00:00Sejumlah kasus penculikan yang terjadi akhir-akhir ini mengingatkan kuas padan kita terutama terhadap perlindungan kepada anak-anak.
00:07Adanya relawan yang membantu memberikan edukasi pada anak-anak terkait hal itu pun menjadi satu langkah positif yang patut diapresiasi.
00:15Untuk membahas lebih lanjut terkait bagaimana meningkatkan kuas padan anak terhadap tindak kejahatan salah satunya penculikan,
00:21kami akan berbincang dengan koordinator sukarelawan superhero Agus Widanarko.
00:26Selamat siang Mas Danar. Mas Danar, mengedukasi anak-anak dengan cara seperti ini, inspirasinya dari mana?
00:35Selamat siang Mas Danar.
00:38Jadi saya itu terinspirasi dengan tokoh-tokoh idola yang disukai anak-anak.
00:45Jadi sejak dulu, sebenarnya sebelum adanya kasus penculikan, saya ingin bisa masuk ke lingkungan anak itu dengan cara apa?
00:54Saya dulu belajar tentang teori sunsu, bagaimana kita akan bisa mendengar orang lain, kita kenali mereka seperti mana mengenali dirimu sendiri.
01:07Makanya kalau anak kecil itu sangat suka dengan idola-idola.
01:10Makanya ada idola luar ataupun lokal, kita pakai untuk memberi apres ataupun memberi pesan positif kepada anak.
01:21Oke, Mas Danar kan sudah bertemu dengan banyak anak dan mengedukasi banyak anak.
01:26Terkait hal ini, dari pengalaman yang sudah Anda lewati, seberapa urgen sebenarnya edukasi kepada anak terkait penculikan?
01:34Ya, saya sudah sebenarnya untuk sosialisasi supaya hati-hati tentang penculikan, hati-hati tentang bullying.
01:42Sudah hampir 7 tahun ini kepada anak-anak dari PAU, TK, itu sudah sejak dulu itu sudah sebenarnya tidak usah sekali.
01:51Dan anak-anak kecil itu biar tahu, karena mereka kadang mengenai ada bahaya yang menerpa ke mereka itu, mereka tanpa sadar terjebak atau tanpa sadar terkena masalah tersebut.
02:03Makanya sejak dahulu, kalau apakah lagi sekarang nanti ada tas kecil, karena harus kita segera total, total untuk langsung keliling kepada TK, PAU, sosialisasi pada anak.
02:13Bagaimana mereka kalau ke tempat di pulang sekolah, ada yang mungkin menawar sesuatu, kalau dulu ada istilah makanan-makanan yang berbahaya,
02:23atau menawar sesuatu makanan yang ternyata bius atau yang lain-lainnya, kita harus wan-wan kepada anak-anak TK, PAU.
02:29Dan ini cara yang paling tepat memang mereka itu paling lulus sekali dengan idolanya.
02:33Jadi idolanya kalau menyampaikan sesuatu, mereka akan menuruti.
02:36Makanya hati-hati kalau pulang di jemput, tidak kenal, jangan mau, segala macam.
02:40Dan ternyata tujuh tahun lalu saya sudah mulai setan keliling menyampaikan kepada anak-anak kecil,
02:45dan sekarang ini melihat ada kejadian kemarin itu, maka saya ingin lagi keliling untuk menyampaikan hal tersebut.
02:52Karena anak sudah keliling terpapar kekerasan apalagi menurutkan.
02:56Oke, jangan mau bila diajak orang tidak dikenal begitu.
03:00Mas Danar, ini pesan yang sangat penting sebenarnya.
03:05Iya benar.
03:06Satu, jangan mau kalau ada orang yang tidak dikenal, mengaku-ngaku,
03:11atau nanti bilangnya adalah putusannya orang tuanya,
03:15atau mengaku sebagai mungkin kerabat jauhnya.
03:18Karena namanya anak kecil, makanya anak kecil kita edukasi,
03:21setelah itu juga lingkungan sekolahnya,
03:24kalau anak kecil kira-kira menunggu jemputan orang tuanya yang belum datang,
03:28tolong dikawal, didampingi.
03:30Dan anak kecil pun kita kasih tahu, kalau ada tawaran seperti itu,
03:33langsung lapor kepada guru,
03:36apalagi pakai modus ngakunya,
03:38nanti saudara, atau apa, pamannya, atau segala macam,
03:41tapi dia merasa itu tidak kenal,
03:43langsung lapor kepada guru,
03:44biar guru segera mungkin mengatasi,
03:47atau lapor ke biar guru wajib.
03:49Jadi itu ada sistem yang harus benar-benar jadi satu,
03:52antara guru dan anak, itu sendiri, dan orang tua.
03:55Oke, kalau edukasi dengan gaya superhero seperti ini efektif,
04:00tadi kata Mas Danar,
04:01bagaimana respons keluarga dan juga sekolah, Mas?
04:06Ya, jadi saya pakai literasi.
04:08Saya datang kepada TK, PAU, itu dengan mendungeng.
04:13Dengan mendungeng, biar masuk ke anak-anak kecil itu tidak hanya berkostum.
04:16Jadi anak-anak kecil kita manjakan dengan visualnya senang,
04:19lihat superhero idulahnya,
04:20baik ada gedung kaca yang lokal,
04:22ada speederman, batman,
04:23saya tidak bisa membatasi,
04:26karena anak-anak kecil masih tetap ada yang suka batman,
04:28ada yang suka speederman,
04:29tapi tetap yang pimpinannya adalah gaduh kaca Indonesia.
04:33Jadi anak kecil pun juga nasionalismenya terjaga,
04:36tapi dia akan mendengarkan itu batman saja ngomongin seperti ini,
04:40batman saja meminta kita untuk hati-hati,
04:42nggak boleh jajanan sembarangan,
04:44nggak boleh saling pukul,
04:45nggak boleh bully,
04:46nggak boleh dijemput,
04:47kalau ada yang nggak kenal, jangan mau.
04:49Nah, mereka tertanam dalam pikirannya,
04:51aduh, aku ngikutin visual aku.
04:53Nah, itu efektif sekali,
04:54tapi melalui masuknya lewat dongeng,
04:57lagu-lagu anak, lagu-lagu tradisional,
05:00nanti pesan-lagu anaknya kita sisipkan.
05:02Jadi, jangan langsung datang,
05:04sudah pakai kostum, sudah bagus,
05:05tapi langsung mendetail anak kecil tidak bisa.
05:07Anak kecil kita harus kasih keceriaan,
05:09kebahagiaan, lagu-lagu,
05:11dongeng,
05:11dongengnya pun juga kancil,
05:13dongeng tentang kisah Nabi,
05:14apa,
05:14cerita-cerita kisah Nabi kita sampaikan,
05:17atau juga dongeng-dongeng kearifan lokal.
05:19Tapi, disaksisipkan adab sopan santun,
05:22dan hati-hati hal-hal yang berbahaya melalui dongeng.
05:25Jadi, literasi luar biasa.
05:27Oke, Mas Danar kan sudah mengambil peran
05:29sebagai perwakilan dari P3K di luar sana.
05:32Ada pesan khusus nggak kepada keluarga,
05:34anggota keluarga,
05:35ataupun orang tua,
05:36bagaimana mencegah anak dari penculikan?
05:38Ya, kita itu bagaimanapun,
05:43kita harus 100,
05:44bahkan 200 ribu persen
05:46rasa cinta kita kepada anak kita.
05:48Kita itu dititipi
05:49bumi ini oleh Tuhan
05:51untuk anak-anak kita.
05:52Jangan sampai kita tinggalkan bumi ini
05:54dalam keadaan hancur,
05:55atau jangan sampai kita tinggalkan bumi ini
05:57dengan penuh,
05:58apa itu, permasalahan.
05:59Makanya, tolong,
06:01luar biasa,
06:01pikiran di otak kita semuanya,
06:03orang tua, guru,
06:04semua pihak pun ingat
06:06anak tempatnya ceria,
06:08anak tempatnya bahagia,
06:10jangan kasih beban-beban pikiran yang berlebih,
06:12anak TK, anak PAU,
06:13berikan mereka keceriaan, kebahagiaan,
06:15apalagi jangan sampai terpapar kekerasan,
06:18ketakutan ada penculikan dan lain-lain.
06:20Kita harus bergerak bersama-sama,
06:22dan bagi anak yang mungkin belum ditemukan,
06:26keluarga tadi saya lihat beritanya tadi,
06:28terus bersabar, berdoa,
06:29dan ayo kita seluruh Indonesia,
06:31totalitas perjuangan,
06:33pun semesta untuk anak Indonesia.
06:35umpak semuanya,
06:36kita harus selamatkan,
06:37total serius untuk anak kita.
06:39Baik.
06:40Baik, terima kasih Mas Agus Widanarko,
06:43Koordinator Superhero,
06:44Relawan Superhero untuk mencegah anak dari penculikan,
06:47sudah berbagi bersama kami di Sampai Indonesia Siang.
06:49Terima kasih Mas Danar.
06:51Sampai-sampai, Kak.
Komentar