ACEH, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi akan menambah anggaran untuk Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Jembatan (Satgas Jembatan) menjadi Rp3 triliun sebagai bagian penanganan pasca bencana di Sumatera.
Pernyataan itu Purbaya sampaikan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Bencana DPR dengan pemerintah pada hari ini, Sabtu (10/1/2026).
"Kita alokasikan Pak, (anggaran) Rp1 triliun ke Satgas Jembatan. Terus kemarin di Hambalang ada perintah ditambah Rp2 triliun," ujar Purbaya.
"Satgas Jembatan punya alokasi dana, kalau sekarang, Rp3 triliun. Kalau enggak beres juga jembatan di sana keterlaluan," sambungnya.
Baca Juga Menkeu Purbaya ke Mendagri Tito: Saya Ngambek Kalau Uang Disediain Pakai Utang tapi Gak Dipakai di https://www.kompas.tv/nasional/642975/menkeu-purbaya-ke-mendagri-tito-saya-ngambek-kalau-uang-disediain-pakai-utang-tapi-gak-dipakai
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/642985/menkeu-purbaya-tambah-dana-satgas-jembatan-jadi-rp3-triliun-gak-beres-keterlaluan
00:00Terus yang kedua adalah Satgah Jembatan Pak yang sebelah, sekarang ganti orang ya Pak, kalau punya utang, buasnya datang, kalau udah utangnya belas, anak buasnya datang Pak.
00:15Jadi kita alokasikan Pak 1 triliun ke Satgah Jembatan, terus kemana nih ambil perintah ditambah 2 triliun, jadi Satgah Jembatan punya alokasi dana saat sekarang 3 triliun.
00:28Kalau nggak beres juga jembatan disini keterlaluan, tapi saya pikir ya, bertanya donas siapa ya? Kira-kira bertanya donas gitu.
00:39Kita juga membantu beberapa case dimana, kan tadi Pak Jutong bilang kita perlu kapal keruk ya, itu ada banyak perusahaan yang dipinjam kapal keruk ya ke RATNI, ke LATMENHAN,
00:54Tapi ada isu biar cukai katanya, karena itu dari kawasan ekonomi khusus, dimasukin ke sini, harus bayar cukai 30 miliar.
01:03Saya ingin mengubah dukung, mesti bayar.
01:05Jadi begitu lapan sampai saya, langsung saya bilang, udah, tak polis.
01:08Jadi kapalnya sudah jalan di sini, nggak usah bayar cukai, nanti kalau selesai, tapi dibalikin ke sana lagi, itu yang paling penting.
01:17Jadi nanti kalau Pak Jutong mau pinjam dari tempat-tempat lain yang sejenis, yang ada kendala seperti itu, harus bayar cukai segala macam,
01:26dan lapor ke kita langsung kita, kita bypass, dan segini kita pakai.
01:32Kan nggak terlaluan, kalau orang mau bantu aja, kita pajukin.
01:36Terus, bincangan dana APBN untuk 2026 untuk pembangunan tempat di daerah terdampak, saya rasa cukup ya.
01:47Untuk DSP, di BNPB kami ada 250 miliar, tambah cadangan bencana 5 triliun, tambah juga 100% untuk menambah dana DSP, 600 miliar.
02:00Jadi dananya 11, danan saya ini cukup banyak.
02:04Cuma sepertinya dia kurang mampu belanja.
02:05Nanti itu Pak yang tadi, uang sahku, pengungsi yang 15 ribu per orang per hari ya.
02:18Kalau sekampus-sekampus belum bisa masuk, lihatannya.
02:22Kenapa Anda nggak masuk, anggap ini masih bencana sampai akhirnya isi hujan, kira-kira gitu.
02:28Jadi Anda bisa masuk, datanya, kalau datanya nggak usah sempurna-sempurna amat, orang bencana mana bisa datang sempurna.
02:34Yang penting bisa terifikat, ada yang bertanggung jawab itu.
02:38Itu harusnya, besok juga bisa tuh mereka dikasih uangnya, bisa nggak?
02:43Atau sudah Anda ada saja?
02:45Anda datanya ada?
02:46Iya, nggak usah sempurna sekali, udah setelah ada, mereka tanggung jawabkan.
02:51Anda masuk, besok bisa?
02:53Kalau sudah bisa, besok.
02:56Kalau nggak, kalau nggak, nggak selesai, tunggu datang sempurna sampai kapan.
03:04Nggak ada data yang sempurna itu.
03:06Kita buat data itu aja, detesan bertahun-tahun, data penutupan bertahun-tahun, nggak ada sempurna.
03:10Data penutupan saja nggak sempurna.
03:13Nggak ada yang sempurna, saya pikir ambil resiko aja.
03:15Kan ada yang meresiko saya, enggak.
03:17Pak Menggul, sama satu lagi, syarat salur tadi, syarat salur.
03:21Pak Menggul, sama satu lagi, syarat salur tadi.
03:22Syarat salur, tidak terlalu ribet biar percepatan pembangunan di daerahnya.
03:28Kita lagi, maju lagi, Pak.
03:31Kan ini keuangan, Pak.
03:33Cepat, pokoknya.
03:35PMK relikasi penyaluran dan penggunaan sahan produk ke daerah itu terdampak, ya.
03:43Itu PMK nomor 62, 2025 untuk ini, tanpa syarat, Pak.
03:48Nggak ada syarat lagi, jadi, Pak.
03:51Jadi aman.
03:54Jadi, PMK-nya udah ada.
03:55Jadi, makanya, tanggal 2 Januar kemarin, ke sini sudah di transfer penuh.
04:01Misalnya ke Tamiang tadi, seperti Pak Tito bilang,
04:04kita transfer 47 miliar, Pak.
04:07Tapi mereka punya di rekening mereka, 132, sehingga mereka punya cash, 160.
04:13Dari situ sih, Tamiang tuh nggak ada kendala uang sebetulnya.
04:17Udah nggak tahu kenapa mereka nggak berani belanja, Pak?
04:21Kan juga apa-apa, Pak?
04:22Kalau itu, suruh belanja dan duitnya.
04:24Mau berani bunga?
04:26Nanti ada beriksa lo.
04:28Kayak ini, Pak.
04:30Mas Pur, itu kenal petugasnya yang terdampak,
04:35pegawai-pegawainya semua terdampak.
04:38Jadi, kita backup dengan pegawai kependagri, 100 orang di sana.
04:42Ya, poin saya adalah,
04:43uang bukan masalah utama sebetulnya.
04:47Tapi kami kirim ke semua daerah di Aceh ya,
04:50tanggal 2 tuh udah kita kirim semua,
04:53provinsi 147 miliar,
04:56Aceh Barat 50 dan lain-lain.
04:59Tamiang seperti saya bilang tadi,
05:01sampai kota Subuh Lusalam tuh 20 miliar ya.
05:05Kita kirim, sudah kirim di bulan Januari itu,
05:09untuk Aceh saja,
05:101,279 miliar.
05:12Jadi, mereka cukup cash untuk gerak lah kalau mau.
05:17Tapi sepertinya kendalanya bank cash aja.
05:19Seperti tadi,
05:20administrasi yang tadi membuat mereka lambat juga.
05:23Jadi,
05:24nggak masalah itu untuk cash.
05:27Ini jadi sekarang,
05:28setiap bulan,
05:30setiap awal bulan,
05:30kita kirim ke daerahnya langsung.
05:32tanpa,
05:33tanpa,
05:34tanpa,
05:34tanpa,
05:34tanpa,
05:34tanpa,
05:34tanpa,
05:34tanpa,
05:35tanpa,
05:35tanpa,
05:36tanpa,
05:36tanpa,
05:36tanpa kita kirim.
05:37Sesuai dengan data setahun sebelumnya.
05:39Dari situ kita prediksi.
05:40Jadi,
05:40mereka nggak akan ada kekurangan dana.
05:43Untuk itu.
05:44Pak Menteri,
05:45kami mohon efisiensi yang untuk Aceh.
05:50Bagaimana bisa dikembalikan.
05:52Ibu tahun 2020.
05:52Kan saya udah bilang waktu itu akan kita ini.
05:54Kan saya hanya belum berani ngomong Presiden ini.
Jadilah yang pertama berkomentar