- 7 bulan yang lalu
- #roysuryocs
- #ijazah
- #jokowi
KOMPAS.TV - Dua tersangka dugaan fitnah dan pencemaran nama baik Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis menemui Presiden ke tujuh Joko Widodo di Solo Jawa Tengah Kamis sore kemarin.
Pertemuan itu didampingi oleh kuasa hukum serta relawan Jokowi. Apakah akhirnya Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis memilih berdamai dengan Jokowi? Lalu bagaimana proses hukumnya? Lantas bagaimana dengan para tersangka yang lain, apakah akan melakukan langkah yang sama?
Kita akan bahas bersama Roy Suryo, penggugat ijazah Presiden ke tujuh Joko Widodo yang juga jadi tersangka dalam kasus ini, dan relawan Jokowi Prabowo Gibran David Pajung.
#roysuryocs #ijazah #jokowi
Baca Juga [FULL] Sekjen Rejo & Kuasa Hukum Roy Suryo CS soal Tersangka Ijazah Sowan ke Jokowi, Apa Tujuannya? di https://www.kompas.tv/nasional/642847/full-sekjen-rejo-kuasa-hukum-roy-suryo-cs-soal-tersangka-ijazah-sowan-ke-jokowi-apa-tujuannya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/642849/full-roy-suryo-soal-tersangka-ijazah-temui-jokowi-dari-dulu-saya-tidak-pernah-bersama-dengan-eggi
Pertemuan itu didampingi oleh kuasa hukum serta relawan Jokowi. Apakah akhirnya Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis memilih berdamai dengan Jokowi? Lalu bagaimana proses hukumnya? Lantas bagaimana dengan para tersangka yang lain, apakah akan melakukan langkah yang sama?
Kita akan bahas bersama Roy Suryo, penggugat ijazah Presiden ke tujuh Joko Widodo yang juga jadi tersangka dalam kasus ini, dan relawan Jokowi Prabowo Gibran David Pajung.
#roysuryocs #ijazah #jokowi
Baca Juga [FULL] Sekjen Rejo & Kuasa Hukum Roy Suryo CS soal Tersangka Ijazah Sowan ke Jokowi, Apa Tujuannya? di https://www.kompas.tv/nasional/642847/full-sekjen-rejo-kuasa-hukum-roy-suryo-cs-soal-tersangka-ijazah-sowan-ke-jokowi-apa-tujuannya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/642849/full-roy-suryo-soal-tersangka-ijazah-temui-jokowi-dari-dulu-saya-tidak-pernah-bersama-dengan-eggi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara dua tersangka dugaan fitnah dan pencemaran nama baik Egi Sujana dan Damahari Lubis
00:05menemui Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo di Solo, Jawa Tengah, kami sore.
00:09Pertemuan didampingi oleh kuasa hukum serta relawan Jokowi.
00:13Pertemuan di rumah pribadi Jokowi berlangsung tertutup.
00:17Tak ada keterangan apapun dari Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo
00:20maupun juga dari kubu Egi Sujana dan Damahari Lubis.
00:24Wakil Ketua Dewan Pemina PSI Grace Natali yang sempat menemui Jokowi Dodo menjebut
00:29permintaan maaf dari para tersangka pencemaran nama baik kepada Jokowi Dodo bisa saja dilakukan
00:35namun proses hukum harus tetap berjalan.
00:41Namanya kita kehidupan sesama ya, ada orang yang mau minta maaf tentu kita terima ya, masa nggak terima.
00:51Tapi kalau ada pelanggaran hukum saya pikir itu masalah yang tetap harus diperhatikan.
00:56Proses hukum yang sudah berjalan kan, ya kita hormati prosesnya sudah berjalan.
01:03Agar ada kepastian ya, bukan untuk Pak Jokowi saja tapi untuk seluruh orang di Indonesia
01:09agar tidak dengan semena-mena bisa dicederai.
01:13Saya Jarejo Prabowo Gibran Muhammad Rahmat yang juga hadir dalam pertemuan mengatakan
01:19pertemuan antara Jokowi Dodo, Egi Sujana, dan Damahari Lubis berlangsung dalam suasana baik dan juga hangat.
01:26Tapi ia tidak merinci apakah dalam pertemuan tersebut ada permintaan maaf dari para tersangka pencemaran nama baik Jokowi Dodo.
01:32Alhamdulillah pertemuan berjalan dengan sangat baik, kami semua disambut dengan sangat baik oleh Bapak Jokowi
01:47dan mudah-mudahan pertemuan ini menjadi perekat bagi kesatuan bangsa kita yang akan datang.
01:58Demikian, terima kasih.
01:59Ditambahkan Sekjen Rejo Prabowo Gibran Muhammad Rahmat sebelum bertemu Egi Sujana pernah menitipkan sebuah buku untuk Jokowi.
02:09Buku itu kemudian ditanda tangani Egi Sujana.
