00:06Intro
00:15Bagaimana produk lokal mampu bertahan, berkembang, dan memenangkan persaingan di tengah perubahan zaman?
00:21Pertanyaan inilah yang menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa program studi manajemen program doktor,
00:27Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, melalui International Community Service Program di Melaka, Malaysia.
00:35Mengusung tema Optimizing MSMI Competitiveness, kegiatan yang berlangsung pada 26 hingga 28 Agustus 2026 ini,
00:44mempertemukan pembelajaran akademik dengan praktik bisnis secara langsung.
00:48Mahasiswa mengunjungi sejumlah sentra pengembangan produk lokal,
00:52mulai dari Dodol Melaka, Pusat Kraf Alor Gajah, hingga Galeri Lebah Melaka.
00:57Di Dodol Melaka, mahasiswa melihat bagaimana produk tradisional dipertahankan,
01:02sekaligus dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman kuliner dan wisata.
01:07Di Pusat Kraf Alor Gajah, mahasiswa mempelajari bagaimana warisan budaya dapat memiliki nilai ekonomi,
01:14melalui inovasi dan strategi pemasaran.
01:16Sementara di Galeri Lebah Melaka, mahasiswa melihat bagaimana potensi lokal
01:21dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, sekaligus menjadi daya tarik wisata.
01:27Timbalan pengarah perbadanan kemajuan kraf tangan Malaysia, cawangan Melaka,
01:31Mohamed Hasnul Hazri bin Zakaria, menyambut baik interaksi akademik tersebut.
01:37Menurutnya, produk kraf bukan hanya berkaitan dengan warisan budaya,
01:40tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikembangkan melalui inovasi,
01:46pemasaran, dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen.
01:50Kain bagi 2 meter, 2 meter setengah, boleh jadi baju, boleh dijai, jadi baju, boleh juga nak buat jadi baju.
02:01Ada kain sarung yang macam ni, contoh, kain ni ada kepala, dia kakakkan, yang ni tak ada.
02:09Jadi, terhadap bapak sarung, boleh, terhadap bapak jadi baju, jadi baju, jadi baju.
02:14Bukan dijai sendiri, jadi kan bagi pesan.
02:18Para 2 meter setengah, lelaki biasanya boleh dapat kemihan yang diperlukan.
02:26Kaprodi Program Studi Manajemen Program Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau,
02:32Dr. Lailan Tawila Brampu, menegaskan bahwa pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa doktoral.
02:39Mahasiswa tidak hanya memahami konsep daya saing dari perspektif teori,
02:44tetapi juga melihat langsung bagaimana potensi lokal dikembangkan menjadi nilai ekonomi.
02:49Melalui inovasi, pengelolaan produk, pemasaran, dan pemahaman terhadap konsumen.
02:55Pengalaman di Melaka menjadi referensi penting bagi pengembangan UMKM di Indonesia,
03:00khususnya dalam mengoptimalkan kekayaan lokal sebagai sumber keunggulan bersaing tanpa kehilangan identitas budaya.
03:08Dari dodol, kraf, hingga produk berbasis lembar.
03:12Ada satu pelajaran penting yang dibawa pulang.
03:14Produk lokal tidak cukup hanya dipertahankan.
03:17Produk lokal harus terus diberi nilai, dikembangkan, dan dipasarkan,
03:22agar mampu menjadi sumber keunggulan, sekaligus memenangkan persaingan di tingkat global.
03:27Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau,
03:30Belajar, berkolaborasi, dan membawa UMKM menuju daya saing dunia.
Komentar