- 3 bulan yang lalu
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Pak Kasno, tembak meriamnya.
00:19Ilmu sihir apa ini?
00:21Ini? Bisa buat kalian menyerah tidak?
00:24Bocah ini bukan orang sembarangan kalau kita bisa tangkap dan paksa dia bicara bagaimana cara buat benda ini.
00:30Aku akan bisa jadi penguasa di sekitar sini.
00:34Jangan takut, itu hanya tipuan mata. Serang!
00:37Tapi bos besar, benda ini terlalu menakutkan.
00:40Lebih baik kita kabur saja. Dulu waktu merampok, kita tidak pernah serang duluan.
00:43Mereka inisiatif kasih barang ke kita. Sekarang nyawa jadi taruhannya.
00:53Kalau kamu tidak bunuh dia, aku bunuh kamu.
00:57Saudara-saudaraku, aku tahu, kalian semua cuma petani biasa yang tidak cukup makan karena perang sampai terpaksa jadi perampok.
01:06Percayalah padaku, asal kalian ikut aku. Aku kasih makan enak setiap hari.
01:12Tidak perlu pusing pikirkan cara bertahan hidup.
01:15Sayang.
01:25Apa ini?
01:27Tidak beracun kan?
01:28Cepat makan saja.
01:30Wangi dan lembut. Ini lebih enak dari biji-bijian yang biasa kita makan.
01:39Tuan, kalau kami menyerah kedepannya, bisa makan kenyang setiap hari.
01:43Tentu saja, ini pangan baru ciptaanku. Namanya kentang. Sangat mudah tumbuh.
01:48Asal kalian ikut aku, kalian tidak perlu hidup di ujung kematian lagi.
01:51Aku akan kasih benihnya dan ajarkan cara tanamnya kepada kalian.
01:55Dengan kerja keras kalian, kalian akan dapat upah yang pantas.
01:58Aku menyerah.
02:00Mulai sekarang, aku akan patuhi Tuan.
02:02Dasar para pengkhianat tidak tahu mahluk.
02:05Jangan dengarkan bualannya.
02:07Tinggal ikat saja dia.
02:09Kita tetap bisa makan kenyang.
02:11Saudaraku, serang!
02:13Aku...
02:14Kamu yang akan kebunuh duluan hari ini.
02:23Zira, tangkap kepalanya dulu.
02:25Baik.
02:26Bunuh dia.
02:29Kamu yang akan kebunuh duluan hari ini.
02:31Zira, tangkap kepalanya dulu.
02:33Iya.
02:44Bos kalian sudah kalah.
02:50Kalian masih mau patuh padanya.
02:51Nana Pendekar, ampun.
02:53Aku bersedia menyerah.
02:54Kami semua menyerah.
02:55Tunggu apa lagi?
02:56Cepat berlutut pada Nana Pendekar.
02:58Ikat dia dan kurung.
03:00Tunggu putusan hukuman.
03:01Kalian semua yang mau tetap tinggal,
03:04aku jamin mulai sekarang kalian punya pakaian dan makanan.
03:07Yang tidak mau, silahkan pergi sendiri.
03:11Sekarang di luar sana,
03:13perang ada di mana-mana.
03:14Perampok Meraja Lela.
03:15Kalau bukan karena terpaksa,
03:16siapa yang mau jadi perampok?
03:18Mohon Tuhan tampung kami.
03:19Asal dikasih makan.
03:20Kami bersedia menggabdi pada Tuhan.
03:23Sayang, kita sudah menang.
03:25Kamu berhasil.
03:31Selanjutnya, apa rencanamu?
03:32Jangan bilang kamu beneran mau terima perampok ini.
03:34Kamu tidak takut mereka berkhianat.
03:37Sejak awal, aku tidak punya dendam kepada mereka.
03:39Meski sekarang mereka perampok,
03:41hidup mereka juga tidak lebih baik dari warga desa.
03:44Kalau ikut aku dan bisa makan kenyang setiap hari,
03:47mereka tidak akan berhianat.
03:49Pada dasarnya manusia itu baik.
03:51Prinsip ini tidak akan berubah di zaman manapun.
03:54Dia memang beneran bakat langka dalam ratusan tahun.
03:57Bisa bertemu dia.
03:59Mungkin takdir yang dia nugrahkan buatku.
04:01Lapor Panglima.
04:03Semua barang di gudang sudah dihitung.
04:06Ada 300 tahil,
04:07600 kilo persediaan pangan,
04:09400 set pedang busur dan panah.
04:11Ada 5 markas perampok dalam radius 100 kilo.
04:14Gunung Gala termasuk 3 besar yang terkuat.
04:16Kalau mereka saja miskin begini,
04:18sepertinya hidup perampok juga tidak mudah.
04:20Tidaknya mereka bisa tenang ikut bertani denganmu.
04:23Kelak bisa cukup makan.
04:25Sekarang kita sudah lewati krisis.
04:27Bisa hidup tenang sementara waktu.
04:30Sayang.
04:32Aku mau kasih kamu anak.
04:35Supaya punya keturunan.
04:38Ya, kita pasti akan punya anak.
04:40Tapi bukan sekarang.
04:44Sekarang dunia sedang kacau.
04:46Aku sudah mengerti satu hal.
04:48Hidup tentram tidak bisa dimiliki orang biasa.
04:51Kita harus tanam pangan yang cukup banyak.
04:53Kalau tidak punya kekuatan untuk lindungi,
04:55cepat lambat akan gerampas orang.
04:57Jadi, aku putuskan
04:59untuk rekrut semua perampok di gunung sekitar
05:01untuk jadi pasukan kita.
05:03Tapi apa mereka akan mau patuh padamu?
05:08Hukum di dunia ini semuanya sama saja.
05:10Gunung Gala sudah tunduk pada kita.
05:12Sekarang kita harus punya kekuatan.
05:14Itulah modal kita untuk berunding dengan gunung lainnya.
05:17Pak Kasno.
05:18Iya.
05:19Cari beberapa orang yang tahu area sini.
05:20Dan sampaikan ke semua kepala gunung.
05:22Bilang saja.
05:23Aku undang mereka untuk hadiri pertemuan para talawan.
05:27Baik, Bang Rima.
05:30Hidup sekali lagi.
05:31Harus dijalani dengan penuh gelora
05:33dan berjuang sekuat tenaga
05:34agar hidup tidak sia-sia.
05:44Para bos kalian,
05:53Panglima sudah menanti kalian.
05:56Tidak jauh dari sini,
05:57meski ini wilayah perbatasan antar gunung.
05:59Siapa tahu bos kalian,
06:01pasang perangkap atau tidak
06:03untuk celakai kami.
06:06Bos kalian,
06:07Panglima kami tidak bawa satu prajurit pun.
06:10Dia cuma ditemani ketiga istrinya.
06:13Sebelum datang,
06:14aku sudah pastikan,
06:15dalam tiga kilometer,
06:16memang tidak ada pasukan tersembunyi.
06:17Aku mau lihat,
06:18apa hebatnya orang yang menaklukkan
06:20gunung gala ini.
06:23Mari.
06:30Hei, bocah.
06:32Ku dengar dari anak buahku.
06:33Kamu mau tunukan kami.
06:36Kamu cuma pelajar rendahan.
06:38Dari keluarga petani pula.
06:40Tapi,
06:41nyalimu lumayan curi.
06:42Hari ini kami datang,
06:44bukan hanya untuk mendengar omong kosongmu.
06:46Tapi,
06:47karena dulu,
06:48Pedro Rimos,
06:49dari gunung gala,
06:50utang tiga ratus tahlil sama kami.
06:52Kami,
06:53datang tagi utang.
06:54Kawangan perampok ini,
06:55tidak seperti orang dari gunung gala.
06:56Tidak bisa ditakuti cuma dengan kekuatan.
06:58Lagipula,
06:59granatnya tinggal sedikit.
07:00Harus disimpan untuk keadaan darurat.
07:02Sepertinya,
07:03aku harus cari taktik lain.
07:04Nona Besar,
07:07apa itu kamu?
07:10Kamu Jenderal Yusuf.
07:14Nona,
07:15aku kira kamu sudah.
07:18Tuhan mau melihat.
07:19Tidak musnahkan keluarga Gusti.
07:21Apa-apaan ini?
07:24Istri pertamaku ternyata punya koneksi luas.
07:26Begini saja bisa ketemu kenalan.
07:30Berdirilah.
07:31Yusuf,
07:32kenapa sekarang kamu jadi bos perampok?
07:34Waktu Jenderal Hasan,
07:36dikianati oleh Arwin Junda yang bersekongkol sama orang negara Javan.
07:39Kami diserang depan belakang.
07:41Melihat kami tidak sanggup bertahan.
07:43Jenderal Hasan nekat korbankan diri.
07:46Aku bawa saudara seperjuangan,
07:47beneran tidak ada pilihan lain.
07:49Kami terpaksa kuasai gunung.
07:54Sayang,
07:55ada apa sebenarnya?
07:57Nona,
07:58kamu sudah menikah.
07:59Apa ini suamimu?
08:02Iya,
08:03kalau bukan Arsa yang menolongku.
08:05Mungkin sekarang aku sudah mati.
08:08Suamiku berhati lapang dan berpikiran luas.
08:10Berbakat tiada tandingannya.
08:11Semoga nanti kamu bisa bantu dia.
08:13Perintah Nona,
08:14akan kupatuhi.
08:17Mulai hari ini,
08:18aku Yusuf Gusti bersama 1.500 saudara di gunung ini
08:20akan duduk pada perintah Tuhan.
08:22Berarti kita sudah kuasai gunung terbesar.
08:24Kau rasanya terlalu gampang.
08:25Aku bahkan belum tunjukkan kehebatanku.
08:28Jenderal Yusuf,
08:29berdirilah.
08:31Sayang,
08:33sudah seharusnya kamu ceritakan asal usulmu padaku.
08:41Baiklah.
08:44Ayahku,
08:46awalnya Jenderal Penakluk Utara.
08:49Dia diperintah memimpin pasukan lawan Hanuk.
08:52Tapi dia tidak sengaja tahu,
08:54kalau Jenderal Kiri Arwin Juna,
08:56berkomplot sama Putra Mahkota Negara Javan.
09:00Awalnya dia mau lapor ke istana.
09:02Tapi keluarga Arwin bukanlah keluarga sembarangan.
09:06Ayahnya Perdana Menteri saat ini, Arno Juna.
09:09Ayah dan anak itu palsukan Titah Kaisar
09:11dan perintahkan ayahku berperang.
09:13Itu jebakan orang negara Javan untuk rancang pengkhianatan
09:16dan bunuh ayahku.
09:18Dituduh berkhianat dan bersekongkol sama musuh.
09:21Mereka bantai 106 orang, keluarga kami.
09:24Akhirnya,
09:27cuma aku yang beruntung bisa kabur.
09:29Nona, aku mimpi ingin bunuh Arwin sebajingan itu.
09:42Aku sudah selidiki.
09:43Beberapa hari lagi dia akan pereksa pasukan.
09:45Aku berencana untuk mati bersamanya sekaligus.
09:47Tidak kusangka, malah bertemu dengan Nona.
09:50Jenderal Kiri itu, Arwin Juna.
09:52Tidak mudah dilawan.
09:53Sayang, kenapa menangis?
09:59Ayah dan ibuku juga dibunuh sama Arwin.
10:03Dia incar bakat warisan keluargaku.
10:06Setelah gagal, dia bantai seluruh keluargaku
10:08dan fitnah kami semua.
10:13Kalian berdua tenanglah.
10:15Pasti aku akan balaskan dendam kalian.
10:19Kak, kita belum mulai bicara.
10:22Bos lembah setia sudah langsung sujud ke orang itu.
10:25Padahal dia yang paling kuat di seluruh gunung.
10:27Bagaimana kalau kita mundur saja?
10:29Mundur apanya?
10:31300 tahil.
10:33Kalau tidak bisa kembali,
10:34sama saja seperti merugut nyawaku.
10:37Para bos kalian,
10:38aku sudah siapkan sedikit hadiah.
10:40Silahkan dilihat dulu.
10:42Sayang, tunjukkan.
10:48Udah apa ini?
10:49Ini adalah pangan hasil perbaikanku.
10:51Namanya kentang.
10:52Bahkan di musim kering seperti sekarang ini,
10:54tetap mudah tumbuh.
10:55Dengan ini,
10:56semua orang bisa cukup makan.
10:58Ini juga alasan ku bisa taklukan Gunung Gala.
11:03Menangkap gitu?
11:04Kalau semua orang bisa cukup makan,
11:06siapa nanti yang mau jadi perampok?
11:08Para bos kalian,
11:09boleh kirim anak buah kepercayaan kalian
11:10untuk datang ke Gunung Gala.
11:12Lihat dan rasakan sendiri.
11:13Kalian boleh menyerahkan diri setelah mencobanya
11:16dan merasa puas.
11:17Kami bersedia mengabdi padamu.
11:19Hei.
11:21Bocah.
11:22Gua akui,
11:23kamu lumayan hebat.
11:24Tapi kami berdua bukan orang biasa.
11:27Kalau mau kendalikan kami,
11:28kamu itu harus cukup pandai.
11:31Boleh aku tanya nama lengkap kali ya?
11:34Bos besar penguasa Gunung Napo.
11:36Yang rupawan,
11:38sekaligus cerdas,
11:39aku Leo dan.
11:41Aku adalah wakil bosnya.
11:43Perwujudan pahlawan dan kesatria sejati.
11:46Willy Fanto.
11:48Kami adalah Leo dan Willy.
11:54Di mana ada Leo, pasti ada Willy.
11:57Eh, kalau begitu aku harus bagaimana?
11:59Biar kalian berdua mau tunduk secara sukarela.
12:02Tentu saja dengan kepintaran.
12:04Sebelum kami naik gunung,
12:06kami terkenal di berbagai penjuru,
12:08sebagai penyair dan pengrajin ulung,
12:10serta sastrawan.
12:11Kalau mau pimpin kami,
12:12jadi orang yang kami akui,
12:14harus berada di bawah satu orang saja
12:16dan di atas orang banyak.
12:18Aku sudah selidiki.
12:19Meski orang di Gunung Napo tidak banyak,
12:21senjatanya halus dan canggih.
12:23Semuanya dibuat kedua orang ini.
12:25Ternyata kalian pengrajin ulung.
12:27Kalau begitu, aku harus rekrut kalian.
12:31Kami berdua juga tidak akan persulit kamu.
12:33Begini saja.
12:34Belakangan ini,
12:35kami baru saja ciptakan puisi yang tidak ada tandingannya.
12:38Kalau bisa lampaui karya kami,
12:39kami akan tunduk padamu.
12:41Tapi kalau kamu tidak mampu,
12:42lunasi utang 300 tahil ke kami sekarang juga.
12:46Buat puisi?
12:47Tapi suamiku sudah ikut ujian bertahun-tahun.
12:49Buat puisi takutnya...
12:51Saat aku masih di rumah,
12:52aku juga cukup mahir dalam sastra.
12:55Asal bukan karya agung negara.
12:57Aku yakin,
12:58aku sanggup lakukan.
13:00Hei, jangan curang.
13:02Karya orang lain tidak dihitung.
13:04Cuma yang dibuat sendiri langsung di tempat.
13:06Baru sah.
13:08Sayang, bagaimana kalau tidak usah tanding?
13:10Sekarang kita punya pasukan kuat.
13:12Kita taklukkan mereka pakai kekuatan.
13:15Hah? Kalian tidak tahu?
13:16Tidak masalah.
13:18Membuat puisi tidak sulit.
13:20Siapa yang mau mulai duluan?
13:22Biar aku duluan.
13:23Dengar baik-baik.
13:25Puisiku ini berjudul nyanyian si pendekat ini.
13:28Pena jatuh bagai bima sakti tumpah.
13:31Puisi jadi,
13:32langit pun berdiri megah.
13:34Naga raksasa berenang di lautan tinta.
13:38Puncak sastra tegak bagaikan tombak mat.
13:42Kepandaianku,
13:43pengguli orang terkenal.
13:45Semangatku tembus pegunungan dan sungai.
13:48Di dunia vana tiada mata emas
13:50yang dapat kenali putiara sejati.
13:53Bagus!
13:56Puisi yang bagus.
13:57Puisinya penuhi bawah.
13:59Tak sangka di antara perampok ada orang seberbakat ini.
14:03Pantas saja mereka berdua tidak mau tunduk pada orang lain.
14:06Puisinya memang bagus.
14:09Suamiku jangan sedih.
14:10Menurutku kamu sudah sangat hebat di bidang lain.
14:13Aku tidak sedih.
14:15Bakat kalian berdua memang tidak bisa diremehkan.
14:18Takut ya?
14:19Cepat kembalikan uangnya.
14:21Tapi terus terang saja.
14:23Puisi kalian di mataku tidak lebih dari sampah.
14:28Beraninya remekkan puisiku.
14:32Siap!
14:34Tenanglah.
14:35Tenanglah.
14:36Bocah.
14:37Kalau bentar lagi,
14:38kamu tidak bisa buat puisi yang meyakinkan.
14:41Kamu bukan cuma harus bayar 300 tahil.
14:44Tapi jadi...
14:45500 tahil.
14:47500 tahil.
14:48Dengar baik-baik.
14:50Menanti musim gugur.
14:528 September.
14:55Bungaku mekar.
14:57Bunga lain layu.
15:00Harumnya semerbak.
15:02Keseluruh kota.
15:05Kota dipenuhi.
15:07Laksana baju jiras Javan.
15:11Hebat!
15:13Kemampuan sasranya hebat banget.
15:15Ini layak jadi karya agung.
15:16Puisi ini ada aura pembunuh dan kekuasaan muta.
15:19Cuma dimiliki oleh kaisar sejati.
15:22Kenapa dia bisa punya itu?
15:23Wah, puisi yang luar biasa.
15:24Puisi yang sangat bagus.
15:25Puisi yang sangat bagus.
15:27Masih ada.
15:28Bahkota hampir lepas karena amarah.
15:30Bersandar di balkon istana.
15:33Hujan deras pun reda.
15:37Kuangkat pandangan.
15:38Teriak memekik ke langit.
15:41Semangat berkobar-kobar.
15:46Tiga puluh tahun kejayaan tinggal debu.
15:50Delapan ribu kilometer.
15:53Perjalanan dengan awan dan bulan.
15:56Jangan tunggu.
15:58Sampai rambut memutih.
16:01Baru menyesal sia-sia.
16:04Aib negara Javan.
16:08Belum juga terhapus.
16:10Dendam para abdi.
16:12Kapan akan terbalas?
16:14Ku naiki kereta perang.
16:17Terjun gunung heli hingga hancur.
16:21Semangat membarah.
16:23Lapar kuisi dengan daging musuh.
16:25Ku minum darah orang Javan sambil tertawa.
16:27Kelak dari awal.
16:30Ku perbaiki tanah air yang dulu.
16:33Hadap istana langit.
16:38Tinggal sastranya tinggi sekali.
16:40Ini adalah karya abadi.
16:42Berapa banyak lagi bakatan kamu semunyikan?
16:44Puisi yang indah.
16:46Indah sekali.
16:48Hidupku tidak sia-sia.
16:49Karena bisa dengar puisi ini hari ini.
16:52Jangan buru-buru.
16:53Masih ada lagi.
16:55Kami menyerah.
16:56Kami menyerah.
16:57Kami menyerah.
16:58Kami tunduk padamu.
17:00Baiklah.
17:02Kalau begitu, tidak akan ada masalah dalam jarak 100 kilo.
17:05Dengan begini, aku bisa tenang cari cara
17:08untuk balaskan dendam kedua istriku.
17:13Sayang.
17:17Aku mau kasih kamu keturunan.
17:21Aku mau teruskan nama keluarga Wira.
17:29Sayang.
17:31Kamu sangat perhatian.
17:36Astaga.
17:37Tuan.
17:47Sudah aku selidiki.
17:48Orang dari perkembangan besar sekitar 100 kilometer dari desa Sona.
17:51Awalnya dari pelajar miskin di desa itu.
17:54Pelajar miskin?
17:56Hahaha.
17:57Menarik.
17:59Undang dia berkumpul.
18:00Bilang padanya.
18:01Akanku kasih dia kesempatan untuk tunduk ke jendal ini.
18:04Tapi, kawanan perampok itu yang jumlahnya lebih dari 2.000 orang.
18:08Mereka tidak terlatih.
18:09Tidak layak dipakai.
18:11Siapa bilang aku benar dan mau merekrut mereka?
18:14Aku cuma mau kirim mereka ke garis depan sebagai umpan.
18:18Lakukan saja sesuai perintahku.
18:20Baik.
18:21Ayah suruh aku pimpin pasukan garis depan.
18:25Pertama, biar aku dapat prestasi.
18:27Kedua, untuk bertemu Pangeran Negara Japan secara diam-diam.
18:30Dinasti Kina dan Hawuk sudah berperang satu tahun.
18:32Kedua pihak sudah ruhi besar.
18:34Asal bisa bersekutu sama Pangeran Negara Japan.
18:36Lalu bagi kekuasaan negeri ini.
18:38Hari itu akan segera tiba.
18:42Pantas kaisar jaman dulu umurnya pendek.
18:45Sampai punya 3.000 selir.
18:47Tiga saja aku sudah kewalahan.
18:49Sayang.
18:51Kamu mau ke mana?
18:54Hari ini tidak ada urusan.
18:55Bagaimana kalau bermesra lagi sama kami?
19:01Ayo.
19:02Mau lagi?
19:03Tenanganku sudah habis karena kalian.
19:05Celaka, celaka.
19:07Pajaka datang.
19:08Katanya ada urusan penting.
19:10Apanya yang celaka?
19:11Ini urusan resmi.
19:14Istri-istriku, aku.
19:19Pajaka.
19:20Parsa.
19:21Maaf sekali.
19:22Silahkan duduk.
19:26Parsa.
19:27Tiga hari tidak berjumpa kamu sudah berbeda.
19:29Aku sama sekali tidak menyangka kamu bisa taklukan dua ribuan perampok bunuh.
19:33Ini sudah atasi masalah yang mengganjal hatiku.
19:37Mereka itu cuma orang biasa yang berusaha bertahan hidup.
19:40Kalau ikut kerja denganku.
19:41Saat negara damai nanti, mereka tidak akan takut dibantai istana.
19:45Oh, Parsa sungguh berhati mulia.
19:48Kedatanganku kali ini mau sampaikan kabar baik.
19:51Oh?
19:52Kedatanganku.
19:53Kedatanganku.
19:54Masukkan lewat daerah ini.
19:55Dia dengar soal kehebatan Parsa.
19:57Dan mau undang kamu ke ketiamannya untuk berbincang.
20:00Kuliat dari utusan itu.
20:01Sepertinya jenderal kagum sama kepintaranmu.
20:03Dan mau rekrut kamu jadi bawahannya.
20:06Arwin Juna.
20:07Dia bukan cuma orang kepercayaan Kaisar.
20:10Ayahnya Arno Juna adalah Perdana Menteri saat ini.
20:13Parsa.
20:14Kalau kamu mau mengabdi di bawahnya, tinggal tunggu waktu.
20:16Karirmu akan melesat naik.
20:19Arwin Juna.
20:20Bukannya dia musuh besar kedua istriku.
20:22Aku belum mencari kamu.
20:23Kamu sendiri malah menyerahkan diri pada aku.
20:27Ini kesempatan dari Tuhan untuk balas dendam.
20:29Tidak boleh ditolak.
20:30Tapi kalau aku pergi, harus beneran yakin berhasil.
20:33Kira-kira apa yang bisa dikasih sistem kali ini?
20:36Aduh.
20:37Oh, Pak Jekah.
20:38Maaf sekali.
20:39Aku ke toilet sebentar ya.
20:40Sekalian pertimbangkan tawaran tadi.
20:42Mau tunggu.
20:48Sistem, kali ini aku bisa dapat hadiah apa?
20:52Tuan, sekarang punya satu undian mahakarya dan satu undian dewa.
20:56Undian dewa?
20:57Aku dapat dari sistem saat rasa sukalesi sampai 100.
20:59Harusku simpan sampai nyawaku terancam.
21:01Sistem, tukarkan undian mahakarya.
21:06Selamat, Tuan.
21:07Tuan dapat 1000 biji benih, 100 ekor ternak,
21:10satu pistol elang emas, satu senapan getling.
21:13Dengan semua ini, ditambah sedikit siasat.
21:17Malas dendam tidak mungkin gagal.
21:22Pak Jekah.
21:23Maaf sekali.
21:24Duduklah.
21:26Boleh aku tanya, berapa banyak pasukan yang dibawa Arwin kali ini?
21:30Dia datang untuk awasi pasukan.
21:32Tidak bawa banyak pasukan.
21:33Tapi keluarganya sangat berpengaruh.
21:36Pengawal pribadinya paling tidak 500 orang.
21:39Ada berapa pasukan di kediamannya?
21:41Sekitar 1000 orang.
21:43Sebagian besar sudah dikirim ke garis depan Medan Perang.
21:47Kenapa Pak Arsa tanyakan hal itu?
21:49Tidak apa-apa.
21:52Jadi tolong sampaikan ke Arwin.
21:55Besok siang, aku akan datang sendiri untuk berkunjung.
22:02Tidak boleh.
22:03Kamu mau balas dendam ke Arwin?
22:04Itu berbahaya.
22:05Kak Zira benar.
22:06Aku tahu kamu peduli sama kami.
22:09Tapi kediamannya dijaga ketat.
22:11Dengan kekuatan kita saat ini mustahil bisa masuk.
22:13Kita hanya akan mati sia-sia.
22:15Kali ini, Arwin sendiri yang cari aku.
22:17Ini kesempatan terakhirku untuk dekati dia.
22:19Lagian.
22:20Dari cerita Zira,
22:22Ayah dan anak itu setongkol sama negara Javan.
22:24Perang antara Gina dan Hanuk kali ini.
22:26Karena hasutan mereka.
22:28Kalau mereka berhasil dan menguasai negeri ini,
22:31akan jauh lebih sulit untuk balas dendam nantinya.
22:34Tapi...
22:35Cukup.
22:36Tidak usah diperpanjang.
22:37Keputusanku sudah bulat.
22:45Besok,
22:47aku akan pergi sendiri kejamuan hodol.
22:55Terima kasih Tuhan.
22:57Sudah bawa aku ke tempat ini.
22:58Kelak aku akan mengabdi sepenuh hati dan patuhi perintah Tuhan.
23:03Dasar bodoh.
23:04Dia beneran mengira aku mau mengabdi sama dia.
23:06Begitu aku kena orang hebat.
23:08Kamu yang pertama aku habisi.
23:09Nanti makan saja apapun yang mau kamu makan.
23:11Kalau tidak, nanti kamu tidak bisa makan lagi.
23:13Apa maksudnya?
23:15Tidak apa-apa.
23:16Berhenti.
23:17Letakkan senjatamu.
23:20Dia adalah salah satu dari tiga pendekar tersohor,
23:23Tony Lewis.
23:27Tidak kusangka ternyata dia dibawa ke mandutuan Arwin.
23:30Jelas sekali, kekuatan dan pengaruh jenderal Arwin.
23:34Hei, siapa kamu?
23:36Mau ketemu tuanku juga?
23:37Tunggu di luar.
23:43Jadi kamu Arcawira?
23:46Benar.
23:47Ketemu jenderal besar, kenapa tidak berlutut?
23:49Kenapa aku harus berlutut sama orang sepertimu yang tidak lebih baik dari binatang?
23:55Apa katamu?
23:56Apa kamu cari mati?
23:57Lutut dan minta maaf pada tuanku.
24:02Kedua mertuaku, semuanya dibunuh olehmu.
24:05Hari ini aku datang untuk mengambil nyawaku.
24:08Ambil nyawaku?
24:14Orang sepertimu.
24:18Kalau kamu kebunuh, kawaran tidak berguna yang kamu kumpulkan tetap bisa dipakai.
24:23Tony, bunuh dia.
24:30Pendekar tersohor.
24:33Ini mana mungkin?
24:34Takut?
24:35Saudaraku, kita bicarakan baik-baik.
24:40Aku akan kasih semua yang kamu mau.
24:42Wanita.
24:44Kekayaan.
24:46Juga jabatan.
24:47Akanku berikan.
24:50Tapi aku cuma mau nyawam.
24:56Jangan.
24:58Kalau kamu bunuh aku, pasukan istana dan pengawal kota jumlahnya ribuan.
25:01Kamu tidak bisa keluar hidup-hidup.
25:02Ah.
25:04Begitu ya.
25:06Kalau begitu, di kehidupan berikutnya, lahir jadi anjing saja.
25:15Apa?
25:17Kamu bunuh Jenderal Arwin?
25:19Ayahnya adalah Perdana Menteri saat ini.
25:21Habislah.
25:22Tak amat riwayat kita.
25:24Jangan panik.
25:26Meski memang aku yang bunuh dia, harus ada saksi mata kan?
25:29Asal aku temukan kambing hitamnya, bukannya sudah beres.
25:33Siapa lagi selain kita?
25:35Di mana?
25:36Memang, orang berotak tumpul tidak akan tahan lama.
25:45Tuan, gambar rancanganmu luar biasa.
25:48Dengan tungku panggang ciptaanmu ini, panggang sate, bukan hanya praktis, tapi rasanya juga jauh lebih harum dan lezat.
25:54Baru saja lewat setengah tahun.
25:56Kita bukan cuma bisa cukup makan tiap hari, bahkan bisa makan daging sesekali.
26:00Ini beneran hidup seperti bewa.
26:02Syukurlah.
26:03Sayang.
26:04Eh sayang, kamu lagi hamil, jangan keluar lagi.
26:07Kan ada yang bisa pimpin latihan.
26:08Gerakan bela diri dan taktik serangan, kilat yang kamu ajarkan, benar-benar buat orang kagum.
26:14Aku juga mau pelajari.
26:16Ayo, makan dulu.
26:19Sayang.
26:20Eh.
26:22Celana yang kamu rancang ini ketat sekali.
26:25Dan juga banyak lubang.
26:27Jangan dipakai keluar rumah, pakai di depanku saja.
26:30Oh.
26:31Sudah setengah tahun sejak aku bunuh Arwin dan kasih Pedro ganjarannya.
26:35Karena nama ku cukup terkenal di Sona, pejabat di sana tidak terlalu curiga.
26:39Mereka cuma lapor perkara ini ke kantor Perdana Menteri.
26:42Selama setengah tahun ini, aku bisa hidup tenang.
26:44Celaka, celaka.
26:47Kamu ini sudah berumur, bisa tenang sedikit?
26:49Sapi siapa yang susah lahiran?
26:51Nyanya Karim.
26:52Dia pergi ke pasar, beli barang buatmu.
26:54Lalu ketemu segera mulan bertopeng.
26:56Lalu dia diculik.
26:58Apa?
26:59Yang harusnya datang akhirnya datang juga.
27:01Ingin tahu kelanjutan kisahnya?
27:03Sampai jumpa di musim berikutnya.
Komentar