Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 minggu yang lalu
Transkrip
00:00Kebetulan dia yang megang uang kas untuk perempuan, itu anaknya sampai nangis-nangis.
00:05Karena uangnya habis, uang tabungan dari neneknya, uang bahkan uang-uang PHR-nya dimasukin ke kas supaya menang.
00:14Karena nominalnya tidak sedikit.
00:16Karena uang kasnya itu kalau di kelas ditariknya setiap hari, Pak.
00:20Kalau misalnya ada anak yang kasih uang seribu, dua ribu, itu akan diomongin sama wali kelasnya.
00:26Makanya anaknya terkres, Pak.
00:29Kadang ada anak juga yang bilang, BIPI, katanya punya BIPI dapat uang dua juta, saya kasih semuanya ke kas.
00:36Jadi mental anak kena semuanya.
00:39Bahkan ada anak-anak yang minta uang sama orang tuanya.
00:41Masa saya minta uang seratus ribu, buat apa? Buat kas, biar menang.
00:46Biar pulang cepat, seperti itu.
00:48Dan semua yang diberikan oleh orang tua, diposting di WhatsApp status.
00:55Saya rasa itu tidak etis sama sekali ya.
00:59Bukankah guru kita kenal dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa?
01:03Oleh karena itu, kami para orang tua siswa kelas 4E SDN Pajaleran 01 yang hadir di sini,
01:09mewakili para orang tua yang tidak berani bersuara.
01:12Menuntut agar sang guru dinonaktifkan dari kegiatan belajar mengajar di SDN Pajaleran 01.
01:18Sekali lagi, selamatkan pendidikan Indonesia dari guru perusahaan.
01:21Terima kasih.
01:22Selamat menikmati.