Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago

Warga Denpasar, Bali, memilih berbudidaya kodok di tengah kemajuan pariwisata, khususnya di Bali. Lahan yang hanya seluas 100 meter, ia gunakan untuk berbudidaya kodok hasil persilangan kodok jenis Bull Frog dan Lembu.

 

Budidaya kodok dari telur hingga siap jual, membutuhkan waktu lima bulan. Kodok dijual mulai Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per kilogramnya. 

 

Kontributor: Indira Arri

Category

🗞
News
Transcript
00:00 [Musik]
00:06 Inilah Wayan Suryawan, warga Denpasar yang melirik peluang budidaya podok
00:10 di tengah kemajuan pariwisata khususnya di Bali.
00:14 Sejak tahun 2021 lalu, Wayan memulai usaha pembesaran podok budidaya
00:19 sebelum akhirnya melakukan pemijahan secara mandiri.
00:23 Lahan minimalis seluas 100 meter persegi di kawasan Jalan Tunjung Sari,
00:27 Banjar, Teguh Sari, dan Pasar Barat dimanfaatkan Wayan
00:31 membudidayakan podok hasil persilangan bullfrog dan kodok lembu.
00:36 Pemijahan menjadi tahapan tersulit dalam budidaya podok
00:40 karena dari 10 ribu telur yang diproduksi kodok betina
00:44 yang tumbuh jadi kecebong sekitar 5-6 ribu tergantung kondisi air.
00:50 Budidaya podok dari telur hingga mencapai ukuran maksimal 500 gram ke atas per ekor
00:55 membutuhkan waktu 4 hingga 5 bulan.
00:58 Saat ini Wayan dapat memenuhi sekitar 200 kilogram kodok
01:02 untuk dipasok ke restoran di Bali.
01:06 Kodok dijual mulai 75 ribu hingga 85 ribu rupiah per kilogram tergantung ukurannya.
01:13 Setiap bulan Wayan pun meraih omset hingga 15 juta rupiah.
01:18 Wayan siap mendampingi dan memasok lidik kodok
01:21 bagi warga yang ingin membudidayakan kodok.
01:24 Sehat permintaan pasar yang tinggi.
01:27 Dari Denpasar, Bali, Indira Arie, Ainis melaporkan.
01:31 [Musik]
Be the first to comment
Add your comment

Recommended