Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 bulan yang lalu
Kualitas Merah Putih: One For All Dipertanyakan, Netizen Nilai Versi AI Lebih Baik

Link terkait:
https://www.suara.com/entertainment/2025/08/10/192047/merah-putih-one-for-all-gagal-total-netizen-lebih-pilih-versi-ai-yang-lebih-keren

Sebuah ironi tengah menyelimuti industri animasi Tanah Air menjelang perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Film animasi berjudul "Merah Putih One For All" yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 14 Agustus 2025, justru menuai badai kritik bahkan sebelum resmi dirilis.

Kualitas animasi yang dinilai sangat mengecewakan membuat publik enggan menontonnya, dan kini, sebuah versi remake yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) justru lebih menarik perhatian dan mendapat pujian.

Host/Video Editor: Nathan/Mutiara
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kualitas merah putih One for All dipertanyakan, netizen nilai versi AI lebih baik.
00:06Menjelang hood ke-80 Republik Indonesia, industri animasi tanah air dihebohkan kontroversi film merah putih One for All.
00:15Film yang dijadwalkan tayang 14 Agustus 2025 ini menuai kritik bahkan sebelum rilis, lantaran kualitas animasinya dinilai mengecewakan.
00:24Ironisnya, versi remake buatan kecerdasan buatan justru mendapat pujian karena tampil lebih halus dan detail.
00:32Film produksi Perviki Kreasindo ini bercerita tentang 8 anak dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam tim merah putih.
00:41Mereka berusaha menemukan bendera pusaka yang hilang 3 hari sebelum upacara kemerdekaan.
00:47Meski mengusung semangat persatuan, eksekusi visualnya dinilai lemah.
00:51Trailer yang dirilis menuai komentar warganet yang membandingkannya dengan tugas sekolah atau bahkan menilai menonton kursi kosong lebih menghibur.
01:02Kemunculan video perbandingan dengan remake AI membuat publik bertanya-tanya, mengapa hasil teknologi ini bisa melampaui film profesional.
01:11Kekecewaan semakin besar setelah terungkap biaya produksi mencapai 6,7 miliar rupiah dengan dugaan proses hanya sebulan.
01:19Sutradara film Jumbo, Rian Adriandi, ikut menyoroti dan publik membandingkannya dengan Jumbo yang dianggap jadi standar baru animasi Indonesia.
01:29Produser Toto Sugriwo merespons kritik lewat Instagram dengan mengatakan bahwa komentar publik membuat filmnya viral.
01:37Namun, respons ini dianggap sebagian netizen kurang simpatik.
01:41Fenomena ini menjadi sinyal bahwa penonton kini menuntut kualitas dan tidak lagi cukup hanya mengandalkan label karya anak bangsa.
01:50Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan

zay
10 bulan yang lalu