BEKASI, KOMPAS.TV - Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan seorang terapis spa. Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku membawa cairan pembersih lantai dari kamar indekos korban.
Diduga rekaman tersebut diambil usai pelaku membunuh korban di dalam kamar indekosnya yang terletak di Kayuringin, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Berdasarkan hasil autopsi, korban meninggal dunia akibat kekerasan benda tumpul.
Dalam waktu 24 jam, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku yang merupakan suami siri korban.
Polisi menyebut motif pelaku karena cemburu dan sebelum pembunuhan antara korban dan pelaku sempat terjadi cekcok.
Akibat perbuatannya, kini pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Baca Juga Politisi PKS Bicara Kasus Pembunuhan Anaknya: Saya Tidak Punya Musuh di https://www.kompas.tv/nasional/641930/politisi-pks-bicara-kasus-pembunuhan-anaknya-saya-tidak-punya-musuh
#kriminal #cctv #bekasi #polisi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/643673/cctv-bongkar-pembunuhan-terapis-spa-di-bekasi-pelaku-suami-siri-korban
00:00Kita kesorotan lainnya, polisi menangkap pelaku pembunuhan seorang terapis SPA.
00:04Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di kota Bekasi, Jawa Barat.
00:10Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku membawa cairang pembersih lantai dari kamar indekos korban.
00:18Diduga rekaman tersebut, usai pelaku membunuh korban di dalam kamar indekosnya yang terletak di Kayu Ringin, kota Bekasi, Jawa Barat.
00:26Berdasarkan hasil otopsi, korban meninggal dunia akibat kekerasan benda tumpul.
00:37Dalam waktu 24 jam, polisi akhirnya menangkap pelaku yang merupakan suami siri korban.
00:45Polisi menyebut motif pelaku karena cemburu dan sebelum pembunuhan antara korban dan pelaku sempat terjadi cekcok.
00:53Akibat perbuatannya, kini pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.
01:03Pelaku setelah korban meninggal, pelaku merasa tertekan dan ingin membunuh diri sendiri dari pelaku.
01:14Dengan cara yang bersangkutan minum cairan tersebut dan kemudian mengakibatkan muntah.
01:20Tapi ini masih kita dalami, kita memastikan dengan hasil laboratorium forensik terhadap muntahan, apakah muntahan yang bersangkutan ataupun dari korban.
Jadilah yang pertama berkomentar