Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#SistemPertahananUdara #Tiongkok2025 #TamengLangitTiongkok #StrategiGlobal #MiliterTiongkok #ChinaVsUS #HQ9 #TeknologiMiliter #KekuatanAsia #PerangTeknologi #RudalCanggih #JetSiluman #KekuatanMiliter #AIWarfare #BeritaMiliterGlobal

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Dunia sedang berubah.
00:01Lah, langit Asia Timur kini menjadi arena pertempuran teknologi.
00:06Di atas awan, di balik radar,
00:08Tiongkok membangun sebuah tameng nyaris tak tertembus.
00:11Sistem pertahanan udara paling kompleks dan berbahaya yang pernah mereka miliki.
00:16Tahun 2025, bukan lagi soal siapa yang punya jet tercepat,
00:20tapi siapa yang bisa menghancurkan jet lawan sebelum ia terlihat.
00:25Segmen satu awal dari The Great Shield,
00:27Open quote, setelah menyaksikan kekuatan Amerika Serikat
00:30dengan sistem pertahanan seperti Patriot dan TAD,
00:33Tiongkok tak mau ketinggalan.
00:36Sejak tahun 2010, Beijing mulai membangun sistem pertahanan udara berlapis
00:40dari rudal jarak pendek menengah hingga Antariksa.
00:44Kini di tahun 2025, mereka menyebutnya The Great Shield,
00:48perisai besar yang mengawal seluruh langit Tiongkok.
00:51Sistem ini bukan hanya satu jenis rudal,
00:53tapi jaringan raksasa, ribuan radar satelit,
00:57pusat komando kecerdasan buatan,
00:59dan rudal-rudal canggih yang tersebar dari Laut Cina Selatan hingga Xinjiang.
01:03Lapisan pertama dikenal sebagai pertahanan jarak pendek,
01:06terdiri dari Heiku-6E dan LD-2000,
01:09senjata otomatis anti-pesawat dan drone.
01:12Mereka berfungsi seperti penjaga gerbang,
01:15memusnahkan ancaman yang mendekat di jarak 6 hingga 10 km.
01:19Lapisan kedua adalah pertahanan jarak menengah,
01:21sistem HQ-16 dan HQ-17,
01:25hasil pengembangan dari teknologi Rusia.
01:27Dengan jangkauan 40 hingga 70 km,
01:30mereka bisa melacak jet tempur dan rudal jelajah secara simultan.
01:35Namun yang paling menakutkan adalah lapisan ketiga,
01:38sistem jarak jauh.
01:39Di sinilah Tiongkok menempatkan Heiku-9B,
01:42HQ-22,
01:44dan bahkan HQ-19,
01:45sistem pertahanan yang dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik antarbenua.
01:49Saingan langsung Patriot dan S-400 open quote,
01:53Heiku-9B adalah jantung dari tameng langit Tiongkok.
01:56Sistem ini memiliki jangkauan hingga 300 km,
02:00dan mampu menargetkan pesawat siluman seperti F-22 Raptor atau F-35 Lightning II.
02:07Menggunakan radar faced array yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan,
02:10Hei-9B bisa melacak hingga 100 target sekaligus.
02:14Beijing bahkan mengembangkan versi ekspor FD-2000
02:17yang sudah dijual ke Turki, Pakistan, dan beberapa negara di Afrika.
02:21Dunia mulai sadar,
02:22Tiongkok bukan lagi pembeli teknologi,
02:24tapi pencipta kekuatan baru.
02:28Integrasi kecerdasan buatan dan satelit militer.
02:31Tahun 2025 menjadi titik perubahan.
02:34Sistem pertahanan udara Tiongkok
02:36kini terhubung langsung ke jaringan satelit militer Beidong
02:39serta pusat komando kecerdasan buatan
02:41milik pasukan pendukung strategis tentara pembebasan rakyat.
02:45Artinya, deteksi, pelacakan, dan penembakan
02:48kini bisa dilakukan tanpa campur tangan manusia.
02:52Sebuah sistem otonom yang dapat mendeteksi rudal hipersonik musuh
02:55dalam hitungan detik dan menembakkannya
02:57sebelum mencapai atmosfer Tiongkok.
03:00Inilah masa depan peperangan udara.
03:02Kecerdasan buatan melawan kecerdasan buatan.
03:04Segment 5, Rudal Antisatelit dan Lapisan Antariksa
03:08Open quote.
03:10Namun Tiongkok tak berhenti di atmosfer.
03:12Mereka mengembangkan rudal antisatelit
03:14seperti SC-19 dan DN-3
03:17yang mampu menghancurkan satelit musuh di orbit rendah bumi.
03:21Ini berarti, dalam perang modern,
03:23Tiongkok bisa membutakan sistem GPS dan komunikasi lawan
03:26hanya dalam beberapa menit.
03:28Amerika Serikat menyebut langkah ini
03:30sebagai ancaman besar terhadap stabilitas ruang angkasa global.
03:34Tapi bagi Beijing, ini adalah bentuk kedaulatan penuh atas langit dan luar angkasa.
03:38Amerika, Jepang, dan India kini berlomba membangun sistem pertahanan tandingan.
03:44Bahkan Pentagon meluncurkan program Next Generation Interceptor.
03:48Sementara Jepang memperkuat kerjasama dengan Amerika untuk sistem Aegis Ashore.
03:52Namun analis militer memperingatkan,
03:55jika sistem pertahanan udara Tiongkok benar-benar bekerja sempurna,
03:58maka setiap rudal, jet, bahkan satelit musuh yang mendekat
04:02akan lenyap sebelum sempat memasuki radar mereka sendiri.
04:06Beberapa sumber intelijen menyebutkan bahwa Tiongkok
04:08kini tengah menguji versi-versi eksperimental dari sistem perisai tak terlihat,
04:13yang menggunakan laser energi tinggi dan gelombang elektromagnetik
04:16untuk menembak jatuh drone dan rudal hipersonik tanpa jejak ledakan.
04:20Jika benar, ini bisa menjadi awal dari revolusi militer global.
04:23Perang tanpa suara, tanpa asap, tapi mematikan.
04:28Langit Tiongkok kini dijaga oleh ribuan mata elektronik,
04:31radar yang tak pernah tidur,
04:33dan algoritma yang mampu berpikir lebih cepat dari manusia.
04:37Dunia mungkin tak siap, tapi Tiongkok sudah.
04:40Ini bukan lagi sekadar pertahanan udara.
04:42Ini adalah penguasaan langit abad ke-21.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda