00:00Sila pertamanya Pak, ketuhanan yang Maha Esa.
00:03Maka kita implementasikan, kami undang juga saudara-saudari kami,
00:09yang saudara dari Kristen, yang saudara dari Hindu,
00:13saudara dari Buddha, juga yang lain-lainnya,
00:16supaya kita bersatu padu dalam konsep menanami secara universal,
00:19dalam nilai keislaman.
00:21Tadi Bapak mendengarkan ayat Al-Quran di surat Yusuf ayat 44.
00:25Yang kurang lebih maknanya,
00:27mestilah di satu negeri itu kalau ingin kokoh,
00:31harus kokoh ketahanan pangannya,
00:33harus mulai menanam supaya rakyatnya tidak lapar dapat makan,
00:37dan punya visi ke depan yang jauh.
00:39Maka kami berkumpul, berdoa minta.
00:42Kami kumpulkan ahli Al-Quran yang orang Islam.
00:45Hari Minggu kemarin kami kumpulkan lagi di Masjid Agung,
00:48Sultan Mahmud Badaruddin.
00:50Maka dengan sila pertama ketuhanan yang Maha Esa.
00:53Pasal 29 ayat 1, negara berdasar atas ketuhanan yang Maha Esa.
00:58Pasal 29 ayat 2, negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap duduk
01:02untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.
01:06Pembukaan perambul Undang-Undang Dasar 1945
01:09atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur.
01:14Pupuknya pamentan, pupuk biasa.
01:17Olahannya tanah biasa.
01:19Tapi langit yang biru, warna biru kesukaan Presiden,
01:24karpetnya merah, bajunya putih,
01:26dimulai dengan merah putih,
01:27melahirkan langit yang biru,
01:29menghadirkan tanaman tanah terolah
01:32dengan tumbuhan yang hijau dan membumi.
01:35Pak, tiga bulan, Pak.
01:41Alhamdulillah, padi tumbuh,
01:44singkong berbuah manis,
01:47kemudian juga jagung berbuah manis,
01:50tapi tidak cukup dengan itu.
01:51Kalau cuma tanam singkong, tanam jagung, tanam padi,
01:56semua orang bisa melakukan dengan lahan yang luas.
01:58Maka yang kedua, kita hadirkan novelty, kebaruan-kebaruannya.
02:03Yang dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan,
02:06dilakukan dengan adab,
02:07sehingga menimbulkan nilai kemanusiaan yang baik.
02:10Maka, Pak Presiden izin,
02:11ini ada program SIO Pung.
02:14Solusi olah padi terapung.
02:17Maka ini kami hadirkan contoh, Pak.
02:19Dalam tiga bulan, ini sudah bisa dipanen, insya Allah.
02:23Jadi kalau nanti yang tidak punya lahan,
02:25yang tidak punya area yang luas,
02:27insya Allah,
02:29di sampingnya bisa dibuat yang punya kolam,
02:31di atasnya padi,
02:32di bawahnya ikan,
02:34kalau ada pesantin-pesantin punya empang,
02:36atasnya padi,
02:37lahannya bisa ikan,
02:39program MBG,
02:40bahkan bisa disupport dari ketahanan pangan yang kita buat inovasinya.
02:44Jadi kalau di sana,
02:45makan bergizi gratis MBG,
02:47di sini MBG menanam bersama Gerina.
02:51Ini Pak Diopung,
02:54Pak Presiden, ini ada pot, Pak.
02:56Ini kami riset, bukan sekedar pot biasa.
02:58Kami meriset dengan ukurannya,
03:01dengan bentuknya,
03:03bahkan dengan kemungkinan potensi gramasinya.
03:06Jika satu keluarga ada lima orang,
03:08dia tidak punya lahan tapi ingin menanam,
03:11maka kami sudah susun sekian pot untuk padi.
03:14Supaya tidak meluas,
03:15kami buatkan kemudian sistem rak ke atasnya.
03:18Maka disimulasikan dalam tiga kali panen dalam satu musim,
03:22bila dihitung dengan ia beli secara manual,
03:25itu masih bisa menabung 100 sampai 700 ribu, Pak.
03:29Apa tujuan dari semua ini?
03:31Persatuan Indonesia.
03:34Sila ketiga.
03:35Kami berharap bisa membersamai dengan riset ini.
03:38Ini bukan program untuk panen.
03:40Ini hanya meriset, melakukan pendampingan.
03:43Bila dari Kementerian Pertanian melihat ini,
03:45ada potensi untuk bisa dikerjasamakan.
03:49Kami men-support dengan sepenuhnya, Pak.
03:51Program-program Bapak kita optimalkan.
03:53Risetnya kami sampaikan.
03:55Bila dilihat ada kemungkinan yang bisa bermanfaat.
03:58Sungguh, semua yang terkumpul di sini
04:00adalah gerakan rakyat
04:02yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
04:05dalam permusyawaratan perwakilan.
04:07Perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.
04:11Pak, di belakang kami ini ada layar.
04:14Tapi kita sedang tersambung
04:15dengan seluruh perwakilan di 38 provinsi.
04:18Empat bulan lalu.
04:21Selanjutnya, Pak.
04:22Dari Papua, dari Sragen,
04:25kampungnya Pak Menko, Lampung Selatan juga ada di sini.
04:29Sulawesi, kampungnya Pak Amran ada di sini.
04:31Pak, empat bulan yang lalu
04:33sudah ada yang nanam piapot samping rumahnya.
04:35Di samping masjid.
04:37Ada yang punya kebun di belakang 2 hektare
04:39dia tanam cabai, Pak.
04:40Hari ini, mereka bangga di hadapan presidennya.
04:43mereka siap mendukung program ketahanan pangan
04:46yang dioptimalkan nanti oleh Kementerian Pertanian.
04:49kita bersatu, padu, demi kerakyatan
04:52dan menghadirkan keadilan sosial
04:54bagi seluruh rakyat Indonesia.
04:57Terakhir,
05:00Pak Presiden,
05:02sesungguhnya kami ingin melaunching ini di Februari.
05:05datang Ramadhan,
05:08datang Idul Fitri,
05:09kuasa Allah mengalihkan ke bulan April.
05:13April,
05:14Rabu hari ini,
05:16dua hari setelah lahirnya Raden Ajeng Kartini.
05:21Dua hari, hari Senin lalu,
05:23lahirnya Nabi Muhammad SAW.
05:26Yang masehinya bulan April,
05:27571 Masehi.
05:30Nabi Muhammad diberikan Al-Quran.
05:32Di dalam Quran ada ajaran
05:34minal zulumati inanmur.
05:36Rajen Ajeng Kartini usia 10 tahun dipinggit,
05:39dirembang,
05:40diberikan hadiah Quran.
05:41Dari situ terinspirasi menulis buku
05:43Habis Gelap Terbitlah Terang.
05:46Pak,
05:48momen ini,
05:49sekaligus kami ingin tunjukkan.
05:51Mulai hari ini,
05:52tidak ada gelap lagi.
05:54Semuanya terang.
05:54Kita akan bangun ke depan Indonesia terang,
05:58Indonesia terang,
05:59Indonesia terang,
06:00menuju generasi emas 2045.
06:04Terima kasih
06:04atas seluruh partisipasi
06:07untuk menghadirkan ini.
06:09Saya ingin menekankan pertama,
06:11pada seluruh keluarga besar Gerina.
06:14Anda,
06:14saya,
06:15kita,
06:16adalah orang-orang yang digerakkan
06:18dengan hati yang paling dalam,
06:19bukan ingin bertransaksi,
06:21berniaga,
06:22mencari proyek.
06:23Kita adalah orang-orang
06:25yang dengan rasa cinta pada Indonesia ini,
06:27berkumpul
06:28untuk mencoba berkontribusi
06:30memberikan yang terbaik.
06:31Mari kita sama-sama berkolaborasi,
06:33memberikan nilai kebaikan.
06:35Terima kasih,
06:36Pak Setiawan Ikhlas
06:37yang telah memberikan tempat ini
06:39sampai kapanpun
06:40sebagai hibah untuk diriset.
06:42Ini nanti, Pak,
06:43akan menjadi masjid
06:44tempat yang Bapak duduk sekarang.
06:46Dan ke depan,
06:47kita berharap
06:48seluruh saudagar kita bersatu,
06:50rakyat kita bersatu,
06:51pemerintah kita bersama-sama,
06:54dan dengan berbahagia,
06:55kita song-song
06:56Indonesia Emas
06:572045.
06:585.
06:585.
06:595.
06:595.
06:595.
Komentar