00:00Kali ada penolakan itu gimana?
00:01Yang nolak siapa?
00:02Yang tadi ada mama itu kan?
00:04Enggak kan, enggak?
00:05Iya gini loh, kalimat nolak itu kalau diwajibkan, nolak.
00:10Nah ini enggak ada kewajiban kok.
00:12Ini ajakan bagi RT RW, bagi desa dan kelurahan, bagi Pak Bupati, Pak Wali Kota
00:17untuk bersama-sama warganya menyelesaikan problem sosial.
00:22Warga, yang begitu bukan baru.
00:25Ada beas perelek itu hampir sama.
00:27Banyak jimpitan, gerakan sehari seribu, banyak sekali.
00:31Jadi di Jawa Barat bukan hanya hal baru itu sudah berlangsung di seluruh desa.
00:35Dan yang sudah berlangsung itu berjalan.
00:37Ini pemahaman orang dikiranya uang itu dikumpulin oleh gubernur.
00:41Nah itu kan salah.
00:42Yang RT bikin sendiri di kelas misalnya.
00:44Saya boleh ada yang saya jelasin sekarang?
00:46Selama ini di sekolah-sekolah itu berjalan loh.
00:49Namanya kas kelas itu ada.
00:52Tapi seringkali pertanggung jawabannya tidak jelas.
00:55Makanya regulasinya akan saya atur agar penghutan itu dipublikasikan dengan baik.
01:01Anak sekolah.
01:02Di sekolahnya dipublikasikan.
01:03Kelas 3B misalnya kan.
01:07Penghuta apa namanya?
01:08Iuran atau bukan sumbangan dari kelasnya tiap bulan dapat Rp. 200.000.
01:14Diperuntukkan untuk A, untuk B, untuk C.
01:16Saya nggak mau di 2026 ada viral-viral lagi orang nggak punya baju pramuka.
01:22Nggak punya sepatu.
01:23Saya nggak mau.
01:24Kenapa?
01:25Jelek sebuah kabupaten di mana masyarakatnya terperhatikan kalau viral.
01:30Saya ingin nggak ada lagi viral rumah robo.
01:32Kenapa?
01:33Karena semuanya sudah diselesaikan di tingkat desa, kelurahan, kabupaten, kota, dan gubernur.
01:38Benar.
01:39Desa kayak tadi, kayak kemarin orang kuningan.
01:41Harus bayar operasi ke rumah sakit harapan kita Rp. 110.000.000.
01:47Datang ketemu ketemua saya.
01:49Nah yang nanti yang begini nggak usah datang ketemua saya.
01:51Cukup di desanya.
01:53Desanya mampu berapa?
01:55Nanti lapor ke pengaduan di kabupatennya.
01:58Kabupatennya nggak usah lama tinggal WA aja.
02:00Kabupatennya nggak mampu.
02:02Nanti lapor ke gubernur.
02:03Nanti diselesaikan.
02:04Terus ayahnya di tingkat RT, pakai perelek, pakai pencering.
02:09Kenapa ini yang dirubah?
02:11Jangan sampai sumber dayanya diambil orang lain.
02:15Kalau galak-galak, yang punya pabri juga takut lah.
02:19Bagaimana?
02:19Pertama, disiapkan dengan pendidikan semi-militer.
02:28Saya, Rizka Klarissa.
02:30Saksikan program-program Kompas TV.
02:32Melalui siaran digital, pay TV, dan media streaming lainnya.
02:38Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar