Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Baru sebulan menjabat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung membuat serangkaian gebrakan yang menandai arah baru kebijakan fiskal Indonesia.

Kebijakan yang diambil antara lain pemindahan dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank-bank Himbara, kenaikan defisit APBN menjadi 2,68 persen, hingga keputusan tidak menaikkan cukai rokok tahun 2026.

Baca Juga Hoax Menteri Pariwisata Mandi Air Galon di https://www.kompas.tv/regional/621817/hoax-menteri-pariwisata-mandi-air-galon

Purbaya juga menolak pemberlakuan tax amnesty berulang dan memastikan utang proyek KCIC tidak ditanggung APBN. DPR menilai gaya "koboi" Purbaya dapat berdampak positif terhadap pelonggaran kebijakan fiskal, sementara analis ekonomi menilai langkah ini bisa meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

#purbaya #mneterikeuangan #ekonomi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/624533/gebrakan-menteri-purbaya-ada-hasilnya
Transkrip
00:00Intro
00:00Sebulan menjabat, sejak dilantik 8 September 2025,
00:23Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa yang dijuluki Menteri Koboy,
00:27membuat serangkaian keberakan yang menandai arah baru kebijakan fiskal Indonesia.
00:33Kebijakan pertamanya adalah memindahkan uang kas Kementerian Keuangan
00:37sebesar 200 triliun rupiah dari Bank Indonesia ke Bank Bank Himbara.
00:43Setelah memindahkan uang negara, Purbaya menaikkan angka postur APBN.
00:48Dampak paling terlihat adalah kenaikan target defisit APBN
00:52dari 2,48 persen menjadi 2,68 persen PDP.
00:59Kita sambil berjalan dengan apa masukkan dari daerah,
01:04untuk kita itu penting dalam jangka mentek menjaga stabilitas sosial dan politik daerah.
01:10Dan walaupun total dana daerah ini turun di tahun lalu,
01:15cuma ada 1.300 triliun belanja pusat yang dipelanjakan di daerah.
01:19Jadi manfaat daerah ini tidak akan berkurang.
01:20Purbaya juga mengambil kebijakan yang terbilang populis.
01:28Tarif cukai rokok tahun 2026 dipastikan tidak naik.
01:33Ia memilih menertibkan peredaran rokok ilegal untuk menambah penerimaan negara.
01:39Mereka bilang, asal nggak dirubah, udah cukup.
01:42Yaudah, saya nggak ubah.
01:43Ini kan kita sedang mencoba membersihkan pasar dari barang-barang ilegal.
01:48Ada barang ilegal yang dari luar negeri, tapi banyak juga yang dari dalam negeri.
01:52Dari produk-produk yang nggak bayar pajak ya, nggak apa ini.
01:56Kalau kita bunuh semua, ya matilah mereka.
01:58Jadi tujuan saya menjaga,
02:00menciptakan langgan kerja juga menjadi tidak terpenuhi juga.
02:05Jadi nanti kita akan buat suatu program khusus.
02:08Mungkin Pak, ini pernah buat kawasan industri hasil tembakau.
02:12Di sana nanti di satu tempat akan ada mesin, udang, pabrik.
02:19Ada lima kebijakan signifikan yang diambil Purbaya.
02:23Memindahkan dana 200 triliun rupiah,
02:26menaikkan defisit APBN,
02:28kebijakan cukai rokok,
02:30menolak teks amnesti berulang,
02:32hingga menarik dana program MBG yang menganggur.
02:35Sebagai bentuk ketegasan, Purbaya melakukan sidak ke Pelabuhan Tanjung Priok
02:40untuk memastikan tidak ada barang impor ilegal
02:43yang lolos tanpa pemantauan biaya cukai.
02:47Selain itu, Purbaya juga menolak penggunaan APBN
02:50untuk menanggung utang kereta cepat Indonesia-Cina atau KCIC
02:54dan membiayai proyek Family Office Gagasan Luhut Binsar Panjaitan.
03:00Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa
03:03membuka peluang untuk menurunkan tarif pajak
03:06pertambahan nilai atau PPN pada tahun 2026.
03:11Purbaya menyatakan,
03:12keputusan penurunan PPN masih bergantung
03:15pada perkembangan ekonomi nasional
03:17hingga akhir 2025.
03:19Kita akan lihat seperti apa akhir tahun
03:22ekonominya seperti apa
03:24uang saya yang saya pahit
03:26gak patut seperti apa sampai akhir tahun
03:28saya sekarang belum selalu clear
03:29nanti akan kita lihat
03:31bisa gak kita turunkan PPN
03:33itu untuk mendorong
03:37kaya beli masyarakat
03:38tapi kita pelajari dulu hati-hati.
03:40Sementara itu, pada 14 Oktober 2025
03:48Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa mengumumkan
03:52defisit APBN 2025 per 30 September
03:56mencapai 371,5 triliun rupiah
04:00atau 1,56 persen dari PDB.
04:04Pendapatan negara hingga akhir September 2025
04:08tercatat sebesar 1.863,3 triliun rupiah
04:13atau telah mencapai 65,0 persen
04:16dari outlook yang ditetapkan.
04:19Meskipun lebih rendah
04:20dibandingkan periode yang sama
04:22tahun lalu secara nominal
04:24rekanan ini terutama bersumber
04:26dari penurunan harga komunitas global
04:28yang mempengaruhi penerimaan perpajakan
04:31khususnya di sektor migas dan tambang
04:34momentum pertemuan ekonomi tetap terjaga
04:36yang tersemin dari kinerja positif
04:38lintas sektor, meningkatnya permintaan
04:40setelah kontribusi aktif dari daerah.
04:44Ini menjadi landasan kuat bagi optimisme ke depan.
04:50Gaya kepemimpinan Purbaya menuai sorotan dari Parlemen.
04:54Ketua Badan Anggaran atau Banggar DPR RI
04:57Said Abdullah meyakini
04:59gaya koboi ini dapat berdampak positif.
05:03Namun kita yakin
05:05gaya koboi menteri keuangan kita
05:10bisa melonggarkan kebijakan uang ketat
05:13dan terbukti
05:16dalam sebulan ini
05:18kondisi kita harapkan terus berlanjut
05:22sehingga suku bunga SBN tahun depan
05:26bisa lebih rendah
05:28sehingga biaya dana yang ditanggung oleh ABBN
05:30akan semakin rendah.
05:37Langkah taktis ini sejalan
05:39dengan target ambisius Presiden Prabowo Subianto
05:43untuk mencapai pertumbuhan ekonomi agregat 5,3%
05:47jauh di atas prediksi global.
05:50Analis kebijakan ekonomi Apindo Ajib Hamdani menilai
05:54tren ini membentuk keyakinan yang baik terhadap confidence level ekonomi Indonesia.
06:00Pemerintah dan jajaran kabinet bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang cukup eskalatif
06:05dan bahkan kalau kita lihat bagaimana Pak Prabowo Subianto punya target
06:09secara agregat kita mencapai 5,3%
06:12jauh di atas target pertumbuhan ekonomi global.
06:15Tapi kemudian kalau kita lihat tren pertumbuhan ekonomi kita di atas 5%
06:19maka tentunya ini membentuk sebuah keyakinan yang cukup baik
06:23bagaimana global juga melihat confidence level terhadap ekonomi kita juga akan membaik.
06:27Jadi sepanjang kita bisa mendorong indikator-indikator makro yang lain
06:31inflasi kita terkendali masih di angka 2,5%
06:34kemudian pengangguran kita juga masih di bawah 5%
06:38dan tingkat kemiskinan kita juga terkendali
06:40dan indikator-indikator makro yang lain juga manageable
06:43maka potensinya rupiah juga akan kembali menguat.
06:49Langkah taktis Menteri Keuangan Purbaya ini akan menjadi penentu arah disiplin fiskal Indonesia 2026.
06:56Jika mulus, manuver ini tidak hanya menggerakkan ekonomi
07:00tetapi juga menjadi kunci menumbuhkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan