Rusia, Amerika Serikat dan China adalah tiga negara pemilik senjata militer mematikan terbanyak dibandingkan dengan negara-negara lain. Mereka memiliki senjata-senjata tersebut untuk melindungi negaranya dari ancaman musuh.
Banyak yang mengetahui bahwa senjata mematikan itu adalah nuklir. Menurut Army Technology, senjata mematikan itu tak hanya nuklir, masih ada beberapa senjata mematikan yang bisa menimbulkan 'kiamat kecil'. Inilah senjata-senjata militer mematikan tersebut:
1. Bom H
Merdeka.com - Bom H atau bom hidrogen punya kekuatan 1.000 kali lebih kuat daripada bom atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Bom atom menggunakan fisi nuklir atau pembelahan atom (proses yang sama dengan pembangkit listrik tenaga nuklir), bom H termonuklir menggunakan fusi. Bahan radioaktif yang sama, uranium atau plutonium digunakan untuk fusi di mana inti atom disatukan untuk menciptakan energi ledakan.
Biasanya dalam perang, bom-H dapat dibuat cukup kecil agar muat di kepala rudal antarbenua. Para ahli menunjukkan fakta ini ketika mereka menyebut Korea Utara mempertimbangkan Amerika Serikat ketika mengembangkan bom H-nya. AS, Rusia, Prancis, Inggris dan China sudah memiliki kemampuan bom H.
Senjata nuklir termo terbesar dan paling kuat sepanjang masa adalah bom hidrogen RDS-220, yang juga dikenal sebagai Tsar Bomba. Pada 30 Oktober 1961, Uni Soviet meledakkan RDS-220 di Pulau Novaya Zemlya di Laut Arktik Rusia. Bom ini memiliki kekuatan ledak 50 megaton, setara dengan 50 juta ton TNT atau 3.800 bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima.
2. Senjata Laser Milik Amerika Serikat
Merdeka.com - AS memiliki sistem laser penghancur bernama LaWS (Laser Weapon System). LaWS siap beroperasi (battle ready) di kapal logistik amfibi USS Ponce yang kini tengah berlayar di laut Teluk Persia.
Kapten Wells juga mengklaim bahwa, LaWS mampu mencapai target 50.000 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan kecepatan Intercontinental Ballistic Missile System (ICBM).
"Memiliki kecepatan cahaya, laser itu juga menembakkan partikel foton bermuatan besar ke sasaran," jelas Letnan AL Cale Hughes, kepala pengoperasian LaWS di USS Ponce.
Foton merupakan partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik yang membawa residu radiasi, seperti pada gelombang radio atau sinar-X. Foton berbeda dengan partikel elementer lain, seperti elektron dan quark, karena ia tidak bermassa. Dan, dalam ruang vakum, foton selalu bergerak dengan kecepatan cahaya.
3. Kapal Selam Drone
Merdeka.com - Rusia bakal memiliki kapal selam drone yang mampu membawa dan menembakkan rudal dengan nuklir berbobot 100 megaton yang memiliki jarak tempuh hingga maksimal 10.000 km, dapat menyelam sejauh 1 kilometer di bawah permukaan laut, dan bisa mencapai kecepatan maksimal hingga 103 kilometer per jam.
Harian pemerintah Rusia Rossiyskaya Gazeta melaporkan, untuk mencapai kontaminasi radioaktif yang ekstensif, alutsista tersebut tengah dirancang untuk mampu membawa bom kobalt, varian bom nuklir yang menghasilkan ju
Komentar