00:00Mengakhiri tahun 2025, marilah kita memanjatkan syukur kehadiran Tuhan yang bangsa
00:06karena bangsa Indonesia kembali berhasil melalui satu fase penting dalam perjalanan ke negara
00:17dengan keteguhan, kesabaran, dan optimisme.
00:22Tahun 2025 merupakan tahun pertama masa pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Duburan
00:31yang ditandai oleh kerja-kerja awal yang bersifat akseleratif untuk meletakkan kondisi dasar visi besar astajida.
00:44Namun demikian, Bapak-Ibu sekalian, penutupan tahun 2025 juga ditandai dengan momen reflektif yang mendalam
00:54ketika Indonesia, khususnya wilayah Sumatera, dilanda becah alam yang berskala besar berupa banjir dan longsor.
01:04Peristiwa ini tentu tidak hanya menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan sosial ekonomi yang luas
01:14tetapi juga menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa ancaman ketahanan nasional itu bukan hanya selalu datang
01:25dari konflik geopolitik atau ekonomi global.
01:30Ancaman ekologis, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim kini menjadi faktor strategis
01:39yang secara langsung menguji kapasitas negara kita dalam melindungi rakyatnya
01:47dan menjaga keberlanjutan pembangunan kita.
01:51Refleksi akhir tahun ini menjadi momentum strategis tidak hanya untuk melakukan evaluasi secara menilur
02:00atas capaian dan hanas dalam 12 bulan terakhir ini
02:06tetapi juga merumuskan arah kebijakan dan strategi nasional dalam menghadapi tahun 2026
02:13yang menuntut kerja yang semakin terkoordinasi, responsif, dan inovatif.
02:22Hadirin sekalian yang kami hormati, Lemhanas Republik Indonesia sebagai center of excellence
02:28secara konsisten melaksanakan empat tugas utama kami.
02:36Yang pertama adalah melaksanakan pendidikan.
02:38Lemhanas melaksanakan penguatan kualitas kepimpinan nasional
02:44melalui pendidikan pemangkapan pimpinan nasional angkatan yang ke-68
02:50yang diikuti oleh 110 peserta
02:53serta pendidikan pemangkapan pimpinan nasional atau PTGN
02:58angkatan ke-25 yang diikuti oleh 100 peserta
03:02dan 89 peserta yang angkatan ke-26.
03:10program-program tersebut, Bapak Ibu sekalian, diikuti oleh berbagai komponen strategis bangsa
03:19dari TNI, dari Polri, ASN, dari Kementerian dan Lembaga, tokoh masyarakat,
03:26perguruan tinggi, termasuk di dalamnya juga para jurnalis dan juga dunia usaha.
03:34Serta perwakilan dari negara-negara sahabat sebagai wujud nyata dari penguatan
03:40di jaring kepimpinan dan diplomasi strategis Indonesia.
03:46Para peserta tidak hanya dibentuk sebagai pemimpin nasional yang visioner,
03:51berkarakter negarawan serta memiliki kemampuan strategi for sight
03:57dan manajemen risiko dalam menghadapi lingkungan strategis
04:01yang semakin dinamis, kolotai, dan syarat dengan ketidakpastian
04:06tetapi juga dibina dalam satu ekosistem pembelajaran kolaboratif
04:13yang menumbuhkan kohesi, kepercayaan, ikatan kepimpinan lintas sektor
04:20atau leadership bonding, dan juga memiliki kemampuan pengambilan kebutuhan strategis
04:25secara cepat dan tepat.
04:29Yang kedua, di bidang pengkajian strategis,
04:32Lemhanas Republik Indonesia melaksanakan kajian strategis jangka pendek,
04:38menengah, dan panjang yang berfokus pada isu-isu fundamental ketahanan nasional.
04:43Dari mulai geo-politik, geo-ekonomi, peningkatan kualitas SDM,
04:51terutama SDM umpul yang berbasis sayang teknologi, generi, dan men,
04:57atau STEM, hilirisasi, konsolidasi demokrasi, dan transformasi sistem politik di Indonesia.
05:03Hasil kajian strategis tersebut menjadi masukan penting bagi Bapak Presiden khususnya
05:09dan juga bagi kementerian atau lembaga serta para pemampu kepentingan nasional
05:15dalam menjaga stabilitas, memperkuat pertahanan, serta menafikasi peluang pembangunan.
05:22Yang ketiga, Lemhanas juga melaksanakan pemantapan meling-meling kebangsaan
05:28melalui salah satunya berbagai pendidikan yang singkat dan TOT atau Training of Trainers.
05:38Kemudian program Lemhanas Dosto Kampus,
05:42Retreat Kepala Daerah,
05:44kemudian dengan dunia usaha kita juga melaksanakan retreat
05:48dengan kadir, serta kursus pemantapan pimpinan daerah atau KPPD
05:54yang menjadi tonggak penting dalam perluasan internalisasi nilai-nilai kebangsaan.
06:03Yang keempat, pada pengukuran indeks ketahanan nasional dan kepimpinan nasional
06:08juga kita melakukan sistem pengukuran ketahanan nasional
06:13yang terus dimutahirkan dan diselaraskan dengan perkembangan jahat,
06:19terutama dengan melihat dinamika perkembangan global serta nasional.
06:25Bapak-Ibu sekalian yang kami hormati,
06:27sepanjang tahun 2025,
06:30konstelasi geopolitik global bergerak semakin cepat,
06:35komplek dan penuh dengan volatilitas.
06:40Rivalitas strategis antara negara-negara adhidaya,
06:44antara lain Amerika dan Tiongkok,
06:48semakin termaninvestasi di dalam kompetisi teknologi utahnya.
06:53Proteksionisme ekonomi,
06:56serta pembentukan aliansi-aliansi baru
06:59yang menandai penguatan tatangan dunia multipolar.
07:03Konflik Rusia-Ukraina menunjukkan kecenderungan
07:08sebagai konflik yang berkepanjangan.
07:12Sementara eskalasi di Gaza,
07:15Laut Merah,
07:16kawasan Timur Tengah,
07:18konflik India-Pakistan,
07:20serta Semangat Jumkorea,
07:23menegaskan bahwa
07:24isu kemanusiaan,
07:26isu energi,
07:27serta keamanan global
07:29tetap menjadi variable penentu
07:33dari stabilitas dunia.
07:36Di kawasan hidup pasifik,
07:38tren peningkatan postur biliter,
07:42intensifikasi kompetisi maritim,
07:45serta semakin masifnya
07:47manuver kekuatan-kekuatan besar dunia,
07:51konflik di kawasan ASEAN,
07:53seperti Thailand dan Kamboja,
07:56juga mewarnai dinamika geopolitis saat ini.
08:01Hal ini semakin menegaskan
08:03bahwa kawasan ini
08:05telah bertransformasi
08:07menjadi epicentrum baru
08:10geostrategi global.
08:13Dalam konteks tersebut,
08:15Indonesia telah memainkan peran
08:17diplomasi aktif,
08:20adaptif,
08:21dan berwibawa
08:22melalui pendekatan
08:24multiple alignment
08:26sebagai aktualisasi
08:29dari politik luar negeri bebas aktif
08:31dalam konfigurasi global kontemporer.
08:37Kunjungan Bapak Presiden Prabowo
08:38ke sejumlah negara mitra,
08:41terutama mitra-mitra strategis
08:43panjang tahun 2024-2025,
08:47semakin mempertegas
08:49posisi Indonesia
08:50sebagai global middle power
08:54yang memiliki kapasitas
08:56pengaruh substantif
08:58di tingkat internasional.
09:01Di tengah konfigurasi global tersebut,
09:05Lemhanas Republik Indonesia
09:06menilai bahwa
09:08ketahanan nasional Indonesia
09:10sepanjang tahun 2025
09:12berada pada posisi
09:15kondisi cukup tanggung
09:17dengan skor 2,84
09:21dengan krem
09:23penguatan yang stabil.
09:27dari hasil pengukuran
09:30Laboratorium Ketahanan Nasional
09:32atau Laborah Ketahanan Nasional
09:34di tahun 2025
09:36menunjukkan
09:38posisi cukup tanggung
09:40pada gatra politik,
09:43ekonomi,
09:45serta sumber kekayaan alam.
09:47Gatra yang penuh menjadi perhatian
09:49adalah gatra sosial budaya
09:52karena masih rentan
09:54adanya disinformasi,
09:57polarisasi digital,
09:59serta penetrasi
10:01nilai-nilai eksternal
10:02yang berpotensi
10:04menggerus karakter kebangsaan.
10:08Namun demikian,
10:09pada gatra hankam
10:10harus mendapat perhatian
10:12yang seksama,
10:14terutama pada peningkatan
10:16kemandirian industri pertahanan.
10:19Demikian pula,
10:21gatra sumber kekayaan alam
10:23walaupun berada
10:25pada posisi cukup tangguh,
10:27namun perlu mendapatkan perhatian
10:29karena sumber daya alam
10:32tidak hanya dipandang
10:33sebagai modal ekonomi,
10:36tetapi juga sebagai
10:37pilar penyangga kehidupan
10:40dan ketahanan nasional.
10:43Hadirin yang kami hormati,
10:45berdasarkan refleksi
10:47strategis tahun 2025,
10:50Lemhanas menyimpulkan
10:52bahwa stabilitas nasional
10:55secara umum
10:55tetap terjaga
10:57dalam bingkai konsolidasi
10:59kehidupan berbangsa dan bernegara.
11:03Menghadapi tahun 2026,
11:05Indonesia masih diwarnai
11:07berbagai dinamika.
11:08Pertama,
11:09pada kondisi global,
11:12dampak rivalitas kekuatan besar,
11:14Indonesia dituntut untuk mampu
11:17mempertahankan posisi
11:19sebagai kekuatan penyeimbang
11:21atau balancing power,
11:23balancing force,
11:24sekaligus menjadi
11:26kekuatan konstruktif
11:28atau konstruktif power
11:31dalam dinamika
11:32Indo-Pacific,
11:34BRICS,
11:35ASEAN,
11:36dan G20.
11:38Perbutan sumber daya
11:40alam kritis dunia,
11:41khususnya
11:42nikel,
11:43boksid,
11:44tembaga,
11:46dan logah utana jarak
11:47atau
11:48rare earth element
11:49akan semakin intensif.
11:52Indonesia
11:52harus mampu
11:54memperkuat kebijakan
11:55hilirisasi,
11:57memperluas
11:58rantai pasok domestik,
12:00serta memastikan
12:01tata kelola yang
12:04transparan dan
12:05berkeadilan.
12:07Yang kedua,
12:09pada kondisi nasional,
12:10isu ketahanan nasional
12:11yang meliputi
12:12penguatan industri
12:14pertahanan,
12:15ketahanan tanam,
12:17ketahanan energi,
12:19dan ketahanan ideologi
12:21diproyeksikan
12:22sebagai fase penting
12:24untuk konsolidasi
12:26pencapaian program
12:28prioritas nasional
12:29yang akan menjadi
12:30fondasi utama
12:32keberhasilan
12:33asla cita.
12:35Yang ketiga,
12:36perubahan iklim
12:37menjadi tantangan
12:38multidimensional
12:39yang akan berdampak
12:41langsung pada
12:42geografi,
12:44ekonomi,
12:45sumber daya alam,
12:47dan keamanan nasional.
12:48Oleh karena itu,
12:50berbagai program
12:51pembangunan nasional,
12:52khususnya ekonomi,
12:53harus mempertimbangkan
12:55keseimbangan lingkungan
12:57yang berkelanjutan.
12:59Ketika pengelolaan
13:01sumber kekayaan alam
13:02mengampaikan
13:03prinsip
13:04keseimbangan
13:05dan keberlanjutan,
13:08risiko
13:08ekologis
13:09akan meningkat
13:10dan pada saat,
13:12pada akhirnya
13:12bermuara
13:14pada potensi
13:15terjadinya
13:16krisis sosial
13:17dan ekonomi.
13:19Yang keempat,
13:20perkembangan
13:21teknologi informasi
13:22dan artificial intelligence
13:24intelligence
13:24akan semakin mempercepat
13:27kemajuan
13:28tatanan kehidupan
13:29dengan berbagai
13:30dapat.
13:30Oleh karena itu,
13:32Indonesia harus
13:33segera
13:34menguatkan
13:35ekosistem
13:36berbagai sektor
13:37yang berbasis
13:39digital,
13:41disertai
13:41SDM
13:42Google
13:42yang berbasis
13:43sayang teknologi
13:45engineering
13:45dan
13:46MED
13:46atau
13:47SDM.
13:48Hadirin yang
13:49saya hormati
13:50dan teman-teman media
13:51yang saya
13:53banggakan,
13:55berdasarkan
13:56analisis
13:56resiko,
13:58skenario resiko
13:59strategis
14:002026,
14:02Lemhanas
14:02kembali
14:03menggunakan
14:03dua faktor
14:04penentu.
14:06Pertama,
14:06stabilitas
14:07politik
14:07dan yang kedua,
14:09ketahanan nasional.
14:11Empat
14:11skenario
14:12yang dihasilkan
14:13adalah,
14:14pertama,
14:16skenario
14:16kuat dan
14:17pertama,
14:19Bahtera Garuda
14:20menembus
14:21samudera emas.
14:23Dalam kondisi
14:24nasional,
14:25ketahanan nasional
14:26yang tangguh
14:27dan lingkungan
14:28geopolitik yang
14:29stabil,
14:29Indonesia
14:30memasuki
14:31golden momentum
14:33untuk
14:34mempercepat
14:35transformasi
14:36nasional.
14:38Yang kedua,
14:40skenario
14:41kuat berat yang kedua,
14:42menjaga
14:43haluan
14:43di tengah gelombang,
14:46ketahanan nasional
14:46tetap kuat,
14:48namun dunia
14:48menghadapi
14:50turbulensi
14:50geopolitik
14:51yang mempengaruhi
14:53ekonomi,
14:54keamanan
14:55dan rantai
14:56pasok global.
14:57Indonesia
14:58harus menjaga
14:59soliditas
15:00soliditas
15:00internal
15:01sembari
15:03meningkatkan
15:04kesiapsiagaan
15:05pertahanan,
15:07memperkuat
15:08diplomasi
15:08dan
15:09memperpedalam
15:10kerjasama
15:11strategis.
15:14Yang ketiga,
15:15skenario kuat berat yang ketiga
15:17adalah
15:17angin tenang,
15:18kompas budara.
15:20Lingkungan
15:20geopolitik
15:21relatif tenang
15:22dan stabil,
15:24namun
15:24ketahanan nasional
15:25belum cukup kuat.
15:26pemenahan
15:27struktural
15:28dan penguatan
15:28karakter bangsa
15:30menjadi kebutuhan
15:31berbesar
15:31agar arah
15:33pembangunan
15:33tetap
15:34terjaga.
15:35Dan skenario
15:36kuat,
15:37yang keempat
15:37adalah
15:38badai di
15:39Samudera Nusantara,
15:40ketahanan nasional
15:41berada pada
15:42kondisi rawat,
15:43sementara
15:43geopolitik global
15:44penuh ketegangan,
15:46konflik
15:47dan diskus
15:47ekonomi,
15:49kombinasi
15:49tekanan
15:50tenang
15:50dan eksternal ini
15:52dapat
15:52mengancam
15:53stabilitas
15:53nasional
15:54jika tidak
15:56direspon
15:56dengan cepat
15:57dan tegas.
15:59selamat menikmati
16:29selamat menikmati
Komentar