02:11Jauh sebelum ditetapkan sebagai tersangka,
02:38Egi Sujana pernah secara terbuka menantang Jokowi memperlihatkan ijasa aslinya ke publik.
02:43Egi bahkan mengaku siap meminta maaf jika Jokowi Dodo memang benar-benar menunjukkan ijasa aslinya.
02:49Saya pernah bilang di pengadilan, jika Jokowi menunjukkan ijasa asli, case close, tutup kasus.
02:58Saya minta maaf maupun mau, tapi kalau tidak ya saya kejar terus.
03:03Sudah kurang lebih 4 tahun berjalan ini.
03:05Apakah pertemuan antara Egi Sujana, Damai Hari Lubis dan juga Jokowi Dodo ini mengartikan Egi Sujana dan Damai Hari Lubis memilih jalur damai dengan Jokowi Dodo?
03:17Lalu bagaimana proses hukumnya?
03:19Bagaimana juga dengan para tersangka lain?
03:21Apakah kubur Roy Surya CS juga akan melakukan langkah yang sama?
03:24Meminta maaf menemui Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo?
03:27Kita bahas malam hari ini bersama Roy Surya, pengugat ijasa Presiden ke-7 Jokowi Dodo yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
03:35Mas Roy, selamat malam.
03:36Malam Mbak Audrey.
03:37Ada juga relawan Jokowi Prabowo Gibran, David Paju.
03:40Bang David, selamat malam.
03:41Malam Mbak Audrey, malam.
03:43Malam Mas David.
03:44Oke, saya mau nanya ke Mas Roy.
03:46Jadi kemarin pertemuannya Bang Egi dan Bang Damai ini atas pengetahuan Mas Roy gak sih?
03:51Enggak, tapi ada sesuatu yang baru saya ceritakan dan saya kira ini harus dibuka semuanya.
03:55Tangan ada yang ditutup-tutupi karena tadi siang Egi Sujana menelpon di dekat saya, salah seorang teman di dekat saya.
04:05Dan kebetulan saya terima atau saya dengar omongannya dan itu direkam.
04:09Apa isinya?
04:09Ada yang menarik ya.
04:11Satu, Gris Natali tadi kan bilang ada permintaan itu mungkin.
04:16Bohong.
04:17Gak ada sama sekali kata Egi permintaan maaf.
04:19Tidak ada.
04:20Satu.
04:21Oke, satu.
04:22Dan dalam pertemuan itu Jokowi hanya hehehe.
04:25Oke, tapi sebelum ke sana Mas Roy, sebenarnya menginisiasi pertemuan benar Bang Egi?
04:30Saya gak tahu itu.
04:31Jadi kalau itu, ya saya bilang iya, kalau enggak saya bilang enggak.
04:34Tapi ada keterlibatan si Darmizal, ada keterlibatan.
04:37Jokowi ini juga menarik.
04:39Karena dua orang itu adalah yang pernah akan menggulingkan Partai Demokrat.
04:45Jadi kan artinya memang ini akan jadi besar ini kasus ini.
04:48Dua orang itu kan terlibat dalam kongres luar biasa palsu.
04:52Nanti benar ya, ada orang besar yang masih di belakang.
04:53Apa?
04:54Orang besarnya gak tahu tanya si Darmizal sama si Rahmat itulah.
04:58Oke, kita balik dulu ya sebelum sampai ke sana.
05:00Oke, kita balik dulu.
05:01Jadi ke sana tidak ada permintaan maaf.
05:05Tidak ada.
05:05Kata Egi tadi.
05:07Dan itu tolong, kalau Egi jujur, minggu depan dia janji tadi.
05:11Memang.
05:11Minggu depan, hari Jumat, itu akan cerita semuanya.
05:13Ceritakan semua itu.
05:15Yang pertama.
05:15Yang kedua, kami kalau dalam tim kuasa hukum, advokasi, dan akademisi, kita tertawa malah.
05:22Oh, cuma segitu tuh akhirnya kalian berdua itu.
05:25Kita kan menertawakan aja mereka.
05:27Untuk menertawakan Bang Egi dan juga Bang Dawan.
05:29Iya, ternyata cuma sampai segitunya.
05:32Itu bukan pejuang namanya, tapi pecundang.
05:34Bisa jadi mungkin jangan jalan, kalau gitu alasan ketemunya kenapa?
05:37Nah, makanya itu tanyakan ke Egi.
05:39Jadi saya kira, untuk baiknya, Egi harus menerima telpon dari redaksi.
05:44Jadi udah pecah dong nih?
05:46Kenapa?
05:46Kongsinya udah pecah.
05:47Dari dulu memang kami gak pernah setak.
05:49Saya tidak pernah bersama-sama dengan Egi.
05:52Dalam satu kuasa hukum, gak ada.
05:53Oke.
05:54Egi juga tidak dibawa Pak Kosinudin.
05:56Egi juga tidak dibawa Abraham Samad.
05:58Juga tidak dibawa Pak Petrusel.
05:59Misteri yang sama aja.
06:00Iya.
06:01Yang ketiga, yang paling penting.
06:03Egi harus jujur.
06:04Sebutkan juga siapa orang lain yang ada dalam pertemuan itu.
06:07Karena informasi A1 yang disampaikan oleh Egi Sujana.
06:11Dari mulutnya Egi Sujana.
06:12Itu ada dua polisi aktif yang ikut.
06:15Dan polisi itu menangani perkara ini.
06:17Itu gak boleh.
06:18Dari Polda maksudnya?
06:19Iya, Pak Prabowo harus tertipkan anggota ini.
06:21Atau Kapolri harus tertipkan.
06:23Gak boleh ada polisi aktif lagi menangani.
06:25Ikut apa tujuannya ada di situ?
06:27Oke, dari tiga tadi yang disebutkan maksudnya kita bedah satu-satu.
06:30Pak David, jadi pertama bener, kalau Bang Egi, Bang Damai, kehadirannya jauh-jauh di Jakarta ke Solo, bukan untuk minta maaf ke Pak Jokowi.
06:39Nah, itu kan versinya Mas Roy ya.
06:42Nah, kebetulan teman saya, kawan-kawan kami dari Rejo, relawan Jokowi itu yang mendampingi.
06:48Mendampingi, bahkan mendampingi sebelum pertemuan ke Solo itu, dua kawan saya, sahabat saya ini juga sudah bertemu Mas Egi.
06:58Nah, di sana kalau kata Mas Roy tadi itu versi Mas Roy, di sana ada permintaan maaf, clear.
07:02Bahkan sebelum permintaan maaf itu ada doa dari Mas Egi sendiri.
07:07Nanti kita usul dengan Egi ya.
07:08Berdoa, ini informasi langsung oleh teman-teman saya yang mendampingi.
07:12Informasi dari Egi.
07:13Oke, ada doa, ada permintaan maaf, dan sebagai yang berkali-kali saya bilang ke Mas Roy,
07:19siapapun yang menemui Pak Jokowi, bahkan sudah menyerang, memfitnah Pak Jokowi, pasti akan diterima.
07:25Karena Pak Jokowi itu punya jiwa besar, negarawan, mantan presiden, yang pasti itu semua mantan-mantan rakyatnya ketika beliau memimpin.
07:35Jadi pintu terbuka lebar untuk Mas Egi, Pak Damai Lubis, diterima secara bagian dari sahabat dan teman.
07:42Kalau dari kawan-kawannya Bang David mengatakan, kira-kira permintaan maafnya Bang Egi disebabkan kenapa?
07:49Pertama, karena memang terlalu menyudutkan Pak Jokowi, atau kedua, memang mengakui bahwa ijasahnya Pak Jokowi asli dan minta maaf?
07:56Pertama, tadi sendiri ya, tadi ada statement dari Pak Egi sendiri.
08:00Kalau saya sudah lihat atau Pak Jokowi menunjukkan ijasa, saya pasti akan minta maaf.
08:03Kayaknya itu di Juli 2025?
08:05Ya, jauh sebelumnya.
08:06Nah, sekarang sudah ditunjukkan kan, di depan Ota.
08:08Itu gak asli.
08:10Sudah ditunjukkan, akhirnya Egi, apapun seorang Egi Sujana, tetapi saya memberi jempol, ada jiwa besar ya.
08:19Sebagai anak bangsa, dia mengakui kesalahan, meminta maaf, bahkan menepati janji bahwa kalau saya melihat ijasa asli Pak Jokowi,
08:26saya akan minta maaf, tapi juga pada sisi lain, karena ini sudah bergulir pada ranah hukum ya, Pak Jokowi selalu mengatakan,
08:34siapapun minta maaf, pasti dalam sisi kemanusiaan, sebagai sesama manusia, sebagai sesama anak bangsa, pasti saya maafkan.
08:42Tapi hukumnya jangan terus.
08:43Itu keputusan.
08:45Pak Jokowi gak mungkin bisa dan ingin mengintervensi proses hukum.
08:50Oh, udah ditetapkan sebagai tersangka?
08:51Iya, kecuali atas dasar pertimbangan penyidik, mengatakan bahwa SP3, misal ya, kan itu bisa jadi, tetapi itu bukan bagian dari intervensi Pak Jokowi.
09:02Karena Pak Jokowi selalu mengatakan, hukum kita tegakkan ya, siapapun dari sisi kemanusiaan saya pasti maafin.
09:08Tetapi kan proses hukum, Pak Jokowi gak mungkin intervensi, silahkan, hukum most of...
09:12Oke, Bang Davi, jadi saya mau perjelasin di sini, bahwa kemarin itu meminta maaf Bang Egi, ditetapkan sebagai tersangka,
09:18Minta maafnya itu karena memang berarti akhirnya mengakui ijazah Pak Jokowi asli.
09:23Iya, apa yang disampaikan Mas Egegan?
09:24Kalau saya lihat, ditunjukin aslinya, saya akan minta maaf.
09:28Berangkat ke sana sekarang.
09:29Itu Mas Roy, katanya udah ditunjukkan, jadi akhirnya minta maaf.
09:31Udah berangkat ke rumah Pak Jokowi kan?
09:32Jadi kita tunggu, jauh-jauh lagi.
09:34Kita tunggu statement asli dari Egi Sujana.
09:36Karena saya dengar langsung suara Egi Sujana, dan itu ada rekamannya,
09:40tadi kepada sahabat saya, yang mengatakan tidak ada permintaan maaf.
09:43Kemudian ada dua polisi aktif yang juga menangin masalah ini, ada juga di situ.
09:49Itu nggak boleh sama sekali.
09:50Pak Prabowo tolong tertipkan ini, ya nggak boleh.
09:52Tapi kalau misalnya nggak minta maaf, kalau gitu ngapain jauh-jauh datang?
09:55Ya nggak tahu, makanya kita gini, daripada kita ngomong testimonium di audit itu,
09:59saya juga mendengar, misalnya saya mendengar langsung suara dia.
10:02Tapi kalau bang, ini kan mendengar langsung dari,
10:05teman saya yang mendengar.
10:07Karena kan teman yang sudah datang ya.
10:08Dan kita dapat info.
10:10Ya, sahabatnya kan juga terlibat lah dalam dulu pemegalan partai.
10:15Satu lagi nih.
10:15Sudah, konditernya sudah jelas lah dia lah.
10:18Dua orang itu, Hater Misa sama Rahmat, sudah jelas lah.
10:21Sekarang gini, Mas Roy.
10:22Kita tunggu aja Egi Sujana untuk ngomong.
10:24Sudah, gitu aja.
10:24Itu paling bagus.
10:26Sujana, orang yang punya jiwa besar, saya kasih jempol.
10:28Nah, sekarang kita nunggu giliran Mas Roy.
10:30Kapan mau berangkat ke seluruh?
10:31Ngapain?
10:32Tak dampingin, Mas.
10:33Ngapain?
10:34Untuk apa?
10:34Untuk minta maaf?
10:35Untuk minta maaf.
10:36Ngapain juga?
10:36Dia yang harus minta maaf ke seluruh hidup Indonesia.
10:38Dia memaafkan, syukur-syukur nanti proses penyidikan ada jalan keluar.
10:42Lebih dari 10 tahun, dia menikmati rakyat dengan ijasa yang 99,9% palsu.
10:48Tapi Bang Egi aja dikatakan, katanya sudah minta maaf dan artinya mengakui bahwa.
10:52Mau ke Soloknya, Mas.
10:54Sekarang kita tunggu.
10:55Ngapain dia yang harus minta maaf ke seluruh hidup?
10:57Dan gak harus ke saya?
10:59Ngapain ke saya?
11:00Ya, tidak ada salahnya ke seluruh hidup yang kesana.
11:03Ngapain juga kesana?
11:05Mas Rui sekarang tersangka datang ke Sonok tak dampingin.
11:07Alah, ngapain juga?
11:09Ada juga gak punya legal standing untuk melakukan itu.
11:11Kan saya juga menganggap kasihan Mas Rui.
11:13Gak ada yang kasihani.
11:14Dia yang harus dikasihani.
11:15Nah, sekarang sudah menjadi tersangka.
11:17Dari apa ada yang itu?
11:19Apalagi kemarin ada laporan baru Mas Rui.
11:21Oh iya.
11:21Sekarang begini.
11:22Justru orang-orang itu yang harus kemudian menerima.
11:25Ya, nanti panggilan dari Paul Dami terus ya.
11:26Karena kemudian melakukan tindakan pencemaran nama baik dan kemudian fitnah.
11:30Dan laporan saya sudah masuk kepada tujuh orang.
11:33Gini.
11:33Tujuh orang.
11:34Kaitan dengan itu Mas Rui ya.
11:36Ini saya bilang juga.
11:37Mungkin Bapak-Bapak, Polda, dengarlah suara aspirasi Rakyat dan kami.
11:42Apa rakyat?
11:42Karena selama ini Mas Rui CS ini sudah tersangka, masih dibiarkan terus di luar.
11:47Oh iyalah.
11:48Akhirnya terus mengulang-ulang perbuatan.
11:49Ini kan turunan-turunan dari kasus ini.
11:57Berkembang menjadi efek domino, kasus baru.
11:59Mas Rui melaporkan lagi yang lain.
12:00Semua awalnya dari Ijazah Pausul Jokowi.
12:04Mas Rui masih bebas di luar kan?
12:06Jadi maksudnya dia mau bilang tolong ditahan.
12:08Itu aja kan?
12:09Cuma mau bilang gitu kan?
12:10Ini jahat banget orang.
12:11Jadi gak ada.
12:12Karena ini sudah ditapkan sebagai tersangka.
12:14Penahanan itu menurut KWP baru, KWP baru itu sekarang harus ada tujuh syaratnya.
12:20Gak bisa lagi KWP baru itu kemudian hanya melakukan dengan hanya dua atau empat syarat yang ada.
12:25Tapi yang jelas gini, untuk fairnya, Egi Zujana ya itu harus di depan publik.
12:30Kalau perlu bikin wancara eksklusif lah dengan kompas.
12:33Loh tadi ada kutipan tadi loh mas.
12:34Gak, itu kutipan udah lama.
12:36Mas Egi katakan.
12:38Di 2025.
12:38Ada itu lama itu.
12:41Pak Jokowi itu CBM.
12:42Ya itu lama.
12:43Kedas, berani, militan.
12:45Itu sebuah pengakuan.
12:46Artinya Bang David ketika Bang Egi ini kesana adalah ia juga mengakui kesalahan.
12:51Pernah mengatakan kejasahnya Pak Jokowi.
12:53Jangan insinuasi.
12:55Kita harus kasih jempol.
12:56Jangan membuat persepsi atas kelakuan cita orang.
12:59Masih punya moral yang kuat.
13:02Orang ciri-ciri orang bermoral itu dan punya jawa besar adalah ketika sadar bahwa ada kesalahan meminta maaf.
13:07Itu baru jempol.
13:08Tetapi kalau seperti Mas Roy, udah jelas-jelas tersangka masih terus entengnya bawa.
13:14Loh enteng karena udah jelas.
13:15Pak Jokowi yang harus minta maaf.
13:16Bagaimana caranya jangan dipolak-tahan.
13:18Ijasa palsunya terus diuji secara independen oleh laboratorium forensik independen.
13:22Sudah dikasih.
13:23Karena itu sudah jelas.
13:24Sudah di uji, sudah diperlihatkan juga.
13:26Ega, harus ada laboratorium forensik independen.
13:29Tunduk menerima suma termasuk.
13:32Apalagi kuasa hukumnya.
13:34Apalagi kuasa hukum yang kata-kata tangannya bisa masuk.
13:36Gimana bisa?
13:37Gimana?
13:38Ya tangannya bisa masuk gimana?
13:39Ada plastik alam, air mata itu biasa.
13:42Jadi Anda juga nggak percaya sama polda kerjanya?
13:44Bukan.
13:45Harus ada yang berbagai independen.
13:47Karena polda, ya, kasus, apa namanya, tembak-tembakan yang ketika kemudian waktu itu kuatannya tembak-tembakan,
13:54ternyata itu adalah kasusnya si Joshua Huta Barat.
13:59Ternyata tidak.
14:00Oke, kalau gitu pertanyaan selanjutnya adalah apakah oke kalau misalnya masih terus melihat bahwa ijasa Pak Jokowi palsu begitu menuding Mas Roy.
14:10Apakah tidak ada niatan sedikitpun Mas Roy ketemu dengan Pak Jokowi?
14:14Minimal hanya ketemu saja.
14:15Ini ujian orang dan bentuk.
14:16Oke.
14:16Ujian orang dan bentuk.
14:17Ini ujian orang dan bentuk.
14:19Di pengadilan nanti.
14:24Mas Roy, apakah pertanyaannya tahu dulu kalau misalnya orang itu salah atau nggak baru minta maaf?
14:30Kenapa datang aja?
14:31Yang penting itu datang tuh.
14:33Jokowi datang di pengadilan di Solo.
14:36Bukannya Mas Roy yang...
14:37Ngapain?
14:37Kan katakan pengadilan.
14:39Dia kan bilang, nanti dibuktikan.
14:40Udah, buktikan Jokowi Dodo hadir di pengadilan citizen lawsuit yang ada di Solo itu.
14:46Kemarin nggak datang.
14:47Jadi artinya sampai kapanpun tidak akan datang.
14:49Kecuali dia berkata, oke saya mengakui ijasa ini 99,9 persen palsu.
14:54Terbalik-balik.
14:55Udah, udah jelas.
14:55Bukan terbalik.
14:56Bukan terbalik.
14:56Bukan terbalik.
14:56Bukan terbalik.
14:57Bukan terbalik.
14:57Bukan terbalik.
14:57Bukan terbalik.
14:57Bukan terbalik.
14:58Tidak ilmiah.
14:59Dan untuk fair gini ya.
15:00Daripada nanti orang lain mengatakan orang lain.
15:02Egi Sujana, buktikan ucapanmu siang hari tadi ya setelah terbuka.
15:07Bikin konversi pes.
15:08Kalau perlu bikin eksklusif boleh lah gitu.
15:10Atau dengan TV lain gitu.
15:12Ngaku pertemuan itu kemarin dia dulu siapa.
15:15Sebutkan juga kalau Anda tadi mengatakan ada dua polisi aktif.
15:18Sebutkan siapa polisi aktifnya.
15:20Dan itu supaya Pak Prabowo juga tahu.
