00:00 [Musik]
00:11 Ati-ati, Bu!
00:12 [Musik]
00:14 Bisa, Bu!
00:14 [Musik]
00:43 [Musik]
00:48 Oh, berhasil!
00:49 [Musik]
00:54 Bu, anda weh, Bu!
00:55 Bu, awas!
00:56 Bu, awas!
00:57 [Musik]
01:14 [Musik]
01:43 Kesusahan, sangat kesusahan.
01:45 Kalau yang jelas dari Teluk Jambu ke sana masih aman.
01:51 Cuma dari desa Tetanggo, Dusun Mudo, Sekumbu, Rukam ini putus.
01:56 Jadi harus apa, biaya bertambah biayanya.
02:01 Makin nambang ketek lagi. Nah, itu luar biasa.
02:04 Sudah tuh tempat penitipan motor di Teluk Jambu.
02:06 Berarti?
02:07 Disewa semalamnya Rp. 5.000.
02:09 Itu sewa apa?
02:10 Sewa motornya.
02:11 Ditipin motor, semalamnya Rp. 5.000.
02:14 Ada yang Rp. 10.000.
02:15 Oh, gitu. Jadi?
02:16 Jadi, belum ini masih nambang ketek lagi, siangnya.
02:20 Oh, artinya terisolasi, Pak?
02:22 Terisolasi.
02:23 Nah, ini kan jalan ke bupaten nih, Pak. Apa permintaan?
02:25 Apanya? Ya, diperbaikilah jalan.
02:28 Jalan yang putus, jalan yang rusak harus diperbaiki.
02:31 Segera mungkin.
02:32 Ini banjir ini sebenarnya susulan juga, Pak, ya?
02:34 Ya, betul.
02:35 Berarti jalan kita putus di terjang banjir, Pak?
02:37 Iya, lah. Putus.
02:39 Ini banjirnya sangat keras, Pak.
02:41 Ya.
02:42 Harus pakai apa kalau menyebrang orang itu, Pak?
02:44 Kalau orang menyebrang sana pakai ketek.
02:46 Oh, pakai ketek atau perahu, ya?
02:48 Artinya bekerja susah, Pak?
02:50 Bekerja susahlah.
02:51 Jadi, orang ini lepas sekolah, apa stop di depan jalannya.
02:55 Oh.
02:56 Jalan putus ini, kan?
02:57 Ya. Berarti masyarakat yang di sana berarti susah keluar, Pak?
03:00 Susahlah.
03:01 Ya.
03:02 Pakai motornya tidak bisa.
03:04 Pakai mobil tidak bisa juga.
03:05 Kita jalani jalan putus, ya?
03:07 Ya.
03:09 [Musik]
03:17 *suara trombone*
03:19 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
Comments