00:00Bayangkan, hari pernikahan yang sudah diimpikan bertahun-tahun,
00:04dekorasi siap, tamu undangan hadir,
00:07tapi tiba-tiba tidak ada satu pun vendor yang datang.
00:11Ini bukan adegan drama,
00:12tapi kenyataan pahit yang harus dialami ratusan pasangan di Indonesia.
00:18Simak informasi selengkapnya di FOI hari ini.
00:30Kasus dugaan penipuan oleh WO by Ayu Puspita terus berkembang setelah puluhan pasangan resmi melapor ke polisi.
00:39Ada juga pasangan yang sampai menangis di tengah persiapan karena tidak ada vendor yang muncul.
00:45Padahal, seluruh daftar vendor sebelumnya diklaim sudah siap masuk.
00:49Banyak korban mengungkap bahwa mereka sudah membayar di muka hingga puluhan juta rupiah.
00:54Rata-rata, mereka memilih paket yang dijanjikan lengkap.
00:57Mulai dari venue, catering, dekorasi, rias, dokumentasi, sampai hiburan.
01:02Seiring banyaknya laporan, polisi menemukan pola.
01:05WO memberikan promo besar,
01:07mengarahkan klien untuk membayar cepat dengan alasan slot terbatas,
01:11lalu mengelur waktu saat klien meminta perkembangan.
01:14Bahkan beberapa vendor menyebut bahwa sudah berbulan-bulan tidak dibayar,
01:18meski mereka sudah menyelesaikan pekerjaan untuk klien-klien sebelumnya.
01:22Di media sosial, para korban mulai saling menemukan satu sama lain.
01:25Muncul, grup-grup korban yang berisi ratusan anggota untuk membahas langkah hukum dan mengumpulkan bukti.
01:32Banyak di antara mereka yang sudah terlanjur menyebar undangan,
01:35membayar gedung, atau memesan catering cadangan karena takut acara batal total.
01:39Secara mental dan finansial, dampaknya tidak main-main.
01:43Tak sedikit pula, pasangan yang mengaku malu karena mengira hal ini hanya terjadi pada dirinya.
01:48Padahal data menunjukkan bahwa praktik penipuan WO seperti ini bukan kejadian langka.
01:53Bahkan, lembaga perlindungan konsumen menyebut tren penipuan di industri pernikahan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
02:00Terutama, karena banyak pelaku usaha tidak memiliki badan hukum yang jelas.
02:04Pertanyaannya, mengapa sampai saat ini banyak pasangan yang tertipu WO abal-abal?
02:10Bagaimana cara mengetahui sebuah WO memang profesional?
02:13Saya ingin menyampaikan dari sisi kami, jawab dari kami semua profesional WO yang memang menjalankan anah-anah sebaik-baiknya,
02:23terutama WO yang tergabung di Asosiasi Hastana Indonesia.
02:29Jadi, pemberitaan ketipu WO-ketipu WO yang terjadi di luar sana itu bukan wedding organizer si mbak AP itu.
02:35Jadi, beliau adalah vendor yang menjual package pernikahan.
02:40Jadi, tidak ada layanan WO di dalamnya.
02:42Jadi, ketika ketipu WO-ketipu WO itu sangat memengaruhi bisnis kami dan sebaiknya trust, kepercayaan ya.
02:48Jadi, itu bukan WO.
02:50Sekali lagi, kami sampaikan bahwa Mbak Ayu Puspita tersebut adalah menjual package pernikahan atau maklar paket pernikahan.
02:58Karena kalau memakai WO, pastinya tidak akan ada hal-hal yang tidak diketahui oleh klien terminnya seperti apa dan lainnya.
03:05Nah, jawaban, kenapa sih kok masih ada banyak calon pengantin yang tertipu atau kena tipu?
03:14Entah paket pernikahan atau mereka yang mengatasnamakan paket wedding organizer.
03:18Jadi, ada banyak faktor yang kenapa sampai bisa ada hal yang seperti itu.
03:24Ini kan beberapa kali terjadi ya.
03:26Ini yang akhir tahun yang gongnya besar, beritanya.
03:28Itu yang pertama, pastinya tergiur harga promo yang tidak masuk akal atau promo murah.
03:36Seperti itu, yang awalnya itu yang tertarik itu.
03:39Misalnya, saya mau ambil paket pernikahan 500 pack harganya under 100 dengan bonus diskon 20% plus honeymoon ke luar negeri.
03:50Nah, secara logika saja, realistisnya itu ketika di-breakdown pasti tidak masuk akal.
03:54Angka yang akan dijabarkan untuk nanti dekorasi, gathering, dokumentasi, dan lain-lainnya itu akan berapa.
04:02Seperti itu.
04:03Jadi, dari awal itu adalah promo yang terlalu murah dan tidak masuk akal ketika di-breakdown.
04:08Secara tanya, banyak yang tidak melihat terkait perizinan dan legalitasnya.
04:13Seperti itu.
04:13Jadi, mereka lupa untuk pertama tergoda paket murah atau promo yang menggiurkan.
04:21Kemudian yang kedua, mereka kurang verifikasi atau riset kepada brand yang mereka akan ambil.
04:28Entah itu paket pernikahan atau ingin bekerja sama dengan seperti kami, professional wedding organizer.
04:34Jadi, mereka tidak verifikasi dulu.
04:36Itu kami semua yang bekerja di business wedding organizer seluruh Indonesia, terutama gara-gara Mbak Ayubus Vita ini terkena imbasnya.
04:44Dengan pemberitaan, dengan narasi, diksi yang mungkin tidak terlalu tepat ya.
04:48Sekali lagi, bahwa itu bukan dilakukan oleh WL Profesional.
04:54Jadi, itu langkah-langkah kami tentunya selaku yang tergabung di asosiasi terutama.
05:00Itu kami ada keimpin bersama, mengedukasi.
05:03Semakin banyak kampanye, kita menggandeng asosiasi lain.
05:07Seperti ASBD kan yang menaungi dekorasi, BBCI Gathering, kemudian ada HIPA BMC, kemudian ada HIPD dan lain-lain.
05:15Itu semuanya kita rangkul untuk kampanye bersama, mengedukasi secara berkala.
05:20Agar tidak ada korban-korban selanjutnya.
05:22Agar calon klien atau calon pengantin itu tahu bagaimana sih memilih vendor, rekanan, ataupun memilih paket pernikahan itu yang kami lakukan.
05:31Terus kemudian, selain kampanye secara resmi, itu adalah dari sisi kami, pelayanan yang terbaik itu juga semakin ditingkatkan.
05:40Kami juga sebagai bentuk solidaritas dan empati dari Hasidana Indonesia, kami juga ada call center.
05:46Kemudian ada email pengaduan apabila calon pengantin yang akan menikah di bulan-bulan ke depan atau tahun depan itu membutuhkan informasi pendampingan
05:57ataupun minta bantuan untuk kurasi vendor di wilayah mereka masing-masing itu kami ada layanan aduan itu.
06:04Kami Hasidana hadir di situ untuk membantu calon pengantin membantu mengkurasi, memberikan informasi yang sebaik-baiknya.
06:11Kejadian ini mengingatkan kita bahwa di balik impian pernikahan indah, ada kewajiban untuk teliti dan waspada.
06:18Pertanyaannya, apakah pemirsa FOI sudah benar-benar mengenal WO yang akan dipercaya untuk menangani hari terpenting dalam hidup?
06:41Terima kasih telah menonton!
Comments