00:00Hadis ke-15
00:01Mengasihi maid
00:05Diriwayatkan dari Sufyan, dari orang yang mendengar Anas bin Malik Rodiyallahu Nganhu,
00:16bahwa ia berkata,
00:17Rasulullah sholallahu ngalaihi wa salamabersabda,
00:20sesungguhnya amal-amal orang yang hidup akan diperlihatkan kepada teman-teman bergaul dan bapak-bapak mereka yang sudah mati.
00:26Apabila amal yang diperlihatkan adalah baik, maka mereka akan memuji Allah dan mereka akan senang.
00:33Apabila amal yang diperlihatkan adalah buruk, maka mereka yang telah mati berkata,
00:38Ya Allah, jangan engkau cabut nyawa mereka, yang beramal, hingga engkau memberi mereka hidayah terlebih dahulu.
00:45Kemudian Rasulullah sholallahu ngalaihi wa salamaberkata,
00:48maid akan menerima rasa sakit di kuburannya sebagaimana ia menerima rasa sakit ketika masih hidup.
00:53Kemudian Rasulullah sholallahu ngalaihi wa salamab ditanya,
00:58apa yang bisa menyakiti maid itu?
01:00Kemudian Rasulullah sholallahu ngalaihi wa salamab menjawab,
01:03sesungguhnya maid tidaklah melakukan suatu dosa,
01:06tidak saling berselisih,
01:08tidak melawani siapapun,
01:09dan juga tidak menyakiti tetangga.
01:12Hanya saja sesungguhnya kamu ketika berselisih dengan orang lain,
01:15maka barang tentu ia akan berbicara kotor tentangmu dan kedua orang tuamu.
01:19Kemudian kedua orang tuamu itu disakiti ketika dicelakai.
01:24Begitu juga mereka berdua akan senang ketika diperlakukan baik sesuai dengan hak mereka.
01:29Hadiah pahala amal untuk maid,
01:31hadis di atas adalah sesuai dengan cerita sabit al-Banani,
01:34semoga Allah merahmatinya.
01:36Sabit al-Banani selalu berziarah ke kuburan setiap malam Jumat.
01:42Di sana ia bermunajat kepada Allah sampai subuh.
01:46Ketika ia sedang dalam munajatnya,
01:48ia merasa ngantuk dan bermimpi kalau seluruh penghuni kuburan itu keluar dari kuburan mereka
01:52dengan mengenakan pakaian yang paling bagus dan dengan wajah-wajah yang cerah senang.
01:57Kemudian ada sebuah hidangan beraneka warna makanan untuk masing-masing dari mereka.
02:01Tiba-tiba di antara mereka ada seorang maid pemuda yang pucat sedih wajahnya,
02:07yang amburadul rambutnya.
02:12Yang sedih hatinya, yang usang pakaiannya,
02:15yang menundukkan kepalanya, dan yang menetaskan air mata.
02:20Tidak ada satu hidangan pun didatangkan untuknya.
02:23Para penghuni kuburan kembali ke kuburan mereka dengan perasaan senang dan bahagia.
02:29Sedangkan maid pemuda itu kembali dengan putus asa,
02:31susah dan bersedih hati.
02:33Kemudian Sabit Al-Banani menanyainya perihal apa yang sedang terjadi pada pemuda itu.
02:38Hai pemuda,
02:40apa statusmu di kalangan para penghuni kuburan lainnya?
02:44Mereka mendapatkan hidangan enak dan kembali ke kuburan dengan perasaan senang
02:47sedangkan kamu tidak mendapati satu hidangan pun
02:49dan kembali dengan perasaan putus asa dan bersedih hati.
02:53Pemuda itu menjawab,
02:54Wahai Imam Muslimin,
02:56sesungguhnya aku adalah orang asing di kalangan mereka.
02:59Tidak ada seorang pun,
03:02dari orang-orang yang masih hidup,
03:04mengingatku dengan melakukan kebaikan dan mendoakanku.
