00:00 [Musik]
00:06 Inilah Wayan Suryawan, warga Denpasar yang melirik peluang budidaya podok
00:10 di tengah kemajuan pariwisata khususnya di Bali.
00:14 Sejak tahun 2021 lalu, Wayan memulai usaha pembesaran podok budidaya
00:19 sebelum akhirnya melakukan pemijahan secara mandiri.
00:23 Lahan minimalis seluas 100 meter persegi di kawasan Jalan Tunjung Sari,
00:27 Banjar, Teguh Sari, dan Pasar Barat dimanfaatkan Wayan
00:31 membudidayakan podok hasil persilangan bullfrog dan kodok lembu.
00:36 Pemijahan menjadi tahapan tersulit dalam budidaya podok
00:40 karena dari 10 ribu telur yang diproduksi kodok betina
00:44 yang tumbuh jadi kecebong sekitar 5-6 ribu tergantung kondisi air.
00:50 Budidaya podok dari telur hingga mencapai ukuran maksimal 500 gram ke atas per ekor
00:55 membutuhkan waktu 4 hingga 5 bulan.
00:58 Saat ini Wayan dapat memenuhi sekitar 200 kilogram kodok
01:02 untuk dipasok ke restoran di Bali.
01:06 Kodok dijual mulai 75 ribu hingga 85 ribu rupiah per kilogram tergantung ukurannya.
01:13 Setiap bulan Wayan pun meraih omset hingga 15 juta rupiah.
01:18 Wayan siap mendampingi dan memasok lidik kodok
01:21 bagi warga yang ingin membudidayakan kodok.
01:24 Sehat permintaan pasar yang tinggi.
01:27 Dari Denpasar, Bali, Indira Arie, Ainis melaporkan.
01:31 [Musik]
Comments