Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tertawa saat merespons pertanyaan Arab Saudi bisa menjadi tuan rumah Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Oktober 2025 nanti.

Arab Saudi bersama Irak tergabung satu grup bersama Timnas Indonesia pada ronde kualifikasi yang sangat menentukan ini.

Saudi, yang sudah jadi lawan Timnas Indonesia di round 3 lalu, tentu mendapat keuntungan besar berperan sebagai tuan rumah pada round 4 nanti.

#TimnasIndonesia #ErickThohir #KualifikasiPialaDunia

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Ya, kembali, kalau kita pertanyakan kenapa pemilihan Qatar Saudi menjadi tuan rumah, ya kita tidak perlu pertanyakan.
00:13Ya, teman-teman media jauh lebih cermat, lebih mendalam dari saya.
00:21Kalau ditanya kenapa pertandingan kita berdekatkan, yang satu ini juga gak usah ditanya.
00:28Karena biasanya sebagai host country, ya lumrah saja melakukan itu.
00:34Tetapi yang kita challenge sejak awal ketika tentu pukul 6 itu, karena recovery-nya kita tidak cukup.
00:42Ya, memang ada aturan 48 jam, ya itu kita hitung juga lebih sedikit.
00:48Tapi kalau kita lihat dari jangka waktu kita terbang, jangka waktu juga beda waktu, dan tentu situasi temperatur yang cukup panas di sana di jam-jam itu, ya kita tentu kita coba fairness gitu.
01:07Ya, itu yang saya rasa PSSI tidak berdiam diri, PSSI terus menjaga maruah sepak bola Indonesia.
01:15Mungkin kita salah satu dua tahun terakhir ini yang juga dianggap paling berisik, ya, kepada semua organisasi AFF dan AFC.
01:27Tetapi kita tidak bermaksud jumawa, kita hanya memposisikan, kita negara besar, kita punya nilai value yang luar biasa di sepak bola kita.
01:40Kita harus respect dengan supporter kita yang siang malam mendukung.
01:44Kita harus juga respect dengan pengorbanan pemain kita.
01:50Inilah kenapa kita berjibaku selalu memberikan challenging kepada AFF dan AFC secara proporsional, ya, tidak ada arogansi.
02:05Karena ya kalau merasa ini hak kita, ya, dan kita yakin benar, ya, protes wasit kita lakukan.
02:11Dan saya rasa dulu, Pak Sekjen, ketika habis pertandingan kayaknya kita berdiam diri.
02:17Kalau sekarang, ya, kalau ngeliat kita protes. Urusan ditolak, it's okay.
02:22Ya, dan kita juga jangan gini, begitu kalah kita protes, begitu menang ada sesuatu yang ini, kita enggak, kita konsisten.
02:32Kalah menang kalau kita lihat perwasitannya kurang baik, ya kita tetap sampaikan gitu.
02:38Nah, itulah kenapa kita juga mesti setara dengan bangsa-bangsa lain yang memang kebetulan, ya, mereka juga melihat ranking sepak bola.
02:49Hari ini kita masih 118, ya, mungkin kalau bisa 100, nanti naik lagi ke 70, keberapa, ya, mungkin baru marwah kita lebih tinggi.
02:58Tapi ya, kita coba fight terus gitu, ya.
03:08Terima kasih.

Dianjurkan