03:07Sedangkan mereka para penghuni kuburan lain memiliki anak-anak,
03:11kerabat-kerabat dan teman-teman bergaul yang mengingat dengan mendoakan mereka,
03:14berbuat kebaikan dan bersedekah untuk mereka di setiap malam Jumat.
03:18Kebaikan-kebaikan dan pahala syodako-syodako itu sampai kepada mereka.
03:22Ketika masih hidup.
03:25Pada saat itu,
03:26aku hendak berhaji.
03:29Aku memiliki seorang ibu.
03:31Kita berdua menyengaja pergi haji bersama.
03:35Ketika aku memasuki kota,
03:37di mana kuburannya berada,
03:39Allah mencabut nyawaku.
03:41Lalu ibu menguburkan jasadku di tempat penguburan ini.
03:45Setelah kematianku,
03:47ia menikah dengan laki-laki lain hingga ia lupa denganku
03:49dan tidak mengingatku lagi dengan cara mendoakan dan bersedekah karenaku.
03:54Aku merasa putus asa dan bersedih hati setiap waktu.
03:58Kemudian Sabit Al-Banani bertanya,
04:00Hai pemuda,
04:02beritahu aku di mana ibumu tinggal.
04:05Aku akan memberitahunya tentangmu dan keadaanmu.
04:10Pemuda itu menjawab,
04:12Wahai imam muslimin,
04:14ia berada di kampung ini dan desa ini.
04:16Beritahu ibuku tentangku dan keadaanku.
04:21Jika ia tidak mempercayaimu,
04:23maka katakan kepadanya,
04:25sesungguhnya di saku bajumu ada seratus miskol emas peninggalan suamimu
04:28yang merupakan bagian warisan untuk anakmu.
04:31Maka ia nantinya akan mempercayaimu.
04:34Di hari kemudian,
04:35Sabit Al-Banani mendatangi kampung yang dimaksudkan
04:37dan mencari ibu pemuda itu.
04:40Tidak lama kemudian,
04:42ia menemukannya dan memberitahunya
04:43tentang keadaan anaknya dan tentang seratus miskol perak
04:46yang berada di saku bajunya.
04:49Kemudian si ibu pun jatuh pingsan.
04:52Ketika ia tersadar dari pingsannya,
04:54maka ia menyerahkan seratus miskol perak itu
04:56kepada Sabit dan berkata,
04:59Aku wakilkan kamu untuk bersedekah
05:01dengan uang-uang dirham ini
05:02sebagai kiriman untuk anakku yang telah mati.
05:05Kemudian Sabit Al-Banani menerima seratus miskol itu
05:08dan mensedekahkannya karena pemuda itu.
05:11Pada malam Jumat berikutnya tiba,
05:13Sabit Al-Banani,
05:14seperti biasa,
05:16menziarahi saudara-saudaranya di kuburan itu.
05:19Saat berziarah,
05:21ia merasa ngantuk dan memimpikan
05:22sebuah mimpi yang sama seperti mimpi sebelumnya.
05:26Di dalam mimpinya itu,
05:27ia melihat mait pemuda itu
05:28telah mengenakan pakaian yang bagus,
05:31wajah yang cerah senang
05:32dan hati yang bahagia.
05:33Kemudian pemuda itu berkata,
05:36Wahai Imam Muslimin,
05:38semoga Allah mengasihimu
05:40sebagaimana kamu telah mengasihiku.
05:43Dari cerita di atas,
05:45sudah jelas bahwa orang yang sudah mati
05:47akan merasa tersakiti
05:48karena perlakukan buruk orang yang masih hidup
05:50dan akan senang karena perlakukan baik
05:52dari orang yang masih hidup.
05:55Alohum magfir lahum warham hum,
05:58ya Allah ampunilah mereka yang sudah tiada
06:00dan berikanlah kasihmu pada mereka.
06:02Amin.
06:03Amin.
06:19Amin.
Komentar