- 2 hari yang lalu
- #fiskal
- #menkeu
- #purbaya
- #ekonomiindonesia
- #breakingnews
KOMPAS.TV - Menkeu Purbaya menarik kembali dana SAL di perbankan ke himbara senilai Rp 75 Triliun.
Apakah kebijakan tersebut karena melesetnya hitungan fiskal? Serta, apakah ini menjadi konfirmasi bahwa kondisi fiskal Indonesia sedang tertekan?
Simak dialog Kompas TV bersama Jahen F. Rezki, Ekonom dan Peneliti LPEM FEB Universitas Indonesia.
Baca Juga Terbukti Korupsi Jiwasraya, Eks Pejabat Kemenkeu Isa Rachmatarwata Divonis 1,5 Tahun Penjara di https://www.kompas.tv/nasional/642409/terbukti-korupsi-jiwasraya-eks-pejabat-kemenkeu-isa-rachmatarwata-divonis-1-5-tahun-penjara
#fiskal #menkeu #purbaya #ekonomiindonesia #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/642527/full-menkeu-purbaya-tarik-duit-di-himbara-hitungan-fiskal-meleset-begini-sorotan-ekonom
Apakah kebijakan tersebut karena melesetnya hitungan fiskal? Serta, apakah ini menjadi konfirmasi bahwa kondisi fiskal Indonesia sedang tertekan?
Simak dialog Kompas TV bersama Jahen F. Rezki, Ekonom dan Peneliti LPEM FEB Universitas Indonesia.
Baca Juga Terbukti Korupsi Jiwasraya, Eks Pejabat Kemenkeu Isa Rachmatarwata Divonis 1,5 Tahun Penjara di https://www.kompas.tv/nasional/642409/terbukti-korupsi-jiwasraya-eks-pejabat-kemenkeu-isa-rachmatarwata-divonis-1-5-tahun-penjara
#fiskal #menkeu #purbaya #ekonomiindonesia #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/642527/full-menkeu-purbaya-tarik-duit-di-himbara-hitungan-fiskal-meleset-begini-sorotan-ekonom
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Intro
00:00Gini, pajak seperti yang anda lihat sebelum-sebelumnya
00:16berada di bawah target yang di APBN
00:20jadi kita gak memungkir itu kan karena ekonomi jelek
00:25berapa bulan sebelumnya, sekarang di bank ada dua rat
00:29sisanya yang di bank ada dua ratu satu triliun yang di perbankan
00:33yang tujuh enam kita akan kita tarik tapi kita belanjakan lagi
00:37jadi masuk ke sistem tapi gak langsung dalam bentuk uang saya di bank
00:41tapi uangnya masuk ke sistem lagi
00:43jadi tadinya di bank, saya tarik, belanjain lagi satu
00:47Saya Diyomiga Sari Anjaya, sudah bersama Pak Jahen F. Reski
00:52awal tahun 2026 kita langsung mengegas Pak
00:56karena ada salipan-salipan di tikungan dan ternyata ada rem darurat
01:00yang pertama adalah tentang pemindahan saldo anggaran lebih sal
01:04ini adalah nyalip di tikungannya Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa
01:09ada dua kali nyalip di tikungan yaitu 12 September 200 triliun
01:1410 November 76 triliun
01:16duit sal yang ada di Bank Indonesia ditarik ke Himbara
01:19memberikan likuiditas tujuannya menyalurkan kredit agar lebih ekspansif
01:25Januari awal tahun 2026 ternyata ada rem darurat yang ditarik setelah nyalip di tikungan
01:32dengan menarik kembali uang yang ada di Himbara 75 triliun rupiah
01:36pertanyaan kami adalah Pak
01:39apakah ini konfirmasi bahwa fiskal kita memang tertekan?
01:45ya jadi makasih ya Bu Mega buat undangannya
01:47ini mungkin menggambarkan adanya perubahan kebijakan dan juga pemerintah lebih realistis ya
01:56dan juga lebih aware dengan apa yang terjadi dengan kondisinya
01:59jadi kalau kita lihat memang alasan utama kenapa
02:02Menteri Keuangan dan juga perintah menambahkan likuiditas
02:05karena mereka menganggap isunya di likuiditas
02:08ya jadi mereka menambahkan injeksi
02:10dan kita melihat memang ada peningkatan dari jumlah uang primer yang beredar
02:14jadi M0 nya naik tuh di bulan September-Otober
02:17tapi kan kita udah bahas ya semua orang juga udah bilang bahwa
02:20isunya bukan di masalah likuiditas
02:22isunya adalah di masalah orang belum berani untuk mengekspansi bisnisnya
02:26belum berani minjam karena mereka masih cukup pesimis dengan kondisi yang ada
02:30jadi ini sebenarnya bukan masalah ekonominya
02:33tapi banyak faktor non-ekonomi yang membuat
02:35kenapa program ini mungkin gak berjalan dengan optimal
02:38nah sekarang balik ke pertanyaan awalnya
02:41ini menandakan apa gitu
02:43jadi perubahan dinamika kebijakan perintah
02:45menggambarkan memang pertama adanya perubahan ya
02:48ataupun realita yang harus dihadapi oleh pemerintah
02:51kita tahu bahwa di awal tahun memang SAL biasanya akan digunakan untuk buffer ya
02:55karena kan di tahun-tahun baru
02:56jadi awal per tahun biasanya pemerintah belum punya cash tuh untuk bisa digunakan
03:01sehingga salah ya menjadi salah satu penggunaannya
03:04yang kedua juga mungkin pemerintah melihat bahwa memang ada kebutuhan dana yang cukup besar
03:09gitu jadi kenapa duit yang awalnya ditaruh di perbankan itu ditarik
03:13ya karena pemerintah butuh banyak spending lagi nih di awal tahun
03:17dan terakhir juga kita tahu isu bencana kan
03:19ini kan memberikan beban yang cukup berat buat pemerintah
03:22tapi balik lagi ke isu awal ini juga menggambarkan bahwa resep kebijakan yang dianggap perintah di awal itu
03:27tidak menjawab masalah yang ada di lapangan sebelumnya
03:31yaitu isu di demand yang masih melemah
03:33ketidakyakinan terhadap kondisi perekonomian
03:36apakah Pak Purbaya salah baca data
03:40salah memprediksi, salah ekspansi
03:43atau memang bencana yang memperburuk kondisi fiskal kita?
03:47ya kalau kita lihat juga dari statementnya Pak Purbaya kan bilang bahwa
03:50ini gak sesuai dengan yang diharapkan kan
03:52jadi awalnya Pak Purbaya bilang dengan kita injeksi duit 276 triliun ke perekonomian lewat Bank Himbara
03:59itu akan meningkatkan permintaan buat kredit
04:03tapi itu gak terbukti dan itu kan juga statementnya Pak Purbaya sendiri kan
04:06nah itu juga menandakan bahwa resep yang diberikan itu tidak menyentuh masalah utamanya
04:11jadi balik lagi tadi
04:12kita tahu bahwa kredit mungkin hanya tumbuh sekitar 7 persenan
04:16dan itu masih jauh di bawah target dari pemerintah gitu
04:20dengan menambahkan sal di dalam perekonomian itu malah tidak mampu meningkatkan kreditnya itu sendiri
04:25so there's something wrong yang tidak bisa di address dengan penambahan likuiditas tadi
04:30masyarakat belum berani untuk ekspansi
04:32bisnis juga mungkin masih sangat wait and see ya dengan kondisi yang ada
04:36jadi dan yang terakhir juga saya pernah diskusi dengan teman-teman perbankan
04:42sektor perbankan itu kan sektor yang sangat-sangat rigid ya
04:45jadi mereka gak mungkin memberikan kredit ke sektor yang mereka gak yakin bahwa mereka bisa menggunakan dengan baik
04:50jadi butuh waktu untuk bisa melakukan itu dan prosesnya mungkin gak akan secepat yang diharapkan oleh Pak Purbaya gitu
04:56oke ada stagnansi
04:58saya membacanya ada stagnansi
05:00baik di masyarakat maupun di dunia usaha
05:03sebenarnya demand ini tanggung jawab siapa sih Pak?
05:08kalau demand kan sebenarnya kita mengharapkan dibuatlah ekosistem yang baik
05:14jadi mungkin dari segi fiskal moneter
05:17saya rasa tanggung jawab untuk mengenjot perekonomian itu ada di fungsi fiskalnya nanti
05:22jadi fiskal bisa memberikan boosting ya dalam hal misalnya subsidi
05:26subsidi yaitu pun insentif pajak buat perekonomian biar itu nanti di respons oleh masyarakat
05:31nah sedangkan untuk sisi moneteri
05:33fungsinya adalah menjaga stabilitas
05:35karena itu kan mandat utamanya
05:37walaupun sekarang kita tahu ada pekerjaan tambahannya buat BI selain hanya
05:41selain isu stabilitas juga untuk achieving growth tadi
05:45tapi balik kepertanyaannya Bu Mega tadi
05:47fungsi utama perintah adalah creating ekosistem yang baik
05:51jadi yang kita takutkan malah pemerintah ketika ikut campur tangan dalam perekonomian
05:55malah memberikan distorsi
05:57malah memberikan kebijakan yang menghambat kreativitas, inovasi, kompetisi market yang sehat
06:04dan akhirnya akan memberikan dampak yang buruk buat perekonomian
06:07nah itu kayaknya yang sampai sekarang kita belum melihat tuh pemerintah menuju ke arah sana
06:13karena kan setiap kali dibahas ini banyak juga ekonom yang berdiskusi
06:17semua masalah ekonomi itu solusinya pasti balik lagi ke program populis yang perintah
06:22kalau nggak MBG, kooperasi merah putih, dan banyak hal lainnya yang sebenarnya nggak addressing the core fundamental issue yang kita alami
06:29yaitu di kredit yang belum tumbuh, masyarakat yang masih sangat hati-hati, belum lagi kita bahas isu kerja yang tidak optimal dan sebagainya
06:38program prioritas kita tidak match dengan sebenarnya keterdesakan yang ada di lakukan
06:43dan selain masalah itu juga pemerintah kayaknya juga tidak paham bahwa mereka punya kemauan yang tinggi di tengah kapasitas kemampuan yang terbatas
06:50ya jadi misalnya gini, pemerintah punya banyak program populis misalnya
06:55tapi mereka punya dana ya fiskal yang terbatas
06:58so that's why maybe the government decided to memindahkan dana yang dimasukkan ke Himbara untuk ke sektor lain yang pada dasarnya ingin memenuhi kebutuhan ataupun kemauan dari pemerintah itu sendiri
07:10ternyata pajak neto realisasinya kita juga turun Pak
07:14iya
07:15ini permasalahannya
07:17gimana?
07:18gimana?
07:19jadi kalau kita baca angka ya
07:21kan biasanya ekonomi tumbuh harusnya penerimaan perpajakan juga ikut tumbuh
07:26karena kan biasanya ada PPN, PPH Badan dan sebagainya gitu
07:30iya
07:31nah ini kan menandakan ada mismatch nih antara narasi bahwa kita tumbuh
07:37dengan penerimaan pajak pemerintah
07:40karena tadi seperti saya bilang harusnya ada hubungan yang positif
07:43ketika ekonominya naik penerimaan pajak juga ikut mengalami kenaikan
07:48nah disini ada anomali ya kan
07:50karena 2025 malah ini yang Bu Mega tunjukkan
07:54penerimaan pajaknya turun ya dibandingkan dengan 2024
07:57jadi saya merasa ini memang ada masalah yang cukup pelik ya
08:01jadi mungkin karena kalau kita lihat nih misalnya konsumsi
08:04konsumsi kan hanya tumbuh sekitar 4,9% ya dalam beberapa
08:08dibawah
08:09dibawah dari pertumbuhan ekonomi kita
08:10betul padahal kita tahu bahwa 50-an persen dari kontributor utama PDB itu
08:15dari konsumsi
08:16dan ketika adanya pelemahan dalam konsumsi masyarakat
08:19pasti akan memberikan dampak yang signifikan terhadap penerimaan pajak
08:23jadi ini merefleksikan sebenarnya 2025 itu tidak lebih baik ketimbang 2024
08:27ada penerimaan yang turun
08:30tadi juga Pak Purbaya kan melihat bahwa kemungkinan nih defisitnya akan meningkat
08:34makanya dia narik dulu nih duit
08:36duit yang salah yang ada tadi untuk penggunaan kebijakan yang lain
08:41so ini kayaknya yang perlu di apa ya
08:44cukup jujur kali ya pemerintah dalam melihat ini
08:47dan memberikan juga sedikit kredibilitas dalam pembuatan kebijakannya
08:51karena selalu narasi yang diberikan adalah kita baik-baik aja
08:55ekonomi tumbuh tapi data dari KemenQ sendiri menunjukkan
08:58we are not doing that well
09:00datanya lebih kencang ya ngomongnya ya
09:02datanya lebih jujur ya Pak?
09:03jujur betul jadi kita bicara kan based on fakta ya
09:06data yang itu juga bisa dipertanggungjawabkan dan kita bisa
09:10melihat bahwa memang ada satu yang perlu diperbaiki dengan serius
09:15artinya target dan klaim pemerintah terlalu optimistis dibandingkan dengan kapasitas ekonomi sebenarnya?
09:22ya itu bisa dibilang seperti itu
09:25tapi juga ini menandakan bahwa kebijakan yang diambil selama ini
09:28itu tidak mampu menumbuhkan kegiatan ekonomi dengan baik ya
09:33balik lagi ke diskusi kita di awal tadi
09:35kalau kita bicara kebijakan ekonomi apa yang muncul?
09:38pasti program populis pemerintah ya kan
09:40program makan bergizi, kooperasi merah putih yang
09:43tadi harapannya duit dari dana yang dititipkan oleh Kementerian Keuangan ke Himbarat
09:49bisa digunakan untuk memobilisasi financial activities di daerah
09:54ya memecah stagnasi permintaan ya
09:56betul tapi lagi-lagi itu nggak terlihat di lapangan
09:59or even di data gitu
10:01jadi mudah-mudahan sih di awal tahun 2026 ini pemerintah lebih apa ya refleksi lagi kali ya
10:08apa kira-kira kebijakan yang berjalan dengan baik
10:11mana yang mungkin perlu diperbaiki agar nanti
10:14kita kan nggak pengen negara itu terus bermasalah ya kan
10:18kita pengen tetap ekonomi tumbuh
10:20masyarakat mengalami kenaikan pendapatan dan semua happy itu
10:23nah untuk bisa kesana tentunya perlu dipikirkan tuh
10:26apa resep-resep yang benar-benar mengatasi penyakit yang ada
10:29Pak Jahen ini realisasi defisit APBN November ini juga inline dengan penerimaan pajak kita
10:36yang ternyata netonya turun ini mengonfirmasi juga ya artinya ya defisit APBN November
10:41kita APBN kita bergantung sama utang demikian ya Pak
10:44ya saya yakin gini pemerintah itu pasti akan menjaga agar 3% nya nggak terlewati
10:52ya defisitnya nggak lewat dari 3% karena itu kan mandat dari undang-undang
10:55betul implikasinya apa pemerintah akan melakukan akrobatik anggaran nanti
11:00ya jadi mungkin beberapa sektor yang dianggap pemerintah tidak memberikan manfaat yang besar
11:07dialihkan ya dikurangi misalnya kan kita paham dalam tahun 2025 ada efisiensi anggaran
11:13itu kan salah satu bentuk dari akrobatik anggaran yang dilakukan oleh pemerintah
11:17jadi mudah-mudahan ini ini akan dijaga karena saya yakin kita sangat perlu menjaga fiskal disiplin
11:24yang udah dibangun selama ini ya caranya gimana ya mungkin dengan tadi merealokasikan
11:30apa anggaran atau juga issuing nanti gaun bond yang lebih banyak agar nanti pendapatannya juga akan
11:36semakin besar untuk bisa menjaga 3% nya tidak terlewati angka 3% itu kan angka defisit ya
11:43memang ini diatur oleh undang-undang tapi itu kan mengadopsi ketika kita krisis 98 ya Pak ya
11:50apa yang terjadi kalau ternyata Mankiw kita mengutak atik ini mepet di 3% sih Pak
11:56ya itu kan menandakan bahwa memang kapasitas fiskal kita sangat-sangat terbatas tapi di siang lain juga pemerintah gak mau ngerem
12:04spending yang mereka pengen lakukan
12:06nah implikasinya apa pasti nanti investor misalnya ya kredit rating akan melihat bahwa
12:12kalau pemerintah Indonesia issuing government bond itu mereka enggak punya keyakinan yang tinggi bahwa kita mampu membayar
12:20prinsipelnya masalah default betul jadi ini pasti akan memberikan semacam apa ya ketakutan ya worry ya worry yang muncul bagi para investor yang pengen misalnya chip in ke Indonesia
12:34pengen misalnya beli government bond dan sebagainya once keyakinan itu hilang itu akan sangat mahal biayanya
12:41karena membangun keyakinan itu kan nggak mudah ya butuh waktu dan waktunya nggak sebentar
12:46tapi menghilangkan teras itu hanya butuh waktu yang sangat cepat gitu nah kita berharap ya semua orang berharap bahwa
12:52rule ini masih bisa dijaga dengan baik karena kalau nggak ya akan sangat mahal biayanya buat perekonomian kita
12:58yang penting adalah ke depan dengan kebijakan yang semakin singkron antara kami dengan bank sentral ekonomiknya akan tumbuh lebih baik dari sekarang
13:12tahun 2026 sih
13:152026 tahun depannya 2026 harusnya pertumbuhan 6% seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya tidak terlalu seluruh untuk dicapai
13:23silegi kebijakan Bank Indonesia dengan pemerintah diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi
13:32sejalan dengan program Astagita ada beberapa tadi kita melihat data tantangannya banyak yang mulai dari permintaan kredit
13:43indeks keyakinan konsumen saya membacanya dari bulan sembilan ini Pak Jahen ini kan Pak Menkyo Purbaya ya diangkat ya baru
13:53ternyata hasilnya bagus nih secara gini kalau saya melihat ekonomi itu kan ada dua kamar ya kamar perspektif dan kamar realis realitas realnya
14:02ternyata di ruang perspektif cukup bagus responnya apakah ini juga modal yang baik untuk perempuan ekonomi
14:10betul ini modal yang sangat penting ya karena dalam ekonomi itu kita belajar yang namanya rational expectation
14:16jadi kalau ekspektasi kita terkait dengan kondisi masa depan semakin baik kita mungkin akan lebih agresif misalnya Bu Mega yakin tahun depan gajinya naik
14:26pasti mulai dari sekarang mulai mikirin gua bisa nyicil nggak ya saya bisa nyicil nggak ya bisa beli apa nih
14:33nah ini yang perlu ditranslasikan ke dalam kebijakan yang tepat gitu jadi seperti yang Bu Mega sampaikan ini adalah modal yang baik
14:42yang harus diutilize oleh pemerintah dengan kebijakan yang cukup substansial tapi yang namanya keyakinan itu akan sangat gampang hilang
14:51once tadi kredibilitas kebijakannya juga tidak diikuti dengan langkah-langkah yang baik
14:56jadi ya kita mungkin bisa bilang saya nggak berani bilang ini dampak dari perubaya ya cuma setidaknya ada perubahan
15:03keyakinan yang terjadi di masyarakat dan keyakinan ini yang kayaknya perlu terus dibentuk ya agar masyarakat nanti mau konsumsi
15:13perusahaan berani untuk mengekspan kegiatan ekonominya dan implikasinya apa banyak pekerjaan yang terbentuk
15:20masyarakat jadi semakin sejahtera itu artinya ini naik dari bulan sembilan sembilan sepuluh sembilan bukan
15:26purbaya efek saya belum ada studinya kalau gitu ya tapi ini bertepatan waktunya ya match dengan pergantian
15:34kita ke point of view masalah moneter Pak Jahen tadi kita bermain di pertumbuhan kredit sebenarnya BI rate 4,75
15:47kategorinya mana sih ketat atau longgar karena kalau dibilang orang ketat ini trennya turun loh
15:55dan BI adalah salah satu bank yang paling agresif di dunia untuk menurunkan suku bunga
15:59ya itu juga menandakan bahwa memang dalam beberapa periode terakhir mungkin mandat BI nggak hanya stabilitas lagi
16:05tapi juga growth ya karena kan kalau dalam teori ini ya ketika suku bunga turun kan harusnya orang berani
16:12untuk meminjam karena kan suku bunga pinjamannya akan semakin turun walaupun nggak terlalu terlihat tadi
16:19di pertumbuhan kredit ini dan ini juga menjadi salah satu hal yang sangat kita cukup was-was ya
16:28kenapa? karena once kredibilitas ataupun independensi dari bank Indonesia atau bank sentral itu hilang
16:34itu pasti kosnya terhadap nanti stabilitas terhadap inflasi terhadap ya stabilitas keuangan Indonesia
16:43nah balik ke pertanyaan Bumegata di apakah 4, sekian persen itu udah cukup rendah cukup tinggi
16:49pertanyaannya adalah apakah itu menjawab isu non ekonomi tadi yang saya bahas di awal
16:56jadi pemerintah bisa aja tuh turunin suku bunga secara agresif tapi kalau pelaku usaha masih nggak yakin
17:04dengan kebijakan yang akan diambil masyarakat juga masih takut dengan kondisi ekonomi ke depan
17:09mau diturunin sampai nol pun kayaknya nggak akan banyak perubahan tuh ya
17:15jadi saya rasa memang upaya yang harus dijaga dan juga dibangun tadi dari sisi fiskal kan defisit dijaga
17:24dari segi BI mungkin yang kita perlu jaga adalah independensi dari bank sentral
17:29jadi jangan sampai kebijakan bank sentral itu didrive oleh permintaan dari presiden
17:35permintaan dari fiscal authority yang pasti akan memberikan bias dalam kebijakan
17:41dalam teori moneter itu kita paham bahwa kalau misalnya central bank itu semakin tidak independen
17:48dan kita melihat itu Indonesia sekarang ya banyak fiscal dominance ya kebijakan moneter sangat didrive
17:53oleh fiscal policy itu biasanya akan memberikan fluktuasi dalam inflasi nanti
17:58itu terjadi contohnya di mana Turki
18:00Turki kan gubernur bank sentralnya itu punya hubungan dengan presiden Erdogan
18:05sekarang lihat aja tuh fluktuasi dari inflasinya
18:08nah ini kan akan costly karena once inflasi itu meningkat siapa yang merasa dampaknya
18:13masyarakat harga akan semakin mahal
18:16mungkin juga perusahaan perlu memprice in kenaikan harga terhadap kegiatan ekonomi yang akan mereka lakukan
18:22so ini mungkin pesan dari banyak orang adalah independensi dari bank sentral itu
18:27sangat-sangat penting untuk dijaga dan kalau itu hilang kita mungkin akan balik lagi ke 20 tahun yang
18:34lalu dimana bank sentral itu sangat di driven sangat diatur oleh para pembuat kebijakan krisis terjadi dan
18:43itu kan sangat mahal biayanya salah satu kata yang saya tangkap dari Pak Jahen adalah takut
18:48dan itu tercermin dari pernyatanya Bank Indonesia ketika rapat Dewan gubernur ternyata meskipun bank sentral sebagai
18:55ya otoritas monitor paling agresif menurunkan suku bunga ternyata perbankan kita cukup lambat merespons penurunan
19:03apakah disini maksudnya adalah perbankan memang melihat ada risiko ya di masa depan bahwa risiko itulah
19:11yang risiko itu berupa ketidakpastian yang akhirnya apa ya Pak Om kayak premi untuk membayarnya ya satu
19:19mungkin yang sangat kita lihat di sektor perbankan adalah ini kan sektor yang sangat rigid ya dan juga sektor yang
19:25dan juga sektor yang sangat terlalu hati-hati mungkin antara kutip jadi ada mungkin banyak orang juga
19:32merasa bahwa kenapa sih perbankan itu nggak berani untuk sedikit mengambil risiko gitu karena kan
19:38kalau terlalu terlalu hati-hati terlalu nggak ada banyak perubahan itu mungkin nggak akan optimal
19:45juga tuh dampaknya buat perekonomian jadi saya sepakat mungkin dari sektor perbankan kita kita mungkin
19:51minta ya itu berharap bahwa perbankan mampu lebih berani agresif karena kan tadi perbankan kan jadi
19:58intermediasi ya channeling pendanaan nanti kalau banknya juga sangat-sangat ya hati-hati tadi mungkin
20:06distribusi daranya nggak akan muncul nggak akan terserap oleh masyarakat dengan baik so ini mungkin yang
20:13menjadi PR BI dengan perbankan ya gimana caranya agar ketika BI bikin kebijakan itu akan di respons dengan
20:20lebih baik oleh sektor perbankan tapi bagaimana caranya perbankan tidak hati-hati ketika ini diguyur
20:26ternyata ada rem darurat bukankah ini artinya perbankan makin-makin makin berhati-hati ya kalau
20:32duitnya dari sal ini emang agak sedikit tricky ya karena kan ini nggak sustain tadi kan aturan di
20:38awalnya mungkin enam bulan dievaluasi bisa diambil kembali oleh pemerintah itu juga yang membuat
20:43membuat mungkin perbankan akan lari ke mereka yang sudah punya atau on the pipeline gitu mereka
20:49yang mereka yang udah punya pengalaman minjam ke bank terus dikasih lah duitnya tapi juga diisi yang
20:55lain juga bank kan sangat hati-hati karena nanti tiba-tiba duitnya ditarik merintah ya mungkin ada isu
21:01walaupun saya nggak terlalu khawatir ya karena kan kalau kita lihat apa ya car kita ya kita itu masih
21:10sehat 20% itu masih sehat di atas 8% standar minimal so mungkin ini akan lebih membuat perbankan akan
21:17sangat hati-hati lebih hati-hati mungkin dengan penggunaan dana yang dititipkan oleh pemerintah itu baik
21:24saya nyambung lagi sedikit apa jahen tentang independensi Bank Indonesia kapasitas Bank Indonesia
21:29tadi juga sebagai otoritas yang pro-growth seperti itu ya pertanyaan saya adalah dengan koordinasi
21:36dengan fiskal modern monetary teori apa ya itu tolong luruskan kalau kami kurang-kurang pas saya
21:46melihatnya MENQ sudah berkoordinasi dengan cukup baik demikian tetapi kok dari Bank Indonesia rasanya
21:55masih apa ya masih ada sesuatu yang tertahan pertama Apakah memang TBI kurang diberi kesempatan untuk
22:02menjelaskan tentang masalah demand karena itu akan nunjuk lagi masalahnya ada di fiskal penuh gue atau
22:09atau sebenarnya kapasitas BI itu sudah sudah max out udah-udah penuh udah-udah di atas lah Pak
22:16Iya kalau kita melihat memang koordinasi antara fiskal dan monetary itu sangat penting ya jadi dalam teori
22:24ekonomi juga kadang ditunjukkan bahwa kalau misalnya koordinasi antara kedua otoriti ini nggak berjalan dengan baik
22:33pasti juga akan kontrokrutif buat perekonomian Nah kalau saya melihat sekarang itu memang yang saya
22:40takutkan itu dua tadi satu fiskal dominans jadi ini kan kebijakan likuiditas kebijakan kredit kan
22:47sebenarnya bukan di domennya fiskal kan ini kan lebih ke domennya gimana caranya agar monetary
22:53authority bisa memastikan bahwa kredit bisa berjalan dengan baik itu sehingga ada tumpang tindih nih ini
22:59apa sebenarnya gitu kan itu yang pertama yang kedua juga kita melihat dan ditambah dengan gelagat
23:06yang terjadi belakangan itu BI semakin sangat pro terhadap growth tadi itu kalau kita tahu tugas utama
23:14dari bank sentral apa menjaga stabilitas bukan bukan bukan untuk pertumbuhan once apa ya objektif itu
23:21hilang akan semakin sulit bagi kita untuk tahu kira-kira BI bisa menjaga nggak tingkat inflasi tahun depan
23:27once inflasi itu berubah pasti akan ngaruh nanti ke tingkat suku bunga perekonomian dan sebagainya
23:32so ini yang kayaknya perlu dijaga dengan baik itu karena balik lagi ke diskusi kita di awal
23:38kalau kredibilitasnya hilang kalau apa ya stabilitas yang sudah kita bangun ini hilang itu akan
23:46berikan negative impact buat perekonomian Nah kita nggak mau itu terjadi karena biayanya akan sangat mahal
23:53hal buat kita semua gitu jadi tadi mungkin setiap setiap authority itu harus memikirkan
23:59fiskal ya fokus ke dalam government spending tax policy subsidi sedangkan di perbankan atau sudah di
24:06monetary policy memastikan bahwa kebijakan pendanaan likuiditas suku bunga inflasi itu bisa di achieve
24:14ataupun dicapai dengan optimal oleh kedua sektor ya Nah once kedua itu terpenuhi ya mudah-mudahan
24:19imbasnya adalah ataupun hasilnya adalah ekonomi kita yang terus bekerja dengan baik ya karena pertanyaan
24:28independensi Bank Indonesia itu kan tidak tidak mungkin tidak mengemuka karena men-cue juga
24:34beberapa kali menyatakan statement M0 ini M0 sebenarnya dibawa siapa sih kapasitasnya makanya kalau
24:42bisa saya membaca apa ya audiensnya Kompas TV pertanyaannya adalah jadi siapa yang lebih jago
24:49moneter karena men-cue kita juga monetaris sekali ya teori-teori yang dipakainya kan Milton Friedman
24:56seperti itu sih Pak Iya jadi makanya tadi jangan sampai blur tadi ya ini ini mana sih sebenarnya menjadi tugas
25:05utama dari Fiscal Authority dan mana menjadi tugas utama dari saya takutnya malah Pak Purwaya merasa dia
25:11bukan menjadi main Q nih sekarang tapi malah ngurusin sektor yang lain so again oke yang perlu dibatasi dengan
25:16dengan sangat baik tersebut kami sih berharap kebijakan fiskal dan moneter benar-benar selaras tidak flip-flop
25:23ya demikian karena market juga membaca menginginkannya demikian ya Pak ya kredibilitas pemangku kebijakan
25:29itu juga salah satu faktor penting dalam memastikan kebijakannya pun bagus gitu once kredibilitas itu
25:35hilang orang nggak akan percaya lagi dan mungkin akan semakin takut ataupun nggak yakin dengan apa yang
25:41terjadi di Indonesia so itu yang perlu dijaga memastikan bahwa kredibilitas dari si pemangku kebijakan
25:47dan juga kebijakan yang diambil itu dilakukan dengan sangat baik-baik terima kasih ekonom pendeliti LPM
25:55FEBUI Pak Jain Efreski sehat selalu terima kasih Bu Mega
Jadilah yang pertama berkomentar