Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago

Langit malam di Turki terlihat semarak dengan seni mahya. Mahya merupakan tradisi merangkai pesan dan desain keagamaan antara menara selama Ramadhan.

 

Seni mahya berasal dari zaman Sultan Ottoman atau diperkirakan berusia 400 tahun. Tidak adanya calon penerus, membuat seni ini berada di ujung tanduk. 

 

Tim Liputan

Category

🗞
News
Transcript
00:00 [Musik]
00:22 Saat matahari tenggelam di Istanbul,
00:25 langit malam di Turki semarak dengan seni yang unik.
00:29 Bahya merupakan tradisi merangkai pesan dan desain keagamaan
00:34 antara menara selama Ramadan.
00:37 Adalah kahraman Yildiz yang selama setengah abad menjaga bentuk seni ini.
00:43 Pria 68 tahun ini membuat karya yang mengandung pesan untuk umat Muslim saat Ramadan.
00:50 Seni Bahya berasal dari zaman Sultan Ottoman diperkirakan berusia 400 tahun.
00:57 Aslinya cahaya dibuat dengan lilin minyak.
01:01 Namun sayangnya tidak ada calon penerus membuat masa depan tradisi Mahya di ujung tanduk.
01:08 Meski banyak masjid di Turki yang memasang lampu Ramadan,
01:12 hanya 9 masjid yang memanfaatkan keahlian Yildiz.
01:16 Ia pun berharap seni berusia 400 tahun ini tidak berakhir
01:21 dan dengan senang hati mewariskannya ke generasi muda jika mereka bersedia.
01:26 [Musik]
Comments

Recommended