Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Ketua Umum Joman, Andi Azwan, menilai langkah Roy Suryo dalam polemik ijazah Jokowi telah "menjilat ludahnya sendiri" karena bersikap tidak konsisten dengan argumen yang selama ini ia bangun di ruang publik.

Menurut Andi, selama ini Roy Suryo kerap mencontohkan sikap Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Asrul Sani, yang memilih menunjukkan ijazahnya secara terbuka tanpa melaporkan pihak-pihak yang mempertanyakannya.

Ia menilai tindakan tersebut membuat argumen Roy Suryo runtuh dengan sendirinya.

"Selama ini Jokowi disudutkan, dibilang bukan negarawan karena melaporkan. Sekarang Roy Suryo sendiri menunjukkan ijazah, lalu melapor. Jadi siapa yang sebenarnya tidak konsisten?" ujar Andi dalam wawancara Zoomcast, Jumat (9/1/2026).

Andi juga menyinggung bahwa polemik ini semakin memperlihatkan inkonsistensi metodologis Roy Suryo dalam menilai keaslian dokumen.

Di satu sisi, ia menuntut pembuktian absolut terhadap ijazah Jokowi meski sudah diverifikasi UGM dan Polri. Di sisi lain, ia meminta publik langsung percaya pada ijazah yang ia tunjukkan.

"Kalau logikanya dipakai konsisten, maka ijazah Roy Suryo juga harus diuji lembaga resmi, sama seperti yang dia tuntut ke Pak Jokowi. Jangan standar ganda," tegasnya.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Galih

#ijazahjokowi #roysuryo #jokowi

Baca Juga Perdana ke IKN sebagai Presiden, Prabowo Disambut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono | JMP di https://www.kompas.tv/regional/643634/perdana-ke-ikn-sebagai-presiden-prabowo-disambut-kepala-otorita-ikn-basuki-hadimuljono-jmp



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/643636/kritik-pedas-andi-azwan-buat-roy-suryo-soal-kasus-ijazah-seperti-menjilat-ludahnya-sendiri
Transkrip
00:00Kumpung membahas Pak Rai Surya ya.
00:03Nah, Pak Rai Surya sendiri kan menyatakan ijazahnya asli dan bisa diuji.
00:09Apakah Bang Andi atau pihak yang Anda wakili siap mengikuti tes forensik
00:14atau uji keaslian ijazah di lembaga resminya?
00:19Kalau saya, kalau UG mengatakan itu asli, ya sudah, ngapain lagi?
00:25Kan data rekodnya ada semua.
00:27Buat apa gitu?
00:30Kalau institusi sudah mengatakan itu.
00:32Cuma analisa saya, kemungkinan teman-teman yang menganalisis ini,
00:40kok nama di ijazah dan KTP berbeda?
00:48Gitu loh.
00:49Bedanya seberapa banyak tuh, Bang?
00:52Ada berbedanya banyak.
00:55Ada berbedanya.
00:56Saya sudah melihat untuk itunya.
00:58Ada perbedanya.
01:01Jelas perbedanya ini.
01:03Karena kan selama ini yang dilakukan oleh Rai Surya itu.
01:08Ijazah Pak Rai Surya berbeda.
01:11Kan kata-katanya juga sama, berbeda.
01:13Sampai minta uji semuanya, kan?
01:19Kalau saya melihatnya.
01:21Ketika UG mengatakan, iya, datanya ada.
01:24Nomor ijazah yang sekian.
01:28Dia foto wisudanya ada.
01:30Kemudian skripsinya ada.
01:33Teman-temannya ada.
01:34Ya selesai.
01:36Nah, cuma yang saya analisa.
01:39Teman-teman ini kemungkinan mengatakan bahwasannya itu ijazah yang palsu itu
01:45karena perbandingannya dengan KTP dan ijazah yang dia tunjukkan.
01:50Tapi menurut saya, Pak.
01:54Ini ibaratnya Rai Surya ini menjilat ludahnya sendiri.
01:58Kenapa saya katakan itu?
02:00Ketika di Polda Metro Jaya, dia melaporkan.
02:04Dia menunjukkan itu ijazahnya dia.
02:06Ini ijazah saya loh.
02:08Asli dari UK.
02:11Dia mencontoh dengan yang mulia Bapak Aslusani.
02:16Wakil Ketua MK.
02:19Ketika dipertanyakan ijazahnya oleh sekelompok orang.
02:25Dia tunjukkan.
02:27Kan begitu.
02:28Dia asumsikan dengan Pak Jokowi.
02:31Yang jelas Apple to Apple-nya nggak masuk.
02:34Nah, sekarang dia tunjukkan.
02:36Kalau Pak Aslusani tidak melaporkan mereka itu.
02:40Tapi si Rai Surya itu melaporkan.
02:45Ya kan?
02:47Dan selama ini akan dikatakan oleh pengacara mereka.
02:51Bahwa sosok Rai Surya adalah negarawan.
02:53Pak Aslusani adalah negarawan.
02:56Dia tidak melaporkan.
02:58Kan begitu.
03:00Dibalikinlah dengan Pak Jokowi.
03:03Katanya bukan negarawan dan sebagainya.
03:05Nah, sekarang kita melihat.
03:08Dia tunjukkan tapi dia melaporkan.
03:11Ya, itu konyol buat saya.
03:13Dia menjirat mudahnya sendiri untuk kita.
03:17Begitu, Kak Riz.
03:20Bang Andi, ada kabar nggak?
03:22Atau ada pesan terbaru dari Pak Jokowi terkait pelaporan ini?
03:26Tidak ada.
03:28Jadi, posisi menunggu.
03:31Tapi kalau untuk teman-teman dilaporkan.
03:36Ya jelas memang kita juga pasti impokan.
03:39Dan kita sudah membuat tim.
03:41Tim kuasa hukum.
03:43Dari tim kuasa hukum kami itu.
03:48Dari Peradi Bersatu.
03:50Dari tim merah putih.
03:53Dari Petisiali.
03:55Dari Pakat Abas Asusiat.
03:58Ya kita hampir 20 lah.
04:00Pengacara bergabung.
04:02Untuk bersama-sama.
04:04Yang membela teman-teman kita ini.
04:09Para penggiat sosial media ini.
04:13Yang di-NPK oleh mereka.
04:14Terima kasih.
04:15Terima kasih.
04:16Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan