00:00Before marriage with Ayah, I was happy with you.
00:04Really, I was not happy with you?
00:12I've been looking for a while.
00:14But if you don't want to get married,
00:16how do you want to get married?
00:18If you don't want to get married,
00:20how do you want to get married?
00:22How do you want to get married?
00:26Do you want to get married with you?
00:28Yeah.
00:32Ah, brengsek!
00:36We're still getting married, Ayah.
00:38It's going to get married.
00:40Nanti, nanti, ya.
00:41But I don't have any money yet, Ayah.
00:43Do you have any money?
00:48I'm going to get married, ya?
00:51Assalamualaikum.
00:53Ibu?
00:55Jangan di situ!
00:56Minggir!
00:57Itu bahaya!
00:59Ini ada laki-laki nggak sih di rumah ini?
01:02Kak!
01:03Ayah kan jarang di rumah.
01:05Lebih sering ya kolektor datang daripada Ayah.
01:07Dari kapan, Kak?
01:08Kali kan kalau pulang ke rumah paling sebulan, dua bulan sekali.
01:12Kan ibu dulu kan pengen banget juga jadi dokter.
01:17Tapi ya nggak kesampean.
01:21Kalau kamu terusin sekolah, dan kamu nanti ujung-ujungnya aja.
01:23Ujung-ujungnya nanti aku jadi kayak ibu, dan kamu kayak Ayah gimana?
01:26Ya nggak mungkin kayak gitu, Mas Ayah.
01:28Kamu nggak tahu, Pak.
01:30Dan aku nggak mau bergantung sama siapapun.
01:32Kalau ibu nggak menikah sama Ayah, ya nggak ada kamu, sayang.
01:39Tapi aku nggak ada sama Papa.
01:42Pasal ibu punya hidup yang lebih baik.
01:48Saya mungkin bukan Bapak yang baik, tapi saya juga pengen dihargai.
01:51Pak, emang Ayah pernah hargain kita, ha?
01:53Pernah hargain ibu yang kerja tiap hari, yang memandanya sakit-sakitan.
01:57Mungkin kalau ibu nggak nika sama Ayah, kipas anginnya nggak akan rusak.
02:00Atap rumah nggak akan bocor.
02:02Kalau ibu nggak nika sama Ayah, mungkin ibu nggak perlu cuci bajunya setiap hari.
02:06Sampai tangan gakinya hancur.
02:12Ayah, kamu tuh bukan orang jahat.
02:16Dia cuma orang yang kalah.
Comments