Skip to playerSkip to main contentSkip to footer
  • 6/21/2025
Tahukah kamu bahwa di balik gemilangnya kerajaan Majapahit yang dikenal sebagai kerajaan Hindu-Buddha, ternyata terdapat jejak prajurit-prajurit Muslim yang gagah berani? Video ini akan menguak fakta-fakta tersembunyi tentang keberadaan dan peran pasukan khusus Muslim dalam militer Majapahit. Temukan bukti toleransi dan kekuatan Nusantara di masa lampau! #Majapahit #PrajuritMuslim #SejarahIndonesia #IslamDiJawa
Transcript
00:00Meskipun Majapahit dikenal sebagai kerajaan Hindu-Buddha,
00:04ada indikasi kuat bahwa terdapat pasukan khusus
00:06atau setidaknya peleton-pleton prajurit
00:09yang beragama Muslim dalam barisan militer mereka,
00:12terutama di masa kejayaan Majapahit
00:14di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Gajah Mada.
00:17Pasukan khusus Muslim dalam kerajaan Majapahit sejarah
00:20mencatat bahwa Majapahit adalah kerajaan
00:22yang menganut toleransi beragama,
00:25agama Hindu dan Buddha hidup berdampingan,
00:27dan kehadiran agama lain termasuk Islam juga diakui.
00:31Bahkan, beberapa sumber sejarah dan penelitian modern
00:34menunjukkan adanya kehadiran Muslim
00:37di kalangan istana dan militer Majapahit.
00:40Salah satu referensi yang menarik adalah
00:42adanya penempatan peleton-pleton khusus
00:44yang didominasi oleh prajurit Muslim oleh Gajah Mada.
00:47Prajurit-prajurit ini direkrut dari basis-basis tertentu
00:50seperti Mada, Gondang, Tenggulun, Lamongan,
00:54dan Badander, Jombang,
00:56yang diketahui memiliki komunitas Muslim pada masa itu.
01:00Pasukan Muslim ini tidak hanya menjadi bagian dari militer Majapahit,
01:03tetapi juga ditempatkan di wilayah-wilayah Fasal
01:06atau bawahan Majapahit
01:08untuk menjaga keamanan dan menegakkan kekuasaan.
01:11Contoh yang sering disebut adalah
01:13penempatan 40 prajurit Muslim Majapahit
01:15di Kerajaan Gel-Gel Klungkung, Bali,
01:19ketika Raja Gel-Gel Premier dalam Ketut Ngulesir
01:21berkunjung ke Trawulan.
01:23Angka 40 ini juga dianggap signifikan
01:26karena dalam mazhab Imam Syafi'i,
01:2940 orang adalah jumlah minimal
01:31untuk mendirikan sholat Jumaat.
01:33Konon prajurit Muslim Majapahit ini dikenal
01:35memiliki kemampuan tempur yang luar biasa.
01:38Bahkan satu prajurit Muslim dapat menghadapi
01:40200 hingga 400 tentara reguler musuh.
01:44Mereka dibekali senjata pamungkas
01:46dan bahkan disebut berperang
01:47sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW,
01:51mengapa Majapahit memiliki prajurit Muslim?
01:54Kehadiran prajurit Muslim dalam struktur militer Majapahit
01:57menunjukkan beberapa hal.
02:00Strategi militer,
02:01Majapahit kemungkinan memanfaatkan kekuatan
02:04dan keahlian tempur dari berbagai kelompok masyarakat,
02:07termasuk komunitas Muslim yang sudah berkembang
02:09di beberapa wilayah.
02:11Toleransi dan integrasi.
02:13Ini mencerminkan tingkat toleransi
02:15dan kemampuan Majapahit untuk mengintegrasikan
02:18berbagai elemen masyarakat
02:19ke dalam struktur kekuasaannya.
02:22Pengaruh Islam yang berkembang.
02:24Pada masa itu,
02:25Islam sudah mulai menyebar di Nusantara
02:27dan memiliki prajurit Muslim
02:29dalam barisan militer
02:30bisa jadi merupakan pengakuan
02:33atas pengaruh dan kekuatan komunitas Muslim yang ada.
02:36Keberadaan pasukan khusus
02:37atau peleton Muslim ini
02:38menjadi bukti lebih lanjut
02:40bahwa Majapahit adalah sebuah peradaban
02:42yang kompleks dan inklusif
02:43mampu memanfaatkan keberagaman
02:45demi kejayaan imperiumnya.
02:47Terima kasih telah menonton!
02:51Terima kasih telah menonton!

Recommended