00:00Sebenarnya saya berada di Pasar Pramuka Jakarta, saya akan menelusuri dan menguji secara langsung apakah betul ijazah dari Presiden ke-7 Jokowi di Cetak.
00:09Tapi saya tidak akan sendiri, saudara. Saya hadirkan secara langsung penuding ijazah palsu Jokowi, Bung Rai Suryo.
00:15Bung Rai, apa kabar?
00:16Alhamdulillah, baik.
00:18Terima kasih untuk keberaniannya datang langsung ke Pasar Pramuka, Bung.
00:21Memang harus berani. Kita berkata benar, harus berani juga benar.
00:26Bung Rai, sebelum nanti saya akan meminta sejumlah bukti dari Bung Rai Suryo terkait dengan tudingan itu.
00:32Saya akan hadirkan dulu, saudara, perbincangan saya secara langsung dengan Bung Betor Suryadi, politisi senior PDI Perjuangan yang juga sudah saya minta untuk hadir ke sini, namun belum berkenan.
00:43Saya akan hadirkan wawancara saya di tempat berbeda.
00:52Bung Betor, terima kasih untuk waktunya, Bung.
00:54Siap.
00:55Apa kabar? Sehat?
00:55Baik, amul.
00:56Oke.
00:57Bung Betor, saya ingin konfirmasi.
00:58Bagaimana awal mulanya, Anda berani mengatakan bahwa ijazah Pak Jokowi dibuat di Pasar Pramuka?
01:04Ya, tentunya sekelas orang seumur kita dan juga kita punya status aktivis partai.
01:12Kan nggak mungkin kita asal omong-omong kalau nggak punya data.
01:16Oke.
01:16Jadi, saya berani mengucapkan urayan-urayan itu karena datanya cukup kuat dan lain.
01:24Oke.
01:25Saya berpikir kalau benar ini dibikinnya bukan di UGM, lantas di mana?
01:32Nah, saya terus menyebarkanlah informasi tentang ijazah palsu ini ke kader-kader.
01:39Kan ada grup mencari tahu?
01:40Mencari tahu.
01:40Oke.
01:41Terus saya bilang, eh, apakah kawan-kawan tahu nih ada isu ijazah palsunya Jokowi?
01:48Tahu bang, tahu bang, ada si Anu bang, ada si Anu, ada si Anu.
01:51Disebut nama, disebut tempat.
01:53Masa datangin.
01:54Dari situ terus saya lacak.
01:57Saya lacak, saya bisa pastikan bahwa ini produk daripada Pasar Pramuka.
02:05Sudah pasti di Pasar Pramuka.
02:07Bung Rai, bahwa yang pertama kali menyebutkan ijazah Pak Jokowi dicetak di Pasar Pramuka adalah Bung Beto.
02:17Betul.
02:17Politisi senior PDI Perjuangan.
02:19Apa yang kemudian membuat Anda langsung mempercaya pernyataan dari Bung Beto?
02:23Ya, begini.
02:24Yang pertama adalah, saya, Dr. Rismon, Dr. Tifa itu tetap pada pendirian.
02:29Saya percaya bahwa ijazah yang pernah digunakan oleh Presiden Ketujuh Indonesia, itu tidak benar.
02:36Memang, kami waktu itu belum pada ketaknya.
02:38Nah, tiba-tiba ini seolah-olah seperti ada trigger.
02:42Bahwa, oh, kemudian di Pasar Pramuka, Bang Witter.
02:45Saya tidak langsung percaya.
02:47Saya kemudian berusaha kontak dengan orang yang mengerti betul, ya, tentang dunia intelijen.
02:53Sahabat saya dulu ketika saya masih di Komisi 1, mitra saya intelijen.
02:57Ya, itu di Pasar Pramuka, Mas.
02:59Kemungkinan besar.
03:00Karena Pasar Pramuka inilah tempat di mana orang Indonesia itu tahu,
03:05di sini bisa mencetak bahkan sampai visa Amerika saja lolos.
03:08Visa Amerika saja lolos.
03:10Dan itu dikatakan oleh beliau.
03:12Dan di sini, kalau kita melihat, ini memang bukan Pasar Pramuka yang lama, ya.
03:16Ini yang baru.
03:17Bekas-bekasnya, dalam tanda kutip, masih ada.
03:19Masih ada tempat-tempat yang menunjukkan kami tidak menerima lagi edit ijazah.
03:24Oke.
03:24Jadi, tidak lagi.
03:25Berarti dulunya penuhi, Mas.
03:29Artinya ini Pasar Pramuka Pojok lokasinya, ya.
03:32Betul.
03:32Bukan Pasar Pramuka yang kemudian menjual obat-obatan dan peralatan medis.
03:35Jadi, hoax, kalau ada orang mengatakan, Pasar Pramuka sudah tidak ada.
03:38Masih ada.
03:39Menariknya, Mas.
03:40Dan ini untuk pemirsa di poinvestigasi juga tahu.
03:43Rata-rata kalau itu ditanya kebakaran,
03:46orang-orang di sini menjawab, bukan kebakaran.
03:48Bukan kebakaran.
03:49Dibakar.
03:50Dibakar.
03:50Ya, itu akhir tahun lalu.
03:52Nah, poin-poinnya masih ada.
03:54Dan jejak di mana dulu ada terkenal namanya Pak Dosen.
03:57Nah, Pak Dosen karena dia spesial untuk mencetak hal-hal sifatnya adalah untuk skripsi, disertasi, tesis, bahkan hasil dari tesis.
04:08Dan ternyata kita akhirnya tahu siapa Pak Dosen itu yang akhirnya sekarang pernah menjadi pejabat Wakil Menteri.
04:15Itu adalah Pak Dosen.
04:16Artinya Anda setelah melakukan konfirmasi berulang dengan sahabat Anda, mantan anggota BIN,
04:22kemudian Anda juga meyakini bahwa kios yang kemudian mencetak ijazah Pak Jokowi itu dimiliki oleh Pak Dosen.
04:28Saya sudah semakin mendekat ke sana.
04:31Karena tidak ada tempat lain di Indonesia yang mencetak selain di Pasar Pramuka.
04:35Tapi Anda sudah menyebutkan, Bung Roy, siapa namanya?
04:37Pak Dosen itu orang sudah terkenal.
04:39Itu Profesor P inisialnya.
04:41Profesor P?
04:42Iya.
04:42Nama Lompatnya Pak Iman.
04:44Pak Pak Iman?
04:45Iya, jadi tidak apa-apa saya sebut.
04:46Karena Pak Pak Iman pun pernah WA kepada saya,
04:49mengaku kalau beliau memang pernah punya kios di sini,
04:52tahun 1997, tapi beliau hanya mengaku sampai 2002.
04:56Menariknya, beliau hanya mengaku sampai 2002.
04:59Padahal orang-orang yang di sini,
05:00itu ada yang berani bersaksi,
05:03beliau sampai dengan 2010, 2015, bahkan 2017,
05:07itu masih aktif di sini.
05:08Dan yang paling menarik lagi, Mas,
05:10masih bikin acara di belakang sini kemarin,
05:12itu pada tanggal 1 Mei 2025,
05:18barusan, dan itu kan orang jadi bertanya-tanya,
05:20ngapain juga tiba-tiba ngumpulkan orang,
05:23dan kemudian membuat acara.
05:25Dan semua orang juga kaget ketika tiba-tiba
05:27dia menjadi relawan.
05:30Itu orang tahu-tahu menjadi relawan,
05:32dan kemudian mobilitas vertikal.
05:34Menjadi relawan Jokowi,
05:36dan pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Desa.
05:39Betul, pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Desa,
05:41pernah menjabat sebagai Komisaris BUMD dulu,
05:44kemudian Komisaris BUMN,
05:47dan sekarang,
05:48staff khusus Wakil Menteri Desa.
05:49Oke, bapak begini,
05:50Bung Rai Surew,
05:51tudingan ijasa Hal Sujokowi dibuat di Pasar Pramuka ini,
05:56memang sudah menjadi perbincangan publik,
05:57tapi yang harus dibuktikan adalah lokasinya.
05:59Anda berani menunjukkan lokasinya?
06:01Ya, kalau lokasi bekasnya Pasar Pramuka yang terbakar,
06:04ada.
06:04Oke.
06:04Dan kira-kira bekas kiosnya pun ada.
06:07Bisa kita lihat di sana?
06:07Bisa kita lihat di sana.
06:08Boleh, Bung Rai?
06:09Mari.
06:10Saudara, saya akan tunjukkan,
06:13untuk pertama kalinya,
06:13Bung Rai Surew akan mengajak secara langsung,
06:16dan memperlihatkan kepada publik,
06:18lokasi kios yang pernah beroperasi,
06:21dan disebut mencetak ijasa,
06:24dalam tanda kutip,
06:24palsu,
06:25Presiden ke-7 Jokowi Dodo.
06:26Iya.
06:26Areanya masih lurus di sana ya?
06:28Iya, dan ini anehnya,
06:29kenapa masyarakat yang dulu X ini,
06:32itu menyebut ini bukan sekedar terbakar,
06:34tapi dibakar.
06:36Karena satu,
06:37peristiwanya terjadi jam 5 sampai 16.
06:40Jam 5 sampai 16.
06:41Pagi.
06:42Oke.
06:42Kebakaran selama 2 jam penuh.
06:44Oke.
06:45Habis sekitar 200 kios.
06:47100 meter dari sini itu hanya Polsek Matrama.
06:50Oke.
06:51300 meter dari sini itu Brandware,
06:52atau Kanter Madam Bakaran.
06:54Oke.
06:54Masa habis?
06:55Itu terjadi di tahun?
06:57Akhir 2024 kemarin.
06:59Oke.
07:00Setelah ada,
07:01setelah rame-rame kembali,
07:03soal ribut ijasa palsu,
07:05dan akhirnya setelah itu kan,
07:06awal itu kan ada pengaduan,
07:08ke Baris Krim,
07:09soal ijasa palsu.
07:10Areanya ini,
07:11Bung Roy?
07:11Iya.
07:12Saya akan tunjukkan saudara,
07:19Bung Roy Suryo akan memperhatikan kepada kita,
07:23bahwa masih ada,
07:25seperti,
07:27sisa-sisa bangunan,
07:29yang kemudian diduga,
07:31dulunya merupakan kios,
07:33dari,
07:34Pasar Pramuka Pojok ya?
07:35Kalau bisa ngintip,
07:38bisa nggak kameranya,
07:39lensanya masuk gitu?
07:40Bisa.
07:43Ini ya?
07:44Iya.
07:46Jadi dulu ada sekitar 200an lebih kios di sini.
07:50200 kios lebih?
07:51Oke.
07:51Dan orang nggak usah nutupin lah,
07:55orang nggak usah,
07:56nggak tahu,
07:57ya.
07:58Dulu ini terkenal banget.
07:59Oh.
08:00Bahwa yang namanya Pasar Pramuka Pojok,
08:02itu sangat terkenal,
08:04dan boleh dikatakan,
08:05kalau tadi didengarkan dari statement Pak Abitor,
08:08ya.
08:08Bahkan dia juga mengaku,
08:10banyak petinggi dari partainya,
08:11itu yang membuat juga di sini.
08:13Oke.
08:13Dan itu sudah Anda konfirmasi kepada,
08:15mungkin orang-orang di sini?
08:16Sudah.
08:17Sudah.
08:17Sudah.
08:17Sudah, ya mereka juga bilang,
08:18sering Pak dulu,
08:20ada orang membuat kayak gitu,
08:21cuman kalau sekarang,
08:22bukan nggak berani loh.
08:23Iya.
08:23Sekarang di belakang Pak,
08:24bisik-bisik.
08:25Oke.
08:25Jadi masih ada.
08:27Masih ada.
08:29Nah, kita tidak bisa sembarangan masuk,
08:31karena sudah ada plang juga yang tertulis,
08:33bahwa tanah ini milik salah seorang
08:35yang berada di sini,
08:36dan dilarang masuk
08:37tanpa izin pemilik
08:39tertuang juga Pak Saleh di sana,
08:40dalam pengawasan
08:41salah satu love verb.
08:51Bung Roy,
08:52saya ingin tanyakan tadi,
08:53tulisan yang tidak menerima ijazah edit ya?
08:56Ya, itu.
08:56Di mana itu?
08:57Itu tuh.
08:58Oh, ini ya?
08:58Tempatnya Pak Haji.
08:59Oke.
08:59Ini salah satu kios di,
09:01dulunya Pasar Pramoga Pocah,
09:03ini salah satu kiosnya.
09:04Boleh saya tunjukkan begini?
09:07Pak Haji ini pemilik kios ini ya Pak ya?
09:09Pemilik kios ini.
09:10Saya boleh lihat itu Pak,
09:11ada tulisan tidak menerima ijazah edit ijazah ya Pak ya?
09:15Maaf.
09:15Maaf.
09:15Maaf.
09:15Maaf.
09:15Di sini ya Pak ya?
09:15Ya.
09:16Oke.
09:17Sudah saya akan tunjukkan,
09:18ini adalah yang disampaikan oleh Bung Roy tadi,
09:20bahwa ada...
09:21Ini masuk aja Pak.
09:22Masuk aja deh.
09:23Oh tuh boleh tuh.
09:23Semacam tulisan yang ditempel di kios,
09:26dituliskan,
09:27perhatian,
09:28ini tokonya ya,
09:29tidak menerima ijazah edit ijazah.
09:31Yang paling pertama Bung Roy.
09:33Artu keluarga,
09:33KTP,
09:34nota,
09:34faktur,
09:35dan dokumen penting lainnya.
09:37Atau atas nama pemalsuan dokumen.
09:40Ini ditempel sudah lama?
09:41Tadi?
09:42Sudah,
09:42sejak mulai nenek,
09:43kita kan tahu.
09:44Kita tuh gak mau yang sport jantung ini.
09:48Oke.
09:48Tapi praktik-praktik nakal itu ada Pak?
09:50Mungkin sama orang yang...
09:51Nah itu gak sama nakal.
09:52Tidak.
09:52Cuma dengar aja.
09:57Ini akan menjelaskan bahwa
09:59Bapak Maman Paiman tidak terlibat.
10:02Itu gak ada membahas begitu itu tidak dokter.
10:04Bohong!
Komentar