Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Fraksi Golkar MPR RI menggelar Sarasehan Nasional bertajuk "Merumuskan Kembali Anggaran Pendidikan Guna Mewujudkan Amanat Konstitusi Menuju Indonesia Emas 2025".

Sarasehan nasional yang digelar Fraksi Golkar MPR RI turut dihadiri Ketua Komisi Sepuluh DPR, Hetifah Sjaifudian, dan sejumlah tokoh pendidikan, seperti Fasli Jalal dan aktivis HAM Hendardi.

Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Melchias Marcus Mekeng, menyoroti masalah anggaran pendidikan di Indonesia yang belum tepat sasaran. Melchias menyayangkan anggaran pendidikan yang didominasi untuk pendidikan kedinasan, sementara pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan anak usia dini justru minim perhatian.

Praktisi pendidikan Indonesia, Fasli Jalal, menilai anggaran pendidikan senilai 20 persen dari APBN sudah memadai.

Namun, realisasinya belum benar-benar digunakan untuk kegiatan sektor pendidikan. Karenanya, Fasli mendorong pendefinisian ulang anggaran pendidikan agar menyasar peserta didik, guru, proses belajar mengajar, dan ekosistemnya.

Usai sarasehan, Fraksi Golkar MPR RI akan segera menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk mengalokasi ulang anggaran pendidikan. Mereka berharap, pengalokasian ulang itu bisa langsung diberlakukan pada APBN 2026 yang tengah dirancang pemerintah.

Baca Juga Konvensi Sains, Teknologi & Industri Indonesia 2025 Digelar di ITB | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/610438/konvensi-sains-teknologi-industri-indonesia-2025-digelar-di-itb-sapa-pagi

#golkar #fraksigolkar #mpr

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/610440/fraksi-golkar-mpr-gelar-sarasehan-anggaran-pendidikan-guna-menuju-indonesia-emas-2025-sapa-pagi
Transkrip
00:00Saudara, Fraksi Golkar MPR RI menggelar Sarasaya Nasional bertajuk merumuskan kembali anggaran pendidikan guna mewujudkan amanat konstitusi menuju Indonesia Emas 2025.
00:11Sarasaya Nasional yang dikelar Fraksi Golkar MPR RI turut dihadiri Ketua Komisi 10 DPR Hetifah Seifudian dan sejumlah tokoh pendidikan seperti Fasli Jalal dan aktivis HAM Hendardi.
00:32Ketua Fraksi Golkar MPR RI Melkias Markus Mekeng menyoroti masalah anggaran pendidikan di Indonesia yang belum tepat sasaran.
00:38Melkias menyayangkan anggaran pendidikan yang didominasi untuk pendidikan kedinasan.
00:43Sementara pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan anak usia dini justru minim perhatian.
00:47Pendidikan itu sangat penting dan hak dasar bagi anak-anak kita.
00:53Dan itu sudah tertuang di dalam konstitusi kita, pasal 31, bahwa negara wajib menyiapkan anggaran 20% dari APBN dan APBD.
01:04Kami sudah melihat bahwa anggaran 20% sudah diberikan, itu minimal, tapi penempatannya menurut kami belum sesuai.
01:20Praktisi pendidikan di Indonesia, Fasli Jalal menilai anggaran pendidikan senilai 20% dan APBN sudah memadai.
01:29Namun, realisasinya belum benar-benar digunakan untuk kegiatan sektor pendidikan.
01:34Karenanya, Fasli mendorong pendefinisian ulang anggaran pendidikan,
01:38agar menyasar peserta didik, guru, proses belajar mengajar, dan ekosistemnya.
01:41Tapi kita menemukan data-data bahwa ternyata anggaran itu walaupun di label 20%,
01:48tapi ternyata belum dipakai untuk sektor pendidikan dan untuk kegiatan pendidikan.
01:54Nah, karena itulah kita melihat mudah-mudahan dengan meredefinisi apa yang dimaksud dengan anggaran pendidikan,
02:00siapa itu sektor pendidikan, kalau di bawah sektor pendidikan itu ada fungsi pendidikan,
02:05siapa yang berhak melaksanakan fungsi pendidikan,
02:08dan bagaimana agar kepentingan terbaiknya adalah kepada anak-anak didik,
02:13dan kemudian guru, dan kemudian proses pembelajaran, dan baru ekosistem yang mendukung.
02:21Usai Sarah Sehan, Fraksi Golkar MPRRI akan segera menyurati Presiden Prabowo Subianto
02:25untuk mengalokasi ulang anggaran pendidikan.
02:28Mereka berharap pengalokasian ulang itu bisa langsung diberlakukan pada APBN 2026
02:33yang tengah dirancang pemerintah.
02:35Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan