00:00Indeks harga saham gabungan Pemirsa yang tampaknya nih diakhir pekan lalu gagal happy weekend karena terbebani saham perbankan BICAP seperti BBRI.
00:15Secara intraday, ISG sempat melemah di atas 1% dan jatuh ke level 7400-an, tepatnya di level 7485.
00:25Indeks harga saham gabungan dibuka turun mengikuti jejak bursa global, mengawali bulan November akhir pekan lalu.
00:33Mengutip data RTI, di perdagangan Jumat 1 November 2024, IHSG ditutup melemah cukup dalam 0,91% di level 7505.
00:42Secara intraday, IHSG sempat melemah di atas 1% dan menyentuh level 7485 sekaligus intraday terendah.
00:50Sebelumnya, IHSG dibuka flat di 7574 dan sempat menguat ke 7583 beberapa menit pasca pembukaan.
00:59Sementara dalam sepekan, IHSG sudah melemah 2,46%.
01:03Sebanyak tujuh indeks sektoral membebani langkah IHSG, dengan tiga sektor dengan penurunan terdalam, kesehatan 1,82%, konsumsi primer melemah 0,88% dan barang baku tertekan 0,78%.
01:18Sementara dari sisi saham, emiten Bank Himbaran Raksasa PT Bank Rakyat Indonesia Persero TBK dan emiten Konglomerasi Prayogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific TBK menjadi penekan terbesar IHSG masing-masing 14,4 dan 7,4 indeks poin.
01:34Tidak hanya IHSG, rupiah ditutup kembali melemah di hadapan USD di tengah data PM Indonesia masih kontraksi di Oktober 2024.
01:41Melansir data definitif, rupiah ditutup tertekan 0,16% ke posisi 15,715 USD di penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.
01:50Selama satu hari penuh, fluktuasi rupiah di kisaran 15,685 hingga 15,730 USD.
01:57Tercatat selama sepekan rupiah terdepresiasi 0,51%.
02:01Sementara indeks USD ditutup menguat hingga 0,05% di angka 104,026.
02:07Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan penutupan Kamis di 103,976.
02:13IHSG merana di perdagangan akhir pekan lalu di tengah lesunya kembali aktivitas manufaktur.
02:17Berdasarkan data dari S&P Global Purchasing Managers Index, manufaktur RI di Oktober lalu kembali kontraksi ke 49,2 tidak berubah dari posisi September lalu.
02:27Kontraksi ini memperpanjang masa koreksi manufaktur RI menjadi 4 bulan beruntut.
02:32S&P menjelaskan manufaktur Indonesia mengalami penurunan marginal dan tidak berubah karena melemahnya output, pesanan baru, dan tambahan lapangan pekerjaan.
02:40Kondisi ini mencerminkan lesunya pasar manufaktur serta tenaga kerja.
Comments