Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Polisi mengungkap tersangka pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon, Banten. Selain menunjukkan sosok pelaku, polisi juga menjelaskan penyidikan yang mengarah pada tersangka.

Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, memastikan pelaku yang ditangkap merupakan pembunuh anak politisi PKS yang ditemukan tewas di rumah.

Selain pengakuan pelaku, polisi juga telah mengantongi bukti elektronik, baik berupa percakapan melalui pesan elektronik maupun rekaman CCTV yang didapatkan dari tetangga korban.

Pelaku merupakan seorang karyawan swasta dan nekat melakukan pencurian di rumah mewah tersebut karena terlilit utang ratusan juta rupiah setelah kalah bermain kripto.

Kasus pembunuhan anak politisi PKS ini dibahas bersama Kriminolog Universitas Budi Luhur, Lucky Nurhadiyanto.

Baca Juga EKSKLUSIF! Politisi PKS Maman Suherman Ungkap Kronologi-Tersangka Pembunuhan Anaknya di https://www.kompas.tv/nasional/641861/eksklusif-politisi-pks-maman-suherman-ungkap-kronologi-tersangka-pembunuhan-anaknya

#pembunuhan #politisipks #cilegon #anakpolitisi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/641866/kriminolog-soroti-motif-sosok-tersangka-pembunuhan-anak-politisi-pks-cilegon-ada-yang-janggal
Transkrip
00:00Kita bahas kasus pembunuhan anak politisi PKS bersama dengan kriminolog Universitas Budi Luhur, Luki Nurhadianto.
00:07Selamat petang Mas Luki dengan Maidol.
00:11Petang Mbak Maidol.
00:12Mas Luki yang pertama, polisi kan bilang hanya ada satu tersangka dalam kasus pembunuhan anak politisi PKS.
00:20Analisis Anda bergaris lurus dengan fakta dan juga kejanggalan yang sempat muncul selama ini?
00:26Ya tentu kita patut mengapresiasi ya waktu dua minggu ini kemudian bisa menghasilkan gitu satu simpulan bahwa pembunuhan ini dilakukan oleh seorang yang tunggal.
00:38Tapi kemudian perlu juga digradasir atas dasar beberapa aspek terjadinya kejanggalan-kejanggalan yang notabene itu kemudian agak menimbulkan pertanyaan lebih lanjut.
00:48Yang pertama, apakah memang perlaku ini memiliki profiling pelakuan kejahatan yang mengarah kepada terjadi pembunuhan?
00:55Jadi kalau kita tahu dengan apa namanya tindakan yang dilakukan, terus kemudian resiko yang dia dapatkan, maka tentu apa yang dia lakukan dan kemudian berjeda kurang lebih dua minggu dia sudah melakukan tindakan lagi.
01:07Ini ada sisi impulsifitas yang harus dikaji lebih lanjut.
01:09Apakah memang dia melakukan pembunuhan itu karena keterdesakan atau memang ini karena satu dorongan tertentu untuk dia dapat melakukan bunuhan tersebut?
01:16Yang kedua kejanggalannya adalah dalam konteks ini, barang-barang yang kemudian dia sasar gitu atau kemudian niatan dia untuk melakukan pencurian itu tidak kemudian menjadi nampak.
01:24Jika memang dia ingin melakukan suatu tindakan yang cukup keras gitu atau kemudian cukup berani, maka dia akan berupaya mencari sesuatu yang seharusnya bisa memberikan efek secara material kepada dirinya.
01:35Dan instrumentasi terhadap efek ini kemudian menjadi nihil saat kemudian dia didapati berada di rumah korban berikutnya gitu, tapi kemudian dia melakukan pengumpetan yang justru berada di ruang publik yang justru milik orang lain.
01:49Ini menandakan bahwa pelaku tidak memiliki kesiapan gitu secara mental ataupun secara psikologis agar dia tidak ketahuan dari pengejaran kepolisian.
01:56Dan yang ketiga adalah jika memang ada satu perlawanan, satu retensi dari korban, maka seharusnya bukti-buktinya akan lebih kuat lagi.
02:06Tidak hanya kemudian dilekatkan kepada alat pembunuhan dalam hal ini adalah pisau, tapi kemudian jejak-jejak yang memang mengarah kepada diri pelaku, apakah memang serpihan-serpihan kulit seperti itu.
02:19Atau kemudian adanya perlawanan jika memang ada pertanyaan yang dilakukan oleh korban dan itu mengindikasikan bahwa perlu dipertanyakan lebih lanjut apakah memang ini adalah pelakunya.
02:29Jika memang ini pelakunya tentu profil terhadap dirinya itu perlu didalami secara lebih.
02:34Setelah penetapan tersangka kemudian juga pelaku ditangkap begitu ya, kita bicara soal motif-motifnya kan akhirnya terungkap, motif ekonomi.
02:43Apakah motif ekonomi ini anda nilai relevan dengan tindakan tersangka membunuh secara sadis atau sebaliknya?
02:50Ya, ini tadi saya sampaikan juga bahwa telah terjadi ketimpangan resiko seperti itu.
02:54Jadi saat kemudian dia seharusnya bisa mendapatkan sesuatu yang lebih besar, tapi kemudian dia mendapatkan resiko yang justru lebih besar,
03:00cenderung biasanya dalam konteks pelaku-pelaku yang terkategorisasi sebagai penjahat seperti ini, maka mereka akan menirkan peran-peran yang bersinggungan dengan pihak lain.
03:08Jadi saat kemudian dia menyerang suatu target atau kemudian menyerang suatu rumah, maka mereka sudah mengkalkulasikan resiko dan sejauh mana saat mereka berhasil,
03:18barang yang mereka dapatkan itu bisa menyenangi atau membutuhkan kehidupannya.
03:22Yang kedua adalah dalam konteks ini pula bisa kita lihat apa yang dia dapatkan itu hampir tidak ada seperti itu ya.
03:28Bahkan kemudian rekam jejak profiling dirinya itu terindikasi dia adalah satu pekerja yang cukup baik gitu ya.
03:34Dan yang ketiga adalah perlu dideteksi lebih lanjut apakah memang permasalahan ekonomi yang kemudian bisa seharusnya ada aspek lain gitu yang dibentengi.
03:43Ini adalah keluarga misalnya atau retensi dari pihak-pihak lain yang bisa mengurungkan niatnya dia untuk dapat melakukan tindakan lebih jauh sampai kemudian melakukan kemudian.
03:52Dan kemudian yang keempat dalam konteks crime scene yang bersifat zonal seperti ini agak sedikit tertutup gitu dan mengindikasikan memang telah terjadinya satu hal yang cukup disiapkan secara matang oleh pelaku tersebut
04:05dan seharusnya mengindikasikan ini dilakukan oleh tindakan jika memang penyelidikan dilakukan secara lebih profesional.
04:10Oke itu tadi dari motif kemudian juga kita pindah ke soal CCTV tadi kan polisi pada saat konvers bilang kalau CCTV ini kan rusak tidak ada di rumah gitu tidak ada di TKP didapat dari tetangga.
04:22CCTV yang mati di TKP menurut Anda sebuah kejanggalan yang sudah dibuktikan polisi?
04:29Nah inilah yang menurut saya dalam konteks kalau kita mengkorelasikan dengan atribusi dari pelaku maka seharusnya dia tidak mengetahui keberadaan CCTV tersebut
04:39jika memang ini adalah tindakan yang bersifat reaktif atau kemudian impulsif.
04:42Jadi CCTV itu dia tidak tahu jika memang mati dan kemudian seharusnya tercapture di sana.
04:47Yang kedua adalah dengan mati CCTV ini seharusnya dengan properti yang sedemikian besar ini sudah bisa menjadi sinyal lemen bahwa terjadi ketidakamanan
04:55atau kemudian disekuritas dari orang yang memiliki rumah atau keluarga dari korban.
05:00Yang ketiga yang bisa mengindikasikan sejauh mana kemudian aktivitas yang berada di rumah itu cenderung sepi
05:06terus kemudian meninggalkan anaknya seorang diri atau kemudian ada orang lain tapi kemudian tidak berada di aktivitas yang cukup dekat
05:13sehingga terkesan gitu ya bahwa memang telah terjadi satu pembiaran gitu bahwa korban itu kemudian dibiarkan sendirian
05:20terus kemudian CCTV juga kemudian dalam kondisi mati.
05:23Yang keempat adalah tentu dalam konteks ini yang perlu kemudian dirangkai tidak hanya kemudian keberadaan CCTV
05:28tapi sejauh mana rekan-rekan digital pelaku gitu yang bisa mengindikasikan bahwa dirinya melakukan tersebut.
05:34Yang kedua adalah sejauh mana pula keberadaan surveillance itu justru di satu sisi
05:39bisa kemudian menimbulkan efek pelaku untuk bisa melakukan tindakan lebih brutal lagi atau di sisi lain.
05:45Dia seharusnya memang tahu tapi kemudian mengabaikan keberadaan CCTV tersebut.
05:49Yang seharusnya saat kemudian dia tahu itu memberikan rasa efek untuk kemudian mengurungkan niatnya
05:53untuk bisa melakukan penjurian apalagi melakukan pembunuhan.
05:55Oke ini kan TKP kan cukup besar begitu ya rumah ini kalau kita lihat kan memang juga cukup besar dari luar begitu.
06:04Apakah pelaku ini sebelumnya memang sudah mapping atau yang analisa Anda sudah tahu lokasi kan memang tujuannya adalah untuk pencurian
06:15akhirnya kemudian ada tindakan pidana lain dalam kasus ini termasuk juga untuk penemuan DNA yang disebut polisi.
06:22Ya biasanya dalam konteks pencurian mereka akan melakukan satu yang pertama biasanya adalah melakukan identifikasi atau pemetaan.
06:30Pemetaan mulai dari sasarannya terus kemudian aktivitas dari korban terus keberadaan CCTV bahkan kemudian perlengkapan yang digunakan.
06:38Yang kedua adalah mereka akan memetakan resources jadi sejauh mana ancaman-ancaman yang bisa menimbulkan efek jerak
06:44atau kemudian menggentarkan niatnya dia untuk dapat melakukan tindakan pencurian tersebut.
06:49Yang ketiga adalah biasanya dalam konteks ini tindakan melakukan pembunuhan dalam konteks pencurian itu adalah opsi paling terakhir.
06:55Saat kemudian dia bisa melarikan diri itu adalah opsi yang seharusnya dia ambil alih-alih dia melakukan pembunuhan yang seharusnya bisa lebih memberatkan dia
07:03nanti saat kemudian mereka ditangkap oleh polisi.
07:06Yang kemudian bisa dipahami adalah maka saat ini dilakukan oleh stranger atau kita kenal sebagai stranger homicide orang asing
07:13yang seharusnya hanya 5% dari total tindakan kejahatan atau kemudian pembunuhan dilakukan oleh orang asing
07:19ini mengindikasikan pertama apakah memang secara moral kejiwaan atau bahkan tekanan sosial burnout dia mengalami sesuatu.
07:25Atau yang kedua dia tidak bisa mengendalikan kontrol dirinya dan kemudian dia melakukan pencurian itu kemudian ketawan
07:32terus sampai tidak bisa mendapatkan apa-apa bahkan dua minggu lagi dia melakukan tindakan tersebut
07:36makanya harus didalami lebih lanjut sejauh mana dia bisa mengontrol dirinya dan kemudian menjadikan tindakan pencurian itu relapse lagi
07:44bahkan dalam rentang yang cukup pendek tersebut kurang lebih demikian.
07:47Oke mas Luki salah satu bukti yang tadi ada dalam konferensi pers dari polisi adalah pisau begitu ya
07:54yang memang sudah diakui oleh pelaku, oleh tersangka apakah kemudian ini lantas mematahkan ada keterlibatan orang lain dalam kasus ini?
08:02Ya tentu jika memang alat buktinya saat ini CCTV terus kemudian pisau
08:08maka pelaku tidak memiliki apa namanya kemampuan lagi untuk bisa mengelak gitu ya dari apa yang kemudian mengarah kepada dirinya
08:14tapi yang perlu kita pertimbangkan berikutnya adalah keberadaan saksi itu yang pertama sejauh mana kemudian apakah memang ini bersifat tunggal
08:21atau ada pihak-pihak yang justru berupaya mengaburkan atau kemudian mengabaikan tindakan keamanan kepada diri korban
08:27atau bahkan properti keluarga korban.
08:29Yang kedua yang bisa terindikasi adalah sejauh mana tuntutan atau tuduhan-tuduhan bahwa yang bersangkutan itu mengalami lilitan ekonomi yang cukup-cukup berat
08:37itu bisa mengguiden sejadinya untuk dapat melakukan pencurian bahkan melakukan tindakan pembunuhan meskipun itu diketahui oleh anak kecil.
08:44Yang ketiga yang bisa kita kategorisasi berikutnya adalah sejauh mana inner circle dari pelaku tersebut baik dari konteks keluarga
08:51atau kemudian lingkungan terdekat itu bisa mempengaruhi tindakan tersebut atau bahkan memberikan efek untuk tidak melakukan tindakan.
08:57Jadi tiga aspek inilah yang seharusnya bisa mengindikasikan motivasi terutama terus kemudian niatan dia
09:02dan apakah memang niatan dia ini adalah tindakan yang bersifat impulsif memang sudah direncanakan lebih lanjut.
09:08Baik, terima kasih sudah memberikan pandangan dan juga bergabung bersama kami di Kompas Petang.
09:12Kriminolog dari Universitas Budi Luhur, Mas Luki Nurhadianto. Sehat selalu, Mas Luki.
09:17Selamat malam.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan