00:00Kalau kamu melihat pohon beringin tua yang mengeluarkan cairan merah, jangan pernah menyentuhnya, karena bisa jadi itu bukan getah.
00:18Di sebuah desa terpencil berdiri sebuah pohon beringin besar di tengah lapangan.
00:25Bukan pohon biasa, karena batangnya sering mengeluarkan cairan merah, persis seperti darah segar.
00:35Warga percaya pohon itu tumbuh dari jasad seorang dukun hitam yang dulu dihukum mati.
00:41Saat dikubur, jasadnya tidak dimandikan, tidak diberi doa, batan dikubur sembarangan.
00:48Sejak saat itu, pohon beringin muncul dan terus tumbuh, semakin tinggi seolah-olah menyerap arwah sang dukun.
00:59Siang itu, seorang anak bernama Rizal bermain di dekat pohon.
01:04Ia melihat cairan merah menetes dari batang pohon.
01:07Penasaran, ia mengusap cairan itu dengan tangannya.
01:11Saat itu juga, tubuhnya bergetar, matanya kosong, suaranya berubah parau, seperti ada yang berbicara melalui dirinya.
01:23Rizal kerasukan.
01:27Malam harinya, warga melihat Rizal berjalan sambil membawa cangkul.
01:32Ia menuju pohon beringin itu, lalu mulai menggali tanah di bawahnya.
01:38Mulutnya berkomat kamit, mengucapkan kata-kata asing, bukan bahasa manusia.
01:46Semakin dalam ia menggali, terdengar suara lirih, tangisan, jeritan dari dalam tanah.
01:55Namun Rizal terus menggali, semakin dalam, sampai tubuhnya perlahan menghilang ke dalam lubang.
02:03Keesokan paginya, warga mendapati tanah di bawah pohon telah terbuka.
02:09Sebuah lubang besar menganga, dipenuhi cairan merah pekat.
02:15Baunya amis, seperti darah manusia.
02:19Rizal tidak pernah ditemukan lagi.
02:22Sejak hari itu, tidak ada satupun warga yang berani mendekat ke pohon beringin tersebut.
02:30Namun anehnya, pohon itu semakin besar.
02:34Akar-akar merambat liar.
02:36Cabangnya semakin lebat.
02:39Seakan-akan, pohon itu menelan jiwa-jiwa baru, satu persatu.
02:52Terima kasih.
02:53Terima kasih.
02:54Terima kasih.
Komentar