00:00Dio, aku anterin pulang ya. Hujan soalnya.
00:04Kayaknya aku gak bisa pulang bareng deh, Bim.
00:06Ini aku udah ada janji pulang bareng Mas Raka.
00:08Mas Raka terus.
00:10Kenapa di pikiranmu adanya Mas Raka terus?
00:17Bim, kamu ngapain? Lepasin Bim!
00:23Mas Raka jangan salah paham ya.
00:25Tadi Bima cuma iseng becanda aja.
00:27Becanda harus peluk-peluk gitu, ha?
00:29Tadi Bima itu cuma lagi refleks aja meluk.
00:32Aku sama Bima gak ada hubungan apa-apa.
00:34Hanya sebatas temen.
00:36Aku standing di sana, Dio.
00:38Aku ngeliat sendiri gimana dia meluk kamu.
00:41Kamu bahkan gak berusaha buat ngelepasin.
00:42Kalau aku gak dateng bakal berapa lama kalian kayak gitu.
00:45Dia meluk aku gak ada maksud yang aneh-aneh.
00:47Dia hanya refleks.
00:48Emang anaknya super aktif, jadi dia kayak gitu.
00:51Kenapa kamu harus marah ini sih, Mas?
00:53Karena aku pacar kamu, Dio.
00:55Kalau posisi balik,
00:56kalau aku yang dipeluk orang lain dengan alasan bercanda,
00:59gimana perasaanmu, Dio?
01:01Mas Raka!
01:03Tunggu!
01:04Aku dipaksa.
01:05Bima yang tiba-tiba meluk aku,
01:07aku kaget, shock, sampe kaku, gak bisa gerak.
01:09Pas aku mau dorong dia, kamu tiba-tiba muncul.
01:12Klasik banget alasan lo.
01:14Kalau lo emang gak mau,
01:15lo pasti langsung berontak dari awal.
01:17Tapi yang gue liat tadi,
01:19lo cuma diem menikmati.
01:20Aku sumpah demi apapun,
01:22Bima sengaja lakuin itu.
01:23Karena dia tahu lo mau dateng.
01:25Dia mau hancurin kita.
01:27Aku gak tahu mana yang bener.
01:30Sekarang,
01:30setiap aku lihat kamu yang ada di otakku,
01:32cuma bayangan kamu sama dia di teras tadi.
01:35Sakit banget, Yo!
01:36Mas Raka, please.
01:38Jangan pergi.
01:39Kita selesaikan ini.
01:40Aku cuma sayang sama kamu.
01:42Bukan Bima.
01:43Jangan biarin dia menang karena salah paham ini.
01:48Udahlah, Dio.
01:51Mas Raka!
01:58Dio, bangun.
01:59Jangan kayak gini.
02:00Kamu bisa sakit.
02:01Pergi, Bim.
02:02Aku bilang pergi.
02:04Dia gak peduli kamu kehujanan atau nangis di sini.
02:06Orang yang kamu tangis itu langsung ninggalin kamu gitu aja.
02:11Itu karena kamu.
02:12Kalau kamu gak egois,
02:14kalau kamu gak maksa meluk aku tadi,
02:16dia gak akan pergi.
02:18Ini semua salah kamu, Bim.
02:21Oke, salahin aku semua kamu.
02:22Tapi tolong lihat kondisi kamu sekarang.
02:24Hujan makin deres,
02:25malam makin dingin,
02:27pulang bareng aku ya.
02:28Aku antar kamu sampai depan rumah.
02:29Aku janji gak akan macem-macem.
02:32Aku lebih baik mati kedinginan di sini.
02:35Daripada harus pulang sama orang yang udah ngerusak hubungan aku.
02:41Kamu mau nyiksa diri kamu demi cowok yang bahkan gak menoleh ke belakang pas kamu panggil.
02:45Ayo pulang, Dio.
02:46Aku gak akan biarin kamu pingsan di jalanan ini sendirian.
02:49Ngapain kamu di sini?
02:50Pergi sana kamu, Bim.
02:52Jangan sok peduli sama aku.
02:54Kamu sebenarnya seneng kan ngeliat aku sama mas Raka berantem kayak gini?
02:57Oke, aku tahu kamu marah, kamu kesel sama aku.
02:59Tapi Raka gak pantas buat kamu.
03:01Cowok yang beneran sayang sama kamu gak akan egois dan ninggalin kamu nangis sendirian di tengah badai kayak gini.
03:07Jangan sentuh aku!
03:08Dan jangan berani-beraninya kamu jelek-jelekin mas Raka di depan aku, Bim!
03:14Kenapa kamu selalu belain dia, Dio?
03:16Aku yang selalu ada buat kamu dari dulu, bahkan sebelum Raka masuk hidup kamu.
03:19Aku suka sama kamu, Dio.
03:21Dari dulu perasaan aku gak berubah.
03:24Apa kamu bilang?
03:25Kamu suka sama aku.
03:26Jadi perhatian kamu selama ini karena itu, Bim.
03:32Iya.
03:33Aku peduli sama kamu lebih dari yang Raka bisa kasih.
03:36Tolong buka mata kamu, Dio.
03:37Kasih aku kesempatan buat jagain kamu.
03:40Cukup, Bimah.
03:41Cukup!
03:42Hubungan aku hancur.
03:44Semua malam ini karena kamu.
03:45Kamu gak bisa jaga jarak.
03:47Kamu manfaatin keadaan ini untuk nyatain perasaan.
03:49Kamu egois.
03:50Aku gak manfaatin keadaan, Dio.
03:52Aku cuma gak tahan liat kamu disakitin sama cowok gak tahu diri kayak dia.
03:56Dia kayak gitu karena dia cemburu.
03:57Dia cemburu karena dia sayang sama aku.
03:59Dan asal kamu tahu, Bimah.
04:00Sampai kapanpun perasaan aku ke kamu gak akan pernah lebih dari seorang temen.
04:03Dio, tapi kita...
04:05Aku mohon pergi dari sini sekarang juga.
04:08Jangan pernah temuin aku lagi kalau kamu cuma mau ngerusak hidup aku.
04:12Pergi!
04:13Enggak, Dio.
04:15Aku gak akan pergi.
04:17Aku udah nunggu bertahun-tahun buat momen ini.
04:19Dan aku gak akan biarkan kamu ngusir aku cuma demi cowok yang baru aja telantarin kamu disini.
04:23Raka itu gak percaya sama kamu.
04:25Hubungan kalian tuh toksik.
04:27Kamu nangis malam ini karena dia, bukan karena aku.
04:29Kenapa kamu gak bisa liat kalau aku yang beneran tulus sama kamu?
04:33Tulus, kamu bilang?
04:35Kamu memaksa kayak gini kamu sebut tulus?
04:37Kamu egois, Bima.
04:38Kamu gak peduli sama perasaan aku.
04:39Kamu cuma peduli sama obsesi kamu sendiri.
04:41Karena aku tahu apa yang terbaik buat kamu.
04:44Ikut aku sekarang, kita pulang.
04:46Aku bakal buktiin kalau aku bisa bikin kamu bahagia lebih dari yang Raka kasih.
04:50Aku gak mau, Bima.
04:51Buka telinga kamu.
04:53Aku cuma cinta sama Raka.
04:55Biarpun malam ini dia ninggalin aku.
04:58Biarpun dia benci sama aku, hati aku tetap punya Raka.
05:01Aku gak akan pernah bisa cinta sama kamu.
05:03Biarpun kamu maksa aku sampai mati.
05:06Jadi percuma ya semua yang udah aku lakuin selama ini.
05:10Iya percuma.
05:12Karena cinta gak bisa dipaksa.
05:14Dan sekarang, kalau kamu masih punya rasa hormat sebagai manusia,
05:19pergi dari hadapan aku sekarang.
Komentar