15:22Pak Kapolri juga tahu.
15:23Tidak boleh.
15:25Emang benar ada yang datang Bang?
15:26Nah makanya itu.
15:27Ini.
15:28Gak boleh itu.
15:28Mas Roy, seandainya pun ada polisi uang.
15:33Itu rumah mantan presiden.
15:35Gak boleh polisi yang lagi menangani perkara ikut datang.
15:38Harus ada tetap pengawalan.
15:40Pengawalan oke.
15:41Apa kurangnya kompol syarif?
15:43Dalam konteks sebagai mantan presiden.
15:46Oke.
15:46Ada privilege pengawalan.
15:47Tapi kenapa harus polisi yang menangani perkara?
15:50Suka gak suka Mas Roy.
15:52Ini kan bagian dari satu proses kasus ya.
15:55Mas Egi dan kawan-kawan termasuk Mas Roy itu kan sebagai terdakwa.
15:59Eh tersangka.
16:00Apa yang terdakwa?
16:01Tersangka.
16:02Belum-belum.
16:03Dan teman-teman yang lain itu terlapor.
16:05Masih tersangka.
16:06Nah kemudian Pak Joko ini sebagai pelapor kan.
16:08Nah dua orang yang berhadapan ini bertemu kan bisa saja terjadi sesuatu sehingga antisipasi ke polisi.
16:16Gak boleh polisi yang lagi menangani perkara itu.
16:18Untuk hadir di situ.
16:20Coba kalau orang lepas kendali emosi.
16:22Oh iya.
16:23Ya kan ada kompol syarif dan kawan-kawan.
16:25Tapi yang jelas gini.
16:26Gak ada salahnya sama sekali kepolisian hadir di situ.
16:29Kalau polisi yang menangani perkara jauh.
16:31Polda.
16:32Saya dari Polresta Surakarta.
16:33Jangan diporeng lagi loh Mas Roy.
16:34Gak apa-apa.
16:35Polta Besurakarta silahkan.
16:36Oke.
16:36Tapi kalau misalnya itu buat itu.
16:37Oh yang dipertanyakan karena dari Polda yang menangani.
16:40Tapi yang jelas gini.
16:40Loh Polda kalaupun Polta Metro.
16:42Kenapa tunggu ya dari Egi?
16:44Sebaiknya apa?
16:45Supaya tidak ada cerita.
16:46Cerita kebelakang itu kan bergembang-gembang.
16:48Terus kemudian ada cerita soal cair-cair.
16:50Nah makanya supaya Egi saya menunjukkan.
16:53Makanya supaya yang kepercaya cair kan.
16:54Jangan sampai dia kemudian dituduh terima uang haram nih.
16:57Apalagi nih anti uang haram.
16:59Jadi harus anti uang haram.
17:00Waduh.
17:02Supaya dia tidak dituduh begini.
17:05Egi harus cepat lah.
17:06Maksudnya anti uang haram gimana?
17:08Ada tuduhan itu.
17:10Ini bahaya nih.
17:11Makanya.
17:12Yang jangan sampai Mas Roy pun nyugus.
17:13Seolah-olah.
17:14Mas Egi itu dapet duit.
17:17Wah ini bahaya lah.
17:18Makanya supaya Egi sudah tidak dituduh dapet gibah uang haram.
17:22Cair-cair-cair-cair.
17:23Ini udah beredar nih sekarang.
17:25Oke Egi segera lah.
17:26Oke.
17:26Tapi yang minus.
17:28Masalah segap minta.
17:29Makanya Faisal juga jelaskan.
17:31Rekening Mas Roy diaudit atau cek.
17:32Rekening semua orang diaudit.
17:33Berarti ada juga gitu ya?
17:35Gak ada.
17:36Silahkan aja.
17:36Silahkan.
17:37Bukar gitu loh.
17:38Jangan sampai ada uang haram.
17:39Ini pertanyakan juga kenapa gak harus dilakukan.
17:41Pertama pertemuan harus dilakukan secara tertutup.
17:44Nah itu aneh kan?
17:45Ini diam-diam atau mbak?
17:46Dan ketiga kenapa?
17:46Aneh itu.
17:47Kenapa tidak.
17:48Makanya ada polisi kan ini tadi sendiri.
17:50Nah itu kan aneh kan?
17:51Ada polisi berarti juga ada saksi.
17:53Polisi jangan yang menangani perkara.
17:55Kemudian ada teman-teman relawan.
17:57Teman-teman saya ada ya.
17:59Kemudian yang berikut.
18:00Ini kalau tadi.
18:01Ini saya jahit lagi kembali.
18:03Kalau ada sekarang yang berkembang di publik.
18:05Bahwa ada orang besar.
18:06Ada duit di belakang itu.
18:07Nah ada duit itu.
18:08Jangan sampai ada ini anti uang haram ya?
18:10Kata Faisal Laskap.
18:12Cek rekening Mas Roy.
18:13Mas Roy bilang gak ada ini nih.
18:15Kemudian Mas Roy mengatakan.
18:16Ada duit haram ke siapa?
18:18Ke siapa nih Mas?
18:18Ya makanya jangan sampai ada tuduhan uang haram.
18:20Mungkin kerelawan-relawan Jokowi itu pada terima semua itu.
18:22Siapa?
18:23Oh.
18:23Kita ini bergerak dalam idealisme.
18:25Mana dia bergerak.
18:26Enggak ada itu.
18:27Ada orkestrasi kayak gitu.
18:28Kita ini bekerja atas dasar idealisme.
18:32Sebagai anak-anak bangsa.
18:33Ada anak bangsa.
18:34Yang salut pada visi-visi seorang Jokowi.
18:37Dan kerja-kerja politik Jokowi yang utama.
18:39Kalau kita balik lagi.
18:40Kenapa enggak Mas Egy langsung lakukan konferen.
18:43Itu lah makanya.
18:44Umumin ke publik bahwa apa yang kita lakukan.
18:46Lalu ke depan.
18:47Tapi kelamaan gak bang?
18:48Mas Mas Roy kan udah dijanjiin juga Mas Egy.
18:50Ketanya ke depan.
18:51Tampaknya kelamaan.
18:51Memang kalau Mas Egy juga bilangnya seperti itu.
18:53Tapi pertanyaannya kenapa tidak disegerakan saja kan?
18:55Setuju.
18:56Enggak tahulah itu kenapa.
18:57Yang lebih tahu lebih teman-teman nih.
18:59Sahabatnya nih Mas Roy.
19:01Kalau gitu ketika kemarin Bang Egy, Bang Damai sudah pergi.
19:06Solo jauh-jauh.
19:07Harusnya Mas Roy ke Solo juga.
19:08Mas Roy gimana?
19:09Ngapain juga Jokowi harus datang ke sidang di pengadilan negeri Surakarta TLS.
19:15Itu aja.
19:15Pasti maafin.
19:16Ngapain?
19:17Apanya?
19:17Enggak ada butuh maafnya dia.
19:19Dia harus minta maaf ke rakyat.
19:20Inimal dia harus minta maaf ke pengadilan negeri.
19:22Siapa yang korban?
19:23Siapa pelapor?
19:24Siapa yang tersangka?
19:25Kita-kita ini korban kriminalisasi dari Jokowi.
19:28Bagaimana?
19:29Kalau itu.
19:29Sudah ada korbannya.
19:30Kalau kriminalisasi sudah pasti SP3.
19:32Makanya kita tunggu aja.
19:34Alat putih 700 lebih.
19:35Jokowi minta maaf ke rakyat.
19:36Saksi Ali 20 lebih.
19:37Dan dia datang ke pengadilan.
19:39Saksi-saksi 120 lebih.
19:41Atau dari mana itu kriminalisasi?
19:41Dan Egy Sujana kemudian datang menjelaskan kepada rakyat.
19:46Supaya tidak bergembang giba-giba sampai ketuduhan uang.
19:49Ada duit ya?
19:49Jadi artinya memang pecah kongsi.
19:52Tidak ada pecah kongsi.
19:53Jadi dulu kami gak pernah sepongsi.
19:55Berarti ada duit di belakang orang besar itu ada ya?
19:57Gak tahu ada di belakang orang cukring mungkin yang ada.
20:00Di belakang orang cukring, di belakang orang kurus.
20:03Ini terluar ke meskipun.
20:04Kalau saling tuduh-nuduh itu apakah tidak sebaiknya juga Bang David nih dalam acara program Sapa Indonesia Malam juga meminta untuk Mas Roy.
20:11Yaudah ketemu aja minimal dulu gitu.
20:12Ya Jokowi minta maaf ke rakyat lah.
20:14Saya dampingin kalau mau.
20:15Bener saya janji loh.
20:16Gak ada legal tadi ya.
20:18Gak usah lah.
20:18Gak usah lah.
20:18Gak usah lah.
20:18Gak usah lah.
20:19Gak usah lah.
20:21Gak usah lah.
20:21Gak usah lah.
20:21Gak usah lah.
20:22Gak usah lah.
20:22Gak usah lah.
20:23Gak usah lah.
20:23Gak usah lah.
20:23Sama dengan Mas Egi.
20:27Kita semua kasihan ya.
20:28Maafin tapi Pak Jokowi bilang ya soalnya saya nggak tahu.
20:30Kasihan juga dengan Egi dan kasihan dengan Dameril.
20:34Ini udah lah.
20:34Kenapa malah melakukan praktek yang menurut saya nggak bagus kayak gini.
20:38Kita semua menetawakan kok itu.
20:40Apa yang dilakukan Egi kemarin sama DIA.
20:42Oke jadi artinya disini tetap Mas Roy berkeyakinan bahwa tetap tudingannya Mas Roy adalah ijazah Pak Jokowi tidak asli.
