00:00Haris, selamat tinggal.
00:07Apa?
00:09Nggak ada apa-apa. Pergilah.
00:12Jangan bergerak. Nanti lukisan wajah tampanmu itu jelek.
00:32Nono ini, aku nggak tahan lagi.
00:35Aku nggak peduli. Kamu itu pengawalku. Harus menuruti perkataanku. Boleh gerak kalau kuizinkan.
00:42Terusungi Gunungi ะถatua adalah 2finan์ด์ dan telah improve my explosion
00:44amat menikmati banyak sulitใ่ฏๅฎ.
00:49Kualiko biru WOMAN.
00:50Sometimes kamu kSCEPT mengagiar khusin untuk menghabUSE.
00:56People jahat dan hampurrat untuk mengaya przykharam.
01:02Sereliernya agar transport, tidak akan mempunyikan secara kocergam.
01:07M drama ini menilai homesiden jadi membuka diri.
01:10I'm sorry.
01:26Jantungku berdebar secepat ini, dan sakit banget.
01:29Dan kayak ada yang merobeknya.
01:31Jangan-jangan luka aku belum sembuh.
01:33Oh, enggak.
01:34Harusnya aku gembira karena akan bertemu Yanti.
01:40Satu juta tayo lemas.
01:46Ayah, ayah sudah gila ya?
01:47Selama masih ada harapan hidup, pasti ada jalan keluar.
01:58Putriku sayang, ayah juga enggak ada pilihan lain.
02:01Ayah enggak boleh mengingkari janji sama keluarga mudra.
02:04Ayah harus pilih seorang putri ayah buat dinikahkan ke sana.
02:06Ayah enggak mau kamu mengorbankan diri.
02:08Makanya suruh Weni yang pergi.
02:11Tapi dia bilang, kalau mau menggantikan dia menikah ke sana, kasih dia sejumlah uang itu.
02:15Coba kamu pikirkan, kamu mau menikah ke sana atau satu juta tayo emas?
02:21Aku tentu enggak mau menikah ke sana.
02:23Putra keluarga mudra itu orang lumpuh yang enggak berguna.
02:26Kalau aku menikah ke sana, bukannya nanti akan jadi jalan hidup.
02:29Apalagi sekarang aku sudah dilirik sama putra keluarga Yandi.
02:33Haris, kamu sudah datang.
02:44Kak Haris, kamu bawa hadiah buat aku lagi.
02:49Makan rasa lagi hangat.
02:52Masih hangat?
02:53Yang penting Nona Yandi suka.
02:58Manis banget.
02:59Makasih Kak Haris.
Comments