00:00Saudara liburan tanpa mengunjungi tempat wisata kurang lengkap rasanya.
00:04Di kota Malang, salah satu kampung tematik yakni Kampung Heritage Kayu Tangan
00:09menjadi kunjungan wajib wisatawan di musim libur Natalus seperti saat ini.
00:13Tingkat kunjungan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasanya.
00:18Kampung Heritage Kayu Tangan menjadi favorit pengunjung untuk mengisi libur Natal dan tahun baru.
00:24Kamis pagi, Kampung Tematik, Kampung Heritage Kayu Tangan yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda ini
00:29ramai dikunjungi pengunjung.
00:31Jaga Loket menjelaskan peningkatan pengunjung terjadi sejak sepekan lalu.
00:36Di momen libur panjang ini pengunjung yang masuk mencapai 2 ribu lebih dari satu pintu utama saja.
00:42Sementara pengunjung tidak hanya berasal dari Malang Raya saja,
00:46melainkan juga berasal dari kota lainnya yang penasaran dengan wisata kampung tematik yang viral di media sosial.
00:52Kota kayak bagus gitu juga.
01:00Terus sama di Surabaya juga kayak dipenilai gitu.
01:04Jadi lebih ke kampung rakyat, kampung warga gitu.
01:11Ini sih kayak tempatnya tuh kayak tertata, udah tertata rapi.
01:15Terus banyak juga UMKM, UMKM, jadinya kayak kuliner.
01:20Pengen cobain juga.
01:21Kuliner.
01:24Informasi selengkapnya kita telah terhubung dengan Jurnalus Kompas TV Hilda Nusantara
01:28dan Juru Kamera Deddy Prasetyo di Malang, Jawa Timur.
01:31Hilda, untuk saat ini tentu liburan menjadi dimanfaatkan warga untuk mengunjungi destinasi wisata.
01:36Lalu seperti apa pantauan Anda terutama di Malang Raya terkait dengan libur perayaan Natal?
01:42Ya, selamat siang Jurnalus dan Saudara.
01:46Jadi, jika saya gambarkan begitu ya dari empat itu masuk yang sudah dibuka sejak pukul 8 pagi tadi
01:52begitu ramai sekali pengunjung yang dibuka hingga saat ini masih banyak sekali pengunjung yang datang
01:58masuk berjalan-jalan menyusuri kayu tangan heritage.
02:02Jadi, kampung kayu tangan heritage ini memang sedang viral begitu ya di media sosial.
02:06Banyak sekali pengunjung yang datang menikmati sudut-sudut kampung yang sudah ada sejak zaman masa kolonial Belanda ini.
02:14Dan hari ini, Jurnalus dan Saudara bisa dikatakan menjadi pucat kunjungan begitu.
02:18Karena sejak libur panjang dimulai hingga hari ini, setiap harinya pengunjungnya itu naik 3 kali lipat gitu Jurnalus.
02:24Jadi, hingga 2 ribu pengunjung.
02:26Nah, ada salah satu hal lagi yang menjadi lebih mudah untuk berkumpul kesedihan di adanya transportasi hukum yang terintegrasi.
02:34Jadi, jika biasanya Malang Raya ini tentang Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan berwisata di Kota Batu,
02:40saat ini wisataan ini di Kota Batu juga berkunjung ke Kota Malang, menaiki bus transjati mini dan turun di kayu tangan.
02:46Nah, kemudian itulah yang membuat kampung ini semakin ramai dan pengunjungnya mempunjungi untuk dikunjungi.
02:51Saya akan mengajak Anda langsung untuk mengajakai salah satu pengunjung yang sudah berada di Kampung Kayu Tangan Heritage.
02:58Ada dengan Mbak Siapa, ada dari mana?
03:01Mbak Hani dari Pasuruan.
03:03Mbak Hani dari Pasuruan.
03:04Mbak Hani, apa yang membuat Mbak Hani kemudian tertari untuk jalan-jalan menghabiskan liburan di Kampung Kayu Tangan ini?
03:13Saya sendiri tuh suka dengan penangkaan di wisata Pemperungan Kayu Tangan Heritage.
03:19Oke, di sini tuh banyak-banyak kayak aplikasi itu.
03:24Terus yang dijualnya tuh relatif murah ya.
03:30Ini udah berapa kali Mbak kunjungan ke sini Mbak?
03:33Itu sih kalau saya, tapi sering.
03:35Sering sekali. Apa yang membuat Mbak Hani memutuskan berkali-kali ke sini nih?
03:40Tiket wisatanya kan teman-teman.
03:42Terus kayak makanan-makanan atau teman-teman itu relatif murah gini para mahasiswa.
03:47Oke, berkantung mahasiswa harga untuk kulinernya.
03:52Kemudian juga kalau menurut Mbak Hani sendiri, penataan wisata di Perkampungan Kayu Tangan ini seperti apa Mbak?
03:58Untuk siang jadi favorit, sudut mana nih Mbak Hani?
04:02Untuk penataannya itu mesin itu tersebelah kayak pemilai yang serta.
04:07Kemudian mesin itu kebersennya terjadi banget ya Mbak.
04:10Saya tuh suka menurut kalau wisata itu yang bersih gitu.
04:13Terus asli juga sama ini.
04:16Kalau spotfire-nya itu di rumah yang vintage kayak ada-ada barang-barang kuno gitu.
04:22Di tempat-tempat yang estetik gitu ya Mbak ya?
04:26Betul.
04:27Mbak, ini kan sekarang juga banyak bilang sedang ekonomi sulit begitu.
04:31Habisata di sini cukup terjangkau nggak untuk kantong mahasiswa?
04:34Sangat terjangkau sih.
04:35Kita bisa bantu UMKRI.
04:39Oke, tiket masuk dari sisi harga seperti apa Mbak kalau di Kampung Kayu Tangan ini?
04:48Tiket masuknya murah ya Mbak, cuma Rp4.000 dan itu sudah dapat fotokat gambaran Kayu Tangan.
04:54Oke, jadi sudah dapat fotokat.
04:56Nah, terakhir Mbak mungkin sebagai pengunjung masukkan untuk Kampung Kayu Tangan ini dan juga daerah pemukiman lain mungkin biar bisa menjadi jujukan wisata juga?
05:05Mungkin kalau buat Kampung Kayu Tangan sendiri tetap dijabut teman-teman lainnya dan bisa dijadikan contoh buat Kampung Kayu Tangan lain.
05:13Oke, jadi tadi pendapat dari Mbak Ani.
05:16Terima kasih Mbak Ani ada di jalan.
05:19Jadi ada salah satu pengunjung asal Pak Suruan dan memang ini tidak hanya jadi jujukan warga Malang Raya tapi juga dari luar Malang.
05:26Tadi saya juga melihat ada bisa tahu dari Jakarta, dari Bandung mereka berdatangan ke sini.
05:30Dan yang jadi poin plusnya Juno dan juga saudara adalah ekonomi kerakyatan ini bergerak.
05:37Kenapa? Karena Kampung Kayu Tangan ini dikelola oleh warga begitu.
05:41Jadi mulai dari loket, pintu masuk ada empat loket ini dikelola oleh, dijaga oleh warga, petugasnya.
05:47Kemudian di dalam ini pun warga, UMKM ini ada mulai pedagang, tempat ngopi, oleh-oleh, semuanya oleh warga.
05:55Jadi ekonomi yang bergerak, namun yang jadi sorotan juga pengunjung banyak yang bilang bahwa di sini kampungnya sangat bersih dan juga asri, rindang,
06:03jadi bisa berkunjung dengan nyaman, lebih suka dengan nyaman, dengan spot yang estetik dan juga tidak penting adalah tiket masuk yang hanya Rp5.000 saja sudah mendapatkan postcard.
06:15Jadi ternyata menghabiskan libur nasib ini bisa didapatkan dengan harga yang cukup murah dan bisa menjadi pilihan.
06:22Demikian Juno.
06:23Estetik dan ekonomis dan juga menjadi hiburan bagi wisatawan dan menggerakkan perekonomian warga.
06:29Terima kasih atas laporan kapal Anda, Jones Kompas TV, Hilda Santara dari Malang, Jawa Timur.
Komentar