Skip to playerSkip to main content
  • 5 months ago
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan berencana menghentikan subsidi angkutan perkotaan dengan skema Buy The Service (BTS) mulai tahun 2026

Category

🗞
News
Transcript
00:00Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan
00:03berencana menghentikan subsidi angkutan perkotaan
00:06dengan skema By the Service atau BTS
00:09mulai pada tahun 2026,
00:12termasuk untuk 3 koridor Batik Solotrans atau BST di Surakarta.
00:18Kepala Dinas Perhubungan Surakarta, Taufik Muhammad,
00:21menyatakan kekhawatirannya karena anggaran daerah
00:24dinilai belum mampu menanggung seluruh biaya operasional
00:27jika subsidi dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN dihentikan.
00:34Saat ini, dari total 12 koridor layanan amputan umum di Surakarta,
00:399 telah diambil alih pendanaannya oleh Pemkot dengan dana sebesar 23 miliar rupiah,
00:45sedangkan 3 sisanya masih disubsidi pemerintah pusat.
00:50Program BTS sendiri diluncurkan sejak tahun 2020
00:53melalui program Teman Bus,
00:55yang memungkinkan pemerintah pusat membayar layanan per kilometer kepada operator anggutan.
01:02Kota Surakarta merupakan salah satu dari 14 kota yang menerima subsidi BTS.
01:07Tiga koridor yang masih disubsidi saat ini adalah
01:09Koridor 1, Badara Adi Sumarmo Terminal Palur,
01:13Koridor 5, Terminal Kartasura Simpang Sidan,
01:17dan Koridor 6, Terminal Tirtonadi Rumah Sakit Indriati.
01:21Dengan total 42 bus yang melayani wilayah aglomerasi seperti Boyolali, Karanganyar, dan Sukaharjo.
01:29Taufik menilai penghentian subsidi akan berdapat negatif terhadap mobilitas dan perekonomian masyarakat.
01:35Ia menyarankan agar pemerintah daerah lain dilitasi koridor BST,
01:39turut menanggung biaya operasional jika subsidi benar-benar dihentikan.
01:43Menteri Perhubungan Dudi Purwagandi menyatakan bahwa
01:47skema BTS memang dirancang sebagai transisi menuju kemandirian daerah
01:51dengan batas maksimal subsidi selama lima tahun.
01:56Ia mengapresiasi kota-kota seperti Medan, Banjarmasin, dan Bandung yang telah mandiri.
02:01Sementara itu kota-kota seperti Surakarta, Surabaya, Palembang, dan Makassar
02:04masih dalam masa transisi.
02:07Namun pengamat transportasi Joko Setijo Warno
02:10mengkritik kebijakan pengurangan subsidi.
02:13Ia menyarankan subsidi tidak dihapuskan sepenuhnya
02:16tetapi dialihkan ke daerah lain yang belum mandiri.
02:20Menurutnya, banyak daerah masih kesulitan secara anggaran
02:23dan belum memiliki komitmen politik yang cukup kuat
02:26untuk mengembangkan angkutan umum.
02:29Meski saat ini ada 33 daerah yang telah mandiri,
02:32banyak kepala daerah lain yang belum serius menangin sektor transportasi.
02:38Guru besar IPDN Yoh Hermansah Yohan
02:41menyeloti lemahnya kewenangan pemerintah daerah
02:43dalam pengelolaan transportasi.
02:46Ia mendorong agar transportasi umum dijadikan urusan wajib layanan dasar
02:49agar memiliki prioritas setara pendidikan dan kesehatan dalam APBD.
02:55Yohan juga menyarankan agar pemerintah pusat tetap terlibat
02:58terutama untuk kota-kota besar dengan populasi di atas 1 juta jiwa
03:02baik melalui subsidi, insentif maupun program percepatan transportasi publik.
03:07Terima kasih telah menonton!
03:09Terima kasih telah menonton!
03:13Terima kasih telah menonton!
Be the first to comment
Add your comment

Recommended