00:00Prabowo Incar Budi Gunawan sejak lama analis ungkap manuver politik di balik risafel kabinet.
00:06Analis politik dan militer Universitas Nasional Selamat Ginting menilai pencopotan Budi Gunawan
00:11dari Jabatan Menkopal Hukam berkaitan dengan situasi kerusuhan besar-besaran yang baru saja terjadi di sejumlah kota.
00:20Ia menyebut keputusan itu sebagai respon Presiden Prabowo Subianto terhadap peristiwa Agustus Kelabu.
00:25Meski pihak istana menegaskan kerusuhan bukan alasan utama pergantian tersebut.
00:31Ginting menambahkan bahwa langkah ini merupakan sinyal penataan ulang kabinet yang lebih luas
00:36di mana risafel jilid ketiga diperkirakan akan berlangsung pada Oktober mendatang
00:40sebagai kelanjutan dari perombakan saat ini.
00:44Posisi Budi Gunawan sebagai Menkopal Hukam yang di risafel ini menurut Ginting memberikan tanda bahwa rentan untuk dicopot.
00:50Figur Budi Gunawan menurut Ginting sudah lama dincar oleh Prabowo untuk diberhentikan sejak lama.
00:56Pasalnya, Ginting menyebut Prabowo akan secara perlahan menggeser orang-orang titipan Presiden ketujuh Joko Widodo.
01:02Ia mengatakan bahwa ini memang manuver politik strategis yang dilakukan oleh Prabowo Subianto dalam merisafel Budi Gunawan.
01:09Kenapa? Karena memang ada kecenderungan sejak awal untuk mengganti figur ini.
01:13Ginting menilai sejak awal pembentukan kabinet sudah terlihat oleh politik akomodasi.
01:18Ia mencium adanya kesenderungan bahwa figur-figur yang dianggap sebagai titipan, terutama dari mantan Presiden Joko Widodo,
01:24perlahan akan diganti melalui langkah risafel yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.
01:29Sebelum menjadi Menkopal Hukam, ia memimpin badan intelijen negara selama 8 tahun di pemerintahan Jokowi.
01:35Menurut analis Selamat Ginting, masa kepemimpinan panjang tersebut justru meninggalkan catatan kritis.
01:42Karena dinilai berdampak kepada punculnya kerusuhan yang terjadi belakangan ini.
01:46Karena aparatur intelijen kita menjadi tumpul analisisnya.
01:50Karena selama dipimpin Budi 8 tahun, Bin ini banyak diseret ke politik praktis untuk tujuan kekuasaan.
01:55Sehingga sekarang Bin menjadi gagap, maka Bin harus direformasi.
01:59Ginting kemudian menyentil bahwa sudah seharusnya Bin menjadi intelijen negara, bukan justru intelijen kekuasaan untuk kepentingan politik.
02:06Selain itu, Ginting juga menilai Budi Gunawan kurang tepat menduduki posisi sebagai kepala Bin karena dianggap tidak menunjukkan karakter intelijen yang tertutup.
02:14Latar belakangnya sebagai perwira polisi lalu lintas, yang terbiasa tampil terbuka dan melakukan penyuluhan,
02:19dinilai tak sejalan dengan kebutuhan sosok pemimpin intelijen yang seharusnya lebih tertutup.
02:24Ginting menyoroti gaya kepemimpinan Budi Gunawan di Bin yang dianggap terlalu terbuka, layaknya tugas pemimpinan teritorial TNI.
02:32Ia menilai intelijen di era Budi kerap tampil mencolok,
02:34seperti ketika penanganan COVID-19 dengan mendirikan posko dan menggunakan seragam yang mudah dikenali,
02:40padahal intelijen seharusnya bekerja secara tertutup dan tidak menampakkan identitasnya.
02:46Bahkan kantor Bin di bawah kepemimpinannya disebut mirip kantor partai,
02:50karena dicat merah, sesuatu yang menurut Ginting tidak sesuai dengan prinsip kerasaan intelijen.
02:55Ia menyebut penunjukkan Budi Gunawan sebagai kepala Bin merupakan kesalahan besar Presiden Jokowi saat itu,
03:01karena latar belakang Budi bukan dari dunia intelijen, dan hal ini dinilai berbahaya bagi keamanan negara.