00:00 Engkau kawin 2 tau.
00:02 Seorang kawin kerja disini, seorang di rumah.
00:04 Tak boleh, kau kena adil.
00:06 Kau ini mau agak-agak lah, nak adil pun biar bertempat.
00:11 Jadi kalau nak berlaku adil, tak akan panggil si pertama duduk kerja sekaligus ya?
00:15 Oke, assalamualaikum. Kita masih lagi berada dalam Ustadz React.
00:25 Jadi kali ini kita mau react lagi, komen lagi, bahabak-bahabak yang ada dalam drama terbaru Estro yaitulah Hijrah.
00:32 Tapi kali ini kita mau bincang pasal apa, jom kita tengok dulu, lalu baru kita komen.
00:37 Dengar cerita, Munirah kerja disini, betul nggak?
00:42 Haa, iyalah.
00:43 Sorry lah, aku lupa mau bagi tong kau.
00:46 Bagaimana kau tahu?
00:47 Budak-budak ini?
00:49 Dia start kerja disini lah.
00:51 Iya, soal sebelum ini kan datang dengan se-clientnya, tapi kali ini dia kan kerja disini for real.
00:56 Sorry lah, aku baru bagi tau.
00:58 Engkau serius ini, habis Janak bagaimana?
01:01 Apa kena-mengena dengan Janak pula? Kita cakap pasal Munirah.
01:04 Engkau kahwin dua tau, seorang kawin kerja disini, seorang di rumah.
01:08 Tak boleh, kau kena adil.
01:10 Kau ini mau agak-agak lah, nak adil pun biar bertempat.
01:15 Takkan aku tiba-tiba mau bawa Janak masuk kerja disini, dia pun tak pernah kerja ofis.
01:20 Nanti bukan jadi kerja, jadi masalah.
01:22 Oke lah, engkau bos aku.
01:25 Aku respect kau punya keputusan, oke?
01:27 Tapi, engkau jangan di ofis ini sebok pasal Munirah, di rumah Janak itu kau lupa. Engkau jangan.
01:32 Engkau ini kenapa, nih?
01:35 Zim, apa masalah kau, nih? Janak tak ada cakap apa-apa, engkau yang lebih-lebih.
01:39 Oke, ini ada ilmu baru yang kita nak kongsikan kepada penonton-penonton.
01:45 Sebab, apa yang Syawal sebut tadi itu, satu benda yang sangat manfaat buat kitalah.
01:49 Apa dia? Sebab, dia katakan bahwa istri kedua dia kerja di tempat ofis dia.
01:54 Istri pertama duduk rumah.
01:56 Jadi, kalau nak berlaku adil, takkan nak panggil istri pertama duduk kerja sekali dengan dia.
01:59 Itu tak betul, sebab adil ini maksudnya bukan meretakan samarata.
02:03 Adil ini adalah meretakan sesuatu pada tempatnya.
02:06 Kalau katalah istri kedua tadi, Munirah, boleh bekerja.
02:09 So, bekerjalah.
02:10 Tapi mungkin orang tanya kenapa dia nak kerja di tempat ofis yang sama, kenapa tak boleh di ofis yang lain?
02:14 Mungkin nanti Syawal cemburu pula.
02:16 Baik dia kerja sekali dengan dia, dapat boleh tengok.
02:18 Kalau Munirah atau Janet tadi tak boleh bekerja.
02:21 So, itulah tempat dia yang diletakkan, dikatakan sebagai adil.
02:25 So, betullah tindakan Syawal ini yang meletakkan sesuatu pada tempatnya.
02:29 Cuma mungkin dari persudut lebihan jumpa kepada istri yang kedua itu mungkin adalah.
02:33 Sebab itulah disebutkan disini tadi, yang kata adil tadi,
02:37 ialah dari persudut nak dibahagikan samarata pada zahir saja.
02:41 Seperti nafkah, seperti barang-barang, kereta dan sebagainya, rumah dan sebagainya.
02:44 Itu mesti dalam keadaan yang zahir.
02:46 Tapi kalau nak adil dari persudut batin, batin ini maksudnya kasih sayang.
02:51 Yang ini Allah sebut dalam surah An Nisa ayat 129,
02:54 kita tak akan boleh berlaku adil kepada dua orang istri kita.
02:57 Walaupun Allah kata, walau harastum, walaupun kamu coba menyameratakan 50-50, memang tak akan boleh.
03:04 Sebab dia akan lebih sikit mungkin 45-55, tapi kalau 90-10% itu melampau lah.
03:09 Sebab Nabi sendiri pun dia lebihkan sayang kepada Aisyah berbanding dengan istri-istri yang lain.
03:14 Jadi yang ini menunjukkan bahwa kalau kita coba menyameratakan istri-istri kita pun 50-50%,
03:20 maka tidak akan dapat.
03:22 Tetapi mesti ada lebih sedikit, cuma berhati-hati, jangan sampai tercerita pula kepada orang yang kurang.
03:28 Sebab takut nanti dikecil hati akan menyebabkan pergaduhan besar.
03:32 [MUSIK]
Comments