Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Pohon Beringin Berdarah di Sumatera Barat konon tumbuh dari jasad seorang dukun hitam yang dikubur tanpa doa. Hingga kini, batangnya sering mengeluarkan cairan merah seperti darah. Benarkah pohon itu hidup dari arwah-arwah yang hilang? Saksikan kisah horor menyeramkan ini sampai habis!"

Di Sumatera Barat, sebuah desa dipercaya menyimpan pohon beringin misterius.
Pohon itu mengeluarkan cairan merah menyerupai darah segar. Warga percaya pohon tersebut tumbuh dari jasad seorang dukun hitam yang dikubur tanpa doa.

Seorang anak desa nekat menyentuh cairan itu, lalu kerasukan dan hilang secara misterius. Hingga kini, pohon beringin itu semakin besar… seolah menelan jiwa-jiwa baru.

Apakah ini hanya mitos, atau benar-benar nyata?
Tonton sampai akhir dan jangan lupa tinggalkan pendapatmu di kolom komentar!

#CeritaHoror #KisahMisteri #MisteriIndonesia #HororIndonesia #UrbanLegend #KisahMistis #PohonBeringin #SumateraBarat #KontenHoror #CeritaHantu
Transkrip
00:00Kalau kamu melihat pohon beringin tua yang mengeluarkan cairan merah, jangan pernah menyentuhnya, karena bisa jadi itu bukan getah.
00:18Di sebuah desa terpencil berdiri sebuah pohon beringin besar di tengah lapangan.
00:25Bukan pohon biasa, karena batangnya sering mengeluarkan cairan merah, persis seperti darah segar.
00:35Warga percaya pohon itu tumbuh dari jasad seorang dukun hitam yang dulu dihukum mati.
00:41Saat dikubur, jasadnya tidak dimandikan, tidak diberi doa, batan dikubur sembarangan.
00:48Sejak saat itu, pohon beringin muncul dan terus tumbuh, semakin tinggi seolah-olah menyerap arwah sang dukun.
00:59Siang itu, seorang anak bernama Rizal bermain di dekat pohon.
01:04Ia melihat cairan merah menetes dari batang pohon.
01:07Penasaran, ia mengusap cairan itu dengan tangannya.
01:11Saat itu juga, tubuhnya bergetar, matanya kosong, suaranya berubah parau, seperti ada yang berbicara melalui dirinya.
01:23Rizal kerasukan.
01:27Malam harinya, warga melihat Rizal berjalan sambil membawa cangkul.
01:32Ia menuju pohon beringin itu, lalu mulai menggali tanah di bawahnya.
01:38Mulutnya berkomat kamit, mengucapkan kata-kata asing, bukan bahasa manusia.
01:46Semakin dalam ia menggali, terdengar suara lirih, tangisan, jeritan dari dalam tanah.
01:55Namun Rizal terus menggali, semakin dalam, sampai tubuhnya perlahan menghilang ke dalam lubang.
02:03Keesokan paginya, warga mendapati tanah di bawah pohon telah terbuka.
02:09Sebuah lubang besar menganga, dipenuhi cairan merah pekat.
02:15Baunya amis, seperti darah manusia.
02:19Rizal tidak pernah ditemukan lagi.
02:22Sejak hari itu, tidak ada satupun warga yang berani mendekat ke pohon beringin tersebut.
02:30Namun anehnya, pohon itu semakin besar.
02:34Akar-akar merambat liar.
02:36Cabangnya semakin lebat.
02:39Seakan-akan, pohon itu menelan jiwa-jiwa baru, satu persatu.
02:52Terima kasih.
02:53Terima kasih.
02:54Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan