Dari tidak dikenali, sehingga karyanya berjaya menembusi hati peminat Malaysia, Fadhilah Intan melalui perjalanan yang tidak semudah yang disangka.
Menerusi Confession Bilik Gelap, penyanyi dari Indonesia itu berkongsi tentang perbezaan layanan yang diterima ketika namanya masih belum dikenali, sehinggalah lagu Dawai membuka ruang untuk dirinya lebih dekat dengan peminat. Sebuah perjalanan yang memperlihatkan bagaimana sebuah karya mampu merentasi sempadan dan membawa nama seorang anak seni ke lebih ramai pendengar.
Jika anda berminat untuk menaja podcast kami atau mahu berkolaborasi, sila hantarkan email ke hello@syok.my atau WhatsApp ke 012-2494632.
#ConfessionBilikGelap #FadhilahIntan #Dawai #PerjalananSeni #IndustriSeni #KisahBenar #SYOKPodcast
Menerusi Confession Bilik Gelap, penyanyi dari Indonesia itu berkongsi tentang perbezaan layanan yang diterima ketika namanya masih belum dikenali, sehinggalah lagu Dawai membuka ruang untuk dirinya lebih dekat dengan peminat. Sebuah perjalanan yang memperlihatkan bagaimana sebuah karya mampu merentasi sempadan dan membawa nama seorang anak seni ke lebih ramai pendengar.
Jika anda berminat untuk menaja podcast kami atau mahu berkolaborasi, sila hantarkan email ke hello@syok.my atau WhatsApp ke 012-2494632.
#ConfessionBilikGelap #FadhilahIntan #Dawai #PerjalananSeni #IndustriSeni #KisahBenar #SYOKPodcast
Category
✨
PeopleTranscript
00:00Cukup drastis sih perbedaannya gitu, karena dulu tuh masih inget banget sebelum dawai,
00:06Fadila itu nyanyi di event, itu tamunya tuh pulang, jadi dia gak dengerin sampe aku selesai nyanyi.
00:14Aku masih inget banget tuh aku di panggung nangis, keluar air mata,
00:18terus aku cuman ditonton sama orang catering, orang yang bikin makan itu,
00:23karena semua tamunya pulang.
00:25Terus kayak pernah juga aku nyanyi, tapi orang gak dengerin.
00:32Jadi aku ditaruh di rundown paling siang supaya kayak gak ada yang nonton, kayak gitu.
00:37Jadi itu maksudnya sering banget sih kayak gitu.
00:39Tapi setelah dawai, alhamdulillah, lumayan berubah, semua berubah, jadi kayak orang tau aku.
00:45Kayak itu tadi sih.
00:47You kena nyanyi yang soothing je, you jangan jiri-jiri dah.
00:51Dia harus create mood, bukan harus ikut mood.
00:54Kalau ada yang rasa macam nak bercinta, bukan di sini lah saya kata.
01:05Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:07Anda kembali bersama saya, Sudirman Muhammad Tahir dalam syok podcast Confession Bilik Gelap.
01:11Minggu ini cukup istimewa, keren sekali lagi saya ditemani seorang penyanyi dari seberang.
01:17Kalau dulu kita bersama dengan Rosa, kita ada Reza Rahadian, Fedy Nuril.
01:21Dan kali ini, saya bersama dengan penyanyi yang cukup popular dengan lagunya Dawai.
01:27Pada 2023, kalau saya tak silap.
01:29Kemudian tahun lepas, beliau ada satu lagu duet bersama dengan Aina Abdul, Arah Cinta Sejati.
01:36Dan tahun ini, beliau muncul dengan sebuah lagi lagu duet dengan penyanyi Dennis Sufian.
01:41Ini dia siapa tak kenal penyanyi Dawai kita.
01:44Fadila Intan.
01:45Yeay, hallo.
01:47Apa khabar?
01:48Baik, Alhamdulillah.
01:49Jauh kemarinnya.
01:50Hmm, dekatlah Indonesia, Malaysia.
01:52Dua jam ajar.
01:54Dua jam.
01:54Iya, betul.
01:55Fadila, kalau tahun kemarinnya dengan Aina Abdul kan?
01:58Iya.
01:58Itu lagu kamu yang dirakamkan untuk versi duet.
02:03Betul.
02:03Dan sambutannya sangat hebat untuk di Malaysia kan?
02:07Berbiasa sekali.
02:08Dan kali ini, kamu hadir dengan sebuah lagi lagu duet baru.
02:11Baru.
02:12Berjudul?
02:13Simpul.
02:14Simpul.
02:14Dan lagu ini juga first time akhirnya Fadila punya love song.
02:18Karena sebelum-sebelumnya lagu sedih terus.
02:21Lagu patah hati.
02:21Iya, jadi ini spesial sekali sih.
02:23Kenapa bercakap pasal simpul ini?
02:27Kenapa memilih Dennis Sufian sekali lagi penyanyi Malaysia?
02:31Jadi sebenarnya emang Fadila itu udah lama banget ingin punya lagu happy.
02:35Karena selama ini selalu dapat kerjaannya itu lagu sedih, lagu sedih, lagu sedih.
02:38Terus selama-lama aku agak bosan buat bawain lagu sedih.
02:41Terus aku pingin punya lagu yang happy.
02:44Terus ada lagu ini simpul.
02:46Terus aku sama Dennis itu emang pernah ketemu di tahun 2023.
02:49Tapi kita cuma ketemu di salah satu acara fashion show di KL.
02:53Tapi kita nggak ngobrol.
02:54Cuma ketemu terus kayak hello gitu dong.
02:56Terus foto terus udah selesai.
02:57Terus tahun depannya kita ketemu lagi untuk bikin cover.
03:01Oke.
03:01Waktu itu kita bikin covernya, kita tuh kurang lagu.
03:04Jadi kita nyanyiin lagu kita masing-masing tapi dibikin duet.
03:07Eh ternyata viewersnya lumayan banyak di social media.
03:10Dan akhirnya waktu aku dapet lagu happy itu, kenapa nggak bikin sama Dennis aja?
03:15Karena orang-orang bilang suara kita kayak match gitu.
03:19Oke.
03:19Akhirnya aku kontak Dennis, terus dia juga mau dan kita bikin dan akhirnya rilislah simpul gitu.
03:26Pencipta lagunya sama dengan yang sebelum-sebelum ini?
03:29Mas Hendro juga?
03:30Betul.
03:31Jadi lagu ini diciptakan oleh Kak Hendro yang menulis dawai juga.
03:34Dan menulis arah cinta sejati juga yang sama Kak Aina.
03:37Jadi memang beliau sangat spesial sekali.
03:40Dan spesial juga lagu ini bisa aku bawain dengan penyanyi Malaysia lagi.
03:44Iya.
03:44Tapi itulah uniknya apabila kolaborasi kamu juga dengan penyanyi Malaysia kan?
03:51Padilah sering, orang bilang sering ya.
03:54Udah dua kali langsung macam sangat dekat dengan Malaysia itu.
03:59Alhamdulillah.
04:00Iya dan nggak tahu kenapa dapet rezekinya tuh selalu duetnya sama penyanyi Malaysia.
04:04Sebenarnya sebelum Danish, itu aku juga ada rencana untuk duet sama penyanyi Indonesia.
04:09Tapi selalu belum gol, belum dapat rezeki, belum gol gitu.
04:12Tapi begitu sama penyanyi Malaysia selalu kayak, oke jalan-jalan-jalan kayak dikasih rezeki gitu.
04:17Jadi happy sih.
04:18Saya ada baca kan artikel-artikel kamu.
04:21Betul kamu sangat populer di Malaysia.
04:24Nggak tahu.
04:25Mungkin disebabkan lagu Dawai itu.
04:28Langsung nama kamu booming di Malaysia kan?
04:31Langsung ditambah duet kamu dengan Aina.
04:33Kemudian ini ada Dini Sufian juga.
04:35Jadinya kalau dibilang kamu itu lebih populer di Malaysia daripada di sana gimana?
04:41Aku agak setuju juga sih.
04:43Soalnya emang kalau di sini tuh, nggak tahu kenapa ya.
04:48Mungkin aku merasanya tuh emang kayak orang-orang lebih tahu aku gitu.
04:51Oh lebih diterima.
04:53Iya betul.
04:53Kalau di Indonesia juga sebenarnya iya.
04:55Tapi mungkin karena di Indonesia juga banyak sekali penyanyi juga kan?
04:59Jadi ya begitulah.
05:01Peminatnya di sini sangat menyambut baik kamu kan?
05:06Dengan sambutan-sambutan yang kamu terima itu gimana Fadila?
05:11Seneng banget sih.
05:12Seneng banget.
05:12Terus Alhamdulillah nanti bulan depan aku juga ada rilis lagu baru juga untuk soundtrack film Malaysia juga.
05:19Jadi aku seneng banget kayak selalu dapat rezeki di sini gitu.
05:22Jadi Alhamdulillah Malaysia selalu baik sama aku.
05:25Kayaknya harus pindah ke Malaysia ya?
05:27Atau harus cari orang Malaysia ya?
05:30Apanya?
05:30Jadi temannya harus cari orang Malaysia.
05:33Banyak teman saya.
05:35Fadila, tadi kamu bilang kerjasama kalau ada pengen kerjasama dengan artis di Indonesia.
05:43Tapi mungkin belum rezekinya kan?
05:46Belum rezekinya ataupun mungkin, minta maaf kalau saya cakap, mungkin mereka reject untuk bekerjasama dengan Fadila.
05:53Pernah juga.
05:54Oh iya?
05:55Maksudnya aku ada di titik sekarang, itu juga pasti melalui banyak sekali penolakan.
06:01Reject juga yang dulu mungkin sebelum ada lagu dawah ya apalagi.
06:05Jadi mungkin orang belum tahu Fadila itu siapa.
06:07Siapa Fadila? Siapa kan?
06:08Dan itu aku juga tetap menormalisasi.
06:10Maksudnya itu gak apa-apa juga karena mungkin mereka juga belum melihat value itu di aku.
06:14Jadi memang untuk sampai di titik ini bisa duet sama banyak teman-teman dari Malaysia itu sebuah perjuangan yang sangat
06:21panjang gitu.
06:22Karena banyak juga orang-orang yang mungkin dulu menilai,
06:26Oh Fadila itu cuma penyanyi cover.
06:28Dia itu gak punya lagu sendiri.
06:29Cuma bisa nyanyiin lagu orang.
06:32Tapi setelah dawah pun dan dawah pun sudah hit pun juga orang bilang,
06:35Iya lagu dia yang hit cuma dawah.
06:36Jadi kayak di setiap stage menurut aku itu pasti tetap ada hate.
06:40Akan ada kritikan kita.
06:41Ya gitu.
06:42Jadi rasanya macam mana Fadila?
06:44Bila iyalah orang macam, oh dia penyanyi cover saja.
06:47Dia tak ada lagu pun.
06:49Lagu dia satu saja yang popular.
06:50Rasanya bagaimana?
06:52Yalah penerimaan-penerimaan.
06:53Ataupun cakap-cakap sebegitu kan.
06:56Dulu macam kaget.
06:57Dulu kaget.
06:58Tapi semakin lama semakin terbiasa.
07:02Dan semakin lama itu semakin ya aku mau lanjut di karir ini atau enggak itu tergantung aku sendiri.
07:08Mau aku berhenti atau aku jalan gitu.
07:11Tapi pernah terdekati rasa sedih bila sambutannya di contoh,
07:16Sorry saya cakap di negara sendiri itu peminatnya tidak menyambut kamu.
07:20Iya pernah lah.
07:21Pernah dong.
07:22Bahkan karena mungkin dulu aku start memang dari penyanyi cover.
07:26Itu orang tuh tau suara aku tapi enggak tau siapa Fadila itu yang mana gitu.
07:30Jadi bahkan setelah lagu Dawai pun udah banyak yang nonton dan banyak yang dengar.
07:34Mereka baru tau, oh ini penyanyi aslinya.
07:37Saya kira penyanyi aslinya itu yang ini.
07:39Jadi orang enggak tau aku.
07:40Tapi aku juga enggak apa-apa.
07:41Mungkin itu proses di mana kita mungkin naik pelan-pelan.
07:44Iya saya kira kalau di Malaysia pun ada juga situasi sama kan berlaku kepada penyanyi-penyanyi kita.
07:49Tetapi yang penting mungkin perjuangannya adalah karya itu.
07:54Betul?
07:54Iya betul.
07:56Cuman ya memang susah sih.
07:57Dan berkali-kali juga hampir menyerah.
08:00Dan kemarin pun juga aku sempat banyak masalah yang ada di hidup aku yang mengharuskan.
08:06Akhirnya aku sempat vakum selama dua bulan kemarin.
08:08Dan ini baru aku muncul kembali dan langsung ke Malaysia.
08:12Sebelum itu aku sempat berhenti karena memang bagi banyak banget masalah kemarin.
08:16Jadi aku take a break sebentar.
08:18Terus sekarang aku baru memulai lagi gitu.
08:22Fadilah dengan iyalah kita tahu munculnya kamu semula dengan lagu Simple ini.
08:28Adakah bagi mengubat?
08:31Iyalah sebab orang ini saya tak tahu ya.
08:33Logika orang dia selalu kata kalau kita sering menyanyikan lagu-lagu yang patah hati-patah hati.
08:38Lama-lama mungkin hidup kita akan rasa macam patah hati saja kan.
08:43Patahnya kayak gitu.
08:43Tapi kayaknya kalau aku kayaknya antara setuju dan tidak gitu.
08:48Karena emang mungkin iya.
08:51Tapi aku tuh lebih berpikir kalau nyanyi itu profesional saja.
08:54Jadi waktu aku nyanyi aku mencoba untuk mendalami lagu itu.
08:57Tapi di luar itu ya sudah itu cuma lagu gitu.
09:00Jadi aku agak gak percaya.
09:03Bermasuk lagu-lagu patah hati kamu tidak relate dengan kehidupan kamu ketika itu tidak?
09:07Oh relate juga sih.
09:08Relate juga sih sebenarnya.
09:10Cuma aku gak berpikir kalau itu sebagai manifesting gitu.
09:14Jadi kalau misalnya setelah ini aku masih dapat proyek lagu sedih lagi.
09:18Aku masih tetap mau gitu.
09:19Untuk lagu simple ini.
09:23Lagunya yang happy.
09:25Kan penyatuan dua.
09:27Penyatuan cinta kan.
09:28Adakah di fasa itu juga Fadila maksudnya memanifestasinya sebegitu?
09:34Sejujurnya untuk di real life enggak sih sebenarnya.
09:38Di real life enggak.
09:38Cuma aku juga manifesting semoga mungkin suatu hari nanti aku juga bisa.
09:42Melalui di fasa itu.
09:44Iya di fasa itu juga gitu.
09:45Karena sebagai perempuan pasti juga pingin kan ada di stage itu gitu.
09:49Tapi kan kita sebagai manusia cuma bisa berdoa doang gitu kan.
09:52Dan dengan adanya lagu simple ini aku juga berharap teman-teman juga merasakan hal yang sama juga.
09:58Mungkin yang teman-teman masih single mungkin dengan mendengarkan lagu simple itu bisa menemukan ujung simpulnya.
10:05Bermunga-munga hatinya.
10:07Iya betul.
10:08Bagaimana proyeknya dengan Danish maksud saya kerjasamanya.
10:12Bagaimana kemistrinya.
10:14Kalau mungkin dulu lagu masing-masing kan yang kamu duet kan.
10:19Tetapi ini sebuah lagu baru.
10:21Bagaimana dia punya kemistri.
10:24Jujur senang banget sih kerjasama sama Kak Danish.
10:26Karena orangnya menurut aku sangat bisa diajak ngobrol.
10:31Terus habis itu kita juga punya satu selera musik yang sama.
10:35Dan musik kita sama.
10:36Dan kita sama-sama perfeksionis gitu.
10:38Jadi kadang kalau misalnya kita duet.
10:40Terus aku merasa ini udah bagus.
10:41Tapi dia merasa belum kan gak enak kan.
10:44Tapi kita tuh merasa misalnya aku bilang ini kayaknya belum bagus deh.
10:47Tapi dia juga setuju.
10:48Iya belum bagus kita ulang ya gitu.
10:49Terus bukan yang misalnya aku bilang.
10:51Kak ini menurut aku belum bagus nih.
10:54Terus dia bilang udah kok udah bagus.
10:55Gak kayak gitu.
10:56Jadi kita tuh selalu satu suara alhamdulillah.
10:58Jadi kita selalu satu pendapat juga.
11:03Dan alhamdulillah tim aku dengan timnya Kak Danish juga klop juga untuk.
11:08Kolaborasi ini.
11:08Iya kolaborasinya.
11:10Jadi happy lah bisa nyanyi sama-sama.
11:12Tapi masih mengekalkan komposer yang sama.
11:15Kenapa Fadila?
11:16Sebenernya karena emang lagu-lagu yang Kak Andrew tulus tuh emang bagus-bagus gitu sih.
11:21Terus yang kedua.
11:23Ini lagu ini, lagu simpul ini menurut aku masih Fadila Intan tapi fresh gitu.
11:28Jadi gak jauh-jauh dari dawai, gak jauh dari arah cinta sejati.
11:32Jadi menurut aku koridornya masih sama cuman ini little bit fresh gitu.
11:37Atau mungkin, sorry kalau saya tanya, atau mungkin komposer di sana itu tak nak bekerja dengan kamu.
11:45Ataupun tak nak bagi lagu dengan kamu.
11:46Ataupun mungkin kamu ada.
11:48Enggak sih.
11:48Atau mungkin sebelum ini kamu pernah minta lagu tapi mereka reject kamu.
11:52Sebenernya kebetulan lagu-lagu Kak Andrew yang pas terakhir kemarin tuh emang yang bagus-bagus.
11:57Jadi maksudnya kayak dia setiap dia kirim lagu aku selalu, aku mau, aku mau.
12:00Selalu kayak gitu.
12:02Jadi bukan cuman Kak Andrew aja sih.
12:05Sebenernya banyak pencipta lain juga yang kasih lagu ke Fadila.
12:08Tapi kadang karena mungkin itu terlalu jauh dari lagu sebelumnya kayak aku belum nerima deh gitu.
12:12Jadi kadang memang banyak yang kirim tapi kalau aku merasa itu bukan aku, aku kadang gak mau, gak ambil gitu.
12:20Tapi kalau rejection, dulu aku juga sering di reject juga.
12:24Sebelum jauh, sebelum dawai sih ya.
12:27Alasan mereka apa Fadila?
12:28Mungkin karena aku belum keimas.
12:29Sebagus ini.
12:30Aduh terima kasih.
12:31Kalau dulu tuh udah dijanjiin, udah take demo juga, katanya mau rilis.
12:35Tiba-tiba di rilis sama penyanyi lain kayak gitu.
12:38Dan itu sering juga terjadi tapi ya mungkin itu bagian dari proses lah.
12:42Nyanyi tapi untuk orang lain.
12:44Jadi ternyata dia ambil demo aku aja.
12:47Oh, dijadikan suara kamu sebagai demo saja.
12:50Apa nama, selepas lagu dawai itu booming kan, mungkin situasinya berbeza apabila mungkin ramai cari kamu ke macam mana Fadila?
13:00Iya.
13:01Cukup drastis sih perbedaan gitu.
13:04Karena dulu tuh masih inget banget sebelum dawai, Fadila itu nyanyi di event, itu tamunya tuh pulang.
13:12Jadi dia nggak dengerin sampai aku selesai nyanyi.
13:15Aku masih inget banget tuh aku di panggung nangis, keluar air mata.
13:19Terus aku cuma ditonton sama orang catering, orang yang bikin makan itu.
13:24Karena semua tamunya pulang.
13:26Terus kayak pernah juga aku nyanyi, tapi orang nggak dengerin.
13:33Jadi aku ditaruh di rundown paling siang supaya kayak nggak ada yang nonton.
13:38Kayak gitu.
13:39Jadi itu maksudnya sering banget sih kayak gitu.
13:41Tapi setelah dawai, Alhamdulillah, lumayan berubah.
13:43Semua berubah.
13:44Jadi kayak orang tahu aku, kayak gitu tadi.
13:48Yang dulu buang kamu, datang cari setelah dawai.
13:52Ada sih.
13:53Ya pasti begitu kan.
13:55Dia punya senario dia.
13:56So lepas melihat kejayaan yang mungkin daripada lagu kamu bukan hanya di negara kamu, tapi juga di Malaysia.
14:03Alhamdulillah.
14:04Sebab bila kita melihat ini satu kejayaan sebab susah sebenarnya kan.
14:10Penyanyi baru itu nak tembus di pasaran luar negara.
14:13Iya, betul-betul.
14:14Aku juga merasa gitu sih.
14:16Makanya waktu aku release lagu Simple ini sama Kak Danish, itu tuh menurut aku ini salah satu lagu aku yang
14:22viewersnya tercepat, tapi lagu aku sendiri.
14:24Jadi biasanya kalau aku bikin cover, itu cepat Kak viewersnya.
14:29Cuman kalau begitu aku keluarin lagu single sendiri, susah sekali untuk kenalin ke orang kalau ini lagu aku yang baru
14:35gitu.
14:35Di belakang dawai ya gitu.
14:37Betul.
14:38Terus begitu aku duet sama Kak Danish itu, ini baru mau tiga bulan tapi sudah 1,2 juta viewers di
14:44YouTube.
14:44Jadi itu angka yang lumayan besar untuk kita berdua gitu.
14:47Betul.
14:47Jadi kita sangat-sangat senang sih.
14:49Ya lah mungkin rezekinya di situ kan Fadila.
14:51Ya.
14:51Mungkin di rezeki kamu ya di sini, gak apa-apa di sana tapi di sini gitu.
14:55Ya.
14:56Itu yang mungkin lebih, mungkin sedikit sebanyak mengubat kesedihan, kekecewaan kamu kan.
15:05Betul.
15:06Jadinya untuk ke depan-ke depan ini akan ada lagi perancangan ataupun projek-projek yang terbayangkan di fikiran nak berduet
15:14dengan siapa pula artis Malaysianya.
15:16Iya, jadi alhamdulillah ya nantinya aku akan, tadi yang aku cerita aku akan rilis single sendiri untuk film Malaysia.
15:24Dan di film itu juga ada satu lagu lagi yang aku juga akan duet sama penyanyi Malaysia juga, laki-laki.
15:30Tapi aku belum bisa spill di sini.
15:31Betul.
15:31Karena belum rekaman.
15:32Tau-tau tiba-tiba gak jadi kan malu ya dong ngomong.
15:36Jadi itu sih.
15:37Jadi ada dua lagu lagi yang akan Fadila rilis di tahun ini.
15:41Mungkin di dalam waktu dekat.
15:43Jadi nanti kalau filmnya udah tayang nanti nonton ya.
15:46Fadilah bila kita bercakap soal kerjaya kamu kan.
15:50Kita tahu macam yang kamu kongsikan tadi.
15:53Tidak mudah untuk berada pada titik hari ini.
15:56Kamu perlu melarui fasa-fasa yang orang reject, orang tak kenal, orang tak nak dengar dan sebagainya.
16:02Tetapi tidak mematahkan kamu untuk meneruskan kerja.
16:06Walaupun ya sudah pernah untuk merasa give up dan sebagainya kan.
16:10Tetapi apa satu perkara yang menguatkan kamu untuk meneruskan kerjaya ini Fadila?
16:18Sebenarnya yang pertama karena aku sudah terlalu jauh.
16:22Perjalanan aku sudah terlalu jauh dari dulu.
16:24Jadi kalau aku tiba-tiba berhenti kayaknya gak fair gitu menurut aku.
16:28Terus yang kedua kayaknya sudah terlalu banyak yang aku korbankan di hidup aku untuk di karir aku nyanyi ini.
16:33Yang ketiga my family and my parents karena mereka yang selalu support aku dari aku gak punya karir sampai sekarang.
16:40Dan bahkan di saat aku berhenti pun mereka lah yang narik aku buat kayak ayo harus tetap jalan gitu.
16:46Apa yang di kamu telah korbankan Fadila?
16:49Banyak banget sih kayak aku kan gak ada label.
16:52Maksudnya aku bukan dari penyanyi label besar.
16:54Kamu independen saat?
16:54Ya independen sekarang.
16:55Dan itu susah banget kan kak untuk kayak bisa promo di Radio Dawah itu waktu aku awal rilis itu ditolak
17:01loh di Radio Indonesia.
17:02Gak mau mereka play.
17:03Gak semua sih.
17:04Cuman beberapa tuh bilang lagu ini terlalu berat.
17:07Gak cocok ini gak ada yang suka takutnya kayak gitu.
17:09Jadi mereka gak play.
17:11Tapi setelah booming baru mereka play gitu.
17:13Maksudnya jadi aku sangat berjuang sekali untuk bisa mengenalkan lagu-lagu aku.
17:18Iya betul.
17:19Jadi kalau tiba-tiba aku berhenti dan mundur kayaknya usaha aku yang sejauh itu tuh sia-sia gitu.
17:25Karena aku ada di titik ini bukan karena gimmick, bukan karena gossip.
17:29Dan aku gak punya nilai plus itu.
17:31Jadi kadang kalau penyanyi tapi dia punya kehidupan yang menarik itu.
17:35Pasti lebih.
17:36Iya pasti dia bakal lebih disorot.
17:37Atau mungkin dia punya gossip apa itu kayak gampang banget masuk infotainment.
17:40Sedangkan aku tuh tau, aku sadar kalau aku gak punya kemampuan untuk itu.
17:44Untuk bikin gimmick atau apapun.
17:46Jadi aku bener-bener pure karena aku suka nyanyi aja gitu.
17:49Jadi kalau misalnya tiba-tiba aku berhenti.
17:51Kayaknya terlalu banyak yang aku korbankan di sana gitu.
17:56Iya lah perjuangan uang ringgit.
17:58Eh so, duitnya lagi kan.
18:00Iya betul.
18:01Kamu buat lagu itu harus keluar.
18:03Iya.
18:04Costnya sendiri kan.
18:06Tidak ada label.
18:07Mau promo juga kan.
18:07Mau promo terus mau.
18:09Jadi kalau kita udah keluar lagu, gak mungkin kita biarin gitu aja kan lagunya.
18:12Pasti kita juga pengen promo juga.
18:14Pengen apa ya, pengen bikin showcase.
18:16Dan kebetulan tahun ini udah dua kali aku bikin konser di, satu di Jakarta, satu di Surabaya gitu.
18:22Itu pun juga pasti cost juga kan.
18:24Jadi kalau tiba-tiba aku berhenti.
18:27Sia-sia?
18:27Iya, sia-sia sih.
18:29Cuman kalau jalan juga kadang mikir, masih ada harapan gak ya ke depannya gitu kan.
18:34Tapi kamu sudah tau formulanya gimana-gimana kan?
18:37Sedikit banyak tau, tapi kadang di saat kita ngelakuin formula itu juga kok gak naik ya?
18:42Kadang kita gak tau kan Kak.
18:42Tidak boleh jangka.
18:43Iya, lagu mana yang naik gitu.
18:45Jadi orang tanya, kok bisa dawai waktu itu naik?
18:48Aku juga kadang gak bisa jawab.
18:49Kok bisa ya?
18:50Bahkan aku juga do the same formula untuk lagu-lagu setelah dawai juga belum ada yang bisa sehit dawai kan.
18:56Jadi kalau aku ditanya, aku pun juga gak tau gitu.
18:59Sehingga sekarang iyalah dawai itu masih mendapat permintaan yang tinggi kan?
19:03Iya, jadi kadang kalau aku disuruh nyanyi dawai itu, aku yang sungkan sendiri gitu.
19:06Sungkan itu gimana ya?
19:07Aku yang kayak, aduh orang masih mau gak ya dengar aku nyanyi dawai apa mereka udah bosan gitu.
19:12Kadang aku insecure juga gitu.
19:13Aku gak punya lagu lain yang orang hafal kayak dawai gitu.
19:17Padahal, sorry kalau saya bertanya kan, ketika di awal-awal itu pernah show-nya tidak dibayar?
19:23Aduh, pernah.
19:24Pernah juga dipotong juga pernah.
19:26Ditipu semua?
19:27Iya, terus.
19:28Tapi itu ya udah biasa sih.
19:30Terus kayak, udah sering juga sih kayak gitu.
19:32Tapi dulu ya.
19:34Dulu.
19:35Karena aku mikir kayak, gak apa-apa lah demi karir aku, gak apa-apa demi karir aku gitu.
19:38Tapi kalau sekarang ya enggak alhamdulillah.
19:40Ya harus.
19:41Miliaran ya sekarang?
19:42Aduh, amin.
19:43Kita aminkan nih guys.
19:44Amin, kita aminkan.
19:45Satu lagu satu miliar, wow.
19:46Oh, amin.
19:47Kaya.
19:48Amin.
19:50Tapi begitulah mungkin, kamu bersedia dengan, ataupun ini adalah perkara-perkara yang kamu hadapi,
19:58yang kamu rasa macam, oh ini adalah pelajaran terbesar untuk seorang Fadila Intan.
20:03Pasti?
20:03Iya sih, banyak sih Kak.
20:05Kadang sebagai manusia juga bisa salah juga.
20:07Jadi di karir bernyanyi aku ini, gak cuma nyanyi aja, tapi aku juga belajar untuk bisa berkomunikasi dengan baik.
20:13Bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
20:15Kalau aku salah, aku say sorry.
20:17Kalau misalnya ada masalah, dicoba diselesaikan dengan baik.
20:20Terus kayak mencoba untuk move on, mencoba untuk memaafkan diri sendiri.
20:24Jadi menurut aku banyak sekali pelajaran yang bisa aku dapatkan di karir aku ini gitu.
20:29Yalah, apatah lagi kalau di sana itu, kamu harus bersaing dengan terlalu ramai penyanyi.
20:35Iya, dan di Indonesia kan penyanyinya banyak banget.
20:38Ajang-perta, ajang nyanyiannya juga udah banyak kan.
20:42Jadi mereka sekali graduate, langsung ngeluhari single-single semua gitu.
20:47Dan aku juga gak boleh marah atau gak boleh kayak, eh gak enak di Indonesia terlalu banyak penyanyi, gak bisa
20:51gitu.
20:51Karena itu memang negara aku gitu.
20:53Jadi mau gak mau, gimana caranya buat tetap bisa bertahan.
20:57Cari peluang-peluang lain.
20:58Ya, cari peluang-peluang lain.
21:00Terus gimana cara bikin orang bisa tetap ingat sama Fadilai.
21:05Betul.
21:06Dan untungnya mungkin rezeki kamu di sini kan.
21:10Diterima pendengar di Malaysia kan.
21:14Yalah, maksudnya setiap tahun itu akan ada saja karya-karya kamu yang melekat di hati peminat-peminat di Malaysia.
21:21Yalah, kalau kita nak kira pun berapa ramai penyanyi dari Indonesia mungkin yang diterima lagu-lagunya di sini kan.
21:29Dan kamu salah satu yang saya kira antara penyanyi baru yang berjaya tembus di pasaran Malaysia.
21:36Ini apatah lagi diterima oleh masyarakat Malaysia kan.
21:39Dengan lagu yang saya kira kalau kita cakap, oh penyanyi dawai kenal kan.
21:46Dan lagu-lagu kamu itu juga menjadi antara lagu popular yang dinyanyikan oleh peserta-peserta pertandingan di sini.
21:56Ya, itu juga pleasure sih buat aku.
21:59Karena aku juga dulu lomba-lomba juga.
22:02Maksudnya juga competition-competition juga.
22:04Jadi tahu rasanya.
22:07Jadi waktu itu aku masih ingat banget, aku pernah ikut lomba di Amerika.
22:11Aku udah sampai sana, tapi ternyata aku kalah.
22:14Di tahun 2023 itu.
22:15Aku pulang, nangis banget.
22:18Eh tahun depannya ada yang nyanyi, ada yang lomba juga di Amerika.
22:22Terus bawain lagu dawai.
22:23Itu kan kayak Masya Allah itu rezeki yang kayak...
22:25Oh, kamu tidak disangkir lagu kamu tembus.
22:27Iya, kan kayak awat.
22:29Kayak Allah itu kayak baik sekali gitu.
22:32Begitu ya.
22:33Selain daripada lagu simpul ini, kan.
22:37Kamu sesuatu, macam tadi kamu bilang, masih Fadila Intan tetapi versi yang fresh.
22:45Iya, betul.
22:46Kan.
22:47Ideanya macam mana dapat tuh?
22:48Nah, sebenarnya ideanya aku nggak request.
22:52Cuma aku bilang sama Kak Hendro, Kak.
22:53Aku pingin banget punya lagu happy yang bisa dinyanyiin di wedding.
22:56Yang bisa dijadikan background soundtracks untuk video pre-wet atau momen-momen bahagialah gitu.
23:03Karena selama ini lagu aku selalu buat momen-momen sedih kan.
23:05Terus jadilah lagu simpul.
23:07Jadi lagunya menceritakan tentang sebuah ikatan.
23:11Jadi sejauh apa jarak yang memisahkan kalau memang sudah terikat, ya akan satu setia selamanya.
23:16So itu ideanya, ya.
23:18Yes, betul.
23:19Dan yelah kalau kita tengok di social media pun, dah banyak orang gunakan background, kan.
23:25Alhamdulillah, senang banget.
23:26Untuk video-video perkahwinan mereka lah, percintaan mereka lah, kan.
23:31Ya, betul.
23:32Sesuatu yang saya kira, ya sebab dunia digital hari ini memang perlukan itu kan, Fadila.
23:38Ya, betul.
23:38Sebab bukan hanya, yelah lagunya di radio dan sebagainya, tapi social media hari ini memainkan peranan yang cukup besar juga
23:47untuk penyanyi.
23:49Betul.
23:49Untuk lagu mereka diterima dengan baik, kan.
23:51Tapi karena banyak social media sudah sebagus, itu akhirnya saingannya juga banyak.
23:57Maksudnya banyak penyanyi juga yang rilis.
23:59Dengan berjuang dengan lagu masing-masing, gitu.
24:02Banyak yang cover kan lagu ini?
24:04Ya.
24:06Harusnya jadi, sebagai penyanyi asal itu, bangga, kan.
24:11Bangga, apalagi dulu kan aku juga suka cover, kan.
24:13Betul.
24:14Jadi begitu lagu aku di cover sama penyanyi yang lain, aku kayak, oh gini ya rasanya, gitu.
24:18Happy.
24:19Sambutan-sambutan peminat macam mana sekarang, Fadila, maksudnya?
24:22Yelah, mungkin yang dulu tak kenal kamu.
24:24Sekarang hari ini, of course, saya rasa di DM kamu itu terlalu banyak ya, message-m message ya.
24:31Alhamdulillah, senang sekali.
24:32Terus juga, dengan adanya lagu simpul ini, mereka juga happy, gitu.
24:36Mereka tulis gini, akhirnya aku bisa mendengarkan suara Fadila Intan versi bahagia, gitu.
24:41Karena selama ini kayak selalu sedih, gitu kan.
24:44Melo saja.
24:45Iya, jadi kayak mereka juga happy.
24:47Terus, aku juga sering banget dapat DM kayak, Fadila izinnya lagunya untuk invitation, digital invitation untuk wedding.
24:54Itu kan kita happy ya, kita bisa meramaikan momen wedding mereka, gitu.
24:58Hmm, versi-versi gembira yang diraihkan bersama dengan peminat.
25:04Iya, betul.
25:05Fadila, untuk ketika ini kan, kamu berada di titik ini, perjalanan kamu mungkin, yelah, tidak semudah,
25:13ataupun tidak seindah penyanyi-penyanyi lain kan, kita ambil di sanalah, di negara kamu.
25:20Kalau lah boleh diungkapkan dengan satu kata, apa yang kamu boleh katakan, Fadila?
25:26Tentang perjuangan itu.
25:27Tentang perjuangan itu.
25:28Hah, apa ya? Kalau menurut aku ya, satu kata ya, panjang sih.
25:32Karena perjalanannya benar-benar panjang banget.
25:35Even sampai di titik ini itu masih, menurut aku masih panjang ke depannya, gitu.
25:38Jadi kalau satu kata ya, perjalanan yang sangat panjang.
25:42Tidak pernah lelah.
25:43Lelah sih sebenarnya, tapi ya itu tadi, kayak sudah terlalu banyak yang dikorbankan,
25:49dan kayak mimpi aku juga terlalu besar di depan, jadi aku masih pengen kejar.
25:54Pernah menangis melihat perjalanan sesuka dan semencabar ini?
26:02Pernah sih, sering juga.
26:03Kadang kalau misalnya lagi down, aku sering banget play cover-cover aku di 10 tahun yang lalu.
26:09Jadi biar ingat aku kalau, Dila kamu udah sejauh ini loh, kalau kamu berhenti.
26:12Buat apa? Kamu 10 tahun yang lalu, kamu udah berusaha segitunya, gitu.
26:17Itu sih kadang.
26:1810 tahun cover lagu, kan?
26:20Dan akhirnya kamu diterima sebagai seorang penyanyi profesional.
26:26Iya, bener-bener.
26:27Iya, aku start karir aku dari 2016.
26:29Dulu 2016 aku sempat ikut competition, itu juga di Jakarta, di Indonesia.
26:34Tapi abis aku graduate dari competition itu, ya nggak langsung booming.
26:37Jadi aku masih mulai dulu cover-cover lagi, gitu.
26:41Kan?
26:42Iya lah, rezekinya.
26:4310 tahun dari 2016 ya.
26:44Iya, tapi akhirnya rezekinya di sini kan, Fadila.
26:48Iya, Alhamdulillah.
26:49Berkat sabar pasti juga.
26:51Iya sih.
26:52Aku termasuk orang yang, bisa nilai aku sangat sabar sih kayaknya ya.
26:57Kalau melihat banyak challenge yang di hidup aku, kayaknya aku termasuk sabar.
27:02Gitu.
27:04Dan iyalah, nak bersaing itu pastinya terlalu banyak persaingan yang perlu kamu.
27:10Kan?
27:11Daripada setiap, saya rasa.
27:14Kadang dengan nggak sadar, kita suka compare sama orang lain.
27:17Duh kok dia bisa di situ ya, kok aku belum ya, gitu.
27:19Kadang suka insecure apa ya, yang aku nggak punya tapi dia punya, gitu.
27:22Kadang juga kepikiran kayak gitu.
27:25Tapi kalau kita mikir kayak gitu terus, kadang kita lupa bersyukur kan.
27:28Betul.
27:28Jadi kadang kalau aku sudah mulai, ada di titik di mana aku suka compare sama orang lain.
27:33Kok dia bisa ya di panggung itu?
27:34Kadang aku tulis kayak apa yang bikin aku bersyukur hari ini.
27:37Aku tulis supaya remind kalau, iyalah kamu udah banyak loh yang bisa kamu syukurin.
27:42Jadi you have, you have to worry, gitu.
27:46Bagi peringatan kepada diri sendiri juga.
27:49Iya, betul.
27:51Maksudnya, apa yang orang lain dapat itu, pastinya Tuhan nggak bagi kita benda yang lain.
27:56Yang orang lain tak dapat, bagaimana kita dapat kan.
27:58Itu ada titik di mana kita nggak bisa mikir itu kan.
28:00Kayak, ah kenapa ya, kalau aku tuh nggak dapat-dapat, kenapa gitu.
28:04Sedangkan Tuhan nggak bagi kita yang lain daripada orang itu kan.
28:06Kayak lagu Dawai pun, aku nggak dapat satu award pun di Indonesia.
28:10Tapi aku dapat award di sini, satu.
28:12Aku lupa nama awardnya, tapi waktu itu tahun setelahnya itu dapat award satu.
28:152024?
28:16Iya.
28:17Jadi kan kayak selalu compare ya, kenapa orang lain gampang banget ya dapat piala ini, piala itu.
28:23Kenapa aku enggak gitu.
28:25Tapi kalau mau mikir ke situ, aku harus mikir lagi.
28:27Eh, tapi kamu harus bersyukur, kamu punya keluarga yang sayang sama kamu.
28:30Karena aku suka ngomong sendiri, biar kayak bikin diri kita kayak tetap calm.
28:36Selalunya apa kata-kata dari orang tua kamu, keluarga kamu kepada kamu, Fadila?
28:40Bila melihat perjuangan kamu ini kan.
28:43Mereka selalu bilang, you are talented.
28:45Mereka selalu bilang, apa, sayang banget.
28:49Sayang bakatnya yang kamu punya gitu.
28:52Lagian mama papa selalu ada di sini untuk nge-support kamu.
28:54Jadi why kamu berhenti?
28:55Apa yang bikin kamu berhenti?
28:57Tapi di sisi lain, aku selalu mikir juga kayak,
29:02aku kayak masih terus ngerepotin mama sama papa gitu.
29:05Kalau misalnya aku terus maju nih ke karir aku, aku bakal masih terus ngerepotin.
29:09Tapi kalau aku berhenti, juga sayang juga bakat yang aku punya.
29:13Kata mereka kayak gitu.
29:14Tapi mereka yakin dengan kamu punya bakat kamu kan.
29:18Jadi mereka akan terus support sampai kapanpun gitu.
29:21Itu yang bikin aku gak berhenti.
29:23Walaupun ada ketika mungkin orang-orang di sekeliling kata,
29:27kamu berhenti sajalah menyanyi.
29:29Iya.
29:30Kan?
29:30Bahkan dulu tuh ada yang bilang, jadi Fadila kamu kalau mau jadi penyanyi,
29:35mau terkenal, mau laku.
29:37Harus begini-begini.
29:38Gak usah pakai kerudung.
29:40Jadi buka jilbab aja.
29:41Jadi orang penyanyi kalau gak pakai kerudung tuh lebih laku.
29:44Dulu bilang gitu, itu tahun 2017 aku masih ingat banget.
29:48Tapi aku berpikir,
29:49misalnya aku gak mungkin mengorbankan hijab aku hanya untuk jadi penyanyi gitu.
29:54Aku rasa aku punya bakat yang aku punya lebih dari,
29:57cuman harus aku buka kerudung gitu.
29:59Akhirnya aku gak dengerin orang itu.
30:01Akhirnya ternyata aku masih bisa diterima.
30:05Yalah mungkin juga kamu harus kontroversinya begini,
30:08cerita-cerita sensasinya begini, kan?
30:12Tidak boleh terlalu clean.
30:14Termasuk sebenarnya lagu simpul ini juga.
30:16Jadi kemarin tuh ada ide juga,
30:17gimana kalau kamu gimmick aja,
30:19kamu pura-pura pacaran, gini-gini, gini.
30:21Biar lagu cepet naik.
30:22Tapi aku sama Dennis tuh bilang,
30:24kayak kita gak perlu kayak gini deh,
30:25lagu kita udah bagus.
30:26Ayo, aku yakin lagu kita masih pasti bisa diterima.
30:29Eh bener kan, alhamdulillah.
30:30Maksudnya orang banyak yang suka,
30:31tanpa kita harus gimmick,
30:33eh tanpa kita harus gimmick yang berlebihan lah.
30:35Ya kita bikin konten berdua boleh.
30:36Tapi gak yang harus fake,
30:38harus pura-pura,
30:39love apa gimana gitu.
30:41Ya ternyata alhamdulillah orang masih dengerin lagu kita.
30:44Karena ya alhamdulillah dari lagunya sendiri,
30:46menurut aku sih bagus ya.
30:48Betul.
30:48Sebab kita percaya kepada,
30:50kalau karya itu sudah bagus dan berkualiti,
30:53kenapa harus diwarnai dengan gimmick-gimmick
30:57yang tidak sepatutnya, kan?
30:58Tapi ya sebenarnya itu juga mungkin strategi buat orang lain juga,
31:02dan itu ya udah gak apa-apa.
31:03Tapi itu aku merasa bukan aku aja.
31:04Tapi mungkin kalau gimmick sebegitu,
31:06mungkin menjadi pada orang lain,
31:07tidak pada kamu, kan?
31:08Iya, bisa jadi malah jadi kayak cringe,
31:10terus bingung ini gimana ya.
31:12Iya, betul-betul.
31:13Takut nanti kalau kamu buat begitu,
31:14orang marah pula, kan?
31:16Iya, betul.
31:16Nanti orang kecam, kan?
31:17Kayak, ah takut.
31:19Dan kita tahu juga mungkin di sini,
31:20di Malaysia,
31:21pemindah Danish ini ramai, kan?
31:23Iya.
31:24Lagi-lagi wanita-wanita.
31:27Mungkin ada juga yang marah kamu, Fadilah?
31:29Enggak sih, Alhamdulillah.
31:30Okey.
31:30Alhamdulillah sebenarnya tahu kalau ini cuma lagu, guys.
31:32Okey, mujur.
31:33Iya.
31:34Nasib baik.
31:35Baik.
31:36Kalau tidak harus menjawab.
31:37Tidak, tidak.
31:38Iya.
31:39Fadilah,
31:42sebab kita tahu,
31:43Dawai sudah punya,
31:45saya kira satu KPI yang tinggi lah,
31:47benchmark yang tinggi untuk kamu.
31:50Kemudian muncul dengan duit dengan Aina Abdul juga.
31:52Dan kali ini,
31:55simpul,
31:56di mana kamu meletakkan lagu ini, Fadilah?
31:59Nah, sebenarnya karena Dawai itu sudah terlalu tinggi,
32:01aku akhirnya lagu-lagu setelah Dawai itu,
32:04aku tidak memberikan benchmark gitu loh, Kak.
32:06Karena Dawai itu di Youtube kan sudah 106 juta.
32:09106 milion.
32:10Jadi begitu aku single-single setelahnya itu,
32:13sudah hit 1 milion,
32:14aku masih merasanya baru 1 juta.
32:15Karena ini sudah ada yang gede banget,
32:17106 juta gitu.
32:18Jadi begitu single,
32:19kayak misalnya kemarin simpul,
32:21aku senang 1 juta 200,
32:22tapi kayak dibanding sama Dawai,
32:24ini masih belum ada 10 persennya.
32:26Tapi akhirnya di sisi lain,
32:28aku juga harus mikir,
32:29eh di lain,
32:29tapi ini sudah gede loh,
32:301 juta ini sudah besar loh,
32:32harus bersyukur.
32:32Emang ada yang lebih besar.
32:33Tapi kan,
32:34kita nggak bisa terus-terusan compare sama Dawai kan,
32:37karena ini kan lagu baru,
32:39harus move on juga gitu.
32:41Mungkin karena setiap lagu itu juga berbeza kan.
32:44Betul.
32:44Dia punya,
32:46ialah,
32:48kelompok peminatnya siapa,
32:49kan.
32:50Tapi kamu yakin yang formula berduet dengan artis Malaysia ini,
32:56menjadi.
32:57Iya, betul.
32:57Soalnya sama Kak Aina juga jalan.
33:00Maksudnya orang suka,
33:02semua Danish juga orang suka gitu.
33:04Jadi Amdila sih happy.
33:05Dan harapnya untuk yang next-next punya kerjasama juga.
33:08Iya, semoga happy juga.
33:10Kalau kita patah balik ke kerjaya kamu di Indonesia kan,
33:14Mbak Dila,
33:15mungkin siapa penyanyi-penyanyi yang kamu pengen bekerjasama?
33:20Aku pengen banget sama Kak Syakrakan.
33:22Karena suara beliau bagus banget.
33:25Terus orangnya juga baik.
33:27Dan dia pernah cover lagu ini kalau saya tak silap.
33:29Iya, betul.
33:30Pernah nyanyi Dawai juga.
33:31Terus orangnya tuh,
33:33menurut aku nggak fake gitu.
33:35Jadi orangnya baik juga kalau ketemu Fadila selalu baik.
33:38Jadi aku berharap semoga suatu hari nanti bisa ada lagu duet sama Kak Syakrakan.
33:42Maaf saya tanya, pernah tidak ada penyanyi yang reject?
33:46Pernalah.
33:47Sebelum Danish tuh ada yang reject satu.
33:49Malaysia?
33:50Indonesia.
33:51Bahkan dia bilang,
33:52aku mau lagunya tapi jangan sama Fadila ya, aku sendiri aja gitu.
33:55Jadi ada lagunya.
33:56Dia ngomongnya sama komposer?
33:58Iya.
33:59Beneran-beneran ini.
34:00Jadi ada lagu.
34:01Mau nggak duet sama Fadila?
34:03Nggak usah lah.
34:04Tapi aku suka sama lagunya.
34:06Boleh nggak aku rilis solo?
34:08Lagu simpul ini?
34:09Bukan, bukan lagu simpul lagu sebelumnya.
34:11Terus komposernya tanya aku,
34:13Fadila ini gimana?
34:13Dia nggak mau duet sama kamu tapi dia mau lagunya.
34:15Ya sok, silahkan.
34:16Maksudnya kalau itu rezeki dia ya nggak apa-apa ambil aja.
34:19Terus ternyata datanglah rezeki simpul ini.
34:21Jadi aku akhirnya malah duet sama penyanyi Malaysia.
34:23Gitu.
34:24Yang lagu tadi itu dia nyanyi tidak?
34:26Dia udah keep lagunya tapi sampai sekarang belum dirilis sih.
34:29Jadi nggak tahu dia beneran akan rilis lagu itu atau nggak.
34:31Mungkin tidak berjaya kali.
34:34Tapi dia berjaya sih.
34:36Dia terkenal.
34:37Tapi ya udah nggak apa-apa.
34:38Tapi dia tetap teman aku.
34:41Paham.
34:42Takut mau ngomong.
34:46Tetap ya itu mungkin kita belum rezeki aja.
34:48Mungkin suatu hari nanti bisa duet.
34:50Tapi tak ada rasa marah ya Fadila?
34:53Marah nggak ada, cuma sedih kayak.
34:55Ya tapi memang kita beda level sih.
34:57Dia memang jauh di atas aku.
34:58Jadi aku tahu kenapa aku ditolak.
35:00Lelaki?
35:00Lelaki tapi we're friends.
35:02Jadi kita teman.
35:03Tahu kan kak?
35:04Kalau kita tuh teman tapi kok kita ditolak ya gitu.
35:06Sedih tapi dikit.
35:08Tapi nggak marah.
35:09Tapi ya udah nggak apa-apa.
35:11So lagu yang duet yang patutnya lagi jadi lagu duet itu?
35:16Bukannya lagu kamu lah?
35:17Bukan.
35:17Akhirnya dikasih buat dia tapi solo.
35:20Oh oke.
35:21Tapi kalau kamu, kamu suka lagu itu?
35:24Suka sebenarnya.
35:25Dan aku udah bayangin kalau duet sama dia juga pasti bagus.
35:27Tapi yaudah.
35:28Yalah dia tak nak kamu.
35:30Ya dia nggak mau aku.
35:31Jadi yaudah nggak apa-apa.
35:33Cari yang sama-sama mau aja ya.
35:35Biar nggak capek berjuang sendiri ya di kak.
35:36Yalah kadang-kadang kita terfikir mungkin rezekinya adalah di tempat lain kan?
35:41Dan akhirnya rezeki kamu di lagu simpul ini.
35:43Iya betul.
35:44Dan kita tidak tahu juga kalau contoh kamu menyanyikan lagu itu duet dengan dia.
35:49Lagu itu tidak sukses.
35:52Iya mungkin.
35:53Kan?
35:54Pasti saya, yelah mungkin Tuhan itu sangat adil dengan setiap apa?
35:59Dia punya ketentuan dia kan?
36:01Dia dah tahu dah nak aturkan.
36:02Kamu akan sukses di lagu ini.
36:05Tidak dengan dia kan?
36:07Iya.
36:08Tapi kadang-kadang kita nggak bisa mikir itu ya.
36:10Kalau kita sedih itu kayak.
36:11Kenapa ya?
36:12Kenapa ya?
36:13Kenapa ya gitu.
36:13Selalu ada persoalan-persoalan yang bermain di pikiran.
36:17Betul.
36:19Untuk akan datang ada perancangan untuk mungkin kamu sendiri buat lagu Fadila?
36:25Atau sebelum ini ada sudah lagu sendiri yang kamu kompos sendiri?
36:29Belum, belum pernah.
36:29Karena aku tuh cukup nggak percaya diri dengan tulisan aku.
36:32Mungkin aku pernah nulis tapi kayak aku lebih percaya diri bawain lagu orang lain gitu.
36:37Mungkin nantinya.
36:38Tapi ada dalam simpanan-simpanan kamu?
36:40Ada, ada aku nulis tapi aku belum percaya diri sih.
36:43Cuman orang-orang bilang kamu harus coba.
36:45Ya mungkin at first kayak aneh gitu.
36:47Karena tuh tulisan kita sendiri tapi mungkin makin lama makin bagus gitu.
36:51Aku masih harus banyak belajar sih untuk tulis lagu.
36:54Cumunya tidak percaya diri?
36:56Iya.
36:57Aku ini sebenarnya lumayan insecure gitu.
37:00Maksudnya lumayan, kadang kalau mau nyanyi di panggung tuh kayak aduh ini oke nggak ya, bagus nggak ya gitu.
37:06Kadang takut juga.
37:07Tapi melihatkan sambutannya hari ini dengan 10 tahun lepas, pastinya kamu lebih bangga dan bersyukur kan Fadila?
37:17Iya sih, betul.
37:17Bila melihat penontonnya di depan ramai.
37:20Kalau dulu mungkin lari kan?
37:22Orang pulang.
37:23Orang pulang.
37:24Sekarang orang tunggu kamu.
37:26Itu aku juga nggak nyangka sih.
37:28Karena waktu kecil pun, waktu aku masih elementary school itu, bahkan keluarga aku, bukan keluarga inti ya, kayak cousin, saudara
37:36lah.
37:37Dia bilang, Fadila kamu kayaknya nggak akan jadi penyanyi deh, soalnya suaramu jelek.
37:41Pernah mereka bilang gitu.
37:42Jadi maksudnya udah banyak tuh orang bilang kayaknya kamu nggak akan bisa jadi penyanyi.
37:47Terus aku melihat sekarang, mungkin 15 tahun setelahnya ternyata aku masih bisa jadi penyanyi tuh aku bangga lah sama diri
37:55sendiri gitu.
37:55Ternyata bisa ya gitu.
37:57Dalam keluarga ada yang menyanyi selain daripada kamu?
37:59Ada, mama.
38:01Oh oke.
38:01Mama dan adik-adik aku juga nyanyi.
38:04Terus nane aku juga nyanyi.
38:07Terus auntie, uncle semua juga nyanyi.
38:09Memang daerah seni?
38:10Iya sih, sama nari sih.
38:12Nari juga.
38:13Oh oke.
38:15Kamu anak sendi?
38:16Aku anak kedua, kita berlima bersaudara.
38:19Adik-adik lain ada, sama juga?
38:22Iya, nyanyi juga dia.
38:24Ada mungkin nanti perancangannya duet bareng sama?
38:28Oh iya, kita kemarin konser duet.
38:30Kita selalu, kalau ada acara-acara keluarga kita selalu nyanyi berlima gitu.
38:35Kakak aku juga, dia bukan penyanyi sih, tapi dia main musik.
38:38Dia bisa main piano, dia bisa main gitar juga.
38:40Jadi memang di keluarga kita memang suka banget musik lah.
38:43Tapi yang kedepannya kamu?
38:46Alhamdulillahnya...
38:47Kan?
38:47Iya.
38:48Maksudnya yang dalam industri yang komersial kamu?
38:52Iya, karena adik aku ada satu tuh fokusnya lawyer.
38:56Oh oke.
38:57Terus ada yang masih kuliah juga.
38:59Kakak aku kerja juga.
39:01Jadi memang yang dinyanyi, yang fokus banget nyanyi memang aku.
39:04Memilih untuk memperjuangkan bakat itu.
39:09Iya.
39:10Seandainya kamu bukan penyanyi, Fadila.
39:13Kamu sebagai apa?
39:14Aku suka banget...
39:17Mungkin ya, aku mungkin punya brand makeup.
39:20Jadi aku mungkin jadi bisnis woman mungkin.
39:24Mungkin, atau mungkin aku jadi apa ya?
39:28Jadi orang jalan-jalan aja.
39:32Apa ya mungkin?
39:33Karena aku suka traveling.
39:34Mungkin aku jadi...
39:36Ya itu sih tadi.
39:37Mungkin bisnis woman punya brand makeup.
39:39Sudah ada perancangan.
39:40Maaf saya tanya.
39:41Kalau dalam soal kehidupan sendiri.
39:44Soal ada perancangannya.
39:45Perancangan apa maksudnya?
39:47Untuk kehidupan kamu sendiri, Fadila.
39:49Oh.
39:50Teman ke apa dan sebagainya.
39:52Perancangan maksudnya ke depannya aku mau.
39:54Iya, ke depannya.
39:56Apa ya?
39:57Maksudnya gimana sih?
39:58Dari segi karir kamu.
40:00Oh, kalau dari karir tuh sekarang aku tuh lagi menjalani aja sih, Kak.
40:04Karena kemarin tuh aku terlalu banyak goals gitu.
40:09Jadi aku burn out.
40:11Dan akhirnya aku sempat vakum dulu dua bulan.
40:13Dan sekarang aku comeback untuk menjalani karir aku secara pelan gitu.
40:18Karena sebelum dua bulan yang lalu, aku terlalu banyak yang aku capai.
40:24Terus akhirnya aku jadi capek gitu.
40:25Jadi lelah.
40:26Iya lelah gitu.
40:27Akhirnya sekarang aku mau pasrah aja lah sama karir aku.
40:31Yang penting aku rilis lagu bagus.
40:33Orang suka atau orang gak suka.
40:34Gak apa-apa.
40:34Yang penting aku bikin karya itu dari hati.
40:37Kalau tidak ada aktiviti seni, apa yang kamu buat Fadila?
40:42Di rumah saja?
40:43Aku suka banget olahraga.
40:45Setiap hari aku olahraga.
40:47Terus aku sekarang lagi suka banget baking.
40:49Lagi suka banget bikin-bikin kue.
40:52Terus aku juga suka jalan-jalan.
40:54Terus paling aku juga suka family time.
40:57Aku juga suka tidur.
40:59Jadi kadang kalau gak ada kegiatan, kadang capek.
41:01Udah habis ketemu banyak orang, aku paling di kamar tidur.
41:04Dalam satu hari, scrolling social media juga?
41:09Iya.
41:10Aktif?
41:11Aktif sih, lumayan aktif.
41:12Cuma late post sih anaknya.
41:14Jadi aktif.
41:15Tapi kalau posting suka late post gitu.
41:16Maksudnya gak bisa yang hari ini event langsung upload, langsung apa tuh gak bisa.
41:22Jadi ambil masa.
41:23Ambil masa.
41:24Lumayan lama masanya.
41:26Selalu mungkin berbalas-balas mesej dengan peminat yang bertanya.
41:30Iya.
41:31Kadang-kadang di DM Instagram, di komen gitu.
41:35Padilah, bila kita cakap tentang industri hiburan kan.
41:40Di Indonesia dengan di Malaysia.
41:43Sebagai penyanyi, ialah mungkin kamu ada pengalaman.
41:47Kita ambil kira pengalaman kamu yang dah lebih 10 tahun ini.
41:51Walaupun baru saja orang kata dalam industri komersial ini kan.
41:56Dikenali, tapi bagaimana kamu melihat dua industri ini?
42:00Padilah, di Malaysia dan juga di Indonesia.
42:02Sangat-sangat luar biasa sekali sih menurut aku.
42:05Jadi di Indonesia dan Malaysia ini menurut aku sama-sama punya musik yang sangat beragam gitu.
42:10Kalau di Malaysia ada lagu-lagu Melayu juga.
42:12Betul.
42:13Iya kan?
42:13Tapi kalau di Indonesia mungkin ada dangdut.
42:15Jadi emang banyak sekali genre yang bisa diikutin gitu di dua musik ini gitu.
42:24Dan menurut aku, aku bersyukur Alhamdulillah bisa masuk di keduanya gitu.
42:29Jadi aku happy dan mungkin semoga nantinya aku bisa nyanyi lagu Melayu mungkin.
42:35Minat lagu Melayu?
42:37Aku nggak bisa lagi, tapi mungkin bisa belajar.
42:41Kan?
42:42Di Malaysia lagu Melayu juga sangat popular.
42:45Iya, kayaknya setiap artis itu punya lagu Melayu gitu ya.
42:48Betul.
42:49Kalau di Indonesia itu nggak semua artis punya lagu dangdut.
42:52Itu nggak semua.
42:53Tapi kalau aku lihat di Malaysia itu kayaknya setiap penyanyi Malaysia pasti punya lagu Melayu masing-masing.
42:58Macam akhirnya dia bukan penyanyi Melayu tetapi dia boleh menyanyi lagu Melayu.
43:01Iya, betul.
43:02Itu keren.
43:03Takut banget.
43:04Jadi kamu harus buat juga?
43:05Aduh, takut banget.
43:07Tapi dangdut bisa?
43:09Nggak juga sih.
43:09Bisa joget aja.
43:11Tapi nyanyi nggak bisa.
43:12Tapi kalau saya dengar di social media itu, lagu Dawai itu ada versi dangdut.
43:18Iya, versi itu. Versi dangdut. Versi ibu-ibu senam biasanya.
43:24Versi DJ.
43:25Kan?
43:26Tapi bukan aku yang bikin itu, Kak. Ada orang aja bikin.
43:28Kan? Beragam.
43:30Fadillah, di minim ini terakhir ini kan sebagai seorang orang kata ialah anak seni yang saya pasti kamu seupaya mungkin
43:39untuk terus berjuang kan dengan karya-karya kamu.
43:42Dengan bakat yang kamu ada.
43:44Dan juga sekarang ini kamu muncul dengan simpul.
43:47So mungkin apa yang kamu nak perkatakan kepada peminat-peminat kamu di luar sana untuk lagu simpul ini?
43:53Oh, hi buat semua peminat-peminat aku. Aku mau bilang terima kasih karena kalian dengerin lagu-lagu aku, dengerin simpul
44:02juga.
44:02Itu yang pertama karena kalau rilis lagu nggak ada yang dengerin juga sedih kan, Kak.
44:05Jadi aku bilang thank you dulu.
44:07Terus abis itu jangan lupa juga buat terus dengerin lagu-lagu aku yang lain.
44:11Jadi selain Dawai, aku punya lagu baru simpul. Aku punya lagu arah cinta sejati juga.
44:16Dan lagu-lagu aku yang bagus lainnya. Jadi teman-teman jangan lupa cek Spotify aku.
44:20Terus buat teman-teman yang mungkin mau nikah, mau wedding, jangan lupa pakai lagu simpul ya.
44:25Boleh, nggak usah izin. Aku udah bolehin.
44:27Bukan sangat pakai lagu nih, panggil penyanyinya nyanyi.
44:30Iya, betul.
44:30Di majelisnya.
44:31Kita belum pernah lagi, aku sama Kak Danish belum pernah nyanyi di wedding orang gitu.
44:35Dan itu salah satu goals kita sih. Kita pengennya kayak kita bisa, semoga lagu ini tuh bisa bawa kita nyanyi
44:40di wedding-wedding orang.
44:41Tapi belum pernah. Jadi teman-teman undang kita ya.
44:45Padahal mungkin sebelum kita berakhir, bisa dinyanyikan sedikit lagu simpulnya.
44:51Ini versi sendirian ya guys. Versi single ya.
44:54Saya mau record.
44:56Terima kasih. Aduh takut banget.
44:58Bentar. Oke.
45:00Inilah awal kisah kita
45:03Janji tuk setia
45:08Walau dimana kita berada
45:13Lagu ini akan bergema
45:17Bersamamu ku bahagia
45:22Ku merasa ini pertanda
45:27Cerita cinta
45:29Kita berdua
45:31Bersatu dalam satu jiwa
45:38Selamanya
45:41Yeay, udah
45:42Saya nak sambung tapi saya tak boleh menyanyi
45:45Suara saya tak sedap. Jangan nanti, nanti peminat kamu marah
45:48Tak akan marah
45:50Padilah terima kasih banyak sudah bersama dengan saya di sini
45:53Saya doakan semoga career-nya akan terus sukses
45:56Dan lagu-lagu selepas ini juga akan terus berjaya
46:00Dan diterima baik oleh
46:01Peminat-peminat di dua negara ya
46:03Dan juga di negara-negara lain insyaAllah
46:05Amin. Terima kasih banyak
46:07Baik sebelum kita berakhir
46:09Saya nak minta Fadilah turunkan tanda tangannya
46:11Oh ya, oke, oke
46:12Jadi kepada anda
46:14Teruskan bersama kami di
46:15Shok Podcast
46:16Confession di BK Gelap
Comments