Skip to playerSkip to main content
🔥 MAX DONGHUA — Enter the World of Unlimited Fantasy! 🔥

#MaxDonghua #Donghua #ChineseAnimation #ChineseAnime #Anime #Fantasy #Cultivation #MartialArts #Wuxia #Xianxia #ActionAnime #FantasyAnime #DonghuaFans #AnimeFans #EpicBattles #FantasyWorld #Animation #ChineseFantasy #Dailymotion #DailymotionChannel #AnimeCommunity #LegendaryWarriors #EpicAdventure #DonghuaWorld #MaxDonghuaChannel
Transcript
00:10Welcome back with Minras on the channel Dongua Animasi
00:14Let's continue the first part of Battle True Diven Season 5 Episode 168
00:19Without a lot of effort, let's go to the first part of the video
00:25Selain Sun Er, semua orang yang lain yang menyaksikannya juga sangat terkejut melihat kondisi Shoyan
00:32Di sisi Gu Jingyang yang buru-buru menahan Sun Er, ia pun berkata
00:37Sun Er, jangan gegabah, ini mungkin kesempatan besar
00:43Mendengar peringatan itu, Sun Er pun tersadar
00:47Ia pun teringat catatan kuno tentang pohon kuno bodhisattva
00:50Perlahan, ia mengangguk
00:54Menurut catatan kuno, pohon kuno bodhisattva memiliki tiga harta karun
00:59Yang pertama adalah hati bodhisattva
01:01Yang kedua benih bodhisattva
01:04Dan yang ketiga, yaitu memahami sifat dunia melalui pohon kuno bodhisattva
01:09Dua harta pertama mudah dimerti
01:11Namun yang ketiga terdengar abstrak, bahkan mustahil
01:15Pohon kuno bodhisattva disebut juga pohon reinkarnasi pengetahuan
01:21Konon, pohon ini bisa membuat seseorang mengalami 100 kali reinkarnasi
01:26Siapapun yang sanggup melewati semua reinkarnasi itu
01:29Dikatakan mampu mengelangkah ke tingkat legenda, yaitu Dodi
01:34Meski hanya rumor, banyak ahli yang rela kehilangan akal demi mengejarnya
01:39Karena Dodi adalah puncak mutlak yang hanya ada dalam legenda
01:44Kembali ke ruang yang dipenuhi kehidupan
01:47Setiap basang mata tertuju pada sioyan
01:50Yang tengah diselimuti energi pohon kuno bodhisattva
01:53Tatapan mereka dipenuhi panas iri
01:56Siapapun yang bisa datang ke tempat ini
01:59Pasti sudah mendengar tentang tiga harta karun bodhisattva
02:03Kultivasi yang dilakukan sioyan ini
02:06Tampak samar dan sulit diperahami
02:08Tapi potensi yang dikandungnya cukup untuk membuat siapapun kehilangan akal
02:13Di sisi Jiu Feng, ia tampak suram
02:16Dan bertanya-tanya
02:17Kenapa bisa orang ini mendapatkan keuntungan sebesar itu lebih dahulu?
02:23Ia tak bisa menahan rasa iri yang membakar dalam hatinya
02:26Lebih baik siapapun yang mendapatkannya
02:29Asal bukan sioyan
02:32Di sisi Hunyu pula
02:33Ia merasa gelisah
02:35Ia menyesal dalam hati dan berkata
02:37Andai saja aku tahu lebih awal
02:40Aku pasti sudah menghancurkan token Giyok spesial di luar
02:43Untuk memanggil para ahli klan
02:46Seandainya bukan karena kehadiran klan Gu
02:48Ia pasti sudah menyang sioyan segera setelah keluar dari gelombang binatang
02:53Namun
02:54Orang-orang Gu juga membawa token memanggil klan mereka
02:57Jika sampai bentrok di luar pohon
02:59Hasilnya hanya akan menguntungkan pihak ketiga
03:02Kini semua itu sudah terlambat
03:05Ruang ini adalah alam ciptaan
03:08Tidak ada riak spesial yang bisa dibuat di sini
03:11Apalagi memanggil bala bantuan
03:13Mata Hunyu pun menyipit
03:16Melirik sekilas ke Jiu Feng
03:17Dalam sekejap
03:19Keduanya saling bertatapan dan sama-sama menangkap sinyal dingin berbahaya dari mata satu sama lain
03:24Dagu mereka terangkuk halus
03:27Mereka membuat sebuah isyarat yang nyaris tak terlihat
03:32Tanpa disadari kelompok lain
03:34Keduanya bergerak bersamaan
03:36Berubah menjadi dua bayangan hitam yang melesat secepat kilat ke arah Shoyan
03:41Mereka mengumpulkan doji lalu menghentamkannya
03:45Mereka berusaha keras untuk membangunkan Shoyan secara paksa
03:50Di sisi Sun En yang melihatnya
03:52Ia langsung bereaksi dan berkata
03:54Hunyu berani sekali kau
03:56Api emas meledak dari jari-jarinya
03:59Berubah menjadi dua sidik jari emas yang menebas cepat ke arah Hunyu dan Jiu Feng
04:04Namun
04:05Keduanya mengabaikan serangan itu
04:07Telapak tangan mereka
04:09Mendarat di pohon kuno bodhisattva
04:11Suara teradam bergema
04:13Senyum belum sempat muncul di wajah Hunyu dan Jiu Feng
04:16Ketika mendadak kekuatan dasyat membalas dari tempat serangan mereka mendarat
04:21Tubuh mereka terpental seperti layangan putus
04:25Semua pertahanan doji runtuh
04:27Darah segar memancar dari mulut mereka
04:29Orang-orang yang hadir terjengang
04:32Karena mereka melihat dua ahli sekelas Hunyu dan Jiu Feng
04:36Justru dibukul balik dan sekejap oleh energi pohon kuno bodhisattva itu
04:42Di sisi Sun En yang menyaksikan itu
04:45Ia menatap tajung ke arah Shou Yan
04:47Lalu menghala nafas lega
04:49Saat melihatnya tetap terdiam
04:51Namun
04:52Pandangan matanya segera membeku sedingin es
04:54Api emas berkobar di matanya
04:57Saat menatap Hunyu dan Jiu Feng
04:59Di sisi para ahli dari Kan Hun dan suku Heaven Demon Ponik
05:04Buru-buru menarik kedua pemimpin mereka
05:06Wajah mereka penuh kewaspadaan
05:10Suasana mendidih
05:11Seolah perang besar bisa pecah kapan saja
05:14Di sisi Gu Jing Yang
05:16Ia menahan langkahnya
05:17Matanya menyapu tajam ke arah kelompok Hunyu
05:20Lantas ia berkata
05:22Sun Er jangan gegabah
05:24Ia tahu
05:25Bila perang pecah di sini
05:27Kerugian akan lebih besar daripada keuntungan
05:30Apalagi jika sampai membangunkan Shou Yan
05:34Atas peringatan itu
05:36Sun Er akhirnya mengangguk
05:38Menarik kembali tatapan dinginnya
05:40Lalu menatap kembali Shou Yan
05:42Yang tengah berkultivasi di dalam energi pohon kuno bodhisattva
05:47Di sisi Hunyu dan Jiu Feng
05:50Mereka menyekat darah di sudut mulut mereka
05:53Tatapan mereka tajam
05:55Mereka kini paham
05:57Perlindungan pohon kuno itu tak bisa ditembus
06:01Hunyu pun bergumam
06:04Sepertinya pohon ini melindunginya
06:06Keberuntungan macam apa yang dimiliki orang itu
06:10Mereka tahu
06:11Bahkan jika seluruh orang di sini menyerang bersama
06:14Tidak akan bisa merusak seholai daun pun dari pohon kuno bodhisattva
06:18Meski iri
06:20Mereka hanya bisa menelan kekalahan
06:22Suasana ruang menjadi berat
06:24Dua kubu saling mengawasi dengan waspada
06:29Kembali ke kelompok klanggu
06:31Gu Jingyang menoleh pada Sun Er
06:34Lantas ia berkata
06:35Sepertinya pohon ini memang memberi kesan baik pada Shoyan
06:39Anehnya hanya dia yang tidak jatuh ke dalam ilusi
06:43Mendengar itu Sun Er pun mengangguk
06:46Lantas ia berkata
06:47Aku sudah mencoba meropek ruang ini
06:51Tapi tak berhasil
06:53Sepertinya kita hanya bisa menunggu sampai Shoyan bangun
06:57Di sisi Chai Ling
06:59Ia menimpali dengan tenang
07:01Tak apa
07:02Energi di tempat ini sangat murni
07:04Cukup untuk menyehatkan tubuh
07:06Kita bisa menunggu sambil berlatih
07:09Tapi kita tetap harus waspada terhadap mereka
07:13Atas usulan Chai Lin
07:15Semua setuju
07:19Waktu pun mengalir tanpa terasa
07:21Sebulan penuh berlalu
07:23Shoyan tetap diam
07:25Auranya bahkan seolah lenyap
07:27Membuat hati kelompok Sun Er sempat goyah
07:30Meski mereka masih menahan diri agar tidak bertindak gegabah
07:34Namun
07:36Bagi sebagian orang
07:37Kesabaran itu tak bertahan lama
07:40Kegelisahan dan rasa tersebab
07:42Mulai meracuni hati mereka
07:44Bagaimanapun
07:45Tak ada yang rela menjadi tahanan ruang ini selamanya
07:48Tujuh hari kemudian
07:51Beberapa orang akhirnya hilang kendali
07:53Mata mereka memerah
07:55Tubuh mereka bergetar
07:56Menahan dorongan untuk menyerang pohon kuno bodhisattva
08:00Tepat saat itu
08:02Shoyan mulai bereaksi
08:04Tubuhnya bergetar pelan
08:06Kelopak mata yang tertutup selama sebulan penuh
08:09Pelahan terbuka
08:10Di hadapan tatapan terkejut semua orang
08:14Pada saat itu
08:15Seolah mereka melihat sorot mata seseorang
08:18Yang sudah berpengalaman luas
08:20Yang tampak seperti telah menyaksikan segala sesuatu di dunia
08:24Aura itu muncul begitu saja dari dalam jiwa
08:27Sesuatu yang mustahil untuk ditiru
08:30Di sisi Sun Er
08:32Ia menatap Shoyan yang baru saja membuka matanya dan berkata
08:36Shoyan gege
08:38Di sisi kelompok Hun Yu
08:40Mereka saling berpandangan
08:42Lantas Hun Yu berkata
08:44Mata orang ini
08:45Seakan bisa menembus jiwa orang lain
08:48Mereka merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya
08:51Yaitu
08:52Seolah jiwa mereka sendiri terbuka dan terbaca ketika Shoyan menatap mereka
08:58Perasaan itu menimbulkan ketidaknyamanan mendalam
09:01Seluruh tempat menjadi sunyi senyap
09:04Semua mata tertuju pada Shoyan
09:07Selama ini mereka hanya bisa membaca tentang mereka yang bisa berlatih di bawah pohon ini
09:13Dalam teks-teks kuno
09:14Mereka sama sekali tak tahu perubahan apa yang akan dialami seseorang setelah pelatihan tersebut
09:20Shoyan yang masih berada dalam masa kultivasi
09:23Ia tampak kehilangan arah di hadapan banyak pasang mata
09:27Selat matanya perlahan menyabut semua orang
09:30Lalu berhenti pada Sun Er dan rombongannya
09:33Shoyan pun perlahan berkata
09:36Sun
09:37Sun Er
09:39Suara seratnya terdengar tua
09:41Seolah keluar dari kedalaman waktu
09:43Semua orang yang mendengarnya tanpa sadar berubah ekspresi
09:47Nada itu sama sekali berbeda dari suara Shoyan yang mereka kenal
09:51Namun
09:52Tepat setelah suara tua itu terdengar
09:55Sorot mata yang tampak berpengalaman itu perlahan memudal
09:59Hingga pada akhirnya benar-benar lenyap
10:02Seperti kembali masuk jauh ke dalam jiwa Shoyan
10:05Tak lagi terdeteksi siapapun
10:07Setelah itu Shoyan pun mengangkat kepalanya
10:11Ia keluar dari kultivasinya dan menghampiri semua orang
10:15Sembari melangkah maju
10:17Shoyan meregangkan tubuhnya
10:19Lantas ia berkata
10:20Akhirnya aku kembali
10:22Tawanya yang cernih membuat kelompok Sun Er menghela nafas lega
10:27Untunglah suara itu kembali seperti semula
10:30Yaitu suara Shoyan yang mereka kenal
10:33Setelah merasa lega
10:35Sun Er dengan cepat melangkah maju
10:37Ia pun lantas bertanya
10:39Shoyan kau baik-baik saja
10:42Shoyan pun menjawabnya sembari tersenyum
10:45Aku baik-baik saja
10:47Sembari mengatakan itu
10:49Ia membelai rambut hitam halus Sun Er
10:51Sementara kilatan perasaan mendalam terlihat di matanya
10:55Di mata orang lain
10:56Ia mungkin hanya sebulan berada di dalam pohon itu
10:59Namun Shoyan tahu
11:01Jiwanya telah mengalami 100 kali reinkarnasi di dalam pohon kuno bodhisattva
11:06Andai pikirannya tidak cukup kuat
11:08Ia pasti akan tersesat di dalamnya
11:11Untungnya dia bisa kembali karena keteguhan hatinya
11:15Dalam waktu singkat
11:17Ia telah mengalami terlalu banyak kehidupan dan kematian
11:21Bahayanya tak kalah dengan menghadapi dosen sejati
11:25Di sisi Sun Er
11:27Ia tak menyingkir saat bertatapan dengan Shoyan
11:30Meski tak tahu apa yang dialaminya
11:32Ia yakin satu hal
11:34Latihan satu bulan itu tak sesenderhana yang terlihat
11:37Karena Shoyan tak mau menceritakannya lebih jauh
11:40Ia pun tak bertanya
11:43Kembali ke Shoyan
11:45Ia menoleh
11:46Menatap pohon kuno bodhisattva
11:48Sambil menanggukkan kedua tangannya dan berkata
11:51Terima kasih
11:53Atas ucapan Shoyan itu
11:55Pohon kuno bodhisattva
11:57Bergemersik berdesir
11:59Mengeluarkan suara gemersik yang membuat semua orang takjub
12:03Jelas pohon ini memiliki kejejasan
12:06Hanya saja enggan berurusan dengan mereka
12:08Di sisi Go Ching Yang yang masih tak percaya
12:12Ia pun bertanya dengan pelan
12:14Auramu
12:15Sepertinya tak bisa kurasakan
12:17Apakah kau sudah menembus kelas Benseng?
12:20Ia menyadari
12:22Tak bisa merasakan aura Shoyan sama sekali
12:24Sesuatu yang bahkan elit Benseng di klan pun tak pernah memberinya
12:29Shoyan lantas menjawab
12:31Tak semudah itu
12:33Ia tak berbohong
12:34Saat ini
12:35Ia belum menembus kelas Benseng
12:37Ia baru saja mencapai puncak perubahan ke sembilan Dozun
12:41Meski begitu
12:42Dalam satu bulan
12:44Ia telah meraih tingkat yang tak bisa dicapai orang lain
12:47Bahkan dalam satu dekade
12:48Atas jawaban itu
12:51Go Ching Yang hanya bisa tersenyum
12:53Saat ini
12:54Ia tak bisa memperkirakan
12:56Seberapa kuat Shoyan
12:58Setelah percakapannya dengan Go Ching Yang
13:00Shoyan lalu menoleh pada Hun Yu dan Jiufeng
13:04Di saat yang sama
13:06Mereka dengan sempotan mengeluarkan Doji saat merasakan tatapan itu
13:10Mata mereka berubah dingin
13:12Siap menyerang bila Shoyan bertindak
13:15Dengan wajah muram
13:17Jiufeng pun bergumam
13:19Bocah ini berubah jadi orang lain setelah berlatih di bawah pohon kuno bodhisattva
13:24Tak lama setelah situasi yang mencengkam itu
13:27Tiba-tiba
13:28Cahaya hijau zamrut dipancarkan dari pohon kuno bodhisattva
13:32Banyak titik cahaya hijau zamrut keluar
13:35Melayang di udara seperti bunga yang ditebar beri
13:39Semua orang pun terkejut
13:41Mereka berseru
13:42Benih bodhisattva
13:44Di sisi Shoyan
13:46Ia hanya tersenyum melihat itu
13:48Ia segera menggerakkan tangannya
13:51Dan seolah dipanggil titik-titik hijau itu
13:54Menghindari tangan-tangan yang mencoba merebutnya
13:56Lalu berkumpul di tangannya
13:58Setelah meraih benih-benih itu
14:01Shoyan menoleh pada pohon tua bodhisattva
14:04Lantas ia berkata
14:05Terima kasih atas hadiahmu
14:07Setelah itu
14:09Ia pun membagikan kepada kelompoknya
14:11Beserta klan Gu dan sekte bunga
14:14Mereka semua pun langsung meraihnya
14:16Lalu menangkukkan tangan
14:18Memberi salam hormat pada Shoyan
14:20Akan tetapi
14:21Di sisi kelompok Hunyu dan Jiu Feng
14:24Mereka menatap muram pada Shoyan
14:26Yang sedang membagikan benih bodhisattva
14:28Cahaya merah berkilat dari mata mereka
14:31Jiu Feng akhirnya tak bisa menahan amrahnya
14:34Ia lantas berseru
14:36Blengsek
14:37Kau minta mati?
14:40Nah setelah seruan itu
14:42Apakah yang akan terjadi?
14:44Akankah terjadi perang besar disana?
14:48Nantikan kelanjutannya
14:49Di pembahasan dari
14:50Battlethrough Defense Season 5
14:52Episode 169 yang akan datang
14:54Thanks for watching
14:55See you next time
Comments