20:48Dan dia jatah maaf ke rakyat.
20:49Bang Egi juga udah pergi ke sana.
20:51Ya silahkan Egi.
20:52Egi buktikan palu persidangan nantikan.
20:54Ini kan tinggal di sidang CLS.
20:57Dari kejaksaan aja kan.
20:58Jokowi sedang di ALS tanggal 13 atau tanggal 20.
21:01Masuk Januari ini.
21:02Oke dan kemarin juga kan Mas Roy juga sebenarnya melaporkan ya.
21:05Oh iya ada tujuh.
21:07Apakah itu perlu termul itu.
21:09Itulah efek domino karena Mas Roy dan kawan-kawan masih dibiarkan berkeliaran di luar airnya.
21:14Ada turunan-turunan yang dilakukan lagi.
21:15Memang mereka semua melakukan headspace.
21:17Melakukan lagi membuat kekeseruan baru.
21:19Kenapa Mas Roy?
21:20Aku biarin aja.
21:21Harusnya duduk mana?
21:21Enggak lah mereka itu jelas-jelas jahat.
21:24Keisro membuat hoax.
21:25Enggak ini udah ijazahnya saya palsu.
21:26Sudah saya terlibat.
21:27Gini Mas Roy.
21:28Gak boleh kayak itu ngasih.
21:29Tapi Mas Roy itu spin.
21:31Gak usah.
21:32Anda kan tidak pernah saya tuntut.
21:33Kalau yang saya tuntut ya gak usah.
21:34Udah lah gak usah.
21:35Gak butuh penjelasannya.
21:36Gak butuh penjelasannya gak usah.
21:39Yang penting Jokowi harus ditambah maaf.
21:41Sebagai pendukungnya Pak Jokowi.
21:42Mas Roy di ijazah dengan KTP beda.
21:44Nah seperti yang mas persoalkan Pak Jokowi.
21:48Loh KTP beda.
21:49Itu agak penjelasannya jelas.
21:51Ada nama ini loh.
21:52Loh iya.
21:52Itu sudah ada keterangannya sangat jelas.
21:54Jadi gak bohong teman-teman itu mengatakan.
21:55Bukan gak bohong.
21:56Mereka nukleng ijazahnya palsu.
21:58Itu yang bohong.
21:59Memalsuan dokumen.
22:00Enggak.
22:00Itu yang salah.
22:01Makanya salah.
22:02Karena beda.
22:04Beda itu boleh-boleh aja.
22:05Ada keterangannya.
22:06Mas Roy bisa menuduh Pak Jokowi palsu hanya karena katanya fotonya.
22:09Gak ada loh kalau itu jelas.
22:11Loh ini beda nama kok.
22:12Beda nama ada penjelasannya resmi.
22:14Gak boleh asum.
22:14Itu tuduhan.
22:15Itu hipotesa mas.
22:16Itu tuduhan.
22:17Dugaan.
22:17Bukan.
22:18Itu tuduhan.
22:19Udah tuduhan.
22:20Udah jelas itu udah dianalisis.
22:21Itu hipotesa.
22:22Tapi kenapa gak dibiarin aja mas Roy artinya adalah tetap fokus aja ke tudingan mas Roy sendiri.
22:28Karena mereka melakukan spin.
22:29Mereka udah melakukan spin.
22:31Mau membelokan ijazah palsunya Jokowi dengan saya.
22:34Kalnyal kan.
22:34Kemudian munggu saya hambalang.
22:36Kalnyal.
22:36Kalnyal.
22:36Kalnyal saya diwakili.
22:38Kalnyal saya diwakili mereka gitu lah.
22:39Mereka sayang mas Roy.
22:40Gak ada.
22:41Yang penting gini.
22:42Kausa primanya itu Jokowi.
22:44Jokowi yang harus bertanggung jawab.
22:45Oke.
22:46Waduh udah.
22:47Supaya Egi juga dengan DHL tidak ditutuh terima ini.
22:50Tapi ini luar biasa loh.
22:51Mas Roy dituduh katanya ada duit haram.
22:53Iya makanya.
22:54Makanya.
22:55Supaya tidak ada tuduhan itu.
22:56Berarti ada orang pesan ada pemodal di belakang itu.
22:58Wah itu cungkring itulah.
22:59Berarti artinya di sini Mas Roy juga menegaskan bahwa tidak akan pernah menemui Pak Jokowi seperti.
23:04Dia menunggu rakyat.
23:05Dia datang di sidang pengadilan.
23:06Oke.
23:07Pak Jokowi yang harus menunggu Mas Roy.
23:09Minta maaf.
23:10Lata damping ini.
23:10Oke.
23:11Kita tangkap pesannya.
23:12Mas Roy terima kasih.
23:13Makasih.
23:14Tunggu ya di sidang.
23:15Makasih.
23:16Mbak Andre.
23:16Makasih.
23:17Usai jadi tetap bersama.
Komentar