KOMPAS.TV - Usai pulang dari Sidang Umum PBB, Presiden Prabowo menyatakan pesan yang disampaikan saat pidato di Sidang Umum PBB mendapat respons positif dari banyak kepala negara. Prabowo berharap tercapai terobosan solusi konflik di Gaza.
Sebelumnya, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Prabowo menegaskan dukungan two-state solution atau solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Palestina dan Israel.
Lalu, apa yang bisa dilakukan pemimpin negara-negara pendukung kemerdekaan Palestina untuk menekan Israel? Siapa yang akan memainkan peran kunci untuk mendorong Israel mengakui kemerdekaan Palestina?
Kita bahas bersama pakar hubungan internasional sekaligus pendiri lembaga penelitian independen Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.
Baca Juga Netanyahu Pidato di PBB: Terdiam saat Delegasi "Walk Out" Massal, Tetap Tak Akui Palestina di https://www.kompas.tv/internasional/619925/netanyahu-pidato-di-pbb-terdiam-saat-delegasi-walk-out-massal-tetap-tak-akui-palestina
#palestina #pbb #israel #pbb #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/620085/full-analisis-pakar-hi-soal-pengakuan-negara-ke-palestina-siapa-bisa-pengaruhi-israel
00:00Lalu apa yang bisa dilakukan pemimpin negara-negara pendukung kemerdekaan Palestina untuk menekan Israel?
00:08Siapa yang akan memainkan peran kunci untuk mendorong Israel mengakui kemerdekaan Palestina?
00:14Kita bahas bersama pakar hubungan internasional sekaligus pendiri Lembaga Penelitian Independence Synergy Polisis,
00:19Mbak Dina Prapto Raharja. Mbak Dina, selamat petang.
00:23Selamat petang.
00:24Mbak Dina, dari sidang umum PBB kemarin secara de facto sudah begitu banyak negara yang kemudian mengakui Palestina,
00:31meskipun Amerika Serikat masih menolak. Lalu realisasi konkret apa yang kemudian harus dilakukan, Mbak Dina?
00:38Pertama tentu Israel sendiri ya harus firm, harus tegas memang menerima ada peranan dari negara-negara eksternal
00:48untuk status Palestina di wilayah mereka, di wilayah itu.
00:55Jadi kalau sebelumnya Israel mengambil peran main hakim sendiri gitu ya untuk mendapatkan apa yang dia mau,
01:02sekarang jelas negara-negara dunia menginginkan peranan yang lebih besar buat negara lain menentukan nasib Palestina.
01:09Bagaimana kemudian untuk mewujudkan hal itu, Mbak Dina?
01:13Karena kita tahu bahwa nampaknya juga Israel sampai dengan saat ini masih dalam tanda kutip,
01:16keras kepala untuk kemudian tidak mengakui Palestina.
01:20Betul. Dan mengambil alih wilayah yang sudah diduduki oleh Israel itu tentu bukan pekerjaan yang mudah.
01:27Kalau dilihat dari perkembangan berita di Israel, kelompok garis kanan yang notabene tentu saja adalah pendukung dari Perdana Menteri Netanyahu,
01:37itu masih fix ya, masih tetap ingin mengambil alih wilayah Gaza, sekaligus juga wilayah tepi barat.
01:46Itu mereka ingin juga diambil full begitu.
01:48Meskipun Donald Trump sudah mengatakan tidak, Amerika Serikat, jangan sampai itu terjadi,
01:55berarti masih ada aspirasi dari wilayah Israel untuk tetap kekeh ya, kukuh pada kemauan tersebut.
02:07Bahwa kita tahu juga sejumlah negara Eropa, bahkan Inggris juga nampaknya sudah mulai mengakui Palestina,
02:12tetapi Amerika Serikat belum. Apakah artinya negara-negara ini harus mendesak Amerika Serikat untuk kemudian mendukung Palestina?
02:18Memang harus begitu, cuma masalahnya semudah itu atau tidak.
02:24Jadi kalau kita mau zoom out sedikit apa yang terjadi di tingkat global sekarang,
02:29masalah yang dibuat atau bahkan diciptakan oleh Amerika Serikat sendiri di tingkat global itu macam-macam.
02:36Jadi saya kira yang ada di kepalanya Presiden Amerika Serikat sekarang bukan melulu hanya masalah Timur Tengah atau Israel-Palestina,
02:46tapi dia punya ada agenda Cina, ada agenda Rusia, ada agenda Uni Eropa, dan semuanya itu belum ada yang dealnya fix.
02:54Ada Korea, jadi saya melihat ini sangat tergantung juga Amerika Serikat itu sebenarnya mau memainkan kartu apa.
03:03Dan jelas Donald Trump pasti mencari deal yang menguntungkan Amerika Serikat terutama.
03:07Berbicara soal politik dunia ini juga yang menarik adalah bahwa yang terbaru, Tony Blair disiapkan untuk memimpin pemerintahan sementara di Gaza.
03:16Apa yang kemudian Anda baca dari rencana ini, Mbak Dina?
03:18Kalau saya lihat ini belum fix ya, jadi ini salah satu inisiatif saja dari pihak Barat.
03:26Saya juga belum melihat secara tetap bahwa Amerika Serikat sudah pasti di belakang agenda ini.
03:33Kalau dilihat dari setting yang ada pun, ini berarti alternatif yang ditawarkan oleh dunia Barat
03:39dan beda dengan yang waktu itu diusulkan oleh negara-negara Timur Tengah sendiri.
03:45Berarti kan ada ambil alih itu ya, inisiatif.
03:49Sebenarnya negara-negara tetangga di Timur Tengah di bulan Maret 2025 itu sudah punya rencana proses rekonstruksi di Gaza itu
04:00jelas harus melibatkan orang-orang Palestina, Palestinian Authority, dan juga Hamas, dan juga masyarakat sekitar sana.
04:09Jadi negara-negara Timur Tengah.
04:10Tetapi kalau dalam rencana Tony Blair ini, justru sebaliknya kan, Palestinian Authority, Hamas sudah pasti nggak ada,
04:17setidaknya secara temporer, dan Hamas akan dilucuti persenjataannya.
04:22Silahkan Mbak Dina.
04:25Jadi artinya ini ada dua model yang berbeda, masih competing, plus lagi Amerika Serikat setahu saya juga belum mundur juga ya,
04:34dari agenda rencana pertamanya dia 21 point plan itu untuk menciptakan proses perdamaian, tapi versinya Amerika Serikat.
04:44Oke, menurut Anda siapa yang memiliki peran penting, ataupun posisi yang paling kuat untuk kemudian mendorong Israel agar juga mengakui Palestina?
04:53Negara mana Mbak?
04:54Yang pasti Amerika Serikat, tapi juga Inggris itu punya peranan penting di sini.
05:00Kalau negara-negara Eropa yang lain saya lihat belum ada yang bersuara ya, padahal penting juga mereka bersuara,
05:07posisi mereka itu lebih dari sekedar memberikan pengakuan, misalnya dari Macron gitu ya.
05:14Posisi mereka ini sebenarnya di mana? Karena tindak lanjutnya adalah follow-up-nya untuk menciptakan stabilitas di sana.
05:21Otoritas manapun yang diberi kepercayaan untuk berproses ya, menciptakan governance yang baru, tata kelola yang baru,
05:30itu harus mendapatkan kepercayaan dari bukan hanya orang Palestina, tapi juga Israel, dan juga negara-negara di sekilingnya.
05:37Karena stakeholder-nya atau kepentingannya kan di sana ya.
05:40Karena yang kita tahu juga kurang lebih sudah terdapat 157 negara yang mendukung Palestina,
05:46termasuk juga negara-negara Eropa yang tadi Anda sebut belum bersuara.
05:50Apa yang kemudian harus dilakukan agar realisasi penanganan konflik di Gaza ini terwujud?
05:56Satu senjata. Jadi rupanya yang punya bersepakat untuk menghentikan, memberi senjata kepada Israel,
06:03itu belum semua atau belum yang utama.
06:07Negara-negara Eropa yang sampai sekarang belum mengakui kedaulatan Palestina,
06:12seperti misalnya Jerman, kemudian Italia, notabene negara-negara besar di Uni Eropa,
06:18itu masih tetap dalam posisi ingin mengirimkan uang dan senjata kepada Israel.
06:24Demikian pula Amerika Serikat.
06:26Artinya selama Israel masih punya alat untuk melakukan kekerasan
06:31dan melakukan apa yang dia mau, bisa jadi jalan masih berliku.
06:36Kalau untuk peran Inggris, Perancis, dan mungkin Tiongkok,
06:38apa yang kemudian bisa dilakukan untuk menekan Israel?
06:43Satu-satunya itu senjata dulu, kemudian yang kedua tekanan ekonomi.
06:48Jadi kita juga harus ingat bahwa yang kita hadapi ini bukan satu grup saja ya di Israel.
06:57Israel itu juga yang sedang berkuasa ini garis kanan.
07:01Kita tahu di garis kirinya Israel juga sebenarnya ada kelompok-kelompok Arab.
07:05Kemudian masyarakat Israel juga sudah cukup banyak yang menunjukkan sikap tidak setuju terhadap Netanyahu.
07:15Jadi kalau kita mau menggunakan berbagai macam cara untuk menekan Israel,
07:21sebenarnya kita harus masuk dari berbagai lini ya.
07:24Oke, tadi Mbak Dina juga sempat menyebutkan bahwa salah satu langkahnya adalah melakukan tekanan ekonomi.
07:30Konkretnya seperti apa Mbak yang bisa dilakukan oleh negara-negara yang kemudian sudah mendukung Palestina untuk menekan Israel?
07:37Israel itu merupakan mitra dagang penting untuk banyak negara di Eropa.
07:44Termasuk juga dengan Inggris, termasuk juga dengan Amerika Serikat.
07:48Memang senjata itu salah satu produk utama mereka,
07:52tapi juga ada teknologi dan juga ada jumlah barang mewah yang basisnya teknologi ya,
07:59yang diekspor oleh Israel.
08:01Sebenarnya yang diharapkan misalnya dari negara-negara Uni Eropa adalah mereka segera mereview dan menghentikan
08:08berdagang dengan Israel.
08:10Sama seperti halnya mereka pernah memberikan sanksi kepada Rusia,
08:14mereka harusnya melakukan hal yang sama,
08:16karena Israel sama-sama telah melanggar international law atau hukum internasional.
08:22Kenyataannya di sini belum nampak ada kesamaan cara pandang
08:26di antara negara-negara Uni Eropa, double standard begitu.
08:30Oke, mungkin ini akan menjadi pertanyaan terakhir Mbak Dina,
Jadilah yang pertama berkomentar