00:00Kita ke sorotan lain saudara, petugas Satres Krimpol Resta Sidoarjo
00:04membongkar industri rumahan beras oplosan di Desa Keper,
00:08Kecamatan Kerembung, Kebupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
00:11Setiap harinya pelaku dapat memproduksi beras oplosan
00:14hingga mencapai 14 ton beras siap edar.
00:19Di belakang sebuah toko kelontong, pelaku sudah mulai memproduksi beras oplosan
00:23sejak tahun 2023.
00:25Pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka
00:27menjual beras oplosan dengan kemasan 3 kg, 5 kg hingga 15 kg.
00:35Tersangka mencampur beras premium dengan beras medium,
00:37kemudian diberi label dan dijual oleh tersangka dengan harga beras premium.
00:42Tersangka dapat merauk keuntungan sebesar 546 juta rupiah per bulan.
00:52Penang tanda SDI dan lubu halal pada kemasan.
00:55Padahal pada faktanya belum memiliki sertifikat tersebut.
01:00Sertifikat pemilih tidak dapat menunjukkan bukti uji lab,
01:04tidak memiliki kompetensi dalam produksi beras premium
01:07dan mesin operasionalnya tidak berada diuji kelayakannya.
01:11Dan kegiatan produksi ini dengan keadaan Brodika Tawi
01:14telah berjalan sejak tahun 2023
01:16dengan kapasitas produksi masing-masing 12 hingga 14 ton per hari.
01:25Dan untuk mengetahui lebih jauh pengungkapan industri rupiah beras oplosan,
01:30kami akan berbincang dengan Jurnalis Kompas TV,
01:32Jake Roby di Sidoarjo, Jawa Timur.
01:35Selamat siang, Jake.
01:36Bagaimana awalnya bisnis beras oplosan ini akhirnya bisa terungkap?
01:39Baik Singron, terbongkarnya kasus beras oplosan yang berada di Desa Ceper
01:47di Kabupaten Kerembung Kompas TV ini
01:50berawal dari Satgas Pangan,
01:52Kompas TV dan Kompas TV di Bola Timur
01:55melakukan sidak ke pasar larangan
01:57yang mana berada di Kabupaten Tegarjo.
02:01Sidak yang dilakukan pada 25 Juli lalu,
02:05Satgas Pangan mengambil beberapa sampel
02:08beras yang dijual oleh para pedagang.
02:12Akhirnya, Satgas Pangan melakukan riset
02:17mengeliti setiap beras yang sebelumnya telah diambil.
02:22Dari beberapa sampel yang diuji di laboratorium
02:25terdapat bahwasannya beras bermerek STG
02:29yang dimiliki oleh MLS ini
02:35ternyata tidak sesuai dengan mutu yang terserah pada kemasan,
02:42yakni beras premium.
02:44didapati bahwasannya beras ini
02:46dicampur antara beras premium dengan beras standar,
02:52yang mana dalam 1 kg beras premium
02:56dicampur dengan 10 kg beras standar.
03:00hal itu,
03:04akhirnya,
03:05pihak nafolestasi garjo
03:07membongkar kasus ini,
03:08di mana dalam perharinya
03:11pabrik home industri ini
03:15dapat menghasilkan 12 hingga 14 ton
03:20perhari.
03:21MLS ini,
03:24yang di sini sudah ditutupkan tersangka oleh
03:27Polestasi Garjo juga memiliki
03:29tiga buah mesin yang dapat
03:32disipulkan cam cangih.
03:35Di tiga mesin ini berada di belakang rumah tersangka.
03:39Demikian.
03:39Jack,
03:42ini kan sudah cukup lama kemudian jumlahnya juga cukup besar
03:44mencapai 12 hingga 14 ton.
03:46Lalu,
03:46bagaimana caranya si penjual ini
03:49bisa melakukan dagang,
03:51berdagang tanpa ketahuan oleh pesat gas
03:53maupun pihak berundang lainnya?
03:57Praktek pengoplosan beras aplosan ini sendiri
04:01tidak berlancang sejak 2023 lalu,
04:05yang mana menurut penyatuan tersangka,
04:07beras belas yang tidak jual
04:09di beberapa pasar di Kabupaten Sigarjo,
04:12di Kabupaten dan Kota Pasiruan,
04:16ada beberapa dari marketing
04:20yang menawarkan produk beras
04:24peras ini ke Tukuh-Tukuh Kelontong
04:26yang ada di dua kabupaten dan dua kota
04:29di Jawa Timur tersebut.
04:31Demikian.
04:32Baik, tadi Anda katakan
04:33pedagang ini melakukan distribusi
04:37begitu ke warung-warung Kelontong
04:38dan juga warung lainnya.
04:40Lalu, bagaimana status dengan
04:41distribusi-distribusi dari belas aplosan ini?
04:44Baik, menurut Kapol Stasi Garjo
04:49maupun Kapol Dajatim yang merilis
04:51kasus ini pada
04:53penenian halu,
04:54ingatkan bahwasannya
04:55seluruh distri bukar
04:57ataupun pemerintahan
04:59pihak kemataan masih
05:01bersaksi
05:02sebagai saksi
05:03dalam kasus ini.
05:06Jawa Tukuh ini sendiri,
05:08pihak kepolisian sendiri masih
05:09menerapkan
05:10satu orang tersangka
05:12yaitu pemilik usaha
05:14berangkoplosan.
05:16Demikian.
05:18Sementara dari konsumen,
05:19apakah sudah ada tanggapan
05:20terkait dengan kasus ini
05:21yang akhirnya diketahui?
05:23Sampai sejauh ini
05:24masih belum ada
05:26kelup dari pihak konsumen.
05:30Namun,
05:31Kapol Dajatimur yang kemarin
05:33menciptakan bahwasannya
05:34seluruh apraksi polisian
05:37di seluruh
05:38di seluruh Jawa Timur
05:40diminta untuk
05:41memeriksa
05:43ke pokok-kokok konsum
05:45jika ada
05:47merek SPG
05:48yang masih beredar
05:49di masyarakat
05:50diharapkan untuk
05:51dikari
05:52agar tidak
05:52beredar
05:56di talangan masyarakat ini.
05:58Baik, terima kasih atas laporan Anda
06:00Jurnalis Kompas TV
06:00Jake Robby yang melaporkan dari
06:02Sidoarjo, Jawa Timur.
06:03Sidoarjo, Jawa Timur.
Komentar