00:00Gabung bersama kami di Kompas Petang hari ini. Sehat selalu Pak.
00:04Tadi yang kami bisa kutip dengan perbincangan bersama dengan Kolonel Mahmudin Abdillah KPM dan 3 Siliwangi
00:10ada investigasi yang sudah dilakukan dan pemeriksaan internal juga tengah dilakukan
00:17dan menjamin investigasi akan digelar secara transparan.
00:22Komnas HAM juga mendesak insiden ledakan dalam pemusnahan amunisi ke Daluarsa di Garut ini
00:27bisa diinvestigasi secara menyeluruh. Kita juga akan membahas ini bersama soal investigasi, penyebab ledakan
00:34dan juga bagaimana prosedur keamanan saat ada warga sipil yang berada di sekitar lokasi.
00:40Saya sudah bergabung bersama dengan Komisioner Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing. Selamat petang.
00:46Bang Uli.
00:47Selamat petang.
00:50Bang Uli, tadi saya sudah berbincang dengan KPM dan 3 Siliwangi
00:54membahas juga soal investigasi sementara. Bagaimana kalau hasil temuan Komnas HAM
00:59soal insiden ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat?
01:04Komnas HAM sendiri sedang melakukan pemantauan termasuk melakukan penyelidikan di Kabupaten Garut
01:11khususnya di Kecamatan Pamengpek.
01:14Jadi, kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap terapa saksi dan juga permintaan keterangan ke berbagai pihak.
01:26Nah, itu yang sedang kami lakukan.
01:31Ada sejumlah saksi ya? Enam ya Bang Uli.
01:35Dari warga sipil saja atau ada dari TNI?
01:37Kami dari masyarakat dulu, yang pada waktu itu ada di lokasi dan juga kami nanti ke depan
01:51kami akan minta keterangan ke TNI AD, kepolisian, kemudian juga pihak-pihak terkait termasuk
02:01RSUD, Pamengpek, dan juga BKSDA.
02:06Serta pihak-pihak lain yang perlu kami diminta keterangannya.
02:11Yang memang saksi-saksi yang secara fakta mengetahuinya.
02:17Begitu.
02:18Secara fakta mengetahuinya terutama dari warga sipil.
02:20Apa yang kemudian bisa digali dari warga sipil soal pelibatan mereka dalam proses pemusnahan ini, Bang Uli?
02:27Kami masih proses minta keterangan.
02:30Tentu kami ingin lebih jauh melihat permasalahan ini, termasuk di dalamnya adalah terkait dengan kegiatan pemusnahan amunisi ya secara seluruhan.
02:43Kami juga ingin melihat seberapa jauh SOP atau protokol yang ada di TNI AD terkait dengan kegiatan pemusnahan amunisi.
02:57Nah, apakah di situ juga melibatkan warga sipil atau tidak?
03:01Kami tentu ingin punya akses untuk melihat dokumen-dokumennya, kemudian juga praktek di lapangan.
03:09Sehingga lebih jauh memastikan adanya keamanan dan keselamatan.
03:14Tentu terkait dengan harga si manusia dalamnya, hak hidup dan hak-hak yang lainnya.
03:21Oke, sebelum kita ke prosedur keamanan, masih soal pelibatan warga sipil dalam proses pemusnahan ini.
03:29Bang Uli, apakah ada informasi dari warga yang kemudian diperiksa menjadi saksi ini adalah kali pertama atau mereka sebelumnya sudah pernah dilibatkan dalam proses pemusnahan amunisi?
03:39Untuk keterlibatan warga, kami masih proses menggali saksinya itu.
03:46Tentu kami akan mendalami itu, apakah memang warga sipil dilibatkan tidak hanya dalam kejadian di Desa Saga, Kecamatan Pamungpek ini,
04:00atau memang pernah juga mengikuti?
04:02Nah, kami sedang proses itu.
04:04Tentu kami ingin lebih mendalam, menggali fakta-faktanya di lapangan.
04:10Nah, itu yang sedang kami lakukan.
04:14Tapi menurut Komnasam sendiri, Bang Uli, saat peledakan amunisi, kemudian juga ada pelibatan warga sipil di sini, apakah ada kesalahan prosedur di sini?
04:24Nah, untuk terkait dengan proses pemusnahan amunisi, secara umum kami meminta agar ini keselamatan dari pekerjanya maupun keselamatan masyarakat di sekitarnya yang harus diutamakan.
04:43Nah, itu. Jadi, kami untuk sementara ini belum bisa menyimpulkan, kami masih mengumpulkan barang bukti, saksi maupun barang bukti yang lainnya.
04:55Nah, tentu Komnasam melihat lebih jauh, tadi sekait dengan protokol ya, protokol atau SOP terkait pemusnahan amunisi yang sudah keadaan luar sah.
05:08Karena Komnasam menginginkan itu dilakukan evaluasi secara menyeluruh ya, tidak hanya terhadap kejadian ini di Desa Sagara, Kecamatan Pamembek, tapi juga secara keseluruhan.
05:20Memastikan saja SOP-nya itu menjamin adanya keselamatan pekerjanya, termasuk juga warga publik dan juga pekerja yang melakukan pemusnahan amunisi ini mempunyai kualifikasi kompetensi.
05:43Memang dia mempunyai kompetensi terkait dengan pemusnahan amunisi. Nah, itu. Melalui proses sertifikasi, pelatihan, dan yang lainnya.
05:55Kami ingin memastikan itu. Tentu kami harus melihat SOP yang ada sekarang atau protokol yang ada sekarang terkait pemusnahan barang.
06:03Tapi secara umum itu yang Komnasam untuk sementara rekomendasikan. Perlu ada evaluasi secara menyeluruh.
06:10Evaluasi prosedur untuk pelibatan warga yang kompeten untuk terlibat dalam pemusnahan amunisi.
06:16Jadi, sudah mendapatkan informasi soal SOP atau standar operasional prosedur dari TNI untuk soal pemusnahan ini?
06:26Kami belum dapat protokol atau SOP-nya terkait dengan pemusnahan amunisi yang sudah kardolasi.
06:39Dan kami akan berkoordinasi dengan TNI untuk meminta protokol dan SOP tersebut.
06:47Tentu kami punya mekanisme tersendiri dengan TNI, karena kami juga sudah ada MOU dengan TNI Komnasam.
06:57Tentu kami yang menggunakan mekanisme itu.
06:59Dan kami tadi lebih jauh, karena berdasarkan peramatan kami secara umum,
07:06itu kami meminta ada perlu evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pemusnahan amunisi.
07:18Amunisi yang sudah kadang-kadang berdasarkan.
07:21Bang Uli, pelibatan warga sipil menelan korban jiwa, ada sembilan orang yang tewas dalam insiden ini.
07:27Apa yang kemudian mau didorong Komnasam?
07:29Untuk Komnasam tentu pertama meminta investigasi dari TNI dan jajarannya secara transparan dan akuntabel.
07:43Nah tentu dipublikasikan hasil investigasinya.
07:50Nah itu Komnasam sendiri melakukan pemantauan di lokasi,
07:55minta keterangan pada warga, dan kami akan koordinasi juga dengan TNI dan pihak TNI AD dan pihak lainnya.
08:03Nah itu untuk sementara yang kami minta.
08:08Uli Parulian Sihombing, Komisioner Komnasam, terima kasih sudah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
08:13Ya.
Komentar