00:00Kami mendapatkan rekaman eksklusif detik-detik penemuan jasad diplomat muda yang ditemukan tewas dalam kamar indekosnya.
00:19Inilah isi rekaman CCTV dua pria yang berada di depan kamar korban.
00:24Dengan tenang, dua pria di depan kamar korban mencoba menelpon dan beberapa kali mengetuk pintu kamar untuk mengecek keberadaan korban.
00:32Karena korban tidak kunjung menjawab, kedua pria itu pun berusaha membuka kamar menggunakan kunci cadangan.
00:38Namun saat pintu terkunci rapat, hal hasil salah seorang pria yang diduga menjaga indekos dengan mudah mencoba jendela lalu membuka pintu dari dalam kamar.
00:58Polisi menyebut korban dibuka setelah sang istri yang berada di Yogyakarta menghubungi penjaga indekos sebab korban tidak bisa dihubungi.
01:08Polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari sejumlah bukti dalam penyelidikan kasus tewasnya
01:35Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri.
01:38Dalam olah TKP lanjutan ini, polisi melakukan proses identifikasi terhadap sejumlah barang milik korban di kamar indekosnya.
01:47Selain memeriksa sidik jari dan CCTV, polisi juga masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.
01:54Kita akan lihat hasil otopsi, kemudian kita akan lihat juga medical record beliau korban, ya kan?
02:08Kemudian kita akan cek juga ahli forensik terkait ke beliau di dalam sendiri, akan satukan, akan kita padukan dengan hasil otopsi.
02:22Apakah omkot-opat ini minum atau gimana kan?
02:28Di siapannya sudah ketahuan, lupa itu.
02:30Belum, kan barusan masih diproses.
02:35Universitas Gajah Mada meminta agar kasus kematian seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri Arya Daru Panguyunan diusuk tuntas.
02:44UGM menilai kematian alumnus program studi ilmu hubungan internasional UGM itu tidak wajar.
02:51UGM menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas kematian salah satu alumni visipol terbaik.
02:58Wakil Rektor UGM Ari Sujito dalam pernyataan tertulis yang menyebut kita kehilangan sosok alumni berprestasi yang memiliki karir yang baik.
03:18Kami berharap meninggalnya almarhum yang nampak tidak wajar perlu diusuk tuntas demi kemanusiaan dan tanggung jawab perlindungan negara pada warganya.
03:28Dukah menyelimuti keluarga Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri yang ditemukan tewas di kamar indekosnya Menteng, Jakarta Pusat.
03:46Jenazah Arya Daru Pangayunan dimakamkan di rumahnya di Bantul, Yogyakarta.
03:52Keluarga menyebut Arya Daru tak memiliki riwayat medis ataupun sering mengkonsumsi obat tertentu.
04:00Ia juga tidak pernah bercerita soal tekanan ataupun kesulitan yang ia alami dalam pekerjaan.
04:06Kementerian Luar Negeri menyatakan kemulangan anak-anak pelantar, kemulangan evakuasi.
04:08Kementerian Luar Negeri menyatakan kemulangan kemulangan kemulangan kemulangan kemulangan.
04:36Dukah mendalam atas kematian diplomatnya Arya Daru Pangayunan.
04:41Dirjen Perlindungan Warga Negara Indonesia, Juda Nugraha menyebut,
04:45almarhum pernah menjadi saksi dalam kasus tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.
04:52Namun, terkait penyebab kematiannya, masih harus menunggu penyelidikan polisi.
04:57Sekali dua kali ya mas, namanya stres itu kan kita tidak pernah tahu.
05:02Nah saya juga tidak ada, maksudnya tidak ada histori medical check-upnya segala macam,
05:06saya juga tidak ada gitu, jadi saya tidak bisa konfirmasi lebih lanjut.
05:11Cuman yang saya tahu kebunyanya itu,
05:14saya rasa sangat sedang, saya sangat sedang, anak itu senang.
05:17Jadi cerita dia penugasan di mortis, itu dia menceritakan dengan sangat antusiasi.
05:24Dan mau keberangkatannya ini juga antusiasi.
05:27Antusiasi maka ke Helsinki.
05:29Iya, antusiasi betul.
05:31Arya Daru Pangayunan mengakhiri tugas sebagai diplomat muda di Kementerian Luar Negeri
05:37setelah ditemukan tewas tak wajar di kamar indokosnya Menteng, Jakarta Pusat.
05:42Penemuan jasad Arya Daru berawal dari kecurigaan sang istri yang sulit menghubungi korban.
05:49Arya Daru Pangayunan dikenal sebagai diplomat muda berprestasi.
05:53Terakhir, ia dipercaya menjabat sebagai diplomat ahli muda
05:57Direkturat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri.
06:01Tim Liputan, Kompas TV
06:03Ada sejumlah kejanggalan dalam kematian diplomat muda Kemlu
06:11yang ditemukan tewas terlakban di kamar indokosnya.
06:14Bagaimana penyidik harus mengusut hal ini?
06:17Kita bahas bersama mantan kabar reskrim, Komjen Purnawirawan Ito Sumardi.
06:21Selamat petang, Pak Ito terima kasih sudah berkenan untuk bergabung di Kompas Petang.
06:26Pak Ito ini kan kita tadi sudah menayangkan bagaimana CCTV awalnya
06:32jasad diplomat muda ini ditemukan.
06:36Apa yang bisa Anda baca dari rekaman CCTV ini?
06:39Yang pertama mungkin CCTV itu kan hanya merupakan satu alat bukti pendukung ya.
06:45Tapi yang paling menentukan ini adalah dari hasil pemeriksaan forensik.
06:51Jadi di sini kedokteran forensik, Pak.
06:53Itu adalah bagaimana menentukan penyebab yang bersangkutan meninggal dan waktu.
06:58Ya waktu yang bersangkutan almarhum itu meninggal.
07:03Kemudian yang kedua adalah jejak digital.
07:06Nanti tentunya polisi akan melusuri jejak digital
07:09baik dari percakapan atau komunikasi almarhum.
07:14Kemudian yang ketiga, kalau kita lihat di TKP kan
07:16saya mendengar dari teman-teman penyidik bahwa
07:20tidak ditemukan sidik dari lain.
07:24Tapi itu kan baru informasi awal.
07:26Jadi akan sangat terlalu dingin kalau kita mengatakan penyebab kematian.
07:30Yang jelas, yang bersangkutan itu kan meninggal dengan tubuhnya ada di mukanya di lakban.
07:38Kemudian diselimuti dengan selimut ya.
07:41Kemudian juga tentunya dari CCTV itu kita lihat apakah memang
07:45ada gambar-gambar lain ataupun adegan-adegan lain
07:50selain dua orang yang masuk ke tempat tersebut.
07:54Nanti akan dikaitkan kapan yang bersangkutan itu masuk
07:58dan kapan istrinya itu mencoba menghubungi yang bersangkutan.
08:02Kan pasti akan ada jejak digital.
08:04Demikian Pak.
08:05Ya, selain jejak digital yang masih terus didalami.
08:09Sebagai mantan kabar reskrim,
08:12terkait dengan temuan jasad korban yang terlakban,
08:15apa yang bisa Anda baca ketika jasad ditemukan terlakban?
08:21Ya, kita kalau lihat dari segi tiga pembuktian,
08:23kan tentunya di sana harus lihat TKP.
08:26Yang kedua juga alat bukti.
08:28Bukti-bukti ini kan yang sementara dicari adalah dari sidik-sidik jari.
08:33Kemudian yang kedua juga ada medical record.
08:35Apakah dari medical record yang bersangkutan dengan meminum obat itu
08:39apakah ada dampak bagi kesehatan yang mungkin bisa menyebabkan
08:44hal yang fatal bagi kesehatan yang bersangkutan?
08:47Ini tentunya masih didalami terus, Mbak.
08:50Dan menurut saya, saya juga sudah bicara dengan beberapa teman ya.
08:53Yang memang sudah ahli sekarang dilibatkan,
08:55sudah dilibatkan beberapa penyidik yang memang senior
08:58yang menangani permasalahan ini dan barai skrim pun
09:01sudah sekarang melakukan supervisi dengan memperbantukan
09:05beberapa penyidik senior.
09:07Karena ini kan merupakan sesuatu yang mungkin
09:10ada berbagai kemungkinan.
09:12Saya kan pernah bertugas sebagai duta besar ya, Mbak.
09:14Betul.
09:15Itu yang paling, yang saat ini yang paling rawan adalah memang
09:19orang-orang yang memiliki latar belakang kendinasan di bidang TPPO
09:24atau tidak bidana perdagangan orang ya.
09:27Itu kan sering sekali di beberapa negara itu
09:30warga negara kita menjadi korban TPPO.
09:33Dan korban TPPO ini kan mereka punya jaringan, punya sidikat.
09:36Ini tentunya akan menjadi salah satu obyek daripada penyelidikan ya
09:41dari teman-teman baik dari POSEC, PORES maupun PORDA
09:47disupervisi oleh barai skrim.
09:49Demikian, Mbak.
09:50Jadi latar belakang dari diplomat muda ini
09:54yang kerap kali ditugaskan untuk menangani TPPO
09:58bisa saja menjadi alasan dari ditemukannya tewas ini?
10:04Ya, berbagai kemungkinan, Mbak ya.
10:06Pengalaman saya pada saat menangani korban yang tidak ada
10:10sama sekali tersangkai.
10:12Maksudnya tersangkainya saat itu yang bersangkutan ditemukan secara tunggal ya.
10:17Tentunya kita harus mengambil dari beberapa kemungkinan.
10:21Salah satunya dari profesi yang bersangkutan.
10:24Nanti dia akan diterusuri ya.
10:25Tentunya akan bergerak sama dengan Kementerian Luar Negeri
10:28dan kasus-kasus yang sudah ditangani.
10:31Saya yakin bahwa teman-teman penyidik itu mereka juga menelusuri
10:35bahwa latar belakang penugasan yang bersangkutan
10:38kira-kira dengan siapa saja pernah terlibat
10:41ataukah dengan organisasi-organisasi daripada TPPO ini siapa saja
10:46pasti itu salah satu juga.
10:48Tapi yang paling utama di sini adalah bagaimana hasil uji forensik ya
10:52baik kedokteran forensik maupun digital forensik.
10:55Pak Ito, artinya ini bisa berkaitan dengan jaringan internasional seperti itu?
11:00Sangat mungkin ya, sangat mungkin.
11:02Karena kan kita gak tahu sekarang kan bagaimana cara mengakhiri hidup seseorang
11:07yang menjadi sasaran itu kan bisa dengan berbagai cara ya.
11:11Nah ini kan tadi saya sampaikan.
11:12Orang meninggal itu tentunya adalah dengan sesuatu yang mengakibatkan
11:17kondisi-kondisi daripada alat-alat dalam tubuhnya itu mengalami sesuatu yang menyebabkan kematian.
11:24Nah ini kedokteran kehakiman ini yang melakukan otopsi
11:28itu akan melakukan satu otopsi yang sangat cermat ya.
11:33Karena kita juga tidak bisa mengatakan mengandai-andai ya
11:37tanpa ada satu keterangan dari saksi ahli.
11:40Kan selama ini secara fisik tidak ditemukan unsur kekerasan.
11:46Tapi kan kita belum melihat apakah ada hal-hal yang membuat organ tubuhnya itu fatal
11:51sehingga meninggal misalnya karena racun, apakah karena vitamin,
11:56ataukah ada obat-obatan.
11:58Ini yang tentunya sekarang mereka dari kedokteran kehakiman ini sekarang sedang
12:03kondokteran forensik sedang melakukan penyelidikan yang intensif.
12:06Pak Ito, kalau kita lihat dari rekaman CCTV saat pertama kali
12:11jasad ditemukan, ini kan bisa dikatakan tidak terlalu sulit untuk masuk ke dalam.
12:17Apakah nanti penyidik juga akan meneliti, mendalami terkait dugaan-dugaan
12:22tidak hanya dugaan bunuh diri, tapi juga ada dugaan pembunuhan mungkin?
12:28Ya pasti ya, pasti kan tadi ya ada pecurigaan.
12:32Pecurigaan tentunya harus dibuktikan dengan fakta-fakta.
12:34Salah satu dia tanya adalah CCTV.
12:37CCTV itu kan kelihatan bagaimana orang itu masuk, kapan orang itu masuk,
12:42dan itu nanti akan dikaitkan dengan waktu kematian daripada korban.
12:47Kalau misalnya orang masuk, kemudian waktu kematian korban sesudah waktu yang
12:52di mana orang itu masukkan bisa disimpulkan bahwa korban itu masih hidup pada saat orang itu masuk.
12:58Ini akan menjadi obyek daripada penyelidikan, daripada penyidik.
13:03Jadi antara waktu kematian, dengan waktu dua orang ini masuk,
13:08kemudian dengan waktu istrinya menghubungi, kepada siapa menghubungi,
13:12kemudian orang yang dihubungi ini melakukan apa,
13:16tentunya ini akan ditelusuri terus.
13:18Sehingga kita bisa lihat daripada waktu kematian,
13:21dan CCTV itu salah satu juga, jam berapa itu masuk ke tempat tersebut,
13:27kenapa mereka memasuki, apakah memang ada komunikasi antara istri dengan mereka.
13:33Nah ini yang akan menjadi obyek penyelidikan daripada penyidik, menurut saya demikian.
13:38Baik, terima kasih Pak Ito Sumardi,
13:41mantan kabar es krim yang sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
13:44Selamat sore Pak Ito.
13:45Selamat sore ya Pak.
Komentar