Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago

Inilah Kedai Sendang Biru yang berada di Jalan Ciliwung, Kota Malang, Jawa Timur. Kedai makanan laut ini viral di media sosial gegara menunya yang menggugah selera. Kepulan asap bakaran segar dan berbau lezat mengepul hingga ke perempatan jalan. 

 

Sejak buka, antrean pengunjung langsung berbaris sembari memilih ikan yang tersedia. Ada tuna, kakap, sekartaji, lobster dan favorit pengunjung yakni kepada dan rahang tuna.

 

Masing-masing untuk ikan, kepala hingga rahang tuna ini dibakar selama 30 menit lebih. Untuk menikmati kuliner ini pengunjung cukup merogoh kocek mulai Rp20.000 hingga Rp200.000.

 

Kontributor: Deni Irwansyah

Produser: Akira AW

Category

🗞
News
Transcript
00:00 [suara mesin]
00:24 [suara musik]
00:31 [suara percobaan]
00:35 [suara percobaan]
00:38 [suara percobaan]
00:41 [suara percobaan]
00:44 [suara percobaan]
00:47 [suara mesin]
01:10 [suara mesin]
01:25 [suara mesin]
01:41 [suara mesin]
02:05 [suara percobaan]
02:34 [suara mesin]
02:50 [suara mesin]
03:19 Saya mulai buka di sini mulai tanggal 23 Maret.
03:23 Baru buka di sini.
03:25 Saya di sini jual ikan bakar, ikan bakar segar yang saya datangkan memang langsung dari
03:35 Laut Selatan, Senang Biru terutama.
03:44 Karena saudara-saudara saya di sana punya gudang dan sering lelang ikan tuna di sana
03:50 untuk kualitas ekspor.
03:51 Jadi saat pemilai tan itu kan yang dikirim cuma daging bagian badan dan untuk kepala itu
03:58 kan dijual di kalangan lokal.
04:00 Jadi yang kepala yang dijual di kalangan lokal ini yang kami jadikan menu utama kami
04:07 untuk kami jual di Ciliwungsi.
04:11 Karena itu daging yang kami jual itu juga daging-daging yang memang grade, ada di grade A.
04:21 Makanya juga kelasnya kelas-kelas daging ekspor.
04:25 Saya ada harga mulai Rp15.000, Rp20.000 sampai harga Rp200.000 juga ada.
04:36 Saya setiap hari hampir Rp50.000 sampai Rp60.000 per hari.
04:42 Tadi lagi nyobain ikan sekar taji yang gedenya gede banget.
04:48 Kita makan bertiga itu udah kenyang terus nambah ini rahang tuna, tadi ada rahang tuna juga.
04:54 Gede banget kepalanya.
05:01 Seru sih, karena kita mulai dari ngancurin, nemuin beberapa daging, lemak, otot-ototnya.
05:08 Seru, serunya karena ada ngancurin rahangnya itu juga.
05:12 Banyak, ternyata dagingnya banyak. Kita kira kayak, oh ini udah selesai.
05:19 Ternyata pas dicari-cari lagi, nemu lagi. Banyak banget.
05:23 Rasanya seperti apa? Seperti ikannya atau ada beda, ketika kepala beda?
05:28 Kalau badannya setauku dia agak-agak keras ya, tapi ini tadi di kepalanya dia agak lebih lembut dari badannya kayaknya ya.
05:40 Agak lebih lembut dari badannya.
05:42 Terus lemak-lemaknya juga enak. Enak sih. Enak.
05:48 Bumbunya juga ngerasap banget. Enak semua.
05:52 Ini kan ada seafood, di PKL menurut kamu kemana?
05:56 Seru, karena dia di pinggir jalan, terus ada bakar-bakaran.
06:03 Jadi kayak aroma bakar-bakaran kan nundang banget ya.
06:07 Jadi itu suatu hal yang menarik sih.
06:10 Terus kita lesehan, jadi kayak bener-bener PKL yang di pinggir jalan. Seru, seru.
06:16 Ini salah satunya yang bikin coba ya?
06:18 Iya, jadi experience ini ya. Experience makannya juga.
06:22 Lain lagi kalau ceritanya misalnya dibungkus, kayaknya lebih seru makan bareng di sini, rame-rame gitu.
06:28 Seru.
06:29 (Musik)
06:34 Terima kasih.
Comments

Recommended