Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 tahun yang lalu
Surat Terbuka Gen Z untuk Pahlawan 1945: 'Terima Kasih, Tapi Musuh Kami Sekarang Bangsa Sendiri'

Bayangkan, para pahlawan kemerdekaan bisa menerima pesan dari masa depan. Tepat di HUT ke-80 Kemerdekaan RI, suara-suara Generasi Z—generasi yang lahir di era kebebasan—menggema lewat "surat imajiner".

Surat dari masa depan ini adalah cermin jujur dari sebuah generasi. Mereka punya api perjuangan yang sama, hanya medannya yang berbeda. Bukan lagi angkat senjata, melainkan pertarungan gagasan, integritas, dan keberanian.

Ini adalah panggilan bagi kita semua: perjuangan belum usai, hanya medannya yang kini telah berubah.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kalau bisa ketemu para pejuang kemerdekaan,
00:02aku mau bilang terima kasih sedang berjuang Indonesia.
00:05Aku mengucapkan terima kasih banyak
00:06buat para pejuang kemerdekaan di masa lampau,
00:08buat bekalnya, perjuangannya,
00:11dan kemerdekaannya
00:12yang terasa banget sampai sekarang.
00:14Aku ingin mengapa bahwa kemerdekaan Indonesia
00:15harapannya bisa berkembang sesuai dengan harapan
00:18yang dahulu dijuta ditemukan.
00:19Tapi seperti biasa, setiap zaman ada musuhnya.
00:22Musuh kita bukan lagi penjajah,
00:23tapi mereka para penyebar hoax, para koruptor,
00:26dan para pemencah belah antar platform.
00:28Pada di kemerdekaan yang ke-80 ini,
00:31kita bisa bebas ngomong di media.
00:32Tapi nggak semua orang bisa aman sih.
00:35Masih ada orang yang melulis berita,
00:37terus dibututin, dipepet, sampai ditendang.
00:40Ada juga yang sampai diteror kepala babi
00:42dan juga bangkai tikus.
00:44Ancaman-ancaman itu tentu bukan cuma buat mereka,
00:47tapi juga buat kita.
00:48Karena kita juga punya hak untuk tahu kebenaran yang ada.
00:51Namun sangat disayangkan bahwa kemerdekaan yang dulu diperjuangkan
00:54tidak sepenuhnya dijaga dengan baik.
00:55Kami tidak lagi melawan bangsa asing,
00:57tapi kami melawan bangsa sendiri.
00:59Dengan adanya korupsi, kesinjangan,
01:01penyalanggunaan kekuasaan,
01:02dan juga hukum yang tumpuk.
01:03Mungkin apa yang aku rasakan,
01:06Indonesia sekarang ini
01:07masih semakin berkurang
01:10masyarakat-masyarakat atau generasi-generasi muda
01:12yang memiliki jiwa nasionalis dan patriotisme.
01:15Atau ada beberapa hal yang berjalan kurang optimal
01:19ataupun maksimal dalam hal pembangunan masyarakat
01:21ataupun infrastruktur.
01:23Kami luput bahwasannya
01:25kemerdekaan bukan hanya kebebasan,
01:27tapi kemerdekaan juga sebuah bentuk tanggung.
01:30Jadi, semua perjuangan kalian
01:31jadi alasan kami
01:33buat terus memperjuangkan Indonesia yang logis diperang.
01:36So, it is indeed our job,
01:38our responsibility
01:39untuk memperani itu semua
01:40bukan lagi sebagai pahlawan masa lampau,
01:42tapi sebagai pejuang masa kini
01:44yang berani
01:45melawan mentalitas penghambat kemerdekaan.
01:48Dan aku berjanji
01:49nggak cuma merasakan dan menikmati kemerdekaan,
01:52tapi juga mempertahankan semuanya
01:54sampai akhir hayat.
01:55Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan