Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - PSSI resmi menunjuk pelatih berjuluk "History Maker", John Herdman menjadi pelatih baru Timnas Indonesia.

Kualitas John langsung diuji, dengan sejumlah agenda terdekat, mulai dari FIFA Series hingga Piala AFF 2026. Lalu mampukah sang pelatih pencetak sejarah, mengukir tinta emas bagi sepakbola tanah air?

Dipo berbincang secara langsung dengan salah satu striker timnas terbaik sepanjang masa, yang juga merupakan pemain naturalisasi generasi pertama, Christian "El Loco" Gonzales.

Gonzales menyampaikan pesan kepada pelatih John berkaitan dengan kemajuan sepakbola tanah air. Akankah El Loco menjadi salah satu asisten pelatih John, untuk mencetak striker-striker haus gol di Timnas Garuda?

Tak hanya El Loco, Dipo juga bertemu dengan legenda Kiper Timnas Garuda di era 1980-an, Hermansyah. Kiper andalan Timnas yang selalu menjadi pilihan pertama untuk berada di bawah mistar gawang ini, hampir berhasil membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 1986.

Sejalan dengan El Loco, Hermansyah meminta masyarakat Indonesia untuk memberi dukungan bagi Pelatih baru timnas. Lalu apa pesan Hermansyah bagi Timnas Garuda, untuk mampu meraih mimpi berlaga di Piala Dunia?

Sementara itu, kepada Dipo, Ketua Badan Timnas PSSI, Sumardji, menjelaskan proses penunjukan John Herdman sebagai pelatih timnas, yang menyingkirkan lebih dari 10 nama kandidat lainnya.

Sumardji secara blak-blakan, mengatakan alasan PSSI menunjuk John sebagai pelatih Timnas Indonesia. Benarkah pemilihan John dilatar belakangi nilai kontrak yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan para pendahulunya?

Dipo juga berdiskusi dengan Pengamat Sepakbola, Firzie Idris. Apakah benar pemilihan John sebagai pelatih Timnas Garuda merupakan pilihan tepat bagi PSSI? Dan mampukah kualitas John membawa Indonesia berlaga di Piala Dunia 2030?



Saksikan Program DIPO INVESTIGASI episode "JURU TAKTIK BARU TIMNAS GARUDA", Senin, 12 Januari 2026, pukul 20.30 WIB di KompasTV!



#timnasindonesia #johnherdman #garuda



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/643535/full-strategi-pelatih-baru-timnas-indonesia-akankah-membawa-ke-piala-dunia-dipo-investigasi

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Sub indo by broth3rmax
00:30Titik tolak kebangkitan Timnas Garuda kini berada di depan mata
00:36Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI resmi menunjuk pelatih berjuluk history maker John Hartman untuk menakodai J.I. Zes dan kawan-kawan
00:46Usai gagal melaju ke Piala Dunia 2026, kini harapan Timnas untuk meraih segudang prestasi muncul kembali
00:53Lalu mampukah sang pencetak sejarah mengukir sejarah dan membawa bendera merah putih berkibar di kancah dunia
01:01Ini adalah episode ke-56 di poin investigasi
01:03Saya diperbagi, saya akan melusuri dan mencari bukti menanti kiprah sang pencetak sejarah
01:09Terima kasih telah menonton!
01:39Tidak menonton!
01:41Tidak menonton!
01:43Tidak menonton!
01:45Tidak menonton!
01:46Tidak menonton!
01:47Tidak menonton!
01:48Tidak menonton!
01:49Tidak menonton!
01:50Tidak menonton!
01:51Tidak menonton!
01:52Tidak menonton!
01:53Tidak menonton!
01:54Tidak menonton!
01:55Tidak menonton!
01:56Tidak menonton!
01:57Tidak menonton!
01:58Tidak menonton!
01:59Tidak menonton!
02:00Tidak menonton!
02:01Tidak menonton!
02:02Tidak menonton!
02:03Tidak menonton!
02:04Tidak menonton!
02:05Tidak menonton!
02:06Tidak menonton!
02:07Tidak menonton!
02:08Tidak menonton!
02:09Tidak menonton!
02:10Tidak menonton!
02:11mencari asisten pelatih lokal apakah sudah ada tawaran enggak sampai sekadang belum tapi
02:20mungkin ada keinginan untuk melatih striker kita Insya Allah loko untuk negara kita sudah siap
02:24ini juga menjadi pair pertama bagi John Hartman untuk mampu membawa piala efek ke negara kita
02:45ya betul apakah artinya John Hartman ini diberikan tanggung jawab untuk mampu membawa tim nasi kita
02:51masuk ke Piala Dunia 2030 ini momentan kita saat kita menjuari kualifikasi Piala Dunia tahun 85 dan
03:06enam kali pertahanan itu saya hanya kebobolan cuman tiga artinya saat itu timnas kita adalah timnas
03:12yang diperhitungkan diperhitungkan khusus di Asia hanya tinggal selangkah lagi kita untuk kejualan
03:19akhirnya di Meksiko tahun 86 memang Hedman datangkan kan untuk menjadi pelatih tim nasi senior dan
03:41tim nasi 23 nih artinya penekanan pada pembinaan tapi aktualisasinya di lapangan seperti apa grassroots
03:47seterusnya resmi PSSI memperkenalkan John Hartman sebagai pelatih tim nasional sepakbola Indonesia
04:04tidak hanya bertanggung jawab untuk melatih tim nasi senior namun John Hartman juga diberi tanggung jawab untuk
04:10mengasuh tim nasi 23 lalu siapa sesungguhnya John Hartman John adalah seorang pria berkebangsaan
04:19Inggris berusia 50 tahun yang memiliki sejumlah capaian yang tidak bisa dipandang sebelah mata John mengawali
04:26karir sebagai pelatih tim nasi putri selambia baru pada tahun 2006 hingga tahun 2011 John mengepakkan sayap hingga
04:34ke negeri Kanada dan menjadi pelatih tim nasi putri Kanada pada tahun 2011 hingga tahun 2018 karir John
04:43semakin mentereng ketika menakodai tim nasi putri Kanada dari tahun 2018 hingga tahun 2023
04:53meski tak mampu membawa tim nasi Kanada berbicara banyak di piala dunia 2022 nama John Hartman tetap dikenang sebagai
05:01pencetak sejarah John Hartman berhasil membawa tim nasi Kanada untuk pertama kalinya kembali mengikuti
05:08ajang piala dunia 2022 tim nasi Kanada sebelumnya absen selama 36 tahun dan terakhir kali berlagak di
05:16piala dunia pada tahun 1986 John juga berhasil membawa tim nasi Kanada melesat untuk peringkat
05:25dari peringkat 90 menjadi peringkat 33 tidak hanya itu John adalah satu-satunya pelatih yang mampu
05:32membawa tim nasi putri dan tim nasi Putra Kanada berlagak di piala dunia
05:39usai diperkenalkan saya resmi sebagai pelatih tim nasi Garuda ujian pertama John adalah melakoni lagak di
05:45FIFA series pada bulan Maret mendatang dan juga piala FF yang akan berlangsung di pertengahan tahun
05:512020 tahun
06:21setelah di hadapan saya sudah ada salah satu striker terbaik sepanjang masa tim nasional Indonesia dan
06:31juga legenda sepak bulatan air karena menjadi pemain naturalisasi generasi pertama tim nasional
06:38Indonesia ada Bung Christian Eloko Gonzales Bung Eloko terima kasih untuk waktunya
06:42Bung yang jadi perbincangan publik sekarang adalah sosok pelatih baru tim nasional kita
06:50John Hartman telah dipilih oleh PSSI untuk kemudian meracik strategi untuk tim nasi kita
06:56pertama sebelum kita bahas soal pemain naturalisasi dan berbagai macam saya ingin minta tanggapan anda soal pemilihan pelatih ini
07:04apa saya dengar dia pelati bagus pelati disiplin semoga nanti bisa bawa ilmu ilmu baru dan suasana baru untuk pemain kita tim nasi
07:18bahwa anda juga salah satu pemain naturalisasi generasi pertama kita tahu pada 2010 masuknya anda ke tim nasional begitu menjadi pemberitaan kala itu
07:28ketika pertama kali masuk ke tim nasional Indonesia sebagai pemain naturalisasi sosok pelatih seperti apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh pemain
07:36pelati percaya sama kita ya pelati percaya
07:41ya memang misalnya di seperti waktu saya masuk ke tim nas saya sembuh yang ketemu sama almargo alfred
07:50dan dia bicara sama saya dan dia bicara ke walaupun tidak muda untuk masuk waktu itu apa
08:00di Indonesia tapi dia percaya sama saya
08:02nah waktu itu saya bilang ya oke maaf ya itu untuk saya sudah cukup
08:06paling penting kok percaya sama saya
08:09karena itu nanti tanggung jawab saya di lapangan
08:12pelati percaya sama pemain
08:14bonding seperti apa yang biasanya dilakukan ketika ada pelatih baru yang kemudian masuk ke tim nasional biasanya apa yang dilakukan?
08:20pengalaman saya ya di tim nas waktu masuk pertama kali
08:24waktu itu pelati bicara sama semua
08:27karena nggak ada pemain apa bintang atau kecil nggak
08:31waktu itu kita semua sama
08:33kecuali misalnya kita di pertandingan mungkin kita bikin kesalahan fatal
08:38ya mungkin dia bisa panggil untuk bicara pribadi tapi
08:43rata-rata sama semua pemain
08:46karena kalau kita mau misalnya punya sukses
08:50di tim nas kita harus semua kompa
08:53oke artinya meskipun anda saat itu salah satu pemain yang paling diidolakan
08:57pemain naturalisasi generasi pertama
08:59artinya perlakuan pelatih terhadap anda ini sama dengan pemain lokal lainnya?
09:03iya waktu itu itu pertanyaan bagus ya
09:07waktu itu nggak saya waktu masuk ke tim nas bukan karena saya Gonzales nggak
09:11saya satu pemain
09:13apa
09:15seperti pemain lain
09:17main apa
09:19masuk ke tim nas untuk versi 1
09:21untuk negara kita Indonesia nggak ada khusus spesial nggak
09:24tapi anda mengikuti
09:26perjalanan tim nas mungkin di era Sintayong, Patrick Clifford
09:28Patrick Clifford
09:29saya lihat anda sering nonton di saluran juga
09:32iya kalau kita main di sini di
09:34di KBK kita sering nonton sama keluarga
09:38oke dan kita tahu bahwa cukup berbeda dengan era Bung Loko
09:42di kisaran tahun 2010 dimana saat itu kan pemain lokalnya masih banyak
09:46sementara itu pemain naturalisasi mungkin hanya hitungan jari
09:50dan saat ini berbalik kondisinya
09:52waktu itu cuma saya sama Irvan Bahdin
09:54Bung Loko dan Irvan Bahdin yang jadi pemain naturalisasi
09:58menurut Bung Loko sendiri apa kiranya yang perlu dilakukan oleh John Hartman
10:02untuk betul-betul menyelesaikan pekerjaan rumah dari pelatih-pelatih sebelumnya Sintayong dan Patrick Clifford
10:08Siapa gesehen
10:12Ya
10:15Siapa
10:16Saya
10:17Kada mirah
10:20各 sejukah makin masear
10:29pachampur
10:38tadya Enlight Ganoma
10:45Pertama, masuk lagi, naturalisasi-naturalisasi, ya kita, pengalaman kita pemain bola seperti saya, saya lihat, ya pasti nanti pemain kita, kasihan, gak mungkin semua pemain bisa main seperti dulu.
11:02Artinya menurut Anda, perlu ruang yang lebih luas lagi untuk memberikan kesempatan kepada pemain lokal kita?
11:07Pertama, kita semua masyarakat, kita semua support, ya. Dia datang pas masih ada kompetisi, ya. Dia punya banyak waktu untuk dia setiap pertandingan, tapi cuma, saya minta cuma tolong, cuma pertandingan di sini dekaja, di Jakarta, atau apa enggak, de semua kota. Karena saya lihat banyak pemain lokal bagus-bagus sekarang.
11:34Ya, banyak pemain lokal dengan kualitas yang bagus.
11:37Ya, bagus. Cuma, kadang-kadang saya ketemu sama beberapa pemain, dan mereka curga, ya, curga sama saya. Saya bilang, eh, kenapa kamu ini sekarang? Kamu dulu ini. Ya, lho, saya tata sama. Enggak, saya lihat kamu, gak tata seperti dulu.
11:54Kamu, kamu harus, apa, punya semangan motivasi untuk bisa butikan, ke kamu bisa masuk timas. Dan, dia jauh, dimana lokal kita bisa masuk timas.
12:03Enggak, ada yang sepatah untuk kita. Apalagi, loko tahu sendiri, sebuah sepapap, pemain, natusiasi sebuah dari luar.
12:10Untuk apa, kita sekarang fokus di kompetisi, saya bilang, enggak. Itu kamu salah.
12:14Siapa tahu kamu nanti depertandingan kamu bagus, pelati wakti itu ada, panggil kamu, apa, kamu harus ya.
12:21Saya ingin, boleh pinjam satu barang ini mungkin, Bung Loko. Ini kalau tidak salah, foto yang cukup ikonik ketika piala AFF.
12:33Ya, itu waktu piala AFF.
12:35Waktu Anda mencetak gol, ya, kalau tidak salah, ya.
12:37Kalau nggak salah, ya.
12:38Melawan Filipina, ya.
12:40Oke, dan momen AFF ini menjadi momen yang tidak terlupakan, Bung Loko, karena hampir saja kita untuk pertama kalinya meraih trofi.
12:50Meskipun harus mengakui kekalahan dari Malaysia.
12:53Kita tahu juga, John Hartman, salah satu event terdekat adalah piala AFF tahun ini di bulan Juli.
13:00Ya, itu bagus, kesempatan bagus untuk dia, untuk bisa lihat kualitas pemain kita lokal.
13:06Kita tahu, itu bisa tahu.
13:09Ya, ini bisa punakar-ketah kekalahan kekalahan.
13:12Kita Juga, kita penyatah kekalahan kekalahan, kita bisa...
13:17Kita bisa dipercaya kekalahan, tapi kita bisa dikepan su lainnya.
13:21Kita bisa lihat jah-samping dihengkeluhi kekalahan dari Malaysia.
13:23karena dia bukan untuk datang cuma untuk Piala FF, dia datang untuk ke depan untuk mengembangkan nanti bisa masuk lagi kualifikasi untuk bisa masuk Piala Dunia juga lagi nanti.
13:36Bahwa masih ada beberapa tahun menuju 2030 untuk kita meraih impian kita masuk ke Piala Dunia.
13:44Anda meyakini dengan komposisi pemain, dengan komposisi pelatih termasuk juga komposisi di internal PSSI mampu untuk menembus Piala Dunia?
13:52Kita kemarin hampir sampai Liza lolos, kita sekarang harus lupa dan memulakan sama Piala Tini baru bisa buka pikiran seperti Susana baru tahu untuk PMAI dan pasti dia tahu bagaimana kasih motivasi semangat PMAI untuk pikir untuk Piala Dunia untuk 2030.
14:16Tapi ketika anda menjadi penggawa timnas, apakah anda merasakan tekanan yang begitu besar mungkin dari supporter kita atau seperti apa?
14:24Sebenarnya suasana mungkin di ruang ganti atau di...
14:27Tidak.
14:28Alhamdulillah waktu itu tidak tergantung masing-masing pikiran pemain.
14:33Semua mental.
14:34Tapi Alhamdulillah waktu itu tidak ada sama sekali tekanan dari mana-mana.
14:39Cuma ada support terus.
14:42Dan kasih semangat tidak ada motivasi.
14:45Tidak ada tekanan sama sekali.
14:47Karena kenapa saya tanyakan ini, kita tahu bahwa ketika ada peralihan dari Sintayun ke Patrick Leifert, sorot mata supporter kita kan begitu tajam kepada pelatih.
14:57Tapi artinya pelatih juga harus mampu memikul beban itu.
15:01Jadi untuk menjajukan Piala Dunia.
15:03Menurutiblionik Tissu ke T750 orang ke korek, cari kekal berdua.
15:08Tidak ada PT bisa berdua dan lain.
15:26Yang ada beberapa.
15:286 kali pertahanan itu saya hanya kebobolan cuma 3
15:35artinya saat itu timnas kita adalah timnas yang diperhitungkan
15:39diperhitungkan khusus di Asia
15:58nama John Hartman menjadi asal baru membawa skuad Garuda terbang tinggi
16:03menggapai prestasi setelah sejumlah nama dia enggak belum mampu memenuhi ekspektasi
16:08dalam mengembang tugasnya Hartman diperkirakan akan menerima bayaran
16:12senilai 650 juta rupiah per bulan atau sekitar 8 miliar rupiah per tahun
16:18sebelumnya Patrick Leivert, latih asal Belanda
16:22harus mundur dari posisinya setelah dipecat PSSI
16:25karena gagal membawa timnas Indonesia keputaran final Piala Dunia 2026
16:31praktis hanya 10 bulan Leivert mengasuh timnas Indonesia
16:34dan harus berakhir pada Oktober 2025 lalu
16:38kala itu Leivert menerima bayaran di kisaran angka 1,5 miliar rupiah per bulan
16:43atau sekitar 18 miliar rupiah per tahun
16:46sementara Sintayong, latih asal Korea Selatan
16:50salah satu pelatih yang berkesan bagi pecinta sepak bola tanah air
16:54langkahnya harus terhenti saat timnas Indonesia
16:57memetik hasil buruk di gelaran Piala AFF 2024
17:01kalau itu Sintayong mendapat bayaran senilai 1,9 miliar rupiah per bulan
17:06atau 23,6 miliar rupiah per tahun
17:10salah satu yang menjadi focus PSSI adalah selain mendatangkan John Hurtman
17:31tapi juga mencari asisten pelatih lokal
17:34apakah sudah ada tawaran ke Eloko Christian Gonzales?
17:40sudah ada tawaran mungkin?
17:41atau mungkin sudah pernah?
17:44nggak sampai sekarang belum
17:45belum ada tawaran sama sekali
17:49belum ada tawaran sama sekali?
17:50belum
17:51tapi mungkin ada keinginan untuk melatih striker kita?
17:55Insya Allah Loko untuk negara kita selalu siap
17:57selalu siap?
17:58oke
17:59terakhir mungkin Bung Loko bawa
18:01tadi Anda menyatakan selalu siap untuk negara kita
18:04selalu siap untuk timnas kita
18:06melihat rekam jejak timnas kita
18:09yang terus berprogres dari arah STY
18:11Patrick Clyver, sekarang John Hurtman
18:13apa kiranya yang ingin Bung Loko sampaikan
18:16untuk menjadi evaluasi
18:18agar timnas kita semakin baik ke depan?
18:21kita harus tata support mereka
18:22apapun hasil pertandingan
18:24kita masih ada peluang
18:25kita masih ada peluang kita ya
18:28saya bilang kita harus tata support
18:31nanti misalnya kalau tidak brazir
18:35disitu ada banyak waktu untuk kita
18:37apa?
18:38kita tidak ada peluang kita
18:41tapi ini semoga pelatih ini baru baru datang
18:44kita sudah meminta kita harus soporaya
18:46casi semangat
18:55saya berada di rumah salah satu legenda sepak bola Indonesia
19:09bisa Anda lihat ya
19:09ini adalah memori-memori indah yang kemudian dimiliki
19:13oleh legenda sepak bola yang akan saya wawancarai
19:15tapi bukan hanya sekedar legenda
19:17tapi salah satu keeper terbaik Indonesia sepanjang masa ini
19:22ini juga hampir membawa Indonesia berhasil lolos untuk pertama kalinya
19:27di Piala Dunia pada tahun 1986
19:31apakah di tengah euforia pelatih baru timnas
19:35kita masih memiliki harapan besar untuk kemudian
19:38melaju ke kancah sepak bola tertinggi di dunia saya akan bahas
19:41bersama dengan coach Hermansyah yang sudah ada di hadapan saya coach
19:44terima kasih waktu nya coach
19:46iya mas Ivo
19:46siap
19:47coach di tengah euforia
19:49yang kini kembali mewarnai timnas kita
19:52setelah John Hartman
19:54kembali terpilih sebagai pelatih tim nasional
19:58saya ingin
19:59minta Anda gambarkan seperti apa situasi Anda
20:03ketika menjadi keeper timnas
20:05dan hampir membawa timnas ke Piala Dunia
20:07memori itu sangat kuat di saya
20:09jadi memang saya sebagai pemain saat itu
20:12butuh dengan apa
20:15konsentrasi fokus ya
20:17dan saat itu juga kualitas pemain saat itu tahun 85
20:21kita sangat bagus ya
20:23pelatihnya bagus juga
20:24Um Sinyu Alianlu Almarhum
20:25kualitas pemain juga cukup bagus
20:27ada senior kita
20:29Mas Bambang Nur Diansah
20:30ada Didi Suleiman
20:32ada Pangheri Kiswanto
20:34mungkin yang mudah saya dengan Marjud Nyakmat dengan Almarun Wartuksuma
20:37oke, mungkin saya lihat disini banyak sekali Coach Memori-Memori yang tertuang dalam foto
20:42apakah ada foto yang kemudian menggambarkan momentum kita yang hampir masuk ke Piala Dunia
20:46ini momentum kita saat kita menjuari kualifikasi Piala Dunia tahun 85
20:5486 nya Meksiko kan
20:57jadi kualifikasi kita sebelum kita masuk ke Meksiko
21:00kita satu grup dengan Thailand, Bangladesh, dengan India
21:04dan akhirnya kita bisa mengatasi mereka
21:07tiga negara itu kita main dulu home and away
21:10jadi kita main di Thailand
21:12Thailand main di Indonesia, Jakarta
21:14terus kita main di Bangladesh
21:16Bangladesh main di Jakarta
21:18kita main di India dan India main di Jakarta
21:21oke
21:21dan enam kali pertandingan itu saya hanya kebobolan cuman tiga
21:24hanya kebobolan tiga
21:26dan ini Coachnya mana ya?
21:28saya main di sini nih
21:29setelah itu pertandingan apa lagi Coach yang kemudian dilalui?
21:31ketika itu selesai kita kualifikasi
21:35kita ada waktu, jeda waktu itu kalau nggak salah hampir satu tahun
21:38karena 86 Meksikonya
21:41jadi kita waktu itu mempersiapkan tim untuk menghadapi juara subgrup 3A yaitu Korea Selatan
21:48dengan persiapan itu otomatis kita fokus untuk menghadapi Gingseng
21:52negara Gingseng
21:53oke
21:54dengan kekuatan penuh mereka
21:56mereka juga pemain-pemain yang main di Liga Jerman
21:59mereka pulang ke negaranya
22:01iya
22:02seperti Cambun Kun, dia main di Bayerley-Porkosen
22:04karena takut dengan negara Indonesia
22:07oke
22:07underdogs
22:08oke
22:08artinya saat itu timnas kita adalah timnas yang diperhitungkan
22:12diperhitungkan khusus di Asia
22:15jadi memang jalan satu-satunya Korea harus berhadapan dengan Indonesia
22:19hanya tinggal selangkah lagi kita untuk kejuaraan dunia di Meksiko tahun 86
22:24oke
22:25kenapa saya bahas salah satu mungkin sejarah terindah
22:29timnas kita
22:30karena harapan itu kembali muncul Coach
22:33ketika John Hartman terpilih sebagai pelatih timnas kita
22:37tentu kita tidak bisa tidak berharap
22:39betul
22:40karena dari dua pelatih sebelumnya
22:41timnas kita ini seakan
22:43dalam tanda kutip
22:44mampu untuk kemudian masuk ke Piala Dunia
22:48saya ingin tanyakan
22:49ketika John Hartman terpilih
22:50apa yang kemudian ada di benak Coach Hartman?
22:52nah
22:53mungkin PCC pengalaman kemarin ya
22:55pemilihan pelatih cukup lama juga
22:57untuk memunculkan nama seorang sosok pelatih tim nasional
23:01mungkin belajar kejadian sebelumnya ya
23:04tergesa-gesa akhirnya dapat pelatih yang tidak sebagus sekarang ya
23:09saya bilang bagus karena apa?
23:11dari sosok John Hartman ini
23:13ini sosok pelatih yang mau-mau transfer knowledge
23:18aslinya mereka asisten dari Indonesia
23:20itu pertama yang kita harus hargai
23:22karena apa?
23:23untuk supaya pelatih-pelatih Indonesia juga bisa baik
23:27jadi jarang ada pelatih seperti John Hartman ya
23:31yang bisa
23:32walaupun
23:33kita negara Asia
23:35yang cukup rumit lah istilahnya ya
23:38tapi dia ingin nanti mengkombine dengan pelatih lokal
23:42yang menjadi asistennya
23:43karena asisten kita pelatih-pelatih lokal cukup bagus
23:46ya di situ masih ada
23:48Bimak Sakti, ada Nopa Arianto
23:50ya ada Kurniawan
23:52terus banyaklah
23:54perempuan-perempuan yang
23:55untuk kedepannya bisa menjadi tulang bungu pelatih Indonesia
23:58artinya kombinasi antara pelatih luar dan pelatih kita ini diperlukan PSSI, timnas kita?
24:03perlu sekali
24:04diperlukan
24:05saya teringat waktu tahun 70-an
24:08pernah pelatih wheel cover
24:10itu
24:11transfer knowledge itu asistennya orang Indonesia
24:14yaitu ayahnya Nopa Arianto
24:16Pak Sartono
24:17oke
24:18itu saat itu tahun 70-an itu kan wheel cover dari Belanda bagus
24:21tapi asistennya orang Indonesia
24:22ini dia termasuk ayahnya Nopa Arianto Pak Sartono
24:25oke
24:26jadi itu perlu sekali
24:27oke
24:28saya ingin tanyakan lagi dan komparasikan dengan apa yang kemudian terjadi pada tahun 86 Coach
24:32bahwa kita tahu komposisi pemain kita saat ini cukup banyak
24:35pemain diaspora
24:36dan
24:37saya ingin tahu
24:38untuk tahun 86 apakah ada pemain diaspora?
24:40kita tidak ada
24:42lokal semua
24:43lokal semua
24:44lokal semua
24:45lokal semua ini
24:46dari saya ada Warta Kusuma
24:48ada Heri Kiswanto
24:49Marjugitna
24:50Nyakmat
24:51Aunhara-hara
24:52Eli Idris
24:53Ristomoyo
24:54Ruli Nere
24:55Almakrum
24:56Julkan Lubis
24:57Baman Rudiansah
24:58Wayu Hidayat
24:59tapi keturunan ada
25:00keturunan tapi dua lahir di Indonesia kan
25:01lain lagi ya
25:02Coach saya ingin bicara soal
25:03komposisi dari
25:05pemain timnas kita khususnya di lini keeper
25:07karena kalau di tahun 86 tidak ada diaspora
25:10bahwa yang paling sering bertanger adalah Coach Hermansyah
25:13di bawah Mister Gawang
25:14tapi untuk saat ini ada Martin Paz, Emil Audeer
25:17dan juga sejumlah nama pemain lokal kita
25:19saya ingin minta tanggapan anda
25:20apakah kemudian komposisi dari diaspora ini akan tetap bertahan
25:24atau mungkin ada potensi juga dari pemain lokal kita?
25:27tapi menurut saya keeper memang sekarang sudah ada Martin Vais sama Emil
25:32dan keeper lokal ada Nadio, ada Hernando
25:36sama Teja
25:38menurut saya kalau soal keeper
25:40gak usah khawatir mereka akan bersaing tuh
25:43karena pasti John Hartman juga melihat kompetisi
25:46League Indonesia
25:47saya rasa kalau di keeper
25:49persaingan cukup seru nih
25:51oke
25:52ketat kayaknya nih
25:53apa kiranya yang perlu diadopsi Coach
25:55timnas kita di tahun 86 yang begitu istimewa hampir lolos ke Piala Dunia
26:00mungkin yang bisa diadopsi dan dipajarin untuk timnas sekarang?
26:03yang harus diadopsi ya ya
26:05rasa nasionalisme
26:06rasa nasionalisme
26:07konsisten
26:08itu penting
26:09saya kalau bilang nasionalisme saya selalu merinding
26:12jadi sesuatu yang harus berbuat sesuatu
26:14istilah dulu kan mati di lapangan pun mati di lapangan
26:17jadi itu yang penting
26:18nasionalisme
26:19karena apa?
26:21istimewanya Asia kayak Jepang
26:23kayak Korea Selatan
26:24jadi gak akan merubah
26:25fighting spiritnya
26:27kerja kerasnya
26:28ada sejumlah pertandingan Coach
26:30yang kemudian di tahun ini akan dihadapi oleh timnas kita
26:32mulai dari Matchday Viva
26:34ada juga Piala AFF
26:35apakah ini bisa jadi tolak ukur kemampuan dari John Hartman?
26:39saya rasa mungkin adaptasi besok
26:41John Hartman juga gak terlalu berat ya
26:436 bulan kedepan ada Piala AFF ya
26:46ada Friendly Match ya
26:48ada
26:49jadi ada dengan sasaran waktu pendek ini
26:516 bulan cukup bagus ya
26:53cukup lumayan lah
26:542 bulan 3 bulan persiapan juga tidak terlalu
26:57apa ariskan
26:58dia udah tahu kualitas pemain juga
26:59mempelajari itu
27:00jadi
27:01menurut saya untuk adaptasi pelatih dengan pemain mungkin tidak terlalu sulit
27:08ketika
27:09mereka
27:10dikasih
27:11KPI
27:12dikasih target
27:14terus target itu tidak tercapai
27:16tentu ada evaluasi
27:17sangsi yang kira-kira
27:18oh ya kamu
27:19sangsi apa?
27:20oh ini kurang gak?
27:21kamu harus tingkatkan
27:22bukan terus sangsi
27:23pecat-pecat
27:24ya gak bisa begitu
27:31setelah PSSI resmi menunjuk pelatih yang diberi juluk history maker John Hartman untuk melatih tim nasional Indonesia
27:58apakah
27:59John Hartman sesuai dengan julukannya
28:01mampu memberikan sejarah manis
28:03bagi sepak bola tanah air
28:05saya akan langsung tanyakan
28:06kepada
28:07ketua
28:08badan tim nasional PSSI
28:10Pak Sumarji
28:11Pak Sumarji apa kabar?
28:12baik alhamdulillah
28:13Pak Sumarji
28:14kita tahu bahwa
28:15akhirnya setelah 2 bulan lamanya
28:17tim nasional kita kembali memiliki pelatih
28:19yang tentu kita
28:21mengetahui juga latar belakang dari
28:23John Hartman itu sendiri
28:24tapi dalam prosesnya
28:25mungkin bisa diceritakan seperti apa
28:27penunjukan dari John Hartman ini
28:29ketua umum langsung perintahkan saya
28:31selaku ketua badan tim nas
28:32dan saya komunikasi koordinasi dengan
28:34Direktur Teknik
28:36Mr. Alexander
28:37kami langsung tancap gas
28:39cari beberapa alternatif
28:41calon-calon yang memang
28:43kiranya cocok
28:44dengan
28:45tim nas kita
28:47kita harus melihat karakter pemain
28:49kita juga harus melihat karakter supporter
28:51dan juga kita harus melihat iklim Indonesia
28:55jadi semua itu kita rangkai jadi satu
28:58saya sampaikan ke Alexander
29:00dan Alexander pun juga sama-sama mencari
29:02akhirnya kita
29:04menemukan lebih dari 10 ya
29:06lebih dari 10 mungkin hampir mendekati 20
29:08calon pelatih
29:10baik itu pelatih-pelatih yang memang
29:13lotabene nya punya nama besar
29:14dan juga pelatih-pelatih yang boleh dikatakan
29:17middle ya
29:18diperkecil, dipersempit
29:19dari sekian tadi tinggal 5 nama
29:22nah setelah dari 5 nama
29:24tentu yang kita lakukan adalah
29:26memperdalam lagi
29:28kalau dari statistik dan lain-lainnya
29:30detail sekali
29:31setelah itu baru kita lakukan
29:33kita sampaikan ke ketua umum
29:35dan kita sampaikan secara umum
29:37ke teman-teman EXCO
29:39dan setelah itu baru kita menentukan sikap
29:42oke kita akan tentukan 5 ini
29:44dan kita akan melakukan interview
29:46salah satu hal yang menjadi
29:50pokok utamanya adalah
29:52apakah pelatih ini
29:54mau tinggal di Indonesia
29:56karena kita kepingin pelatih yang memang
29:59dia mau tinggal di Indonesia
30:02tau kultur, tau budaya dan lain sebagainya
30:05berkaitan dengan negara kita disini
30:07walaupun sebagian pemain-pemain kita ini
30:10berada di luar
30:11tetapi poinnya adalah
30:13agar supaya
30:15ketika pelatih ini ada di Indonesia
30:17akan banyak ruang dan waktu
30:19yang akan bisa dilakukan
30:21untuk melihat
30:22kondisi liga yang ada di Indonesia
30:25yang lebih penting lagi
30:26bisa komunikasi aktif
30:27dengan para pelatih yang ada di klub-klub
30:30ini penting sekali
30:31karena kan dari 5 kan
30:33dari 5 nama
30:345 nama
30:35itu kita intens
30:37kita bicara
30:38dan yang bersedia
30:40bersedia
30:41dia mau datang di interview
30:43ya 2
30:452 orang
30:472 pelatih ini
30:48nah dari 2 pelatih ini kan kita tanya
30:50seorang pendetail
30:52dan ya
30:53yang tidak kalah penting juga berkaitan
30:55dengan soal
30:56nilai kontrak dan sebagainya
30:59ini bagian terpenting yang tentu kita
31:01harus bisa
31:02mengkalkulasi agar supaya
31:04kita tepat
31:06seperti itu
31:07koreksi kalau saya salah Pak Sumarci
31:08tapi apakah tidak
31:09kemudian menjadi tantangan tersendiri
31:11ketika kita tahu
31:12John Hartman
31:13terakhir kali
31:14menunggangi klub FC Toronto itu
31:16pada November 2024
31:18artinya kurang lebih setahun
31:19dia tidak melatih pemain
31:20apakah kemudian ini juga menjadi tantangan ke depan?
31:22dia menyampaikan
31:24saya selalu aktif mengikuti perkembangan
31:26dia sampaikan
31:28bahkan dia menyampaikan
31:30untuk tim nasi Indonesia ini dia melihat
31:32pertandingan-pertandingan tim nasi Indonesia
31:35mulai dari
31:36U17 nya
31:37Piala Dunia kemarin
31:38dia betul-betul lihat
31:39dan dia tahu
31:41terus
31:42dia Piala Dunia kemarin
31:44dia
31:45sampaikan secara detail
31:47menyampaikannya
31:48ketika lawan Saudi
31:50ketika lawan Irak
31:51dia sampaikan secara detail
31:53jadi intinya
31:54kalau berkaitan dengan soal
31:56dia absen kurang lebih satu tahun
31:59tidak melatih
32:00menurut dia
32:01tidak jadi masalah
32:02karena dia selalu mengikuti perkembangan
32:04di samping
32:05tim nasi Indonesia
32:06dia juga mengikuti
32:07tim nasi negara lain
32:09yang dilihat dari latar belakang
32:11John
32:12juga soal bagaimana kiprahnya menangani sebuah tim nasional
32:15kita tahu bahwa
32:16John Hartman hasil membawa tim nasi Kanada
32:18lolos ke Piala Dunia 2022
32:20setelah lebih dari 30 tahun absen
32:23bahkan membawa tim nasi Kanada ini melesat
32:25dari ranking 90 FIFA menuju ke
32:28ranking 33
32:31apakah artinya
32:32John Hartman ini diberikan tanggung jawab
32:34untuk mampu
32:35membawa tim nasi Kanada masuk ke Piala Dunia 2030
32:37kita memberikan
32:38apa namanya
32:40kesempatan
32:41seluas-luasnya
32:42dan tentu kita ada
32:44GPI nya
32:45targetnya ada
32:46berkaitan dengan soal
32:472026
32:48yang terdekat contoh
32:50nanti Maret ada
32:52Masjid
32:54Viva Masjid
32:56terus nanti setelah itu
32:58AFF ada
32:59tetapi
33:00jangan juga
33:01jangan juga nih
33:03kebiasaan kita ini kan
33:04harus menang
33:05harus menang
33:06semoga itu kan
33:07kalau itu kita yakin
33:09sama-sama berjalan
33:10itu setiap
33:11setiap tahun
33:13berprogresnya positif
33:14setiap tahun
33:15berprogresnya positif
33:16setiap tahun
33:17berprogresnya positif
33:18itu kan akan membawa
33:20kepercayaan
33:21kepada publik
33:22dan juga
33:23trustnya kita akan
33:24semakin naik ke SSI
33:25artinya dengan waktu yang
33:27relatif masih panjang
33:28menuju 2030
33:29PSI tetap
33:30menaruh harapan mungkin
33:31kepada John Hetman
33:32untuk mampu setidaknya
33:33membawa kita
33:34melaju lebih jauh
33:35di Piala Dunia
33:36arahnya itu kesana
33:37oke
33:38arahnya itu adalah
33:39ke
33:40kita bisa lolos Piala Dunia
33:41di 2030
33:43kita banyak belajar
33:45pengalaman yang sudah-sudah
33:46itu saya sampaikan juga
33:47apa adanya
33:48Sintayong itu
33:49pertama datang juga
33:50saya yang ada disitu
33:51itu juga
33:52gak bisa kan
33:53langsung
33:54menang
33:55gak bisa
33:56semua itu progres
33:57betul
33:58ada proses yang cukup panjang
33:59Sintayong itu
34:00untuk mengenal
34:02masing-masing pemain
34:04untuk mengenal
34:05PSSI ini
34:06seperti apa
34:07untuk mengenal
34:08supporter seperti apa
34:09sehingga semuanya itu
34:11ada tahapan-tahapannya
34:13tetapi ingat
34:15ketika
34:16mereka
34:17dikasih
34:18KPI
34:19dikasih target
34:20terus target itu tidak mencapai
34:22tentu ada evaluasi
34:23gitu loh
34:24kenapa?
34:25setiap event
34:26kami selalu melakukan evaluasi
34:27evaluasi
34:28evaluasi
34:29dan evaluasi itu
34:30pasti
34:31pasti ada
34:33eh
34:34sangsinya
34:35gitu
34:36artinya sangsi itu apa
34:37sangsi yang kira
34:38oh ya
34:39kamu
34:40sangsi apa
34:41oh ini kurang gak
34:42kamu harus tingkatkan
34:43bagaimana caranya
34:44ya kamu yang
34:45sangsinya kamu yang perbaiki
34:46gitu loh
34:47bukan terus sangsi
34:48pecat-pecat
34:49ya gak bisa begitu
34:50semua itu
34:51mohon maaf aja
34:52gak ada ceritanya
34:53melatih suatu
34:55tim
34:56itu instan
34:57itu gak ada
34:58gak ada cerita
34:59juga Pak Sumarji bahwa
35:01ada satu mimpi
35:02yang kemudian selalu
35:03dieluh-eluhkan mungkin
35:04oleh para supporter kita
35:05adalah mengangkat
35:06piala AFF
35:07untuk pertama kalinya
35:08apakah kemudian
35:09ini juga
35:10menjadi PR pertama
35:11bagi John Hartman
35:12untuk mampu membawa
35:13piala AFF ke negara kita
35:14iya betul
35:15tetapi ingat ya
35:16target kita
35:17ya
35:18kita udah sampaikan
35:19pada saat interview
35:20targetkan dia kamu harus
35:21juara tapi kami tidak
35:22memberikan
35:23apa namanya
35:24ultimatum kamu
35:25nanti kalau gak ini
35:26gak ada
35:27ya
35:28kami sepakat bahwa
35:30nanti akan kita
35:31sampaikan lagi ke John
35:32ingatkan lagi
35:33bahwa kita
35:34punya target tapi
35:35targetnya
35:36juara
35:37ya
35:38tetapi jika itu
35:39tidak tercapai
35:40saya mohon
35:41pengertian masyarakat
35:42jangan langsung
35:43menjudge
35:44negatif-negatif
35:45dan artinya PSSI
35:46juga mohon maaf
35:47tidak akan mungkin
35:48memencet
35:49John Hartman ketika
35:50gagal membawa
35:51itu dipastikan juga
35:52iya iya
35:53harus dipastikan
35:54dipastikan dan itu
35:55memang tidak
35:56tidak ada pembicaraan
35:57hanya gagal
35:58BLAF terus nanti
35:59ada sanksi
36:00berat gitu
36:01oke ada yang
36:02jadi perhatian publik
36:03juga Pak Sumarji
36:04bahwa ketika
36:05PSSI
36:06memilih Patrick
36:07Clyfford
36:08euforia dari
36:09mohon maaf PSSI ini
36:10terlihat cukup besar
36:11mulai dari
36:12proses perkenalan
36:13dari Patrick Clyfford
36:14ke supporter kita
36:15hingga
36:16dan lain sebagainya
36:17tapi ketika
36:18John Hartman ini
36:19nampak cukup sederhana
36:20apa yang kemudian
36:21membedakan Pak Sumarji
36:22gini ya
36:23eh
36:24satu
36:25kami ini
36:27tidak ingin
36:28terlalu
36:29bereforia
36:30satu
36:31karena kita
36:32tidak tahu
36:33prosesnya nanti
36:34seperti apa
36:35kendalanya apa
36:36dan itulah
36:37yang kita jadikan
36:38pengalaman-pengalaman
36:40yang tidak baik
36:41gitu
36:42makanya kami
36:43ingin
36:44memperlakukan itu
36:45wajar-wajar saja
36:46supporter kita saat ini
36:48menantikan sosok
36:49yang kemudian
36:50dapat kembali
36:51dicintai
36:52oleh para penikmat
36:53sepak bola tanah air
36:54mungkin kalau kita
36:55bicara soal
36:56siapa sosok terakhir
36:57yang dicintai
36:58kita bisa disebut
36:59STY
37:00karena dinamika yang kemudian
37:01terjadi pada saat
37:02Patrick Clyfford masuk
37:03ini begitu bergejolak
37:04apakah kemudian
37:05John Hartman ini
37:06akan mampu
37:07memenuhi ekspektasi
37:08dan menghadapi
37:09ekspektasi dari supporter kita
37:11kami semua
37:12dari ketua umum
37:13bagian ketua umum
37:14teman-teman EXCO
37:15itu punya keyakinan
37:16ya
37:17kami punya keyakinan
37:18karena untuk memilih
37:20namanya John
37:21itu juga kami pilih
37:22secara aklamasi
37:23Insya Allah
37:24kalau kita
37:25memilihnya
37:27dengan pikiran yang
37:28positif
37:29penilaian positif
37:30ya kita punya
37:31feeling juga akan
37:32positif
37:35Clyfford ada aura
37:36sebagai pemain
37:37yes
37:38dia pemain yang
37:39sangat-sangat luar biasa
37:40bagi tim Nasus Belanda
37:41tapi sebagai pelatih
37:42kita tahu dia punya banyak
37:43red flag
37:44sementara Herman kebalikannya
37:45seberapa jauh pelatih baru
38:03tim nasional Indonesia
38:04John Hartman dapat
38:05berbicara banyak
38:06dan membawa tim Nas kita
38:07meraih prestasi
38:08saya akan tanyakan kepada pengamat
38:09sepak bola
38:10Bung Firzi
38:11Idris
38:12terima kasih
38:13untuk waktunya
38:14kita tahu bahwa
38:15julukan John Hartman
38:16adalah history maker
38:17saya ingin tanyakan
38:18Bung Firzi
38:19seberapa jauh
38:20John Hartman
38:21mampu mencetak sejarah
38:22bagi tim Nasus kita
38:23jika dibandingkan
38:24dengan
38:26iya
38:27pertama memang
38:28apa yang
38:29diwariskan kepada
38:30Hetman itu
38:31sebenarnya sebuah
38:32tim yang kalau kita lihat
38:33ada tulang punggung
38:35tim yang kuat di situ
38:36ya pertama
38:37ada dari
38:38Jay Idzes
38:39Emil Odero
38:40Tom Hai
38:41dan kemudian
38:42Ole Romani
38:43cuman dia
38:44memungut kepingan-kepingan
38:46tim yang memang
38:47baru
38:48mengalami
38:49mungkin saya tidak akan
38:50bilang kegagalan ya
38:51tapi belum
38:52berhasilnya kita lolos
38:53ke Piala Dunia
38:542026
38:55tapi
38:56dia datang dengan
38:57ekspektasi
38:58mungkin
38:59dalam setahun
39:00ke depan ini
39:01dia akan punya
39:02time
39:03itu yang gak dipunyain
39:04Patrick Lefford
39:05karena Patrick Lefford
39:06ketika datang
39:07dia gak punya waktu untuk eksperimen
39:08dia gak punya ruang
39:09dia datang harus
39:10dan dia gak berhasil ya
39:11oke kita lewatin itu
39:12tapi sekarang kita menatap ke depan
39:14ada
39:15agenda-agenda penting nih
39:16di 2026
39:18first and foremost
39:19adalah
39:20Viva Series
39:21ini adalah suatu
39:22kejuaraan baru ya
39:23yang di
39:24buat oleh Viva
39:25itu
39:26kita akan ketemu
39:27timnas akan menjadi
39:28tuan rumah
39:29bagi negara-negara dari
39:30Afrika
39:31dari
39:32UEFA
39:33dari
39:34CONCACAF
39:35Amerika Utara
39:36dan juga
39:37Amerika Selatan
39:38ini adalah kesempatan bagus
39:39untuk menguji diri
39:40timnas kita sekarang
39:41ada di level mana
39:42dan kemudian ada
39:43piala AFF
39:44ini juga agenda gak kalah penting
39:45karena biar bagaimanapun
39:46menurut saya
39:47piala AFF adalah suatu target
39:48yang gak bisa
39:49kita lewatkan begitu saja
39:50habis itu
39:51piala Asia
39:52oke
39:53kalau berbicara soal
39:54kancah dunia
39:55kita juga harus melihat
39:56track record dari
39:57John Herman itu sendiri
39:58bisa membawa
39:59tim Kanada
40:00masuk ke piala dunia
40:01setelah 36 tahun absen
40:03apakah ini bisa menjadi
40:04modal besar
40:05untuk membawa
40:06timnas kita
40:07menjuari piala AFF
40:08dan masuk ke piala dunia
40:09ya kalau timnas Kanada
40:10kita lihat itu
40:11banyak pemain-pemain
40:12yang datang dari
40:13Eropa
40:14ada banyak pemain
40:15yang datang dari
40:16Amerika Utara
40:17dan Herman itu
40:18ada
40:19dan dia menyatukan tim itu
40:20sebenarnya
40:21dia mengatakan sekali
40:22bagaimana
40:23menyatukan identity
40:24dari pemain Eropa
40:25pemain yang basis
40:26di Amerika Utara
40:27untuk menyamakan mereka
40:29di ruang ganti
40:30seperti apa
40:31sepak bola ingin dimainkan
40:32seperti apa
40:33identitas permainan
40:34seperti apa
40:35menariknya emang
40:36kalau kita lihat
40:37yang di hadirkan Herman
40:38di timnas Kanada
40:39dan di timnas kita
40:40nantinya
40:41seharusnya itu ada
40:42keselarasan
40:43kesinambungan ya
40:44bisa mungkin anda analisa
40:45taktik ataupun strategi
40:46apa yang kemungkinan besar
40:47akan diusung oleh
40:48John Hartman
40:49ya kalau kita lihat
40:50dari pemain-pemain
40:51sebenarnya nggak ada yang
40:52beda jauh ya
40:53cuma dari waktu
40:54kita lihat
40:55waktu bermain
40:56Jay akan jadi
40:57masih tetap jadi
40:58komandan
40:59akan jadi
41:00komandan di belakang
41:01tapi di tengah ini
41:02kita selama Tom
41:03sama Joy
41:04masih aman
41:05dia seharusnya akan bermain
41:06dan di sisi kanan
41:07dan di sisi kiri
41:08ada Kevin
41:09dan Dean
41:10dan ini menariknya gini
41:11di kanan di
41:12Kanada
41:13timnas Kanada
41:14Herman memang
41:15memulai
41:16kualifikasi itu
41:17dengan sistem
41:183421
41:19atau variannya ya
41:203421
41:21343
41:22tapi di pertengahan
41:23jalan
41:24ketika itu
41:25kualifikasi
41:26Piala Dunia 2022
41:27Januari
41:28ketika itu
41:29si Alphonse Davies
41:30salah satu
41:31pemain utamanya mereka
41:32yang
41:33more or less
41:34permainannya mirip Dean James lah
41:35orang wing back
41:36tapi wing back
41:37yang sangat agresif
41:38yang sangat serang mobile
41:39ke depan
41:40dia cedera
41:41salah satu cara
41:42untuk menangani cederanya
41:43Alphonse Davies
41:44ketika itu adalah
41:45Herman memakai skema
41:464 back
41:47oke
41:48jadi dia revert ke
41:49442
41:50jadi disini kita lihat
41:51ini orang pelatih
41:52yang punya set
41:53of formation
41:54yang dia sukain
41:55tapi dia bisa
41:56rela mengubahnya
41:57kalau situation
41:58mendiktate dia
41:59untuk berubah ya
42:00ketika memang
42:01formasi 3421
42:02yang kemudian
42:03diimplementasikan
42:04yang menarik
42:05dibahas adalah
42:06lini depan
42:07siapa yang paling
42:08memungkinkan untuk menempati
42:09posisi ini?
42:10kalau kita lihat sekarang
42:11Marcelino dengan
42:13bagaimana dia bermain ya
42:16di luar juga waktu bermainnya
42:17masih kurang optimal
42:18oleh Romania yang diharapkan
42:20tapi dia ketika
42:21menghadapi cedera
42:22kemarin kan tidak gampang ya
42:23cedera metatarsal
42:24oke
42:25untuk mungkin
42:26Ricky Kambuaya
42:27yang kita tahu
42:28tidak jarang menjadi super sub
42:30takar Ricky
42:31kalau dalam permainan
42:32terbaiknya
42:33yang kita lihat
42:34di ronde
42:35September ya
42:36terutama ketika kita
42:37persiapan menuju ronde
42:38Oktober itu
42:39dia main luar biasa
42:40Ragnar kalau dia
42:41bisa mendapatkan
42:42menit bermain yang cukup
42:43why not
42:44dia dicoba lagi
42:45kalau dia Ragnar dalam
42:46keadaan fit
42:47dia bisa menjadi
42:48ujung tombak
42:49yang sangat efektif
42:50dalam membantu
42:51oleh Romania
42:52ada satu hal yang jadi
42:53isu ketika
42:54peralihan pelatih
42:55di era Sintayong
42:56menuju
42:57Pencil Kuihver
42:58narasi yang kemudian berkembang
42:59suasana panas di locker room
43:01apakah seperti yang tadi
43:02disebutkan oleh
43:03Bung Firzi
43:04bahwa
43:05John Hartman ini akan mampu
43:06seperti di Timnas Kanada
43:07untuk menyatukan
43:08locker room kita
43:09sejauh ini
43:10Hartman memang
43:11pendekatannya
43:12nah
43:13lebih seorang yang
43:14intelektual ya
43:15ketimbang
43:16Clifford
43:17karena kalau kita lihat
43:18Clifford ada aura
43:19sebagai pemain
43:20yes
43:21dia pemain yang sangat-sangat
43:22luar biasa
43:23bagi Timnas Belanda
43:24tapi sebagai pelatih
43:25kita tahu dia punya banyak
43:26red flag
43:27Tim Kopila Dunia
43:28belum pernah menangani
43:29tim yang level atas
43:30dan lain-lain
43:31sementara Herman
43:32kebalikannya
43:33sebagai pemain
43:34hampir gak ada kok yang tahu dia
43:35tapi dia sebagai pelatih
43:36dia ngerti nih
43:37apa yang harus dilakukan
43:38dia ngerti bagaimana
43:39menyatukan identity itu
43:40setelah
43:41Freshcon
43:42perkenalan
43:43dia katanya
43:44akan tinggal di Indonesia
43:45dia akan belajar identity
43:46mengerti tentang culture
43:47kita
43:48dan itu nanti culture
43:49akan dibawa
43:50ke lapangan
43:51dan seharusnya
43:53dia bisa memberikan sesuatu
43:54yang sangat-sangat berbeda
43:56dari ketika
43:57Coach Patrick kemarin
43:58apa kiranya
43:59yang bisa menjadi evaluasi
44:01ataupun masukkan
44:02kepada federasi
44:03untuk betul-betul
44:04memperbaiki
44:05Timnas kita
44:06dan memberikan prestasi
44:07memang Hetman
44:08didatangkan kan
44:09untuk menjadi pelatih
44:10Timnas Senior
44:11dan Timnas U23 nih
44:12artinya penekanan
44:13pada pembinaan
44:14oke penekanan
44:15pada pembinaan oke
44:16tapi aktualisasinya
44:17di lapangan seperti apa
44:18grassroot football kita
44:19seperti apa
44:20nah sekarang bagaimana
44:21mewujudkan talent
44:22potensial itu
44:23menjadi
44:24pemain-pemain
44:25yang punya
44:26cukup untuk
44:27menembus
44:28judges
44:29siapa lagi
44:30kita bisa
44:31kita bisa melahirkan
44:32siapa lagi
44:33Rizky Rido berikutnya
44:34kita bisa melahirkan
44:35Rizky Kamboya berikutnya
44:36itu adalah PR
44:37yang harus dilakukan
44:38menurut saya
44:39ke depan
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan