- 4 bulan yang lalu
- #bbm
- #spbuswasta
- #ekonom
- #bahanbakarminyak
- #bisnis
- #spbu
- #bbmswasta
KOMPAS.TV - Bagaimana sebenarnya bisnsis BBM oleh swasta, apakah mereka punya margin dari impor BBM juga?
Apakah masyarakat memang berpindah ke swasta karena "trust issue"? Kompas Bisnis akan tanya ke Ekonom Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi.
#bbm #spbuswasta #ekonom #bahanbakarminyak #bisnis
Sahabat KompasTV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia. Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.
Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.
ahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv
#spbu #bbm #bbmswasta
Baca Juga Waspada! Modus Akal-Akalan Produsen Beras Oplosan di Serang Banten | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/618388/waspada-modus-akal-akalan-produsen-beras-oplosan-di-serang-banten-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/618392/full-ekonom-energi-fahmy-radhi-tanggapi-soal-konsumen-yang-resah-bbm-di-spbu-swasta-langka
Apakah masyarakat memang berpindah ke swasta karena "trust issue"? Kompas Bisnis akan tanya ke Ekonom Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi.
#bbm #spbuswasta #ekonom #bahanbakarminyak #bisnis
Sahabat KompasTV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia. Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.
Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.
ahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv
#spbu #bbm #bbmswasta
Baca Juga Waspada! Modus Akal-Akalan Produsen Beras Oplosan di Serang Banten | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/618388/waspada-modus-akal-akalan-produsen-beras-oplosan-di-serang-banten-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/618392/full-ekonom-energi-fahmy-radhi-tanggapi-soal-konsumen-yang-resah-bbm-di-spbu-swasta-langka
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara bagaimana sebenarnya bisnis BBM oleh swasta, apakah mereka punya margin dari impor BBM juga?
00:07Apakah pasyarakat memang berpindah ke swasta karena trust issue?
00:11Kompas bisnis akan tanya ke ekonom energi Universitas Gajah Mada, Fahmi Radi.
00:15Selamat pagi Pak Fahmi.
00:20Kami juga ingin disclaimer dulu saudara karena kami juga sudah menghubungi pihak kementerian ESDM
00:26untuk bergabung dalam dialog pagi hari ini dan juga tetapi belum ada konfirmasi lebih lanjut.
00:31Kami coba menghubungi ke Pak Fahmi kembali. Pak Fahmi selamat pagi.
00:36Pagi Pak Fahmi, kurangnya rasa percaya warga atas kasus kemarin.
00:42Ini juga ada yang bilang kualitasnya BBM swasta ini lebih bagus, di motor lebih irit.
00:46Ini adalah suara konsumen BBM swasta yang kompas TV wawancara.
00:49Jadi di samping stok BBM bensin swasta yang kosong, kami tangkap ini sepertinya ada trust issue
00:55terhadap SPBU yang stoknya tidak kosong.
00:58Benarkah rasa kurang percaya ini Pak Fahmi membuat BBM swasta ini lebih dicari?
01:04Ya jadi SPBU swasta itu kan hanya beberapa jumlahnya itu ya.
01:12Dan dikepung oleh SPBU Pertamina itu ya dalam jumlah yang lebih besar.
01:18Nah untuk bisa menarik konsumen ini ya, maka yang dilakukan oleh SPBU asing atau swasta tadi adalah
01:30menjaga kualitas dari produknya, dari bensinnya ya.
01:41Dan juga yang kedua adalah mempertahankan services itu ya.
01:47Nah dengan dua strategi itu, maka sesungguhnya banyak juga konsumen yang tertarik dan kemudian berpindah ke SPBU asing.
01:56Apalagi peristiwa sebelumnya pada saat kasus dari Patra Niaga itu ya,
02:04dimana ada isu bahwa Pertamina itu menjual pertamak rasa pertalak gitu ya.
02:12Itu jumlah yang pindah ke SPBU swasta itu jumlahnya cukup besar dan kemudian dia menjadi loyal customer tadi.
02:21Nah kalau kemudian SPBU swasta itu kehabisan stok,
02:27maka konsumen itu menunggu-nunggu gitu.
02:31Untuk kembali ke Pertamina parangkali betul juga kurang percaya diri juga gitu ya.
02:37Karena kualitasnya parangkali menurut mereka lebih rendah gitu ya.
02:42Dan kadang-kadang harganya lebih tinggi juga.
02:45Itu Okta.
02:45Oke artinya dengan harga yang bersaing, masyarakat juga banyak yang menjadi loyal customer karena tadi lebih ke kualitas dan juga soal bagaimana pelayanan.
02:54Kemudian juga tadi bisa dikatakan ada trust issue di sana.
02:57Pak Fahmi, kuota impor BBM swasta ini kan ditambah sampai bahkan 110 persen.
03:03Lalu kenapa bisa tetap langka saat ini?
03:06Saya kira permasalahnya bukan ditambah atau tidak gitu ya.
03:10Tambah 10 persen atau tidak gitu ya.
03:12Tetapi sesungguhnya karena ada aturan dari Kementerian SDM yang mengubah periodisasi gitu ya waktu impor tadi.
03:26Kalau sebelumnya SPBU swasta itu diberi waktu satu tahun untuk mengimpor BBM tadi gitu ya.
03:37Nah kemudian ada aturan mengubah menjadi enam bulan.
03:40Nah perubahan jadi enam bulan ini, tiga bulan dievaluasi, kemudian mengajukan lagi izin.
03:48Kita tahu bahwa proses perizinan di Indonesia ini sangat lambat gitu ya.
03:55Nah sehingga ini take time gitu.
03:57Sehingga mengurangi tadi, mengurangi BBM yang ada di SPBU swasta gitu ya.
04:09Bahkan dengan pengubahan tadi dari satu tahun menjadi enam bulan.
04:13Saya mengatakan itu sesungguhnya pemangkasan kuota.
04:19Sehingga menjadi lebih kecil dan karena penjualannya cukup lancar gitu ya.
04:26Maka dalam waktu singkat itu sudah langka dan untuk itu dia harus mengajukan izin lagi.
04:33Dan butuh waktu gitu ya.
04:36Itu yang menyebabkan gitu ya kelangkaan sampai sekarang tidak ada solusinya.
04:41Bahkan kalau benar ditambah kuota 10% itu juga bukan solusinya.
04:46Solusinya kembalikan periode waktu impornya kembali dalam satu tahun.
04:53Sehingga ada keleluasaan gitu ya bagi SPBU swasta untuk mengadakan BBM tadi.
05:02Apalagi yang dilakukan oleh SPBU swasta.
05:06Itu kan dia dari beberapa sumber gitu ya.
05:10Dia menyusun semacam portfolio untuk mendapatkan harga BBM yang paling murah gitu ya.
05:18Termasuk misalnya sel.
05:20Ya dia pasti akan beli dari atau sebagian beli dari sumurnya sel kan.
05:26Kalau kemudian dipaksa harus membeli dari Pertamina.
05:31Nah ini saya kira akan sangat merugikan.
05:34Tidak hanya langka tetapi juga potensi harganya lebih mahal gitu.
05:40Oke jadi memang tadi ada dugaan pemangkasan kuota kemudian juga birokrasi yang berbelit.
05:46Ini yang tentu bisa menyulitkan pihak BBM swasta.
05:48Nah Pak Fahmi tapi sebetulnya swasta itu dapat margin keuntungan gak sih dari impor?
05:53Kalau iya apakah margin mereka ini bisa terganggu kalau belinya jadi tadi ke Pertamina?
05:58Nah tadi saya katakan gitu ya margin di SPBU itu kan termasuk yang kecil gitu ya.
06:07Termasuk yang kecil.
06:08Maka yang dilakukan oleh SPBU swasta khususnya.
06:12Pertama melakukan efisiensi.
06:14Nah kemudian yang kedua adalah melakukan portofolio.
06:19Jadi pengadaan BBM tadi tidak hanya di satu sumber gitu ya.
06:26Tapi dia menggunakan portofolio dari beberapa sumber.
06:32Bisa dari Singapura, dari negara-negara Arab.
06:35Atau juga dari sumurnya saya sendiri.
06:38Nah dengan portofolio semacam itu.
06:43Maka dia akan memperoleh harga pokok impor.
06:48Harga pokok impornya itu bisa lebih murah.
06:52Nah disitulah kemudian dia akan memperoleh tambahan margin gitu ya.
06:58Kalau margin dari penjualan itu sekali lagi itu kecil gitu ya.
07:05Oleh karena itu harus ditopang dari strategi untuk pengadaan, strategi untuk logistik, strategi untuk transportasi, strategi untuk portofolio.
07:16Itu dilakukan dengan baik oleh SPBU swasta gitu ya.
07:20Nah kalau kemudian anda aturan memaksa mereka membeli dari Pertamina.
07:26Saya jamin harganya pasti lebih mahal.
07:29Nah kalau harganya lebih mahal, maka operation cost-nya SPBU swasta nanti lama-lama akan meningkat dan ada kemungkinan dia akan rugi gitu ya.
07:43Nah kalau sudah rugi, maka langkah berikutnya ya dia akan hengkang dari Indonesia.
07:48Nah ini nanti akan berpengaruh gitu ya terhadap iklim investasi Indonesia jadi tidak kondusif gitu ya.
07:57Dan ini akan mempengaruhi tidak hanya di bisnis migas, tapi juga bisnis yang lain.
08:04Dan akhirnya ini akan mempengaruhi juga target pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan berapa persen.
08:10Masa Bali ini, yang jadi menteri siapa gitu loh.
08:15Itu nggak kok, Pak.
08:16Oke, Pak Fahmi begini, tadi kalau dikatakan misalnya kalau dari 1 tahun jadi 6 bulan, ini kan nggak ideal gitu bisa dikatakan demikian.
08:22Akhirnya bisa berdampak pada bagaimana stok BBM swasta di pasar.
08:26Lantas proses pengajuan izin sampai bisa BBM-nya datang itu sebetulnya idealnya berarti berapa lama, Pak Fahmi?
08:33Nah, tapi saya katakan dalam 6 bulan, itu kan 3 bulan di evaluasi.
08:38Ini kan take time gitu ya, mungkin butuh 1 bulan gitu ya.
08:41Kemudian proses pengizin persinan tidak hanya di satu tempat gitu ya.
08:47Itu perlu rekomendasi juga misalnya dari SKK Migas, rekomendasi dari Kementerian SDM,
08:56dan keputusan impor itu kan ada di Kementerian Perdagangan gitu ya, berdasarkan rekomendasi tadi.
09:04Nah, ini butuh waktu gitu ya.
09:07Jadi bisa dihitung 3 bulan, ditambah 2 bulan, 6 bulan sendiri untuk prosesnya gitu ya.
09:15Nah, ini memperlambat tadi, memperlambat pengadaan tadi.
09:19Sementara, stok yang ada di SPB itu sudah semakin menurun, proses pengajuan izin lagi berjalan.
09:29Nah, itu baru izin gitu ya.
09:31Maka menurut saya, solusinya adalah kembalikan gitu ya.
09:36Kembalikan priorisasi pengadaan impor bagi SPB swasta, kembali menjadi satu tahun.
09:44Itu yang paling ideal, dan selama ini kan hampir tidak pernah terjadi kelangkaan di SPB swasta,
09:52karena apa? Karena satu tahun berada waktunya.
09:55Begitu 6 bulan, langsung langka.
09:58Maka tadi saya katakan, ini sesungguhnya pemangkasan hampir 50% gitu ya BBM-nya terhadap SPB swasta gitu, Okta.
10:09Oke, berarti bagaimana soal tata kelola migas.
10:13Pak Fahmi, nanti kita lanjutkan kembali soal tata kelola migas ini.
10:16Usah jadah dan saudara tetap bersama kami di Kompas Bisnis.
10:20Kita akan lanjutkan perbincangan bersama dengan Ekonomi Energi Universitas Gajah Mada, Fahmi Radi.
10:24Pak Fahmi, kita lanjutkan kembali tadi soal bagaimana tata kelola migas.
10:28Ini artinya ada indikasi nggak Pak?
10:29Pemerintah nih kayaknya mau ngubah tata kelola migas di sektor hilir.
10:32Ya, dari keterangan Bahlil, dia mengatakan bahwa ini perbaikan tata kelola gitu ya, tanpa ada penjelasan lebih lanjut.
10:44Dan tampaknya kebijakan memotong priorisasi tadi, itu juga tidak ada penjelasan yang jelas gitu ya.
10:51Apa sisi tujuannya dan apa dampaknya gitu ya.
10:55Kemudian untuk impor satu harga, juga demikian dia yang mengatakan bahwa ini perbaikan tata kelola gitu ya.
11:04Dan tapi di waktu yang sama, Bahlil juga menyebutkan gitu ya, bahwa dengan menyebut pasal 33 yang menyebut bahwa
11:16produk yang menguasai aset hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara gitu ya.
11:22Nah, itu saya kira bisa ditafsirkan gitu ya.
11:26Untuk misalnya untuk Pertamina, atau semua harus beli dari Pertamina satu pintu, ini sudah bentuk monopoli saya kira gitu ya.
11:36Itu nggak dijelaskan, atau bahkan disangkal oleh Bahlil.
11:40Tapi itu jelas sudah monopoli kan, monopoli dan pengadaan tadi.
11:45Nah, yang kedua, kalau nanti SPB swasta rugi dan akhirnya meninggalkan Indonesia, maka ini lagi-lagi monopoli.
11:56Dan yang ketiga, saya perkirakan kenapa harus satu pintu dan seluruh SPB swasta harus membeli melalui Pertamina.
12:04Ini adalah kaitannya dengan pembelian migas dari Amerika Serikat untuk memenuhi target gitu ya.
12:16Jadi, beberapa waktu yang lalu kan kita dapat 19% dari Donald Trump,
12:21tapi syaratnya harus membeli sejumlah barang, terutama disitu adalah migas gitu ya.
12:28Nah, kalau yang impor itu hanya Pertamina, itu tidak cukup.
12:34Nah, kemudian saya perkirakan, SPB swasta dalam tanda petik dipaksa gitu ya untuk membeli agar apa?
12:42Agar memenuhi jumlah yang disaratkan oleh Donald Trump itu.
12:49Dan ini nggak pernah disampaikan juga, oleh kalau itu benar gitu ya.
12:53Analisi saya mengatakan itu, nah mestinya setiap perbaikan tata kelola,
13:01setiap suatu kebijakan yang punya dampak terhadap bisnis dan terhadap konsumen,
13:08harusnya ada penjelasan yang transparan, tujuannya apa, targetnya apa,
13:14tapi itu tidak dilakukan itu, Bang.
13:16Oke, Pak Fahmi, jadi dalam konteks bisnis,
13:20ini gimana iklim investasi bisa dilihat misalnya dengan para investor dari luar negeri,
13:26melihat bagaimana kelangkaan BBM swasta ini,
13:28kemudian juga bagaimana iklim investasi juga di sini, karena adanya kasus ini?
13:34Jadi dulu gitu ya, dulu kan satu-satunya memang Pertamina,
13:39dan saat itu oke lah gitu ya,
13:43sama juga dengan PLN.
13:48Sampai sekarang PLN masih memonopoli,
13:51segera itu juga ada dasar hukumnya gitu ya.
13:54Nah, bedanya di Pertamina itu,
13:58kemudian mengubah tata kelola,
14:01menjadi liberalisasi tadi,
14:04khususnya untuk BBM non-subsidi gitu ya.
14:07Artinya, swasta itu boleh masuk di SPBU untuk menjual non-subsidi tadi,
14:17dan pengadaannya,
14:20kemudian juga penetapan harganya,
14:23sepenuhnya secara bebas,
14:25tetap diserahkan kepada SPBU swasta itu.
14:30Nah, ini ada suatu kondisi yang bebas gitu ya,
14:35liberal tadi.
14:36Kalau tiba-tiba diubah menjadi regulated gitu ya,
14:42regulated membelinya harus dari Pertamina,
14:46bahkan nanti harganya harus didikti.
14:48Nah, ini saya kira bagi SPBU swasta itu
14:53sungguh kondisi yang tidak baik gitu ya.
14:57Saya kira mereka nanti akan
14:59protes untuk itu gitu ya.
15:04Atau kalau tidak, ya dia akan keluar dari Indonesia.
15:07Nah, kalau kemudian keluar dari Indonesia,
15:09ini akan menimbulkan image yang tidak baik gitu ya.
15:13Image yang baik dan itu akan mempengaruhi
15:17atau memperburuk gitu ya iklim investasi yang di Indonesia.
15:21Mereka akan mencadat untuk peraturan yang demikian penting kan dengan mudahnya diubah gitu ya.
15:29Nah, sehingga ini tidak menarik investasi di Indonesia tadi,
15:34tidak hanya di sektor gas gitu ya, migas.
15:37Tapi karena image yang terbentuk tadi,
15:40maka iklim investasi di sektor bisnis yang lain,
15:44itu juga akan terpengaruh.
15:46Sehingga investasi yang diharapkan masuk ke Indonesia,
15:51ini akan terganggu gitu ya, akan terhambat.
15:54Padahal investasi ini dibutuhkan untuk menopang gitu ya,
15:58pertumbuhan ekonomi.
15:59Nah, kalau iklim investasi itu memburu,
16:04maka pencapaian pertumbuhan ekonomi 8%
16:08seperti ditargetkan oleh Prabowo itu mustahil untuk bisa dicapai.
16:14Nah, Pak Fahmi itu kan kalau secara investasi,
16:16nah ini bisa memicu bijelok sosial tidak Pak Fahmi? Singkat saja.
16:20Nah, saya kira sekarang aja gitu ya,
16:23loyal customer-nya,
16:25apa, sebuah-sebuah swasta,
16:27itu akan menunggu-nunggu dan sangat kecewa gitu ya.
16:30Kalau kemudian itu terjadi serentak di seluruh Indonesia,
16:34maka ini akan,
16:36saya juga khawatir menurunkan gejolak sosial
16:39yang itu juga tidak baik gitu ya,
16:43bagi stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia gitu.
16:47Maka sebelum itu terjadi,
16:50maka saya berharap Bahlil itu sadar gitu ya.
16:53Kemudian untuk mengembalikan,
16:55yang pertama mengembalikan periodisasi untuk
16:59SBB swasta itu satu tahun dalam pengadaan,
17:02kemudian yang kedua,
17:04batalkan kebijakan
17:06impor BBM satu pintu.
17:10Itu, Pak.
17:11Oke, berarti tambah kuota impor ini bukan solusi,
17:14tentu tata kelola juga harus diperhatikan bagaimana catatannya,
17:17tadi soal bagaimana kebelanjutan investasi,
17:19serapan tenaga kerja juga pasti akan berpengaruh,
17:20kemudian juga gejolak sosial,
17:21dan juga pemerintah juga harus memperhatikan bagaimana persaingan yang sehat
17:25antara BBM punyanya swasta dengan punya pemerintah.
17:27Terima kasih.
17:28Satu lagi.
17:30Ya, Pak izin sudah terbatas dengan durasi, Pak Fahmi.
17:33Kami mohon izin.
17:34Terima kasih.
17:35Pak Fahmi Radi, ekonomi energi Universitas Gajah Mada,
17:37sudah bersama di Kompas Besi.
17:38Sehat selalu, Pak Fahmi.
17:39Terima kasih, Pak Fahmi.
17:41Selamat siang.
Jadilah yang pertama berkomentar