Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 bulan yang lalu
INDRAMAYU, KOMPAS.TV Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menyampaikan donasi 1000 rupiah sehari digunakan untuk membantu dan meringankan warga kurang mampu di Jawa Barat tidak wajib.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dedi Mulyadi saat ditemui di Indramayu pada Selasa (7/10).

Meski begitu, Dedi Mulyadi berharap di tahun 2026 mendatang tidak ada lagi video rumah warga ambruk dan pelajar di Jawa Barat tidak punya baju seragam sekolah viral di media sosial atau medsos.

Dedi juga menambahkan bahwa uang hasil donasi dari masyarakat Jawa Barat nantinya akan digunakan untuk membantu dan meringankan warga maupun pelajar Jawa Barat yang tidak mampu.

Bagaimana menurut Sahabat KompasTV terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Video Editor: Laurensius Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/621790/gubernur-dedi-mulyadi-soal-donasi-rp1000-sehari-ini-nggak-ada-kewajiban
Transkrip
00:00Kali ada penolakan itu gimana?
00:01Yang nolak siapa?
00:02Yang tadi ada mama itu kan?
00:04Enggak kan, enggak?
00:05Iya gini loh, kalimat nolak itu kalau diwajibkan, nolak.
00:10Nah ini enggak ada kewajiban kok.
00:12Ini ajakan bagi RT RW, bagi desa dan kelurahan, bagi Pak Bupati, Pak Wali Kota
00:17untuk bersama-sama warganya menyelesaikan problem sosial.
00:22Warga, yang begitu bukan baru.
00:25Ada beas perelek itu hampir sama.
00:27Banyak jimpitan, gerakan sehari seribu, banyak sekali.
00:31Jadi di Jawa Barat bukan hanya hal baru itu sudah berlangsung di seluruh desa.
00:35Dan yang sudah berlangsung itu berjalan.
00:37Ini pemahaman orang dikiranya uang itu dikumpulin oleh gubernur.
00:41Nah itu kan salah.
00:42Yang RT bikin sendiri di kelas misalnya.
00:44Saya boleh ada yang saya jelasin sekarang?
00:46Selama ini di sekolah-sekolah itu berjalan loh.
00:49Namanya kas kelas itu ada.
00:52Tapi seringkali pertanggung jawabannya tidak jelas.
00:55Makanya regulasinya akan saya atur agar penghutan itu dipublikasikan dengan baik.
01:01Anak sekolah.
01:02Di sekolahnya dipublikasikan.
01:03Kelas 3B misalnya kan.
01:07Penghuta apa namanya?
01:08Iuran atau bukan sumbangan dari kelasnya tiap bulan dapat Rp. 200.000.
01:14Diperuntukkan untuk A, untuk B, untuk C.
01:16Saya nggak mau di 2026 ada viral-viral lagi orang nggak punya baju pramuka.
01:22Nggak punya sepatu.
01:23Saya nggak mau.
01:24Kenapa?
01:25Jelek sebuah kabupaten di mana masyarakatnya terperhatikan kalau viral.
01:30Saya ingin nggak ada lagi viral rumah robo.
01:32Kenapa?
01:33Karena semuanya sudah diselesaikan di tingkat desa, kelurahan, kabupaten, kota, dan gubernur.
01:38Benar.
01:39Desa kayak tadi, kayak kemarin orang kuningan.
01:41Harus bayar operasi ke rumah sakit harapan kita Rp. 110.000.000.
01:47Datang ketemu ketemua saya.
01:49Nah yang nanti yang begini nggak usah datang ketemua saya.
01:51Cukup di desanya.
01:53Desanya mampu berapa?
01:55Nanti lapor ke pengaduan di kabupatennya.
01:58Kabupatennya nggak usah lama tinggal WA aja.
02:00Kabupatennya nggak mampu.
02:02Nanti lapor ke gubernur.
02:03Nanti diselesaikan.
02:04Terus ayahnya di tingkat RT, pakai perelek, pakai pencering.
02:09Kenapa ini yang dirubah?
02:11Jangan sampai sumber dayanya diambil orang lain.
02:15Kalau galak-galak, yang punya pabri juga takut lah.
02:19Bagaimana?
02:19Pertama, disiapkan dengan pendidikan semi-militer.
02:28Saya, Rizka Klarissa.
02:30Saksikan program-program Kompas TV.
02:32Melalui siaran digital, pay TV, dan media streaming lainnya.
02:38Kompas TV, independen, terpercaya.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan