00:00Jadi kalau ada kejadian yang permainan niaga guys di atas buahnya pulau kelas, perlu dipetanya.
00:30Selamat pagi, selamat pagi, selamat pagi, selamat pagi semua.
00:39Pagi ini ya teman-teman tawan saya mendatangi KPK sesuai hentangan.
00:44Ini benar-benar pertama kali saya KPK ini, saya sudah tiga kali ini.
00:50Sebelumnya saya masalah digitalisasi SDU.
00:54Dengan laporan saya pada saat saya kepala DPRNika sudah tiga tersangka.
00:58Jadi kalau sekarang juga ini masalah kasusnya niaga guys, ya saya terima kasih kepada KPK.
01:06Sudah mengapresiasi temuan kami pada saat saya dulu sebagai kepala DPRNika.
01:12Ini kasusnya sudah lima tahun lalu, baru dibuka hari ini.
01:16Jadi saya sangat terima kasih.
01:18Dan pada saat saya kepala DPRNika sudah bertemu sama ketua KPK, sudah politikasi.
01:22Baik pencegahan maupun yang berkait dengan penindakan.
01:27Jadi kalau saya mau kirimkan, dari saya sebagai kepala BPRNika 2021, setidaknya ada tiga yang sudah diperoleh oleh KPK.
01:38Pertama ini, ya, yang gagas tingkat ini.
01:43Yang kedua, sebelumnya digitalisasi SDU, sudah ada tiga tiga tiga.
01:47Yang satu lagi, tipa Cirepon Sumarang, ya, yang menggunakan APBN, Cirepon Sumarang, ya, yang menggunakan APBN, Cirepon Sumarang, yang satu T itu, itu sudah ada tersangka juga, saya dapat hidup pelaku usahanya.
01:58Jadi saya datang hari ini, akan mengeluarkan, terus saya bawa dulu, mana ininya.
02:03Tidak ada perusahaan kepada ibu-ibu, saya mengomong demi kepentingan nasional, ya.
02:10Mbak Tengah bawah, Presiden, berulang-ulang ngomong, banyak akibat korupsi, hidup kejadian, ya, habislah APBN itu.
02:19Jadi saya datang ke sini, untuk kepentingan nasional, khususnya apa?
02:24Tuh, anak MRT, cuma ini.
02:26Makanya, bapak-bapak, ibu tahu semua, ya, ketahuan, akibat hal-hal yang yang gagas begini, hal yang gagas jadi mana?
02:33Ini yang gagas itu dari PTA, PTA, PTA, PTA, PTA, PTA, PTA, PTA, PTA, dikasih alur poligas untuk komentarisnya M.
02:39Yang PTA inilah yang berjual, yang membangun infrastruktur, yang dijual kepada pengguna asil.
02:44Ada yang terjadi, semua mengambil untung.
02:47Akibat, yang bertuntung, harga gas jadi mahal.
02:50Kalau harga gas jadi mahal, bagaimana infrastrasi masuk ke Indonesia?
02:55Ada yang mau masuk?
02:56Padahal harga gas itu adalah faktor produksi.
03:00Bagaimana, faktor komoditi.
03:03Kalau komoditi, kita ekspor, dapat duit.
03:05Tapi kalau bakal berharusi, punya nilai tambah.
03:07Nah, makanya saya datang ke sini, gini dulu.
03:10Nah, hari ini, saya ingin ke PTA, PPU.
03:13Boleh, Bapak, ibu tahu semua, saya ketanian gas.
03:15Boleh, orang yang ngomong juga, masalah saya sebagai KPMU.
03:20Taitan dengan ini juga, saya sudah ngomong dengan, saya sudah buat silat kepada presiden.
03:24Nanti, Pak Deswin, gini rumah saya.
03:26Boleh dikasih, Pak.
03:27Kita sudah buat silat kepada presiden pada 6 Agustus 2024.
03:31Jelas, bang, silat saya, masalah alopasitas.
03:33Jadi, kalau niaga gas ini, adakah itu sama alopasitas?
03:38Ini, Pak Sudirman, permen ESDM-06-2016.
03:42Pada saat itu, siapa yang tekan?
03:44Bapak Sudirman Kain.
03:45Akhirnya.
03:46Kita tahu, saya harus menasai, orang yang punya integritas.
03:49Ya kan, gitu kan.
03:50Termasuk kapita ini, dia salah satu yang meruskan ke lunak lain.
03:53Nah, jadi Pak Sudirman Kain, sejak dia 2016, itu memotong tidak boleh lagi, terjadi niaga-nya seperti tingkat lagi.
04:01Yang sebelumnya itu terjadi luar biasa.
04:04Bekitar tingkat, kalau jadi wakar.
04:06Ada yang tidak punya pasitas gas, dia baru.
04:10Dia dapat duit, dapat alokasi gas, dia jual-jual lagi.
04:13Nah, itu. Ini yang terjadi.
04:15Akhirnya dibuat dia.
04:16Jadi, kalau saya ngomong, mohon maaf.
04:18Ini juga bagi negara Mafia Migas.
04:20Mafia Migas. Mafia alokasi gas.
04:24Mafia negara gas.
04:25Nah, tolong teman-teman buka.
04:28Karena kita semua akan jadi korban.
04:30Tidak ada investasi mau masuk, orang-orang lagi.
04:32Kita kalah sama gas yang ada di Visaya Malaysia.
04:35Ada gas yang ada di Thailand.
04:37Ini biasanya.
04:38Maka kita kesalahan.
04:40Makanya ini seiring dengan maunya bapak fiksi kita.
04:44Dan kami, 6 Agustus 2020, saya kebapak surat.
04:47Bapak fiksi dia langsung.
04:48Tembusan ke main comment ISDM, ke KPK.
04:52Ya, kepinggian gas ini.
04:54Nah, di dalam permen ISDM tentang alokasi gas.
04:57Sekarangnya, gas berdikas itu.
04:59Sudah ada aturan.
05:00Yang boleh berniagaan kemari 12 tahun sampai 2018.
05:05Jadi, kalau ada kejadian.
05:07Ya, permainan niaga gas.
05:09Di atas 2018.
05:11Kalau kelas, perlu dipetanya.
05:13Kenapa masih ada kejadian.
05:15Saya enggak tahu.
05:16Paham enggak kalian dengan yang saya jelaskan ini.
05:19Ya, kemudian.
05:21Saya sampaikan juga.
05:23Bahwa, ya KPK ini dulu aku mendalui.
05:27Saya bulan Februari, tanggal 21.
05:29Ya, terus kita ketemu langsung kepada Pala.
05:31Dan kemudiannya, kita lagi proses.
05:34MOU kita sudah berapa?
05:362014.
05:37Jadi, KPK sudah koordinasi sudah MOU dengan KPK sejak 2014.
05:43Jadi, kalau dulu temuan saya Kepala BP Amiga.
05:46Sekarang saya Ketua KPK, lebih bahaya lagi.
05:49Karena apa?
05:51Korupsi itu adalah output.
05:54Catat ya.
05:54Korupsi itu output.
05:56Siapa menjongkak korupsi?
05:57Karena persekongkolan.
05:59Persekongkolan itu dari mana?
06:01Itu adalah persekongkolan vertikal.
06:03Ketelibatan pihak pejabat dengan pelakutan atau korupsi sama pelakutan.
06:08Atau kombinasi duanya.
06:09Ini semua adalah objek pengawasan KPPU.
06:13Sesuai Pasal 22 Undang Unan No. 5 tahun 1999.
06:19Jadi, di sini kita penting.
06:21KPK dan KPPU harus bekerjasama.
06:25Karena hanya di ujungnya saja, korupsi saja.
06:27Tidak menggunakan di persekongkolannya.
06:30Nah, akan bisa bebek.
06:30Bisa.
06:31Tapi kalau dua ruang-ruang bakal ini bisa politikasi.
06:35Jadi, bisa kita makin kuat untuk menjaga supaya kita pertumbuhan ekonomi.
06:40Makin kuat.
06:41Investasi bakat-bakin kuat.
06:43Gitu.
06:44Dan sekali, satu-satunya akhir nih.
06:46Kalau begitu apa?
06:48Jangan hanya KPK dong yang dikuat.
06:50KPPU dong.
06:51Nah, Anda tolong.
06:52Tolis nih.
06:52Tolong, Pak.
06:54Perhatian untuk KPPU.
06:55Anggarannya kecil.
06:57Undang-undangnya adalah 25 tahun.
06:59Ini tanggal 7 Juni.
07:00Pulau tahun ini KPPU.
07:02KPK terbaru-baru kali yang menemik.
07:04Nah, kalau bisa undang-undang persaingan untuk dipuatkan.
07:10Ya.
07:11Untuk dan antara atau apakah bisa investasi masuk ke Indonesia.
07:15Ya.
07:16Sampaikan untuk sama dana tanah.
07:17Kalau tidak persaingan untuk di Indonesia.
07:20Di dunia ini kapitul besar.
07:22Di Amerika, di Australia, di New Zealand, di Korea, di Jepang.
07:25Di Eropa.
07:26Sangat kuat.
07:28Karena itulah investasi kesempatan.
07:30Bisa masuk ke Indonesia.
07:32Gitu ya.
07:32Jadi tolong.
07:33Karena ini sensitive nih, Pak Matawan.
07:35Kita ini lagi dibahas.
07:38Sudah masuk ke Rulingas.
07:39Sudah dibentuk panja di Komisional.
07:42Nah.
07:42Kita akan mengerakitkan merevisi undang-undang KM.
07:48Tolong sampai.
07:50Kalau bisa, KPPU ini bisa mengeledah.
07:54Bisa meredah.
07:54Bisa men-tapping.
07:55Kalau bisa.
07:56Ya kan gitu kan.
07:58Karena ini kita pelaku sama lebih dominan.
08:02Gitu ya.
08:02Jadi posisi bukan hanya di ujungnya saja.
08:06Tapi peskonggola adalah satu penyebabnya.
08:09Dan kalau masalah dipanggil begitu saja.
08:12Gitu kan.
08:13Kita dalam pegawai independenya.
08:14Satu saat ketua kapitanya bisa ditatangkan juga ketika berburu.
08:18Sebagai pesudang obolnya.
08:20Kalau pesudangannya.
08:21Kepahit mantra di SDM kita panggil.
08:23Tidak ganti pagi sebuah.
08:24Nah saya datang sini.
08:27Saya kesitonjol.
08:27Saya berkembang juga BPU.
08:29Saya resmi ke sini.
08:30Dengan bangga saya datang kepada KPK.
08:33Saya menyatakan.
08:34Saya sih membantu.
08:35Sebagai anak bangsa.
08:36Iban saya sebagai pejabat.
08:38Saya datang ke sini memenuhi mekanisme untuk meskong yang baik.
08:43Itu ya mudah-mudahan menjadi contoh.
08:46Siapapun pejabatnya.
08:47Siapapun pejabatannya.
08:50Datang kebaik-baik.
08:51Kalau itu tidak ada masalah.
08:52Sudah ya tenang saja.
08:53Kita bukasan ini.
08:54Sudah tentu saja.
08:55Tidak ada masalah.
08:55Oke.
08:57Ada yang mau pertanyaan nggak?
08:59Jadi kedatangan lalu di Bapak.
09:00KPK itu pukul jelasin.
09:02Nanti status produknya yang sedang disini di KPK.
09:05Bukan.
09:05Kan-kan ini kaya undangnya sebagai.
09:07Ada niaga-gaga.
09:08Sebetul kan.
09:09Yang berpindah.
09:10Sudah ada pesanannya.
09:11Saya diundang.
09:12Mungkin data awal sudah ada.
09:13Saya sebagai saksi.
09:14Nah saya bawa dokumen lagi.
09:16Lebih banyak lagi dokumen sini.
09:17Saya bawa.
09:17Karena kalau ini tidak dibuka begini.
09:34Tidak berjalan membuat presiden.
09:36Saya itu.
09:56Saya itu.
09:56Tanggal 2 ke Buahir.
09:5822.
09:59Bukan surat.
10:00Seperti kepala media negas.
10:01Kepala dirjen negas.
10:02Ini ada di KPK loh.
10:04Tapi itu hebatnya kejelian KPK.
10:06Intinya apa?
10:07Sebenarnya fragment ISDM 06.25.
10:10Tidak ada hubungan sama BPH.
10:11Karena BPH itu hanya.
10:13Memverifikasi volume.
10:15Pegawai-pegawai BPH itu.
10:16Karena kami dapatkan MBP.
10:17Dari BMP itu melihat.
10:19Bahwa ada niaga gas.
10:21Yang dijual gas ini.
10:23Ke BPH BPP.
10:24Nah ternyata kok di list.
10:26Tidak ada konsumennya ke PT.
10:28Yang bermasalah ini.
10:29Gitu kan.
10:30Nah disitulah.
10:31Ternyata inilah jika bakal.
10:32Di proses.
10:34Ada dirjen negas.
10:35Terus ada dua pelakusahanya.
10:37Yang kedua.
10:38Ada rapat komisaris pertamanya.
10:41Pada saat itu di Bintenal.
10:42Untuk dos hakim.
10:43Dan sirusnya.
10:44Hanya ditangkap oleh BPH.
10:46Gitu.
10:47Gitu.
10:47Nah kami.
10:48Yang saya tuh agak surprise.
10:50Ternyata.
10:50Apa ya.
10:51Surat saya yang hanya sederhana begitu aja.
10:53Bisa membecah.
10:55Bologa BPH.
10:56Ini menjadi potensi kemuan.
11:00Sejadi niaga berpikkat.
11:02Dan mungkin.
11:02Begitu aja.
11:04Ini kan pilih negara dari.
11:08Pusat digasinya punya vaksin.
11:10Enggak.
11:11Ini kan hasil tumpang di BPH.
11:12Kan TABPK ya.
11:1315 juta dolar.
11:15Gali-gali-gali aja.
11:15Saya punya 250 dolar.
11:18Tapi ini kan saya mau ngomong.
11:20Tuhan di BPH.
11:20Tuhan di BPH.
11:501, 2, siap.
11:54Ini Samsung.
11:55Kuali ya.
11:57Teratuh pampang pacul.
11:58Kuali ya.
11:58Musi melenting.
11:59Nah.
12:00Kita sih orang ada pampang yang melenting.
12:03Makasih ya Pak.
12:04Ini Biro Hukum saya.
12:05Siap.
12:06Biro Hukumnya.
12:071.
12:08Siap.
12:10Sudah ini.
12:10Biro Hukumnya.
12:11Biro Hukumnya.
12:11Biro Hukumnya.
12:11Biro Hukumnya.
12:11Biro Hukumnya.
12:12Biro Hukumnya.
12:12Biro Hukumnya.
12:13Biro Hukumnya.
12:13Biro Hukumnya.
12:14Biro Hukumnya.
12:14Biro Hukumnya.
12:15Biro Hukumnya.
12:15Biro Hukumnya.
12:16Biro Hukumnya.
12:16Biro Hukumnya.
12:17Biro Hukumnya.
12:17Biro Hukumnya.
12:18Biro Hukumnya.
12:18Terima kasih telah menonton!
Komentar