Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV Ketua Umum Joman, Andi Azwan, menilai sikap Roy Suryo yang menolak meminta maaf kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo menunjukkan ketertutupan nurani dan keengganan mengakui kesalahan.

Menurut Andi, seluruh bukti keaslian ijazah Jokowi sudah disampaikan secara terbuka oleh institusi resmi negara.

"Saya sudah bicara langsung dengan Roy Suryo kira-kira 6 sampai 7 bulan yang lalu mengatakan kalau itu memang salah itu tidak mengurangi rasa hormat, tidak mengurangi gengsi kita untuk datang ke Solo mengatakan, Pak, dalam penelitian saya ini terjadi kesalahan. ijazah Bapak benar karena institusi sudah mengatakan itu dan saya mohon maaf selesai apa yang dikatakan saya tidak akan minta maaf dan 99,99% malah ada yang bilang 1000 triliun persen malah itu palsu. Mereka tinggi hati," kata Andi Azwan dalam wawancara Zoomcast, Jumat (9/1/2026).

Ia menyebut penolakan Roy Suryo untuk meminta maaf bukan lagi soal perbedaan pendapat, melainkan cerminan dari sikap tinggi hati.

"Hatinya sudah seperti batu karang, batu cadas, tidak bisa ditembus lagi untuk menerima kebenaran," ujarnya.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Galih

#ijazahjokowi #roysuryo #jokowi

Baca Juga Tragis! 3 Warga Cilincing Tewas Tersengat Listrik Saat Banjir, Polisi Lakukan Olah TKP di https://www.kompas.tv/regional/643621/tragis-3-warga-cilincing-tewas-tersengat-listrik-saat-banjir-polisi-lakukan-olah-tkp



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/643631/roy-suryo-ogah-minta-maaf-ke-jokowi-andi-azwan-hatinya-sudah-tertutup-batu-karang
Transkrip
00:00Bang Andi, kan Bapak Egi sudah soan ke Pak Jokowi.
00:06Nah, menurut Bang Andi sendiri, akan menyusul nggak ini Roy Suryo
00:11ke soan juga ke Pak Jokowi gitu?
00:16Pak Eris, saya sudah ngomong dengan Roy Suryo itu kira-kira 6-7 bulan yang lalu.
00:24Mengatakan, kalau itu memang salah,
00:30itu tidak mengurangi rasa hormat, tidak mengurangi gengsi kita
00:33untuk datang ke Solo mengatakan, Pak, dalam penelitian saya ini terjadi kesalahan.
00:41Injasa Bapak benar, karena institusi sudah mengatakan itu dan saya mohon maaf.
00:46Selesai.
00:48Apa yang dikatakan?
00:50Saya tidak akan minta maaf dan 99,99 persen malah.
00:56Ada yang bilang seribu triliun persen malah.
00:58itu palsu.
01:01Mereka tinggi hati, Pak Eris.
01:03Padahal, kalau kita lihat,
01:06kalau quote-unquote dia dikatakan seorang peneliti,
01:10Thomas Alva Edison,
01:11untuk menemukan listrik yang namanya Bolhan itu,
01:15900 kali percobaan,
01:18baru dia dapat.
01:19Nah ini,
01:21yang dia lakukan penelitiannya,
01:26sumber primernya adalah fotokopi.
01:31Fotokopi, Pak.
01:32Udah itu langsung dikuar-kuarkan,
01:35diumumkan di publik,
01:37palsu.
01:38Makanya pada salah satu saat,
01:44ah di kompas juga.
01:47Dua arah itu pada masalah itu.
01:50Ditanyakan kepada saya,
01:52mengenai buku.
01:53Jokowi White's Paper.
01:56Saya katakan,
01:58buku itu adalah buku sampah.
02:00Kenapa?
02:02Dikatakan buku sampah.
02:03Lah,
02:04sumber primernya fotokopi,
02:07gimana bisa dikatakan asli?
02:09Tidak ada metodologi,
02:11tidak adalah
02:12ijazah pembanding,
02:14yang asli.
02:15Tidak ada semua.
02:17Semuanya itu berkaitan dengan
02:19asumsi-asumsi mereka.
02:21Klaim-klaim mereka.
02:25Saya gampang untuk simpelkan itu.
02:31Akhirnya yang terjadi ini.
02:35Mereka,
02:35saya katakan,
02:36kalau pertanyaan berkaitan,
02:37apakah mereka akan minta maaf?
02:40Saya rasa,
02:42mereka tidak akan minta maaf untuk itu.
02:45Karena hatinya ini sudah tertutup
02:48dengan batu karang,
02:49batu cadas yang tidak bisa
02:50dibor lagi untuk membuka
02:53hati nuraninya yang sebenarnya.
02:56Begitu, guys.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan