
27:08Kalau bukan demi harta keluarga peratnya
27:09Ayah memaksa mu nikahin Liana
27:11Harusnya kita yang jadi pasangan
27:12Tidak lama lagi sayang
27:15Tunggu aku istri dia dulu
27:17Lalu aku akan menikah ibu
27:18Nanti Jarna akan gabung sama kita jadi keluarga resmi
27:21Menjijikan sekali
27:31Dua orang ini
27:33Yang satu dipuji semua orang
27:35Sebagai wanita suci dan setia
27:36Yang satu lagi
27:37Adipati Daru yang dikenal lurus
27:39Beraninya selingkuh sama ibar sendiri
27:41Bahkan terang-terangan
27:43Bawa anak haram mereka buatku asuh
27:45Aku sempat bodoh
27:47Aku bahkan sangat menyaingi Jarna
27:50Selama lima tahun ini
27:51Ibu
27:52Mereka diam-diam menukar takdir hidup ke Angga
27:55Mereka mau bunuh dia
27:56Mereka bukan cuma mau celakai aku
27:58Tapi juga puter aku
28:00Rati
28:01Kalau tidak ketemu kamu
28:03Aku dan Angga pasti sudah mati
28:05Sena
28:17Rana
28:19Dan putri mereka
28:21Tidak akan ku lepaskan
28:22Liana
28:25Ginseng apa yang kamu kasih ke Jarna
28:29Kok Jarna belum bangun juga
28:30Tuan Sena jelas lihat Jarna minum
28:32Ginseng berusia 300 tahun itu
28:33Alasan kenapa Jarna belum kunjung bangun ya
28:37Mana aku tahu
28:38Kalau Tuan Sena tidak percaya padaku
28:40Mending aku pergi
28:42Mulai sekarang aku tidak akan ambil obat buat Jarna lagi
28:45Liana
28:46Tadi aku terlalu panik
28:47Lihat
28:49Jarna muntah darah
28:50Lalu tidak sadar-sadar
28:51Di dalam mimpinya dia terus panggil kamu sebagai ibu-ibunya
28:54Oh kamu tega abaikan dia
28:55Benar
28:56Cepatlah kekediaman peratnya
28:57Buat ambil obat lagi
28:58Maaf Tuan Sena
28:59Obat-obatanku di gudang ayahku
29:03Sudah kukasih ke Angga semua
29:05Ujian musim gugur sudah tiga hari lagi
29:08Aku berharap
29:09Angga masuk daftar emas dan jadi juara ujian
29:12Apa?
29:12Kamu kasih semuanya ke Angga
29:13Itu milikku
29:15Terserah mau aku apakan
29:17Wah, kita kejam
29:21Jadi benar kalau mengandang sendiri tidak peduli
29:23Karena kamu kejam
29:25Jangan salahkan aku kalau aku kejam bisa
29:27Guru
29:37Waktu lakukan ritual dulu
29:39Kau pernah janji sama aku
29:40Akan lindungi anakku
29:41Supaya hidupnya selalu menjadi terhormat
29:43Lalu kenapa sekarang anakku hidupnya tinggal lu wajal?
29:46Kok bisa begini?
29:47Pasti ada yang
29:49Tukar takdir mereka
29:51Kalau tidak
29:53Mana mungkin bisa kacau begini?
29:55Jangan baik omong
29:56Aku kasih kabut satu set lagi
30:00Data keleheran dan darah jari
30:02Cepat
30:02Tukar tarian anakku dengan orang ini
30:04Takdir mereka benar-benar kaya dan terhormat
30:10Sungguh hidupnya selalu ada yang bantu
30:12Takdirnya
30:14Benaran baik
30:15Jangan baik omong
30:17Cepat lakukan ritualnya
30:18Radinya mau celakai ibuku
30:45Tidak
30:54Guru, guru kamu kenapa?
31:19Guru, guru, guru kamu kenapa?
31:24Tuan Sena, Liana, sudah dipasangin pembatas sama seorang guru
31:27Kalau aku coba ganggu aris takdirnya, pasti aku akan dapat serangan balik
31:32Kalau aku lanjutkan ritual ini, takutin nyawa kita bisa terancam
31:36Kok bisa? Dia kan cowok perempuan biasa, pernah mungkin dia ketemu seorang guru
31:41Guru, lalu bagaimana dengan putriku?
31:44Coba ada satu cara lagi
31:46Tuan Sena, Tuan Sena, Tuan Sena
31:50Baru saja keluar rumah kok jadi keliatan tanpa tuap gini?
31:52Apakah kamu rela korbankan sepuluh tahun masa hidupmu?
31:55Supaya putrimu sadar
31:57Guru
31:58Demi jarana aku rela
32:00Baiklah
32:01Aku akan bertaruh kalau begitu
32:05Aku akan kulanjutkan ritualnya
32:07Tuan Sena, kamu tidak apa-apa?
32:29Kakek tua ini siapa ya?
32:31Keliatannya sangat familiar
32:32Minggir
32:33Tuan Sena, kok kamu jadi menua sekali?
32:37Kerutannya sudah muncul
32:38Jadi mirip ayahku deh
32:39Ibu, bagaimana bisa bilang begitu?
32:43Ayah sekarang kelihatan jauh lebih tua dari kakek loh
32:46Dasar kurang ajar
32:48Enggak, kamu kan ikut ujian musim gugur
32:50Lihat tanpamu sekarang pasti tidak lulus kan?
32:54Buat malu saja
32:54Selamat Tuan Sena
33:05Selamat ya Tuan Sena
33:07Tuan Sena luar biasa
33:07Anaknya juga hebat
33:08Tahun ini di ujian musim gugur
33:10Putan Tuan Sena jadi juara utama
33:11Apa?
33:13Setuan Angga jadi juara utama
33:14Kakek salju kamu hebat sekali
33:17Jadi juara ujian negara di umur 15 tahun
33:20Belum pernah ada, tidak akan ada yang menyamai
33:21Siapa yang berani hina kamu memalukan?
33:25Ibu, aku tidak mau mengecewakan ibu
33:27Bagus
33:29Ibu bangga sama kamu
33:31Warga sekalian
33:33Putra kami raih juara utama dalam ujian negara
33:35Kediaman Atipati Daru
33:36Adakan jamun lima hari
33:37Kami undang semua buat berbagi kebahagiaan
33:40Bagus, bagus, selamat
33:41Selamat, selamat, selamat
33:43Aku mau makan bebek panggang yang banyak
33:45Baiklah, apakah taratis saja
33:47Yeay
33:48Lapor
33:59Pangeran
34:01Ada surat kirat dari ibu kota
34:03Surat dari kakak
34:05Pangeran, apa isi suratnya?
34:13Aku punya putri
34:14Namanya Rati
34:15Hah?
34:17Selamat, pangeran
34:18Perlukah hamba segera ke ibu kota jemput putri kecil?
34:21Tidak usah
34:22Aku sendirinya akan balik ke ibu kota
34:24Wutbad bertemu Rati
34:25Perintahkan keseluruh pasukan
34:27Segera kembali ke ibu kota
34:28Baik
34:29Kembali ke ibu kota
34:33Berita
34:34Tidak usah
34:35Tidak usah
34:36Tidak usah
34:36Tidak usah
Jadilah yang pertama berkomentar